Search Results : data pertumbuhan ekonomi indonesia 10 tahun terakhir

Tanggal December 30, 2011 / 9:29 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Aksi window dressing yang terjadi mulai kemarin, diharapkan akan ‘mengantarkan’ IHSG untuk menguji kisaran resisten 3800-3825 pada perdagangan di hari terakhir pada tahun 2011 ini. Penutupan diatas kisaran resisten tersebut, akan membuka adanya harapan bahwa pada minggu-minggu pertama di tahun 2012 nanti, IHSG masih akan terus bergerak naik.
Tahun 2011 adalah tahun yang porak-poranda akibat krisis Eropa.  Untuk menatap kedepan, kita memang punya bekal yang lebih baik dibandingkan dengan banyak negara lain. Pertumbuhan Ekonomi yang kuat serta pertumbuhan fundamental emiten yang tetap solid adalah dua diantaranya. Akan tetapi, besarnya skala dari krisis Eropa, tetap menjadi penentu apakah kedepan pasar masih bisa kembali melesat, naik tinggi menembus level 4195, rekor tertinggi IHSG tahun ini, ataupun tidak.  Mari kita berharap bahwa solusi atas krisis Eropa, segera tercapai pada tahun 2012 nanti, agar IHSG terus bergerak naik, menuju kisaran resisten 4500-4800.
Kondisi bursa regional memang masih menjadi penentu. Dari posisi terakhir dari indeks Dow Jones Industrial, Indeks ini memang masih harus bisa ditutup diatas resisten 12303 dulu untuk bisa memberikan signal bahwa trend naik masih akan berlanjut. Mari kita berharap malam ini resisten tersebut bisa ditembus.

Global Outlook
J
elang tutup tahun, bursa AS berhasil mencatat hasil positif semalam berkat data ekonomi yang menunjukkan perbaikan di AS.Di tengah perdagangan di AS yang sepi karena menjelang akhir tahun, pembelian dollar oleh perusahaan AS menjadi salah satu faktor yang turut membenamkan euro dan menguatkan bursa saham. Selain itu, spekulasi satu atau lebih negara Eropa akan kehilangan rating topnya menambah derita euro.
Ditambah dengan adanya tanda-tanda bank Eropa masih enggan menggunakan pinjaman yang didapat dari ECB. Pelaku pasar sempat berharap bank akan menyalurkan dana itu untuk membeli surat utang pemeritah zona euro. Tapi kemarin ECB melaporkan jumlah dana yang diparkir oleh institusi keuangan di bank itu mencapai 452 miliar euro, rekor baru yang mengindikasikan bank ternyata justru menyimpan dana bukannya mengucurkan kredit atau membeli aset. 
Banyak investor yang keluar dari pasar dan pergi berlibur, yang kemungkinan akan membuat pergerakan bursa terjebak dalam range sempit akhir minggu ini.

Review IHSG
S
empat  terpuruk di awal perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya rebound dan berhasil bertengger di atas area 3.800.
Investor masih diliputi kekhawatiran masalah Eropa, yang menghempaskan bursa Wall Street pada hari Rabu. Sentimen negatif dari bursa AS kemudian menjalar ke bursa regional, yang kemudian menyeret penurunan IHSG di awal sesi.
Namun, penurunan IHSG tersebut membuat kondisi indeks menjadi oversold, dan menarik minat investor untuk melakukan bargain hunting. Aksi tersebut kemudian berhasil mengangkat IHSG ke zona hijau.
Seluruh indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak menghijau. Sektor-sektor  yang mencatatkan kenaikan tertinggi di antaranya: sektor infrastruktur yang naik 1,53%, sektor perdagangan yang naik 1,29%, dan sektor konstruksi yang naik 1,28%.
Menutup perdagangan, Kamis (29/12/2011), IHSG menguat  39,558 poin (1,05%) ke level 3.808,772. Sementara Indeks LQ 45 ditutup naik 7,415 poin (1,12%) ke level 671,107.
Saham-saham yang naik diantaranya Gudang Garam (GGRM), Astra Internasional (ASII), Indo Tambangraya (ITMG), dan United Tractor (UNTR).
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder (MBAI), Adira Finance (ADMF), Ace Hardware (ACES), dan Inti Agri (IIKP).

Ulasan Teknikal
IHSG

P
embentukan white body pada candlestick  menunjukkan bahwa buyer kembali menguasai perdagangan. Pola tersebut juga menjadi sinyal positif bagi IHSG, yang didukung pula oleh indikator lainnya. RSI bergerak di area positif, sementara stochastic kembali berpeluang golden cross. Moving average pun masih terlihat uptrend. Untuk itu, kami melihat bahwa saat ini akan kembali menguji resistance kuatnya di 3.811, yang akan memberikan potensi kenaikan lanjutan menuju area 3.875. sementara itu, hanya penurupan IHSG di bawah 3.750 yang akan mengakhiri trend naik tersebut, yang bisa menghantarkan koreksi IHSG menuju area 3.700 – 3.666. Untuk hari ni, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.760 – 3.850.

R3    3913
R2    3863
R1    3836
   
Pivot    3786
   
S1    3759
S2    3709
S3    3682

Stock Pick
EXCL

S
ecara keseluruhan EXCL masih dalam trend bearish. Namun potensi rebound mulai terbentuk setelah harga mampu bertahan di atas support 4.150. Indikator RSI pun mulai bergerak uptrend sementara stochastic bullish crossover. Selain  itu, harga kini telah berada di atas MA 10, indikasi bahwa trend jangka pendek mulai berbalik naik. Harga saat ini masih tertahan di area 4.550. Penembusan resistance tersebut akan memberikan potensi kenaikan lanjutan menuju area 4.750 – 4.850.
Rekomendasi     : Buy, stop loss 4.350, target 4.750
Support                : 4.350, 4.150
Resistance          : 4.750, 4.850

Rekomendasi
Stock Screener

“Selamat tinggal tahun 2011, semoga tahun 2012 nanti bisa lebih baik”

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-siap-uji-3800-3825.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha