Search Results : data pengangguran di indonesia tahun 2012

Tanggal February 03, 2012 / 9:18 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Koreksi tipis (0,09%) yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata indeks dari bursa-bursa di Asia sehingga bisa memancing aksi profit taking.
IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran 3990-4025. Penutupan IHSG dibawah 3990 akan memberikan signal negatif. Jika IHSG ditutup dibawah 3990, berarti IHSG minggu depan tetap akan konsolidasi pada kisaran 3875-4025.

Global Outlook
K
inerja bursa saham regional pagi ini mengalami koreksi setelah bursa saham di AS berakhir flat. Aksi ambil untung mewarnai setelah bursa kemarin sempat mencatat penguatan, ditambah lagi investor tidak terlalu banyak masuk ke bursa jelang diumumkannya data ketenagakerjaan AS.
Prediksi menunjukkan data tersebut mengalami penurunan 150 ribu dari bulan sebelumnya 200 ribu. Sedangkan tingkat pengangguran diperkirakan stabil 8,5%.
Pergerakan bursa regional termasuk indeks Nikkei menguat, meski mata uang yen terus menguat dan banyak emiten mengumumkan kinerja keuangan yang buruk, karena hal itu memang sudah diperkirakan. Indeks yang stabil mempertahankan posisinya. Optimisme mengenai saham Jepang dan harapan akan pemulihan ekonomi AS menjadi faktor yang mengangkat Nikkei 4,1% selama Januari. Hasil polling Reuters memperlihatkan manajer investasi Jepang memangkas bobot saham global dalam portofolio karena kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa, tapi mereka menambah bobot saham Jepang, karena dianggap bervaluasi menarik.
Di Korsel, masih maraknya aktifitas pembelian saham investor asing membuat indeks Kospi terus mencetak level tertingginya tahun ini. Sedangkan indeks Hang Seng yang kemarin sempat terkoreksi, kini berhasil rebound.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam dan kembali berhasil bertahta di atas area 4.000.
Sentimen positif global menjadi faktor utama pendorong kenaikan IHSG kemarin. Membaiknya sektor manufaktur di Asia, AS, dan Eropa telah mencuatkan kembali risk appetite. Hasilnya, mayoritas bursa Asia mengalami lonjakan yang tajam.
Semua indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak menghijau. Tiga sektor yang mencatat kenaikan tertinggi di antaranya: sektor konstruksi yang naik 2,72%, sektor perdagangan yang naik 2,51%, dan sektor infrastruktur yang naik 1,99%.
Menutup perdagangan Kamis (2/2/2012), IHSG menguat 51,926 poin (1,31%) ke level 4.016,902. Indeks LQ 45 juga menguat 8,049 poin (1,16%) ke level 703,068. IHSG sempat berada di posisi tertinggi di 4.020,409.
Saham-saham yang naik harganya antara lain Astra International (ASII), Adaro Energy (ADRO), Alam Sutera Realty (ASRI), Indo Tambangraya (ITMG), United Tractor (UNTR) dan BCA (BBCA) naik Rp 100 menjadi Rp 8.100.
Sementara saham-saham yang turun antara lain Bank Mandiri (BMRI), BNI (BBNI), dan Elnusa (ELSA).

Ulasan Teknikal
IHSG

I
ndikator stochastic mulai terlihat golden cross, menunjukkan bahwa trend bullish IHGS masih bisa berlanjut, begitu pula dengan RSI yang juga terlihat uptrend. Penguatan IHSG selanjutnya, akan dihadapkan pada resistance 4.038. Jika ditembusm maka penguatan bisa berlanjut menuju area 4.130 (FR 161.8%). Namun jika IHSG tertahan di resistance tersebut, maka yang akan terlihat adalah sebuah pola double top, dimana ancaman koreksi bisa membayangi untuk kembali ke area support 3.997 – 3.965.

R3    4,091
R2    4,056
R1    4,036
   
Pivot    4,001
   
S1    3,981
S2    3,946
S3    3,926

Stock Pick
ADRO

G
aris trend serta MA sudah menunjukkan potensi uptrend bagi ADRO. Sementara itu, stochastic serta RSI juga masih menunjukkan sinyal positif, meski sudah mulai memasuki kondisi overbought. Kani melihat bahwa saat ini ADRO akan berusaha untuk menguji resistance di 2.025. Jika ditembus, maka penguatan bisa berlanjut menuju area 2.150.
Rekomendasi    : Buy (best buy@1.930) , stop loss 1.870, target 2.025.
Support               : 1.920, 1.870
Resistance         : 2.025, 2.150

ASRI

B
erhasil menembus resistance 500 (kini menjadi support) dengan volume yang besar bisa menjadi indikasi bullish continuation bagi ASRI. Indikator stochastic dan RSI terlihat masih positif. Untuk itu, kami melihat bahwa saat ini ASRI berpeluang mengalami kenaikan untuk menyelesaikan misi channel-nya di area 600.
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss 500, target 600.
Support                : 500, 465
Resistance          : 560, 600

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-berfluktuasi-profit-taking-mengancam.html

Tanggal January 27, 2012 / 9:20 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Setelah kemarin menguji resisten 3975-3985, IHSG hari ini dihadapkan dengan bursa regional yang kurang tenaga.  Koreksi 0,18% yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial sebenarnya belum merupakan signal yang bearish. Akan tetapi, bursa regional Asia yang hanya bergerak bervariasi pada kisaran sempit, IHSG sepertinya bakalan mengalami hal yang sama.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi di kisaran 3950-4000. Pasar sepertinya masih akan wait and see sambil menunggu perkembangan dari bursa regional. Jika terdapat signal negatif di bursa regional, kita sebaiknya waspada untuk munculnya trend turun pada bursa regional.

Global Outlook
B
ursa saham Asia cenderung kurang bertenaga hari ini karena koreksi yang dialami bursa saham di AS karena rendahnya data penjualan rumah dan klaim tunjangan pengangguran yang bertambah. Selain itu, laporan keuangan perusahaan AS yang beragam memicu investor menahan melakukan pembelian.
Kendati diawal perdagangan investor menyambut baik bahwa the Fed memperpanjang periode suku bunga rendah, sampai 2014. Proyeksi itu datang dalam pernyataan setelah berakhirnya rapat reguler. Dengan itu, berarti the Fed baru bisa menaikkan rate-nya secepatnya tahun itu, atau 18 bulan lebih lama dari yang the Fed proyeksikan tahun lalu. Menurutnya, pemulihan penuh ekonomi memerlukan waktu 3 tahun lagi.
Berbicara dalam jumpa pers, Ketua the Fed Ben Bernanke tidak terlalu antusias dengan perkembangan ekonomi AS, dengan memangkas proyeksi PDB AS tahun ini dan depan. Tidak hanya itu, ia membuka ruang untuk stimulus lanjutan. Ia mengatakan pihaknya mempertimbangkan pelonggaran lebih lanjut melalui pembelian obligasi, atau yang dikenal Quantitative Easing (QE).
Para analis melihat the Fed sangat jelas dengan rencananya memberlakukan suku bunga rendah untuk waktu yang lama.
Para analis melihat the Fed sangat jelas dengan rencananya memberlakukan suku bunga rendah untuk waktu yang lama. Prospek bunga rendah sampai 2014 tentu akan berdampak pada kinerja dollar. Efek rencana seperti ini bisa terasa paling tidak selama minggu ini. Tapi, masih ada faktor lain yang dapat mempengaruhi sentimen pasar, salah satunya Eropa, dalam hal ini Yunani. Masalah negosiasi utang yang belum tuntas masih membayangi pasar.
Setelah berminggu-minggu negosiasi, Kedua belah pihak kembali melakukan pembicaraan, yang diharapkan bisa tuntas minggu ini. Selama ini pasar berharap kesepakatan tercapai, tapi sentimen bisa berubah bila semua gagal.
Akhir pekan ini, data PDB AS jadi fokus dimana ekspektasi PDB Q4 tumbuh 3,0% dari 1,8%.

Review IHSG
B
ergerak labil, dan sempat bertahan lama di zona merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir terselematkan oleh aksi beli menjelang penutupan.
Di awal perdagangan, IHSG sempat mendapat sentimen positif dari pergerakan bursa Wall Street pada hari sebelumnya menyusul kebijakan The Fed yang tetap mempertahankan suku bunga rendahnya.
Namun, kenaikan IHSG tersebut surut oleh aksi profit taking, bahkan IHSG sempat lama berada di area negatif. Namun, aksi beli menjelang penutupan akhirnya membawa kembali IHSG ke zona hijau, dan ditutup pada level 3.983,434, atau naik 0,5%
Ada delapan sektor yang berhasil menopang kenaikan IHSG. Tiga sektor dengan kenaikan terbesar di antaranya: sektor infrastruktur yang naik 1,10%, sektor pertambangan naik 1,02%, dan sektor keuangan naik 0,74%. Sedangkan dua sektor yang memerah adalah sektor industri dasar dan perdagangan dengan penurunan masing-masing 0,32% dan 0,13%.
Saham-saham yang  naik antara lain: PT Garuda Indonesia (GIAA), PT Bank Permata Tbk (BNLI), dan PT Bentoel International Tbk (RMBA).
Sementara saham-saham yang turun di zona merah diantaranya: PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Indomobil Sukses Internasional (IMAS), dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN).

Ulasan Teknikal
IHSG

S
upport IHSG di 3.950 masih mampu dipertahankan, dan pembentukan pola bullish harami pada candlestick bisa menjadi indikasi reversal setelah support tersebut gagal ditembus. Moving average pun terlihat masih uptrend. Untuk itu, kami melihat adanya potensi IHSG untuk kembali melanjutkan kenaikannya menuju area resistance di 4.000 – 4.027.  Sementara itu, level support masih kami tepmatkan di area 3.950. Penembusan support tersebut akan membawa potensi koreksi lanjutan menuju area 3.900 – 3.875. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.960 – 4.027.

R3    4,027
R2    4,005
R1    3,994
   
Pivot    3,973
   
S1    3,962
S2    3,940
S3    3,929

Stock Pick
CFIN

S
ebuah pola ascending triangle terlihat pada pergerakan CFIN dalam lima bulan terakhir ini. Pola tersebut bisa menjadi indikasi reversal setelah harga turun tajam tajam dan membuat support di 375. Untuk jangka pendek, terlihat bahwa MA pun sudah mulai bergerak uptrend. Indikator stochastic yang berpeluang golden cross juga menunjukkan hal yang sama. Untuk itu, kami melihat bahwa saat ini CFIN akan kembali menguji resistance-nya di 500. Jika mampu diptembus, maka penguatan bisa berlanjut menuju area 580 (FR 161.8%) hingga area 650 (target triangle)
Rekomendasi    : Trading Buy, stop loss breakout 465, target 500.
Support               : 465, 450
Resistance         : 500, 580

JSMR

U
ntuk jangka menengah, garis trend, serta MA 55 masih menunjukkan potensi bullish bagi JSMR. Sementara untuk jangka pendek terlihat bahwa harga suda mulai bergerak bearish, ditunjukkan dengan MA 10 yang sudah downtrend. Namun begitu, penurunan JSMR sepertinya saat ini mulai terbatas. Terlihat dari indikator stochastic yang mlai oversold dan berpeluang golden cross. Sementara pola hammer yang terbentuk bisa menjadi indikasi reversal. Untuk itu, kami melihat adanya potensi rebound bagi JSMR, untuk kembali meraih area 4.300 – 4.400.
Rekomendasi     : Buy, stop loss break out 4.100, target 4.300 – 4.400
Support                : 4.100, 3.950
Resistance          : 4.300, 4.400

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/regional-tidak-bertenaga-ihsg-kembali-meredup.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha