Tanggal September 14, 2012 / 8:18 am. Oleh: Nanang Wahyudin
Jakarta, Startegydesk -The Fed akhirnya meluncurkan babak ketiga dari Quantitative Easing (QE3) setelah semalam menyatakan akan melakukan pembelian mortage debt sebesar US$40 miliar per bulan guna mendorong pertumbuhan dan mengurangi pengangguran. Program pembelian ini dikatakan ‘tidak memiliki batas waktu’ sehingga diharapkan bisa terus meningkatkan rasa percaya diri masyarakat agar mau melakukan investasi, membuka lapangan pekerjaan, dan membelanjakan uang yang dimilikinya.
Respon positif atas QE3 ini, diharapkan akan membuat IHSG terus bergerak naik hari ini. Resisten 4183 tetap akan menjadi penghalang pertama, dimana jika resisten ini mampu ditembus, berarti IHSG bakal terus bergerak naik hingga kisaran rekor IHSG 4200-4235.
QE berarti memompakan likuiditas ke pasar, yang ujungnya adalah US$ melemah dan harga komoditas naik. Ini bakal membuat harga saham-saham komoditas tetap menjadi spekulatif untuk beberapa waktu kedepan.
SpecBuy: UNTR, INCO, AALI, PTBA, ANTM, TINS, LSIP.
Global outlook
Saham Asia rally hari ini menyusul keputusan the Fed meluncurkan stimulus moneter lanjutan, langkah yang diharapkan dapat memperbaiki ekonomi AS.
The Fed akhirnya meluncurkan program Quantitative Easing (QE) jilid tiga, mengatakan akan membeli sekitar $40 miliar obligasi KPR (mortgage-backed securities) per bulan sampai prospek lapangan kerja membaik. Dengan membeli obligasi mortgage, the Fed berharap menekan biaya KPR dan memaksa investor beralih ke aset lain.
Tidak hanya itu, the Fed juga membuka kemungkinan membeli aset-aset atau lengakh stimulus lainnya bila lapangan kerja tidak meningkat. The Fed juga mengatakan suku bunga kemungkinan akan tetap rendah sampai pertengahan 2015.
Wall Street melesat pasca keputusan itu, dengan indeks SP 500 dan Dow Jones berakhir di level tertinggi sejak Desember 2007. Sentimen positif menular ke Asia, dengan indeks Nikkei naik 1,4% dan indeks Hang Seng melonjak 2,2%.
Keputusan the Fed memicu risk appetite, tidak hanya saham yang terangkat tapi juga komoditas, terutama dengan adanya pelemahan dollar. Minyak berhasil menembus level $99 per barel dan emas menohok ke $1775 per ons.
Setelah the Fed, fokus pasar kini kembali tertuju ke Eropa, karena para menteri keuangannya akan mengadakan pertemuan hari ini dan besok. Data ekonomi penting AS, antara lain penjualan ritel, inflasi dan sentimen konsumen akan diumumkan malam nanti.
Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tipis sebesar 3,458 poin (0,08%) ke level 4.170 pada penutupan perdagangan Kamis (13/09/2012).
Perdagangan terlihat sepi karena investor masih menantikan hasil rapat FOMC. Indeks sempat menanjak ke level tertinggi di 4.185,02, namun aksi profit taking akhirnya menyeret IHSG ke zona merah.Pengumuman Bank Indonesia (BI) yang tetap mempertahankan suku bunganya di 5,75% tidak terlalu berpengaruh bagi pergerakan pasar .
Sebanyak enam sektor memperberat kinerja indeks, dipimpin sektor industri dasar yang melemah sebesar 0,78%. Sedangkan sektor perdagangan menjadi salah satu penopang indeks dengan penguatannya sebesar 0,83%.
Saham-saham yang naik diantaranya Fast Food Indonesia (FAST), Astra Agro (AALI), Roda Viva (RDTX), dan Multi Prima Sejahtera (LPIN).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Indocement Tunggal Perkasa (INTP), Gudang Garam (GGRM), Smart Tbk (SMAR), dan Lion Metal Works (LION).
Ulasan
IHSG
Trend bullish, namun dengan terbentuknya pola doji star setelah IHSG gagal bertahan diatas resistance 4.183 telah memunculkan sinyal negatif. Indikator stochastic pun terlihat overbought dan berpeluang dead cross. Sinyal negatif kemudian akan didapat jika IHSG turun di bawah support terdekatnya di area 4.162. Sementara konfirmasi bearish untuk trend jangka pendek didapat jika IHSG ditutup dibawah support 4.128. Sedangkan sinyal positif akan kembali didapat jika IHSG mampu bertahan di atas resistance 4.185. Untuk hari ini, IHGS diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.130 – 4.185.
R3 4,206
R2 4,195
R1 4,183
Pivot 4,173
S1 4,160
S2 4,150
S3 4,137
Stock Pick
ASRI
MA 10 memang sudah menunjukkan uptrend, indikasi bahwa trend jangka pendek sedang bergerak bullish. Indikator RSI serta stochastic juga terlihat positif. Namun harga saat ini masih tertahan pada resistance trend line serta MA 55. Artinya, trend jangka menengah masih tetap bearish. Selain itu, candlestick yang menunjukkan black body menunjukkan sinyal negatif ketika harga tertahan di resistance 470.
Rekomendasi : Sell
Support : 440, 410
Resistance : 470, 495
AALI
Harga sudah bergerak di atas MA 10, menunjukkan bahwa trend jangka pendek AALI sedang bergerak bullish. Indikator stochastic golden, serta RSI mulai masuk area positif, mengindikaskan bahwa kenaikan masih bisa berlanjut. Harga saat ini masih tertahan di resistance 21.750. Penembusan resistance tersebut akan membuat trend jangka menemgah pun menjadi bullish, dengan target kembali menguji resistance berikuntya di 23.300 – 24.000.
Rekomendasi : Buy (best price entry @21.250), stop loss 20.700, target 23.000
Support : 21.250, 20.700
Resistance : 21.700, 23.300
Rekomendasi
Stock Screener
<!–
/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname
// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/qe3-rilis-ihsg-kembali-rebound.html’;
/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();
–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>
http://www.strategydesk.co.id/read/qe3-rilis-ihsg-kembali-rebound.html





















