Search Results : data data pengangguran di indonesia 10 tahun terakhir

Tanggal January 27, 2012 / 9:20 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Setelah kemarin menguji resisten 3975-3985, IHSG hari ini dihadapkan dengan bursa regional yang kurang tenaga.  Koreksi 0,18% yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial sebenarnya belum merupakan signal yang bearish. Akan tetapi, bursa regional Asia yang hanya bergerak bervariasi pada kisaran sempit, IHSG sepertinya bakalan mengalami hal yang sama.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi di kisaran 3950-4000. Pasar sepertinya masih akan wait and see sambil menunggu perkembangan dari bursa regional. Jika terdapat signal negatif di bursa regional, kita sebaiknya waspada untuk munculnya trend turun pada bursa regional.

Global Outlook
B
ursa saham Asia cenderung kurang bertenaga hari ini karena koreksi yang dialami bursa saham di AS karena rendahnya data penjualan rumah dan klaim tunjangan pengangguran yang bertambah. Selain itu, laporan keuangan perusahaan AS yang beragam memicu investor menahan melakukan pembelian.
Kendati diawal perdagangan investor menyambut baik bahwa the Fed memperpanjang periode suku bunga rendah, sampai 2014. Proyeksi itu datang dalam pernyataan setelah berakhirnya rapat reguler. Dengan itu, berarti the Fed baru bisa menaikkan rate-nya secepatnya tahun itu, atau 18 bulan lebih lama dari yang the Fed proyeksikan tahun lalu. Menurutnya, pemulihan penuh ekonomi memerlukan waktu 3 tahun lagi.
Berbicara dalam jumpa pers, Ketua the Fed Ben Bernanke tidak terlalu antusias dengan perkembangan ekonomi AS, dengan memangkas proyeksi PDB AS tahun ini dan depan. Tidak hanya itu, ia membuka ruang untuk stimulus lanjutan. Ia mengatakan pihaknya mempertimbangkan pelonggaran lebih lanjut melalui pembelian obligasi, atau yang dikenal Quantitative Easing (QE).
Para analis melihat the Fed sangat jelas dengan rencananya memberlakukan suku bunga rendah untuk waktu yang lama.
Para analis melihat the Fed sangat jelas dengan rencananya memberlakukan suku bunga rendah untuk waktu yang lama. Prospek bunga rendah sampai 2014 tentu akan berdampak pada kinerja dollar. Efek rencana seperti ini bisa terasa paling tidak selama minggu ini. Tapi, masih ada faktor lain yang dapat mempengaruhi sentimen pasar, salah satunya Eropa, dalam hal ini Yunani. Masalah negosiasi utang yang belum tuntas masih membayangi pasar.
Setelah berminggu-minggu negosiasi, Kedua belah pihak kembali melakukan pembicaraan, yang diharapkan bisa tuntas minggu ini. Selama ini pasar berharap kesepakatan tercapai, tapi sentimen bisa berubah bila semua gagal.
Akhir pekan ini, data PDB AS jadi fokus dimana ekspektasi PDB Q4 tumbuh 3,0% dari 1,8%.

Review IHSG
B
ergerak labil, dan sempat bertahan lama di zona merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir terselematkan oleh aksi beli menjelang penutupan.
Di awal perdagangan, IHSG sempat mendapat sentimen positif dari pergerakan bursa Wall Street pada hari sebelumnya menyusul kebijakan The Fed yang tetap mempertahankan suku bunga rendahnya.
Namun, kenaikan IHSG tersebut surut oleh aksi profit taking, bahkan IHSG sempat lama berada di area negatif. Namun, aksi beli menjelang penutupan akhirnya membawa kembali IHSG ke zona hijau, dan ditutup pada level 3.983,434, atau naik 0,5%
Ada delapan sektor yang berhasil menopang kenaikan IHSG. Tiga sektor dengan kenaikan terbesar di antaranya: sektor infrastruktur yang naik 1,10%, sektor pertambangan naik 1,02%, dan sektor keuangan naik 0,74%. Sedangkan dua sektor yang memerah adalah sektor industri dasar dan perdagangan dengan penurunan masing-masing 0,32% dan 0,13%.
Saham-saham yang  naik antara lain: PT Garuda Indonesia (GIAA), PT Bank Permata Tbk (BNLI), dan PT Bentoel International Tbk (RMBA).
Sementara saham-saham yang turun di zona merah diantaranya: PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Indomobil Sukses Internasional (IMAS), dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN).

Ulasan Teknikal
IHSG

S
upport IHSG di 3.950 masih mampu dipertahankan, dan pembentukan pola bullish harami pada candlestick bisa menjadi indikasi reversal setelah support tersebut gagal ditembus. Moving average pun terlihat masih uptrend. Untuk itu, kami melihat adanya potensi IHSG untuk kembali melanjutkan kenaikannya menuju area resistance di 4.000 – 4.027.  Sementara itu, level support masih kami tepmatkan di area 3.950. Penembusan support tersebut akan membawa potensi koreksi lanjutan menuju area 3.900 – 3.875. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.960 – 4.027.

R3    4,027
R2    4,005
R1    3,994
   
Pivot    3,973
   
S1    3,962
S2    3,940
S3    3,929

Stock Pick
CFIN

S
ebuah pola ascending triangle terlihat pada pergerakan CFIN dalam lima bulan terakhir ini. Pola tersebut bisa menjadi indikasi reversal setelah harga turun tajam tajam dan membuat support di 375. Untuk jangka pendek, terlihat bahwa MA pun sudah mulai bergerak uptrend. Indikator stochastic yang berpeluang golden cross juga menunjukkan hal yang sama. Untuk itu, kami melihat bahwa saat ini CFIN akan kembali menguji resistance-nya di 500. Jika mampu diptembus, maka penguatan bisa berlanjut menuju area 580 (FR 161.8%) hingga area 650 (target triangle)
Rekomendasi    : Trading Buy, stop loss breakout 465, target 500.
Support               : 465, 450
Resistance         : 500, 580

JSMR

U
ntuk jangka menengah, garis trend, serta MA 55 masih menunjukkan potensi bullish bagi JSMR. Sementara untuk jangka pendek terlihat bahwa harga suda mulai bergerak bearish, ditunjukkan dengan MA 10 yang sudah downtrend. Namun begitu, penurunan JSMR sepertinya saat ini mulai terbatas. Terlihat dari indikator stochastic yang mlai oversold dan berpeluang golden cross. Sementara pola hammer yang terbentuk bisa menjadi indikasi reversal. Untuk itu, kami melihat adanya potensi rebound bagi JSMR, untuk kembali meraih area 4.300 – 4.400.
Rekomendasi     : Buy, stop loss break out 4.100, target 4.300 – 4.400
Support                : 4.100, 3.950
Resistance          : 4.300, 4.400

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/regional-tidak-bertenaga-ihsg-kembali-meredup.html

Tanggal December 16, 2011 / 9:07 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Fitch Rating akhirnya memberikan rating Investment Grade (BBB-) pada surat hutang Indonesia.  Ini adalah berita positif karena membuat long term outlook perekonomian Indonesia menjadi lebih baik, ditengah krisis yang terjadi di benua Eropa.
Berbicara kenaikan credit rating, adalah berbicara aliran dana asing.  Dengan aliran dana asing keluar (jual)selama seminggu terakhir sekitar Rp2Tr, kita harus mensikapi kenaikan credit rating ini dengan berhati-hati. Jika ternyata membuat aliran dana asing kembali masuk, maka IHSG bisa bergerak naik.  Disisi lain, dengan aliran dana asing yang sudah masuk ke Indonesia sejak 2008 sekitar Rp40Tr, bisa juga momentum ini dipakai pemodal asing tersebut untuk melakukan profit taking.
IHSG hari ini diperkirakan bergerak flat-naik pada kisaran 3625-3750. Hanya penembusan resisten kedua di 3800 yang akan membuka potensi penguatan hingga akhir tahun.  Pemodal sebaiknya berhati-hati karena indeks dari bursa di regional masih berada dalam trend turun.

Global Outlook
B
ursa saham Asia bergerak menguat kali ini berkat sinyal penguatan ekonomi AS untuk sementara waktu ditengah keprihatinan akan krisis utang zona euro.
Menguatnya bursa saham AS semalam tidak lepas dari membaiknya data ekonomi, dimana klaim pengangguran tercatat turun menjadi 366.000 dari sebelumnya 385.000, angka aktual itu terendah sejak 3 tahun terakhir. Dengan membaiknya data tersebut berhasil memberi harapan bahwa pasar tenaga kerja mulai banyak yang tercipta dari lapangan kerja. Selain data, rebound-nya bursa AS karena laporan keuangan dari FedEx Corp yang melebihi ekspektasi.
Bursa saham Eropa juga menguat semalam, setelah Spanyol berhasil mejual obligasi senilai 6 miliar euro ($7,8 miliar), hampir dua kali lipat dari target 3,5 miliar euro. Lakunya obligasi Spanyol yang akan jatuh tempo pada 2016,2020 dan 2021, sedikit memberi angin segar.
Tapi sulit bagi saham Asia untuk bangkit signifikan bila dikelilingi berita negatif dan absen berita positif. Bila dalam waktu dekat ada penurunan rating, maka semakin mahal biaya pinjaman untuk negara Eropa. Bila rating seperti Jerman dan Perancis diturunkan dari AAA, peringkat dana talangan (EFSF) juga bisa terancam. Hal ini juga mempersulit upaya pengentasan krisis.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maih belum mampu bangkit dari keterpurukannya. Pada perdagangan kemarin IHSG kembali merosot sebesar 50 poin.
Investor masih dihantui oleh kekhawatiran krisis utang Eropa menyusul tingginya yield obligasi Italia setelah diadakannya lelang pada hari Rabu.
Masih tingginya yield tersebut menandakan bahwa investor masih belum percaya akan upaya para pejabat Eropa dalam menangani krisis tersebut.
Sembilan indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia memerah. Penurunan terparah dialami oleh sektor aneka industri , yang turun sebesar 3,66%. Disusul, sektor manufaktur yang anjlok 2,145, dan sektor perdagangan yang tumbang 1,99%. Sednagkan, satu-satunya sektor yang bertahan di zona hijau, yaitu sektor perkebunan dengan kenaikan 0,80
Pada perdagangan Kamis (15/12/2011), IHSG ditutup melemah 50,064 poin (1,33%) ke level 3.701,540. Indeks LQ 45 juga terkoreksi 10,654 poin (1,61%) ke level 650,075..
Saham-saham yang turun harganya antara lain Astra International (ASII), BRI (BBRI), Indo Tambangraya (ITMG), United Tractor (UNTR).
Sementara saham-saham yang naik harganya antara lain Bumi Resources (BUMI), Telkom (TLKM), Borneo Lumbung Energi (BORN).

Ulasan Teknikal
IHSG

S
inyal bearish kembali terlihat pada indikator stochastic yang dead cross serta RSI yang bergerak downtrend. Selain itu, support IHSG di 3.730 telah berahasil ditembus. Saat ini IHSG akan dihadapkan pada support selanjutnya di 3.618. Penembusan level support tersebut akan mengakhiri pola flat yang terjadi dalam dua bulan terakhir ini, untuk menuju target congestion di area 3.3360. Sedangkan sinyal positif IHSG akan kembali didapat jika IHSG mampu bergerak kembali di atas resistance 3.730 (Sebelumnya resistance) untuk target bullish menuju area 3.765 – 3.800.  Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.650 – 3.765.

R3    3,831
R2    3,791
R1    3,746
   
Pivot    3,706
   
S1    3,661
S2    3,621
S3    3,577

Stock Pick
BUMI

M
oving average yang mulai golden cross bisa menjadi indikasi bahwa trend mulai bergerak bullish. Namun secara keseluruhan terlihat bahwa harga masih bergerak flat di kisaran support 1.980 dan resistance di 2.500. Indikator RSI terlihat masih positif, namun stochastic mulai menunjukkan jenuh beli. Kondisi tesebut bisa membatasi kenaikan BUMI. Untuk jangka pendek, kami meluihat adanya potensi kenaikan BUMI untuk menguji kembali resistance di 2.500.
Rekomendasi    : Trading buy, stop loss breakout 2.125, target 2.400
Support               : 2.125, 1.980
Resistance         : 2.325, 2.500

TOTL

S
etelah terkoreksi menysul terjadinya rally setelah harga menembus level 280 (kini menjadi support), TOTL kini kembali mendekati level support-nya tersebut. Indikator RSI masih positif, namun stochastic terlihat dead cross. Trend bullish TOTL masih terjaga oleh moving average yang  masih bergerak uptrend. Dengan begitu, kami melihat bahwa koreksi saat ini bisa menjadi pullback bagi TOTL untuk kembali naik.
Rekomendasi     : Buy @ 280, stop loss 270, target 300
Support                : 280, 270
Resistance          : 300, 330

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/credit-rating-menopang-ihsg.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha