Search Results : data permintaan uang tahun 2010 2012

Tanggal February 21, 2013 / 4:06 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk

•     Emas adalah komoditas yang selalu menarik perhatian siapapun juga.  Menarik untuk dibicarakan, menarik untuk dibeli.
•     Karena kebutuhan untuk emas lebih kerena konsumsi, kebutuhan emas lebih di dorong oleh kondisi ekonomi Dunia dan (terutama) negara-negara utama konsumen emas.

Konsumsi emas terbesar dilakukan oleh  India dan China. Konsumsi emas dari kedua negara ini  dalam beberapa tahun terakhir ini melemah akibat menurunnya pertumbuhan ekonomi dari negara-negara tersebut.
•     Data dari Bank Dunia dan IMF menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2013 bakal lebih baik dari 2012.  Konsumsi dari emas diharapkan meningkat seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dunia.
•     Pertumbuhan ekonomi ini, membuat sebagian besar analis masih bullish terhadap harga emas.  Dari pantauan kami di Bloomberg, rata-rata harga konsensus untuk emas ada di level US$1822 dan akan tercapai pada 4Q2013.
•     Akan tetapi, untuk jangka pendek, harga emas terlihat terus menurun semenjak awal tahun.  Koreksi ini sepertinya disebabkan oleh berkurangnya demand akan emas dari produk ETF Emas.  Beberapa investor besar seperti Soros Fund Manageent dan Moore Capital bahkan dikabarkan mengurangi posisinya pada ETF berbasis emas.
•     Untuk trend jangka pendek, harga emas diperkirakan masih akan melakukan pengujian atas suport dari trend flat jangka menengah di kisaran US$1520 – US$1580 per troy ounces.  Posisi harga emas yang berada di kisaran suport jangka panjang ini membuat kami memberikan rekomendasi BELI untuk komoditas ini dengan potensi kenaikan hingga US$ 1750 – US$1810 untuk jangka panjang. Stoploss jika supor US$1500 gagal bertahan.

Emas : Daya tarik ‘kilauan’ yang tidak pernah pudar
Emas. Siapa yang tidak kenal komoditas
ini.  Wikipedia mendefinisikannya sebagai a dense, soft, shiny, malleable
and ductile metal. Logam yang padat,
lembut, mengkilat, mudah ditempa, dan ulet.  Wikipedia mungkin lupa bahwa warna kuning berkilau, serta nilainya yang selalu terasa ‘mahal’ pada jaman apapun juga, adalah daya tarik logam bagi ini bagi
semua orang. Terutama dalam millennium
ini, dimana harga emas, cenderung terus bergerak naik semenjak tahun 2000 silam. Harga emas yang di awal tahun 2000
hanya berada di level US$289 per troy ounce, pada tahun 2010 lalu sudah sempat mencapai level tertingi di US$1,921.27.  Banyak alasan yang telah
mendorong kenaikan harga emas tersebut. Mulia dari permintaan emas untuk dibuat perhisan, fungsinya sebagai safe heaven/asset class, lindung nilai terhadap inflasi, lindung nilai terhadap melemahnya mata uang, permintaan untuk investasi, supply yang terbatas, permintaan dari bank sentral, kebijakan Pemerintah China yang menyarankan warga negaranya untuk membeli emas.

Akan tetapi, harga emas tidak selamanya menguat. Sejak puncak harga emas yang terjadi pada tahun 2010 di US$1921.27 per troy ounce, harga emas terlihat selalu gagal dalam usahanya untuk kembali mendekati level psikologis US$2,000.  Sejak tahun 2010, harga emas terlihat hanya bergerak flat pada kisaran lebar US$1535—US$1790.  Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti krisis di Eropa dan perlambatan pertumbuhan dari China dan India yang merupakan konsumen terbesar dari Emas, serta masih banyak lagi faktor yang lain.

Di awal tahun 2013 ini, harga emas terihat masih cenderung merosot seiring dengan berkurangnya minat dari pelaku pasar terhadap ETF berbasis emas.  Dari Total of
Gold ETF, dapat kita lihat bahwa sejak awal tahun 2013 tidak terdapat lagi pembelian yang signifikan terhadap Gold ETF.  Berita terahir dari www.mineweb.com pada tanggal 15 Februari 2013 lalu menyebutkan bahkan Soros Fund Management dan Moore Capital telah melakukan penjualan atas ETF berbasis emas
pada jumlah yang signifikan selama 4Q2012.  Soros Fund Management adalah perusahaan yang dimiliki oleh
George Soros, sedangkan Moore Capital adalah perusahaan investasi milik milyarder Louis Moore Bacon.

Emas dalam Currency War
Currency war dikenal pula dengan nama persaingan devaluasi, yaitu kondisi suatu hubungan internasional dimana negara saling bersaing satu sama lain untuk merendahkan atau melemahkan nilai tukar mata uang mereka.  Pelemahan nilai tukar ini, tujuanya untuk menaikkan daya saing ekspor, sehingga ekonomi dari negara yang melakukan pelemahan mata uang, diharapkan bisa tumbuh. Currency war mulai didengungkan oleh menteri keuangan Brazil pada 27 September 2010. Isu ini kembali mencuat setelah Jepang dituding melakukan currency war untuk melemahkan mata uangnya. Untuk mengatasi deflasi, pemerintah baru Jepang Shinzo Abe menerapkan kebijakan stimulus secara agresif melalui BoJ. Hingga Januari 2013, Bank Sentral Jepang tersebut telah melakukan pembelian asset sebesar 101 triliun yen. Usaha pemerintah Jepang untuk mengatasi deflasi tersebut ternyata berdampak pada pelemahan yen, yang kemudian memicu protes negara lain karena kalah bersaing ekspor. Memanasnya isu currecy war ini kemudian dibawa dalam pertemuan G-20 minggu lalu. Dalam pertemuan tersebut Jepang akhirnya terbebas dari tudingan currency war terseut. Pada dasarnya, devaluasi mata uang yang tidak terkontrol dan terukur pada akhirnya bisa
memicu currency war.  Emas cenderung bergerak naik dengan adanya currency war ini. Rendahnya nilai tukar mata uang membuat investor melirik emas sebagai investasi alternatif. Ketika bank-bank sentral mendevaluasi mata uangnya dengan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendah, maka nilai tukar mata uang tersebut akan jatuh. Untuk itu, investor akan  mencari investasi alternatif, salah satunya emas.

Membaiknya prospek Pertumbuhan Ekonomi Dunia di tahun 2013 membuat harga emas masih bakal terus meningkat
Permintaan akan emas untuk perhiasan, sangat di tentukan oleh pertumbuhan ekonomi dunia, terutama dari dua negara  terbesar konsumen emas, yaitu China dan India.  Data dari Bank Dunia yang dipublikasikan oleh
Bank Dunia pada bulan Januari 2013 kemarin menunjukkan bahwa secara rata-rata ekonomi dunia masih bakal tumbuh 2,4 persen pada tahun 2013 dan 3,2 persen untuk tahun 2014. Data dari IMF yang dipublikasikan sebelumnya pada bulan Oktober 2012 juga menunjukkan bahwa ekonomi China dan India yang pada tahun 2012 hanya tumbuh 7,8 persen dan 4,9 persen, masing-masing masih akan tumbuh  8,2 persen dan 6,2 persen di tahun 2013. Artinya: pertumbuhan ekonomi Dunia untuk tahun 2013 dan 2014 diperkirakan masih akan terus membaik.  Dan, kondisi perekonomian dunia di tahun 2013, bakal lebih baik dibandingkan dengan 2012.
Membaiknya kondisi perekonomian dunia, dan terutama kedua negara konsumen emas terbesar ini, membuat konsensus analis yang kami pantau dari Bloomberg terlihat masih tetap bullish terhadap outlook harga emas di tahun 2013 ini.  Dari 26 analis yang dipantau oleh Bloomberg, rata-rata masih memprediksikan harga emas bakal berada di level US$1734 untuk 1Q2013, US$1774 untuk 2Q2013, US$1799 untuk 3Q2013 dan US$1822 untuk 4Q2014.  Rata-rata analis masih memprediksikan bahwa harga emas masih bisa mencapai lebih dari US$1800 untuk tahun 2013 ini.

Technically Speaking :
Saatnya mencari peluang ketika harga di kisaran suport

Setelah bergerak turun dari rekor tertinggi US$1921,17 per troy ounces yang tercatat pada tanggal 9 Juni 2011, trend jangka panjang untuk harga emas adalah sebuah trend mendatar (flat) pada sebuah kisaran yang lebar, diantara suport di 1535 dan resisten di 1790. Setidaknya, sudah tiga kali harga emas mencoba melakukan penembusan atas kisran suport dan resisten tersebut, tapi terlihat gagal untuk dilakukan.  Usaha penembusan resisten pernah dilakukan pada bulan November 2011, Februari 2012, dan Oktober 2012.  Disisi lain, suport di level 1535 telah menahan penurunan harga di bulan
September 2011, Desember 2011, dan Mei – Juni 2012.

Gambar di bawah ini juga menunjukkan trend jangka menengah dari komoditas ini berupa trend turun. Sejauh ini, suport dari trend jangka panjang di 1535 diperkirakan bakal menahan potensi koreksi lanjutan dari trend jangka menengah ini.

Untuk jangka pendek, pergerakan harga emas terlihat tengah mengalami perubahan trend, dari sebuah trend flat yang terjadi pada periode Desember 2012 – Februari
2013, menjadi trend turun yang cukup dahsyat.  Dengan
kisaran flat diantara suport 1635 dan resisten di 1695, penembusan atas suport di 1635 bakal membuka potensi koreksi menuju kisaran 1575 – 1585.  Pada hari Jumat, 15 Februari 2013 kemarin, level ini sudah hampir tercapai.  Kisaran suport tersebut diperkirakan bakal tercapai pada minggu ketiga di bulan Februari ini.

Rekomendasi Strategi :
Dalam sebuah trend flat, strategi yang bisa dilakukan oleh seorang trader adalah melakukan posisi beli ketika harga memasuki kisaran suport, dan melakukan posisi jual ketika harga memasuki kisaran resisten.  Dengan adanya trend jangka panjang dari emas yang merupakan trend flat, posisi beli bisa dilakukan ketika harga mencapai kisaran 1520 – 1580, yang merupakan kisaran suport, dan posisi jual bisa dilakukan ketika harga berada di kisaran 1750 – 1810, yang merupakan kisaran resisten.  Adanya potensi koreksi dari trend turun jangka pendek dari komoditas ini, memberikan pemodal kesempatan untuk melakukan akumulasi ketika harga berada dekat di kisaran suport, 1520 – 1580.

Pembatasan resiko :
Ketika melakukan pembasan arah pergerakan harga emas untuk trend jangka pendek, kita bisa melihat bahwa dalam sebuah trend harga yang flat, jika suport dar kisaran flat itu ditembus, maka potensi koreksi yang ada adalah sebesar lebar dari trend yang terjadi sebelumnya.  Trend flat kisaran 1635 – 1695, ketika suport di 1635 ditembus, berarti potensi koreksinya adalah sebesar US$60 jika dihitung dari suport 1635, atau 1635 – 60 = 1575. Jika anda melakukan posisi beli pada kisaran 1520 – 1580, posisi stoploss sebaiknya dilakukan jika suport psikologis 1500 gagal bertahan karena potensi koreksi penembusan atas suport ini, bisa mencapai kisaran US$1250 – US$1300.

 

 

Disclaimer :
Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami terbaik dan dapat diandalkan.  Website www.strategydesk.co.id dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agen penjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html

Tanggal July 20, 2012 / 10:11 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro sedikit melemah terhadap dollar hari ini, dibayangi oleh kekhawatiran mengenai Spanyol dan kejatuhan tingkat bunga di kawasan zona euro.
Permintaan yang rendah dalam lelang kemarin mendorong yield obligasi Spanyol kembali ke atas 7%, meningkatkan keraguan apakah Madrid bisa menghindari bailout besar. Dalam lelang obligasi tenor tiga, lima dan tujuh tahun, Spanyol berhasil mengumpulkan 2,98 miliar euro, dekat target 3 miliar euro. Tapi yield ketiganya naik tajam, mencerminkan investor menuntut return lebih tinggi karena faktor risiko.
Pernyataan dari Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble juga tidak membantu. Ia mengatakan masalah keuangan Spanyol masih jauh dari akhir dan pemerintahnya yang bertanggung jawab menanggung bantuan Eropa untuk perbankannya. pernyatannya adalah persepsi akan risiko kebangkrutan di Spanyol bisa menimbulkan efek domino.
Selain kekhawatiran soal Spanyol, euro juga tertekan setelah bulan lalu ECB memangkas suku bunga simpanan, yang berperan sebagai floor untuk pasar uang zona euro, ke 0%. Pemangkasan suku bunga simpanan itu, yang membuat Euribor turut jatuh, menimbulkan isu euro digunakan sebagai alat carry trade, yang dapat menjadi faktor kejatuhan mata uang tunggal Eropa itu. Menurut trader di Bangkok, euro mulai dipandang cocok untuk itu dan semakin yang bergerak ke arah sana. Selain itu, fakta yield obligasi tenor dua tahun Jerman dan Belanda menjadi negatif, menambah spekulasi arus dana keluar dari zona euro.
Dalam perdagangan di Asia hari ini, euro berada di $1,2258, sedikit melemah dari level penutupan New York $1,2271. Euro masih bergerak konsolidatif, terjebak di antara level tertinggi seminggu terakhir $1,2317, yang dicatat Selasa lalu, dan level terendah dalam dua tahun terakhir $1,2162, yang dicapai minggu lalu. Selama tidak ada sentiment positif, euro terancam kembali ke level terendah sejak Juni 2010 itu.
Euro melemah 0,1% atas aussie ke A$1,1768, dekat rekor terendahnya A$1,1735.  Dollar juga tidak mampu menguat banyak atas euro atau mata uang lainnya karena data ekonomi AS yang kurang bagus semalam menambah ekspektasi the Fed harus meluncurkan stimulus moneter berbentuk Quantitative Easing (QE). Sterling sedikit terkoreksi hari ini setelah menyentuh level dalam sebulan terakhir kemarin. Data Public Sector Net Borrowing (PSNB) atau jumlah utang public, yang bisa bertambah bisa menekan the cable.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/masalah-spanyol-bayangi-euro.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/masalah-spanyol-bayangi-euro.html

Tanggal June 08, 2012 / 12:52 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Setelah tiga tahun dari program pelonggaran moneter dan penurunan suku bunga untuk menghidupkan kembali ekonomi mereka dari kemerosotan resesi. Dua sentral bank terbesar di dunia mulai ‘menggeser’ tanggung jawab kepada para politisi dan mendesak mereka untuk melangkah pada kebijakan mereka.
Ketua Federal Reserve Ben Bernanke pada Kamis gagal mengisyaratkan pelonggaran moneter lebih lanjut, seperti yang banyak diharapkan oleh pasar, dan menolak untuk lebih spesifik tentang tindakan kebijakan masa depan ketika dia bersaksi di depan komite Kongres. Sebaliknya, ia mendesak politisi Amerika untuk melakukan sesuatu agar ekonomi AS keluar dari kelesuannya.
“Apa yang dia lakukan, dengan cara saat ini, adalah apa Draghi lakukan [Rabu], ia melempar kembali pada para politisi,” Jack Bouroudjian, CEO Bull dan Bear Partners, sebuah penasehat investasi dan perusahaan perdagangan, kepada CNBC itu “Asia Squawk Box” pada hari Jumat.
Dia mendesak Kongres untuk melakukan tiga hal untuk menempatkan anggaran di jalur jangka panjang yang berkelanjutan: dan menghindari “fiscal cliff” yang berefek pada ‘automatic tax increases, spending cuts pada akhir tahun ini dan atdeficit- reduction goals, dan menggunakan kebijakan pajak untuk pertumbuhan ekonomi.
“Paling-paling, ‘rapidly rising levels of debt’ akan menghasilkan tingkat penurunan dalam pembentukan modal, pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, dan peningkatan utang asing,” kata Bernanke. “Yang terburuk, semua faktor itu  akan memicu krisis fiskal yang dapat memiliki konsekuensi parah bagi perekonomian.”
Untuk data AS, Trade Balance, perbandingan nilai produksi barang yang diimpor dan diekspor, kemungkinan naik dari-51.8B pada bulan Mei sampai-49.3B sekarang.
Wholesale Inventories, sinyal pengeluaran atau cost bisnis di masa depan dan diperkirakan ada kenaikan sebesar 0,2% dari bulan lalu hingga menjadi 0,5%.
 
EUR-USD
U
ntuk data Eropa, German Trade Balance, indikator bulanan untuk membandingkan nilai produksi barang yang diimpor dan yang diekspor, kemungkinan turun dari 13.7B ke 13.1B, sedangkan diperkirakan ada kenaikan pada French Trade Balance dari-5.7B pada bulan Mei sampai dengan 5.6B.
French Gov Budget Balance, tetap -29.4B seperti pada Mei.
Koreksi akan terlihat apabila menembus area 1.2555, apabila dalam minggu ini ada closing di atas area tersebut maka target area koreksi untuk euro 1.25-1.2666.
Sebaliknya apabila kita lihat pada chart monthly sangat dalam tekanan terhadap euro, apabila dalam dua pekan di awal bulan Juni ini tidak ada pergerakan koreksi apakah low dua tahun yang lalu akan di kejar (1.1875, Juni 2010)? Dan area 1.25 pekan ini menjadi pijakan menuju tekanan bearish yang lebih dalam lagi dalam jangka panjang buat euro?
Apabila closing hari ini di bawah area 1.2490 kemungkinan tekanan bearish akan berlanjut dan pekan depan akan testing ke area 1.2222

Rekomendasi :
Buy             : 1.2444, 1.2404    Sell             : 1.2555, 1.5610
TP              : 1.2555                   TP               : 1.2414
Stoploss   : 1.2370                   Stoploss    : 1.2666

Resisten    : 1.2610, 1.2660
Support      : 1.2489, 1.2440
Range         : 1.2414 – 1.2590
 

GBP-USD
U
ntuk data Inggris, Producer Price Index (PPI),  perubahan harga barang dan bahan baku di tingkat produsen kemungkinan akan meningkat dari -1,5% pada bulan lalu menjadi -1,2%. Sedangkan pada PPI Output diperkirakan turun ke 0,2% dari 0,7% pada Mei.
Consumer Inflation Expectation, tidak ada perubahan pada  perkiraan dari kuartal terakhir sebesar 3,5%.
Rally koreksi pound dalam beberapa hari ini mencapai area 1.5600, apabila closing minggu ini di atas area itu maka target koreksi selanjutnya di area 1.5656 yang merupakan area kuat resisten dalam konfirmasi reversal jangka menengah untuk pound dimana target nya ada di area 1.5790 (50% fibonacci chart weekly), sebaliknya apabila hari ini closing di bawah area 1.5460 target tekanan bearish pound akan semakin dalam ke area 1.5090.
Konfirmasi dari tren bearish dalam jangka menengah, apabila empat bottom yang area terendahnya di area 1.5231 break dan ada candle weekly yang closing di bawah area tersebut maka ekspektasi jangka panjang pound di area 1.5490.

Rekomendasi :
Buy             : 1.5410, 1.5383    Sell              : 1.5510, 1.5555
TP               : 1.5555                  TP                : 1.5380
Stoploss    : 1.5333                  Stoploss     : 1.5595

Resisten    : 1.5620, 1.5610
Support      : 1.5439, 1.5349
Range        : 1.5404- 1.5540
 

AUD-USD
U
ntuk data Australia, Trade Balance, indikator bulanan untuk membandingkan nilai produksi barang yang diimpor dan yang diekspor, naik 0.92B menjadi 1.59B pada Mei.
Home Loans, menunjukkan permintaan di pasar perumahan dan nilai pinjaman pemilik baru pada bulan lalu, turun 0,2% dari Mei ke 0,1%.
Proyeksi pergerakan Aussie apakah sudah mencapai ‘monthly projection’? Dimana 50% fibonacci monthly ada di area 0.8850…..terlalu jauh memang tetapi apabila dilihat dari situasi dan katalis fundamental secara global dapat dimungkinkan, di tambah dengan pemotongan suku bunga oleh RBA dan situasi perkembangan dari laporan pertumbuhan ekonomi china terus memburuk.
Pergerakan Aussie dalam pekan ini berkorelasi dengan pergerakan indeks Hanseng, dimana memang China merupakan pasar utama dari produk manufaktur dan jasa dari Australia, dan hasilnya sampai dengan siang ini ada pergerakan koreksi sampai menembus area 0.9860 dan ekspektasi koreksi apakah sampai 0.9920?
Apabila hari ini closing di atas 0.9850 maka pergerakan antisipatif dari pernyataan RBA bahwa mereka akan kembali memotong suku bunga mereka bulan depan kemungkinan akan menembus area 1.0050.

Rekomendasi :
Buy             : 0.9797, 0.9777    Sell              : 0.9920, 0.9988
TP              : 0.9890                   TP                : 0.9790
Stoploss   : 0.9720                   Stoploss     : 1.0020

Resisten     : 0.9921, 0.9969
Support       : 0.9794, 0.9714
Range         : 0.9777 – 0.9920

 
USD-CHF
A
rea 23% fibonacci daily (0.9608) krusial untuk di tembus, apabila hari ini closing di atas area tersebut maka koreksi untuk franc sudah cukup dan kembali testing untuk melanjutkan tren bullishnya ke area 0.9777.
Sebaliknya apabila closing hari ini di bawah area 0.9555 maka kelanjutan koreksi untuk franc akan testing ke area 1.9404.

Rekomendasi :
Buy             : 0.9570, 0.9505    Sell             : 0.9636, 0.9666
TP              : 0.9666                   TP               : 0.9505
Stoploss   : 0.9464                   Stoploss    : 0.9720

Resisten    : 0.9613, 0.9650
Support      : 0.9521, 0.9484
Range        : 0.9550 – 0.9666
 

USD-JPY
U
ntuk data Jepang, Economy Watchers Sentiment, Survey Bulanan untuk menilai kondisi keuangan saat ini, kenaikan diperkirakan menjadi 51,2 poin dari 50,9 poin pada Mei.
Weekly support di area 78.08 merupakan tahanan kuat, maka dapat dijadikan sinyal untuk reversal atau kalau tembus dan closing daily ada di bawah area tersebut target selanjutnya ada di area 77.50 untuk jangka menengah.
Sinyal koreksi ada di area 79.25, sulit untuk yen dapat kembali ke area 80.00.

Rekomendasi :
Buy            : 79.10, 78.78        Sell             : 79.70, 79.90
TP              : 79.79                    TP               : 78.20
Stoploss    : 78.40                   Stoploss    : 80.20

Resisten       : 79.89, 80.12
Support         : 78.95, 78.71
Range           : 78.78 – 79.79

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-08-juni-2012.html

Tanggal May 31, 2012 / 9:16 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Gelombang risk aversion, yang dipicu oleh kekhawatiran mengenai krisis utang dan perbankan di Eropa, mengangkat permintaan akan safe haven, yang membuat dollar dan yen perkasa.
Dollar dan yen rally atas rivalnya setelah aksi lepas aset berisiko menyusul kenaikan yield obligasi Spanyol dan Italia ke level bahaya, yang ditakutkan semakin mengancam kondisi financial kedua negara itu. Lelang obligasi di Italia kemarin mengecewakan, yang mendorong biaya pinjaman. Pemerintah terpaksa memberikan imbalan lebih dari 6%. Yield obligasi tenor 10 tahun Italia naik hingga 6,15% karena kekhawatiran potensi penyebaran krisis.
Yield obligasi Spanyol juga merangkak naik, ke level 6,67%,  semakin mendekati 7%, level yang membawa Yunani, Portugal dan Irlandia bertekuk lutut dan minta bailout. Kenaikan ini disebabkan oleh pernyataan pejabat bank sentral Spanyol bahwa semakin sulit mencapai target defisit tahun ini.
Spanyol tidak hanya dirundung krisis utang, tapi juga krisis perbankan. Di sasat kondisi keuangannya amburadul, pemerintah Spanyol harus menyelamatkan sektor perbankannya, dengan menyuntikkan dana ke Bankia, bank terbesar keempat negara itu yang hampir kolaps karena penggelembungan di sektor properti.
Di tengah banyaknya berita negatif, dollar menjadi primadona. Perkembangan saat ini membuat pasar melihat kondisi di AS masih lebih baik disbanding Eropa. Alhasil, pamor dollar terangkat. Indeks dollar melonjak ke hingga 83,17 hari ini, tertinggi sejak September 2011. Permintaan dollar yang tinggi membuat yield obligasi AS turun ke 1,62%, level terendah dalam 66 tahun terakhir. 
Euro semakin dijauhi, tergrelincir sampai $1,2358, terendah dalam dua tahun terakhir. Mata uang seperti sterling dan aussie juga merana. Dollar juga menguat terhadap franc, ke level tertinggi dalam 15 bulan terakhir. Tapi greenback melemah terhadap yen sampai ke 78,77, terendah dalam 3,5 bulan terakhir, membawa yield obligasi tenor 5 tahun Jepang ke level terendah sejak Oktober 2010. Dollar melemah 0,3% ke 78,80, terendah sejak pertengahan Februari. Mata uang Jepang itu turut menguat atas euro, sterling dan aussie.
Data terjadwal hari ini di antaranya PDB Swiss, data pengangguran dan penjualan ritel Jerman, serta inflasi zona euro. Di AS, ada data PDB dan ADP Employment Change. PDB AS kuartal pertama kemungkinan direvisi turun menjadi 1,9% dari 2,2%. Ini bisa menjadi faktor yang menggerus laju dollar karena semakin membuka peluang perlunya stimulus moneter.  Apalagi kalau data ADP lebih rendah dari prediksi.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/risk-aversion-dollar-yen-perkasa.html

Tanggal January 13, 2012 / 9:45 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro berhasil rebound semalam, setelah penjualan lelang obligasi Spanyol dan Italia, serta pernyatan positif dari ECB mengurangi kekhawatiran soal krisis utang, untuk sementara. 
Euro mencapai level tertinggi dalam seminggu terakhir setelah Spanyol berhasil menjual obligasi dua kali lipat target dan Presiden ECB Mario Draghi mengindikasikan adanya stabilitas. Euro melonjak hingga $1,2844, setelah di sesi sebelummnya sempat terpuruk di $1,2661, terendah dalam 16 bulan terakhir.
Spanyol dan Italia sukses mengumpulkan 22 miliar euro dalam lelang bahkan dengan biaya yang lebih rendah dari lelang sebelumnya. Hal ini mengurangi ketegangan di pasar keuangan dan mengindikasikan adanya perbaikan dalam sentimen investor terhadap zona euro. Lelang Spanyol terlihat sukses, menjual hampir 10 miliar euro obligasi tenor 3 dan 4 tahun, dua kali lipat target dengan yield rata-rata 3,384%, turun dari 5,187% di lelang 1 Desember.  Lelang Spanyol mendorong permintaan euro setelah Madrid berhasil menggelar lelang itu.
Italia, yang juga menjadi sorotan di tengah krisis utang, berhasil menjual surat utang jangka pendek. Italia menjual 8,5 miliar euro bill tenor 1 tahun, dengan yield rata-rata 2,74%, separuh dari lelang pada pertengahan Desember. Pemerintah berencana untuk menjual obligasi tenor 3 dan 6 tahun hari ini.
Yield obligasi tenor 10 tahun kedua negara turun setelah lelang itu, melanjutkan penurunan dan menjauhi level psikologis. Yield 10 tahun Italia turun 36 bps ke 6,67%, sedangkan punya Spanyol turun 19 bps jadi 5,17%.  Italia akan menggelar lelang dengan  target 4,75 miliar euro, yang akan dicermati menyusul suksesnya lelang kemarin.
Euro juga terangkat setelah Presiden ECB Mario Draghi mengatakan pinjaman murah setengah triliun euro sangat membantu sistem perbankan zona euro dan mengangkat kepercayaan terhadap ekonomi kawasan, yang, menurutnya, mulai memperlihatkan tanda-tanda stabilisasi. Ia mengatakannya setelah mempertahankan suku bunga di 1%.
Tapi tidak semua yakin zona euro menuju stabilitasi, masih ada kalangan yang khawatir kawasan itu akan terjerumus kembali ke resesi. Memang, serangkaian data terakhir memperlihatkan kondisi ekonomi yang lesu, seperti PDB Jerman yang melambat tahun lalu ke 3,0% dari 3,6% di 2010. Meski demikian, paling tidak dua katalis di atas bisa mengangkat euro untuk 1-2 hari lagi, dengan catatan tidak ada berita buruk lelang Italia hari ini juga sukses.
Mengenai mata uang lain, franc berhasil menguat tajam terhadap mata uang utama dunia karena keyakinan SNB tidak akan seagresif dulu meredam penguatan franc. Franc juga menguat karena data penjualan ritel dan initial jobless claims AS yang mengecewakan. Data AS terjadwal nanti malam adalah sentimen konsumern versi University of Michigan.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/berkat-ecb-lelang-euro-rebound.html

Tanggal January 03, 2012 / 10:29 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Sektor manufaktur China dan India membaik bulan lalu, pertanda dua ekonomi terpesat dunia itu masih mampu bertahan menghadapi krisis utang Eropa.

Indeks PMI China naik ke 50,3 di Desember dari 49 di Nopember, menurut data yang diumumkan oleh China Federation of Logistics and Purchasing (CFLP) pada Minggu. Sedangkan indeks PMI India naik ke 54,2 di Desember, tertinggi dalam enam bulan terakhir, dari 51 di bulan sebelumnya, menurut laporan HSBC Holdings dan Markit Economics kemarin. Angka di atas 50 menandakan pertumbuhan, di bawah itu berarti kontraksi.

Para analis sepakat data ini mengindikasikan Tahun Baru dan Festival Musim Semi mendorong permintaan. Mereka melihat peningkatan konsumsi di akhir tahun, baik domestik maupun luar, berperan sebagai kunci tumbuhnya kembali aktivitas manufaktur China. Tahun Baru dan Festival Musim Semi dianggap sebagai periode emas konsumsi.

Menambah sentimen positif, indeks PMI non manufaktur China melonjak ke 56,0 pada Desember dari 49,7 di Nopember, data dari CLFP memperlihatkan hari ini. Krisis Eropa masih mengurangi permintaan ekspor Asia, dengan indeks ekspor China masih kontraksi. Pertumbuhan ekonomi China melambat selama 2011, karena dua mitra dagang terbesarnya, Eropa dan AS, berjuang lepas dari krisis yang melilitnya. PDB tumbuh 9,1% di kuartal ketiga, melambat dari 9,5% tahun lalu.

Pertanyaannya, apakah sektor manufaktur China dapat terus pulih di Januari? Sepertinya sektor itu berpotensi tertekan kembali di bulan itu. Tapi bukan karena kondisi fundamental ekonomi, tapi dampak dari persiapan perayaan Tahun Baru Imlek yang dimulai pada 23 Januari sampai 28 Januari.  Orang China kemungkinan akan berlibur untuk mempersiapkan dan merayakann Tahun Baru itu.

Perayaan biasanya berlangsung selama 15 hari. Di masa lalu, hal ini menekan indeks PMI di Januari. Tapi setelah itu, aktivitas manufaktur akan menggeliat lagi, karena permintaan dan produksi kembali ke level normal.

Di India, sektor manufaktur tumbuh berkat peningkatan output dan permintaan. HSBC mengatakan pada data PMI India, semua indikator, dari output, lapangan kerja, order dan ekspor, mengalami kenaikan.  Tapi bank itu juga memperingatkan pertumbuhan ekonomi India akan dihambat oleh tingginya suku bunga dan perlambatan ekonomi global. Suku bunga India saat ini 8,5%, setelah 13 kali kenaikan sejak Maret 2010. Bank Sentral India (RBI) akan menggelar rapat reguler pada 24 Januari nanti.

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/eropa-krisis-manufaktur-china-india-tetap-kuat.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha