Search Results : data pengangguran di indonesia 2012

Tanggal September 14, 2012 / 8:18 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Startegydesk -The Fed akhirnya meluncurkan babak ketiga dari Quantitative Easing (QE3) setelah semalam menyatakan akan melakukan pembelian mortage debt sebesar US$40 miliar per bulan guna mendorong pertumbuhan dan mengurangi pengangguran. Program pembelian ini dikatakan ‘tidak memiliki batas waktu’ sehingga diharapkan bisa terus meningkatkan rasa percaya diri masyarakat agar mau melakukan investasi, membuka lapangan pekerjaan, dan membelanjakan uang yang dimilikinya.
Respon positif atas QE3 ini, diharapkan akan membuat IHSG terus bergerak naik hari ini. Resisten 4183 tetap akan menjadi penghalang pertama, dimana jika resisten ini mampu ditembus, berarti IHSG bakal terus bergerak naik hingga kisaran rekor IHSG 4200-4235.
QE berarti memompakan likuiditas ke pasar, yang ujungnya adalah US$ melemah dan harga komoditas naik. Ini bakal membuat harga saham-saham komoditas tetap menjadi spekulatif untuk beberapa waktu kedepan.
SpecBuy: UNTR, INCO, AALI, PTBA, ANTM, TINS, LSIP.

Global outlook
S
aham Asia rally hari ini menyusul keputusan the Fed meluncurkan stimulus moneter lanjutan, langkah yang diharapkan dapat memperbaiki ekonomi AS.
The Fed akhirnya meluncurkan program Quantitative Easing (QE) jilid tiga, mengatakan akan membeli sekitar $40 miliar obligasi KPR (mortgage-backed securities) per bulan sampai prospek lapangan kerja membaik. Dengan membeli obligasi mortgage, the Fed berharap menekan biaya KPR dan memaksa investor beralih ke aset lain. 
Tidak hanya itu, the Fed juga membuka kemungkinan membeli aset-aset atau lengakh stimulus lainnya bila lapangan kerja tidak meningkat. The Fed juga mengatakan suku bunga kemungkinan akan tetap rendah sampai pertengahan 2015.
Wall Street melesat pasca keputusan itu, dengan indeks SP 500 dan Dow Jones berakhir di level tertinggi sejak Desember 2007. Sentimen positif menular ke Asia, dengan indeks Nikkei naik 1,4% dan indeks Hang Seng melonjak 2,2%. 
Keputusan the Fed memicu risk appetite, tidak hanya saham yang terangkat tapi juga komoditas, terutama dengan adanya pelemahan dollar. Minyak berhasil menembus level $99 per barel dan emas menohok ke $1775 per ons.
Setelah the Fed, fokus pasar kini kembali tertuju ke Eropa, karena para menteri keuangannya akan mengadakan pertemuan hari ini dan besok. Data ekonomi penting AS, antara lain penjualan ritel, inflasi dan sentimen konsumen akan diumumkan malam nanti.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tipis sebesar 3,458 poin (0,08%) ke level 4.170 pada penutupan perdagangan Kamis (13/09/2012).
Perdagangan terlihat sepi karena investor masih menantikan hasil rapat FOMC. Indeks sempat menanjak ke level tertinggi di 4.185,02, namun aksi profit taking akhirnya menyeret IHSG ke zona merah.Pengumuman Bank Indonesia (BI) yang tetap mempertahankan suku bunganya di 5,75% tidak terlalu berpengaruh bagi pergerakan pasar .
Sebanyak enam sektor memperberat kinerja indeks, dipimpin sektor industri dasar yang melemah sebesar 0,78%. Sedangkan sektor perdagangan menjadi salah satu penopang indeks dengan penguatannya sebesar 0,83%.
Saham-saham yang naik diantaranya Fast Food Indonesia (FAST), Astra Agro (AALI), Roda Viva (RDTX), dan Multi Prima Sejahtera (LPIN).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Indocement Tunggal Perkasa (INTP), Gudang Garam (GGRM), Smart Tbk (SMAR), dan Lion Metal Works (LION).

Ulasan
IHSG

T
rend bullish, namun dengan terbentuknya pola doji star setelah IHSG gagal bertahan diatas resistance 4.183 telah memunculkan sinyal negatif. Indikator stochastic pun terlihat overbought dan berpeluang dead cross. Sinyal negatif kemudian akan didapat jika IHSG turun di bawah support terdekatnya di area 4.162. Sementara konfirmasi bearish untuk trend jangka pendek didapat jika IHSG ditutup dibawah support 4.128. Sedangkan sinyal positif akan kembali didapat jika IHSG mampu bertahan di atas resistance 4.185. Untuk hari ini, IHGS diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.130 – 4.185.

R3    4,206
R2    4,195
R1    4,183
   
Pivot    4,173
   
S1    4,160
S2    4,150
S3    4,137

Stock Pick
ASRI

M
A 10 memang sudah menunjukkan uptrend, indikasi bahwa trend jangka pendek sedang bergerak bullish. Indikator RSI serta stochastic juga terlihat positif. Namun harga saat ini masih tertahan pada resistance trend line serta MA 55. Artinya, trend jangka menengah masih tetap bearish. Selain itu, candlestick yang menunjukkan black body menunjukkan sinyal negatif ketika harga tertahan di resistance 470.
Rekomendasi     : Sell
Support                : 440, 410
Resistance          : 470, 495

AALI

H
arga sudah bergerak di atas MA 10, menunjukkan bahwa trend jangka pendek AALI sedang bergerak bullish. Indikator stochastic golden, serta RSI mulai masuk area positif, mengindikaskan bahwa kenaikan masih bisa berlanjut. Harga saat ini masih tertahan di resistance 21.750. Penembusan resistance tersebut akan membuat trend jangka menemgah pun menjadi bullish, dengan target kembali menguji resistance berikuntya di 23.300 – 24.000.
Rekomendasi     : Buy (best price entry @21.250), stop loss 20.700, target 23.000
Support                : 21.250, 20.700
Resistance          : 21.700, 23.300

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/qe3-rilis-ihsg-kembali-rebound.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/qe3-rilis-ihsg-kembali-rebound.html

Tanggal April 27, 2012 / 8:54 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kinerja keuangan beberapa emiten unggulan yang cukup mengesankan bisa menjadi penopang IHSG untuk tetap di jalur positif hari ini.
Kemarin Bank BCA (BBCA) mengumumkan meraih laba bersih Rp. 2,3 triliun selama kuartal pertama 2012. Bank CIMB Niaga (BNGA) berhasil mencatat kenaikan laba bersih 29% menjadi Rp. 937 miliar. Bank Pertama (BNLI) mencatat laba Rp. 331 miliar dip erode yang sama. Adira Finance mencatat laba Rp. 1,5 triliun, dan berencana membagi dividen 50%. Di sektor lain, Aneka Kimia Raya Corporindo (AKRA) mencatat penjualan Rp 5,1 triliun.
Kinerja keuangan yang memuaskan dan nilai penjualan yang tinggi menjadi bukti bahwa prospek bisnis domestik tetap cerah. Hal ini juga menimbulkan ekspektasi positif kinerja keuangan emiten lainnya juga turut bagus.
Untuk hari ini, emiten yang mengumumkan laporan keuangan antara lain Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Panin (PNBN), Lippo Karawaci (LPKR), Medco International (MEDC).
Dari sisi eksternal, Wall Street berhasil mencatat penguatan signifikan berkat data perumahan AS yang cukup bagus. Sayangnya ada berita buruk, yaitu penurunan rating kredit Spanyol, ini menjadi faktror yang menghambat laju bursa regional.

Global Outlook
B
ursa regional bergerak positif awal perdagangannya kali ini, meski ada pemberitaan bahwa peringkat utang Spanyol diturunkan dari “A” menjadi “BBB+” oleh lembaga pemeringkat SP. Positifnya bursa regional juga didorong dari rally yang ditorehkan bursa saham di AS setelah data pending home sales yang naik dari perkiraan. Selain itu, harapan pasar terhadap kesiapan Federal Reserve untuk mengambil langkah dalam rangka merangsang ekonomi dan mengurangi pengangguran.
Sebagaimana kita ketahui, dalam rapatnya kemarin Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan pihaknya takkan ragu untuk menambah stimulus moneter bila diperlukan. “Kami siap untuk melakukan lebih bila diperlukan untuk memastikan pemulihan berlanjut dan inflasi tetap dekat dengan target,” katanya sembari menegaskan opsi pembelian aset lanjutan tetap terbuka. Namun ia menambahkan untuk saat ini, kebijakan kurang lebih masih tepat.
Kini pasar tertuju pada rapat Bank Sentral Jepang (BOJ), dalam rapatnya kali ini BOJ diperkirakan akan menambah stimulus moneternya sekitar 5 sampai 10 triliun yen. Menurut analis, pasar sudah memfaktorkan kemungkinan stimulus itu. Tapi masih belum jelas bagaimana pasar bereaksi karena tergantung juga dengan respon mata uang. Satu hal yang jelas, saham akan didera aksi jual besar-besaran bila ternyata BOJ mengecewakan pasar dengan tidak mengimplementasikan stimulus lagi.
Data PDB dan sentimen bisnis Michigan akan jadi perhatian pasar malam harinya.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat sebesar 16 poin kemarin. Pada perdagangan Kamis (25/4/2012), IHSG ditutup naik 16,663 poin (0,40%) ke level 4.180,306.
Sentimen utama kenaikan IHSG dipengaruhi oleh global menyusul menguatnya bursa Wall Street setelah The Fed menyatakan siap melakukan stimulus bila diperlukan guna merangsang ekonomi. Sentimen positif dari Wall Street tersebut kemudian menyebar ke bursa regional dan domestik.
Sebanyak enam sektor berhasil menguat, dipimpin sektor keuangan yang naik 1,26%, kemudian sektor industri dasar yang naik 1,18%, dan konsumer yang naik 0,76%. Sedangkan salah satu sektor yang mencatatkan penurunan terdalam adalah sektor agrikultur sebesar 1,03%.
Saham-saham yang naik diantaranya Semen Gresik (SMGR), Bank Mandiri (BMRI), Indo Tambangraya (ITMG), dan Elang Mahkota (EMTK).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Dian Swastatika (DSSA), Astra Agro (AALI), Bukit Asam (PTBA), dan Bank Mayapada (MAYA).

Ulasan Teknikal
IHSG

R
esistance di 4.175 mampu dilewati, bahkan mampu ditutup di atas level tersebut. Hal ini ini bisa menjadi sinyal positif bagi IHSG. Kondisi ini kemudian didukung pula oleh indikator stochastic yang mulai golden cross serta candlestick yang membentuk bullish engulfing. Dengan begitu, kami masih melihat bahwa IHSG masih bisa melanjutkan kenaikannya untuk menguji kembali resistance “all time high” di 4.232. Sementara itu, hanya penutupan IHSG di bawah 4.150 yang akan membuat trend menjadi bearish, dengan target di area 4.110 – 4.100. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisarab 4.160 – 4.220.

R3    4,237
R2    4,219
R1    4,200
   
Pivot    4,182
   
S1    4,162
S2    4,144
S3    4,125

Stock Pick
INAF

D
itembusnya resistance di 225 telah mengkonfirmasi bullish continuation bagi INAF. Beberapa indikator seperti RSI dan stochastic juga masih mendukung adanya kenaikan. Namun begitu, kedua indikator tersebut mulai memasuki area overbought. Selain itu, harga kini mulai mendekati area resistance di 280 – 300. Dengan begitu, kenaikan INAF kini mulai terbatas dan rawan terjadi profit taking.
Rekomendasi     : Take profit @280 – 300. Buy back @225, stop loss 210, target 260
Support                : 225, 205
Resistance          : 280, 300

MDLN

T
rend keseluruhan MDLN bullish, ditunjukkan dengan MA yang bergerak uptrend. Saat ini harga masih bergerak flat di area support 465 dan resistance 510. Namun begitu, terlihat indikator stochastic mulai golden cross serta RSI uptrend. Kedua indikator tersebut mengindikasikan adanya potensi kenaikan dalam jangka pendek ini. Kami melihat bahwa MDLN akan kembali menguji resistance di 510, yang akan memberikan konfirmasi kenaikan menuju area 600 (FR 261.1%)
Rekomendasi     : Buy, stop loss 465, target 600
Support                : 465, 435
Resistance          : 510, 600

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/earning-lokal-siap-topang-ihsg.html

Tanggal April 27, 2012 / 8:54 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kinerja keuangan beberapa emiten unggulan yang cukup mengesankan bisa menjadi penopang IHSG untuk tetap di jalur positif hari ini.
Kemarin Bank BCA (BBCA) mengumumkan meraih laba bersih Rp. 2,3 triliun selama kuartal pertama 2012. Bank CIMB Niaga (BNGA) berhasil mencatat kenaikan laba bersih 29% menjadi Rp. 937 miliar. Bank Pertama (BNLI) mencatat laba Rp. 331 miliar dip erode yang sama. Adira Finance mencatat laba Rp. 1,5 triliun, dan berencana membagi dividen 50%. Di sektor lain, Aneka Kimia Raya Corporindo (AKRA) mencatat penjualan Rp 5,1 triliun.
Kinerja keuangan yang memuaskan dan nilai penjualan yang tinggi menjadi bukti bahwa prospek bisnis domestik tetap cerah. Hal ini juga menimbulkan ekspektasi positif kinerja keuangan emiten lainnya juga turut bagus.
Untuk hari ini, emiten yang mengumumkan laporan keuangan antara lain Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Panin (PNBN), Lippo Karawaci (LPKR), Medco International (MEDC).
Dari sisi eksternal, Wall Street berhasil mencatat penguatan signifikan berkat data perumahan AS yang cukup bagus. Sayangnya ada berita buruk, yaitu penurunan rating kredit Spanyol, ini menjadi faktror yang menghambat laju bursa regional.

Global Outlook
B
ursa regional bergerak positif awal perdagangannya kali ini, meski ada pemberitaan bahwa peringkat utang Spanyol diturunkan dari “A” menjadi “BBB+” oleh lembaga pemeringkat SP. Positifnya bursa regional juga didorong dari rally yang ditorehkan bursa saham di AS setelah data pending home sales yang naik dari perkiraan. Selain itu, harapan pasar terhadap kesiapan Federal Reserve untuk mengambil langkah dalam rangka merangsang ekonomi dan mengurangi pengangguran.
Sebagaimana kita ketahui, dalam rapatnya kemarin Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan pihaknya takkan ragu untuk menambah stimulus moneter bila diperlukan. “Kami siap untuk melakukan lebih bila diperlukan untuk memastikan pemulihan berlanjut dan inflasi tetap dekat dengan target,” katanya sembari menegaskan opsi pembelian aset lanjutan tetap terbuka. Namun ia menambahkan untuk saat ini, kebijakan kurang lebih masih tepat.
Kini pasar tertuju pada rapat Bank Sentral Jepang (BOJ), dalam rapatnya kali ini BOJ diperkirakan akan menambah stimulus moneternya sekitar 5 sampai 10 triliun yen. Menurut analis, pasar sudah memfaktorkan kemungkinan stimulus itu. Tapi masih belum jelas bagaimana pasar bereaksi karena tergantung juga dengan respon mata uang. Satu hal yang jelas, saham akan didera aksi jual besar-besaran bila ternyata BOJ mengecewakan pasar dengan tidak mengimplementasikan stimulus lagi.
Data PDB dan sentimen bisnis Michigan akan jadi perhatian pasar malam harinya.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat sebesar 16 poin kemarin. Pada perdagangan Kamis (25/4/2012), IHSG ditutup naik 16,663 poin (0,40%) ke level 4.180,306.
Sentimen utama kenaikan IHSG dipengaruhi oleh global menyusul menguatnya bursa Wall Street setelah The Fed menyatakan siap melakukan stimulus bila diperlukan guna merangsang ekonomi. Sentimen positif dari Wall Street tersebut kemudian menyebar ke bursa regional dan domestik.
Sebanyak enam sektor berhasil menguat, dipimpin sektor keuangan yang naik 1,26%, kemudian sektor industri dasar yang naik 1,18%, dan konsumer yang naik 0,76%. Sedangkan salah satu sektor yang mencatatkan penurunan terdalam adalah sektor agrikultur sebesar 1,03%.
Saham-saham yang naik diantaranya Semen Gresik (SMGR), Bank Mandiri (BMRI), Indo Tambangraya (ITMG), dan Elang Mahkota (EMTK).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Dian Swastatika (DSSA), Astra Agro (AALI), Bukit Asam (PTBA), dan Bank Mayapada (MAYA).

Ulasan Teknikal
IHSG

R
esistance di 4.175 mampu dilewati, bahkan mampu ditutup di atas level tersebut. Hal ini ini bisa menjadi sinyal positif bagi IHSG. Kondisi ini kemudian didukung pula oleh indikator stochastic yang mulai golden cross serta candlestick yang membentuk bullish engulfing. Dengan begitu, kami masih melihat bahwa IHSG masih bisa melanjutkan kenaikannya untuk menguji kembali resistance “all time high” di 4.232. Sementara itu, hanya penutupan IHSG di bawah 4.150 yang akan membuat trend menjadi bearish, dengan target di area 4.110 – 4.100. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisarab 4.160 – 4.220.

R3    4,237
R2    4,219
R1    4,200
   
Pivot    4,182
   
S1    4,162
S2    4,144
S3    4,125

Stock Pick
INAF

D
itembusnya resistance di 225 telah mengkonfirmasi bullish continuation bagi INAF. Beberapa indikator seperti RSI dan stochastic juga masih mendukung adanya kenaikan. Namun begitu, kedua indikator tersebut mulai memasuki area overbought. Selain itu, harga kini mulai mendekati area resistance di 280 – 300. Dengan begitu, kenaikan INAF kini mulai terbatas dan rawan terjadi profit taking.
Rekomendasi     : Take profit @280 – 300. Buy back @225, stop loss 210, target 260
Support                : 225, 205
Resistance          : 280, 300

MDLN

T
rend keseluruhan MDLN bullish, ditunjukkan dengan MA yang bergerak uptrend. Saat ini harga masih bergerak flat di area support 465 dan resistance 510. Namun begitu, terlihat indikator stochastic mulai golden cross serta RSI uptrend. Kedua indikator tersebut mengindikasikan adanya potensi kenaikan dalam jangka pendek ini. Kami melihat bahwa MDLN akan kembali menguji resistance di 510, yang akan memberikan konfirmasi kenaikan menuju area 600 (FR 261.1%)
Rekomendasi     : Buy, stop loss 465, target 600
Support                : 465, 435
Resistance          : 510, 600

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

Tanggal February 03, 2012 / 9:18 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Koreksi tipis (0,09%) yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata indeks dari bursa-bursa di Asia sehingga bisa memancing aksi profit taking.
IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran 3990-4025. Penutupan IHSG dibawah 3990 akan memberikan signal negatif. Jika IHSG ditutup dibawah 3990, berarti IHSG minggu depan tetap akan konsolidasi pada kisaran 3875-4025.

Global Outlook
K
inerja bursa saham regional pagi ini mengalami koreksi setelah bursa saham di AS berakhir flat. Aksi ambil untung mewarnai setelah bursa kemarin sempat mencatat penguatan, ditambah lagi investor tidak terlalu banyak masuk ke bursa jelang diumumkannya data ketenagakerjaan AS.
Prediksi menunjukkan data tersebut mengalami penurunan 150 ribu dari bulan sebelumnya 200 ribu. Sedangkan tingkat pengangguran diperkirakan stabil 8,5%.
Pergerakan bursa regional termasuk indeks Nikkei menguat, meski mata uang yen terus menguat dan banyak emiten mengumumkan kinerja keuangan yang buruk, karena hal itu memang sudah diperkirakan. Indeks yang stabil mempertahankan posisinya. Optimisme mengenai saham Jepang dan harapan akan pemulihan ekonomi AS menjadi faktor yang mengangkat Nikkei 4,1% selama Januari. Hasil polling Reuters memperlihatkan manajer investasi Jepang memangkas bobot saham global dalam portofolio karena kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa, tapi mereka menambah bobot saham Jepang, karena dianggap bervaluasi menarik.
Di Korsel, masih maraknya aktifitas pembelian saham investor asing membuat indeks Kospi terus mencetak level tertingginya tahun ini. Sedangkan indeks Hang Seng yang kemarin sempat terkoreksi, kini berhasil rebound.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam dan kembali berhasil bertahta di atas area 4.000.
Sentimen positif global menjadi faktor utama pendorong kenaikan IHSG kemarin. Membaiknya sektor manufaktur di Asia, AS, dan Eropa telah mencuatkan kembali risk appetite. Hasilnya, mayoritas bursa Asia mengalami lonjakan yang tajam.
Semua indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak menghijau. Tiga sektor yang mencatat kenaikan tertinggi di antaranya: sektor konstruksi yang naik 2,72%, sektor perdagangan yang naik 2,51%, dan sektor infrastruktur yang naik 1,99%.
Menutup perdagangan Kamis (2/2/2012), IHSG menguat 51,926 poin (1,31%) ke level 4.016,902. Indeks LQ 45 juga menguat 8,049 poin (1,16%) ke level 703,068. IHSG sempat berada di posisi tertinggi di 4.020,409.
Saham-saham yang naik harganya antara lain Astra International (ASII), Adaro Energy (ADRO), Alam Sutera Realty (ASRI), Indo Tambangraya (ITMG), United Tractor (UNTR) dan BCA (BBCA) naik Rp 100 menjadi Rp 8.100.
Sementara saham-saham yang turun antara lain Bank Mandiri (BMRI), BNI (BBNI), dan Elnusa (ELSA).

Ulasan Teknikal
IHSG

I
ndikator stochastic mulai terlihat golden cross, menunjukkan bahwa trend bullish IHGS masih bisa berlanjut, begitu pula dengan RSI yang juga terlihat uptrend. Penguatan IHSG selanjutnya, akan dihadapkan pada resistance 4.038. Jika ditembusm maka penguatan bisa berlanjut menuju area 4.130 (FR 161.8%). Namun jika IHSG tertahan di resistance tersebut, maka yang akan terlihat adalah sebuah pola double top, dimana ancaman koreksi bisa membayangi untuk kembali ke area support 3.997 – 3.965.

R3    4,091
R2    4,056
R1    4,036
   
Pivot    4,001
   
S1    3,981
S2    3,946
S3    3,926

Stock Pick
ADRO

G
aris trend serta MA sudah menunjukkan potensi uptrend bagi ADRO. Sementara itu, stochastic serta RSI juga masih menunjukkan sinyal positif, meski sudah mulai memasuki kondisi overbought. Kani melihat bahwa saat ini ADRO akan berusaha untuk menguji resistance di 2.025. Jika ditembus, maka penguatan bisa berlanjut menuju area 2.150.
Rekomendasi    : Buy (best buy@1.930) , stop loss 1.870, target 2.025.
Support               : 1.920, 1.870
Resistance         : 2.025, 2.150

ASRI

B
erhasil menembus resistance 500 (kini menjadi support) dengan volume yang besar bisa menjadi indikasi bullish continuation bagi ASRI. Indikator stochastic dan RSI terlihat masih positif. Untuk itu, kami melihat bahwa saat ini ASRI berpeluang mengalami kenaikan untuk menyelesaikan misi channel-nya di area 600.
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss 500, target 600.
Support                : 500, 465
Resistance          : 560, 600

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-berfluktuasi-profit-taking-mengancam.html

Tanggal January 27, 2012 / 9:20 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Setelah kemarin menguji resisten 3975-3985, IHSG hari ini dihadapkan dengan bursa regional yang kurang tenaga.  Koreksi 0,18% yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial sebenarnya belum merupakan signal yang bearish. Akan tetapi, bursa regional Asia yang hanya bergerak bervariasi pada kisaran sempit, IHSG sepertinya bakalan mengalami hal yang sama.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi di kisaran 3950-4000. Pasar sepertinya masih akan wait and see sambil menunggu perkembangan dari bursa regional. Jika terdapat signal negatif di bursa regional, kita sebaiknya waspada untuk munculnya trend turun pada bursa regional.

Global Outlook
B
ursa saham Asia cenderung kurang bertenaga hari ini karena koreksi yang dialami bursa saham di AS karena rendahnya data penjualan rumah dan klaim tunjangan pengangguran yang bertambah. Selain itu, laporan keuangan perusahaan AS yang beragam memicu investor menahan melakukan pembelian.
Kendati diawal perdagangan investor menyambut baik bahwa the Fed memperpanjang periode suku bunga rendah, sampai 2014. Proyeksi itu datang dalam pernyataan setelah berakhirnya rapat reguler. Dengan itu, berarti the Fed baru bisa menaikkan rate-nya secepatnya tahun itu, atau 18 bulan lebih lama dari yang the Fed proyeksikan tahun lalu. Menurutnya, pemulihan penuh ekonomi memerlukan waktu 3 tahun lagi.
Berbicara dalam jumpa pers, Ketua the Fed Ben Bernanke tidak terlalu antusias dengan perkembangan ekonomi AS, dengan memangkas proyeksi PDB AS tahun ini dan depan. Tidak hanya itu, ia membuka ruang untuk stimulus lanjutan. Ia mengatakan pihaknya mempertimbangkan pelonggaran lebih lanjut melalui pembelian obligasi, atau yang dikenal Quantitative Easing (QE).
Para analis melihat the Fed sangat jelas dengan rencananya memberlakukan suku bunga rendah untuk waktu yang lama.
Para analis melihat the Fed sangat jelas dengan rencananya memberlakukan suku bunga rendah untuk waktu yang lama. Prospek bunga rendah sampai 2014 tentu akan berdampak pada kinerja dollar. Efek rencana seperti ini bisa terasa paling tidak selama minggu ini. Tapi, masih ada faktor lain yang dapat mempengaruhi sentimen pasar, salah satunya Eropa, dalam hal ini Yunani. Masalah negosiasi utang yang belum tuntas masih membayangi pasar.
Setelah berminggu-minggu negosiasi, Kedua belah pihak kembali melakukan pembicaraan, yang diharapkan bisa tuntas minggu ini. Selama ini pasar berharap kesepakatan tercapai, tapi sentimen bisa berubah bila semua gagal.
Akhir pekan ini, data PDB AS jadi fokus dimana ekspektasi PDB Q4 tumbuh 3,0% dari 1,8%.

Review IHSG
B
ergerak labil, dan sempat bertahan lama di zona merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir terselematkan oleh aksi beli menjelang penutupan.
Di awal perdagangan, IHSG sempat mendapat sentimen positif dari pergerakan bursa Wall Street pada hari sebelumnya menyusul kebijakan The Fed yang tetap mempertahankan suku bunga rendahnya.
Namun, kenaikan IHSG tersebut surut oleh aksi profit taking, bahkan IHSG sempat lama berada di area negatif. Namun, aksi beli menjelang penutupan akhirnya membawa kembali IHSG ke zona hijau, dan ditutup pada level 3.983,434, atau naik 0,5%
Ada delapan sektor yang berhasil menopang kenaikan IHSG. Tiga sektor dengan kenaikan terbesar di antaranya: sektor infrastruktur yang naik 1,10%, sektor pertambangan naik 1,02%, dan sektor keuangan naik 0,74%. Sedangkan dua sektor yang memerah adalah sektor industri dasar dan perdagangan dengan penurunan masing-masing 0,32% dan 0,13%.
Saham-saham yang  naik antara lain: PT Garuda Indonesia (GIAA), PT Bank Permata Tbk (BNLI), dan PT Bentoel International Tbk (RMBA).
Sementara saham-saham yang turun di zona merah diantaranya: PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Indomobil Sukses Internasional (IMAS), dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN).

Ulasan Teknikal
IHSG

S
upport IHSG di 3.950 masih mampu dipertahankan, dan pembentukan pola bullish harami pada candlestick bisa menjadi indikasi reversal setelah support tersebut gagal ditembus. Moving average pun terlihat masih uptrend. Untuk itu, kami melihat adanya potensi IHSG untuk kembali melanjutkan kenaikannya menuju area resistance di 4.000 – 4.027.  Sementara itu, level support masih kami tepmatkan di area 3.950. Penembusan support tersebut akan membawa potensi koreksi lanjutan menuju area 3.900 – 3.875. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.960 – 4.027.

R3    4,027
R2    4,005
R1    3,994
   
Pivot    3,973
   
S1    3,962
S2    3,940
S3    3,929

Stock Pick
CFIN

S
ebuah pola ascending triangle terlihat pada pergerakan CFIN dalam lima bulan terakhir ini. Pola tersebut bisa menjadi indikasi reversal setelah harga turun tajam tajam dan membuat support di 375. Untuk jangka pendek, terlihat bahwa MA pun sudah mulai bergerak uptrend. Indikator stochastic yang berpeluang golden cross juga menunjukkan hal yang sama. Untuk itu, kami melihat bahwa saat ini CFIN akan kembali menguji resistance-nya di 500. Jika mampu diptembus, maka penguatan bisa berlanjut menuju area 580 (FR 161.8%) hingga area 650 (target triangle)
Rekomendasi    : Trading Buy, stop loss breakout 465, target 500.
Support               : 465, 450
Resistance         : 500, 580

JSMR

U
ntuk jangka menengah, garis trend, serta MA 55 masih menunjukkan potensi bullish bagi JSMR. Sementara untuk jangka pendek terlihat bahwa harga suda mulai bergerak bearish, ditunjukkan dengan MA 10 yang sudah downtrend. Namun begitu, penurunan JSMR sepertinya saat ini mulai terbatas. Terlihat dari indikator stochastic yang mlai oversold dan berpeluang golden cross. Sementara pola hammer yang terbentuk bisa menjadi indikasi reversal. Untuk itu, kami melihat adanya potensi rebound bagi JSMR, untuk kembali meraih area 4.300 – 4.400.
Rekomendasi     : Buy, stop loss break out 4.100, target 4.300 – 4.400
Support                : 4.100, 3.950
Resistance          : 4.300, 4.400

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/regional-tidak-bertenaga-ihsg-kembali-meredup.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha