Search Results : dampak kenaikan dollar

Strategydesk – Rupiah terus melemah hari ini, masih merana di tengah lesunya ekonomi RI. Selain terfokus ke the Fed, pasar juga menantikan rapat BI besok.

RupiahIsu utama yang menjadi perhatian dari rapat ini adalah apakah the Fed memberikan sinyal jelas soal wacana kenaikan suku bunga. Banyak kalangan yang meyakini the Fed akan mulai menaikkan suku bunga September nanti, dan mereka berharap ada petunjuk lebih lanjut soal itu.

Setelah the Fed, pasar akan mencermati Rapat Dewan Gubernur BI. Namun kemungkinan besar suku bunga tetap di 7,5%. Pada dasarnya, BI bisa dikatakan tak punya ruang untuk menyesuaikan kebijakannya. Memangkas suku bunga mungkin bisa membantu pertumbuhan yang sedang lesu, tapi berdampak buruk pada rupiah, Di sisi lain, menaikkan suku bunga justru bisa menekan pertumbuhan, bahkan belum tentu mengangkat rupiah signifikan.

Alhasil, kebijakan fiskal yang bisa diandalkan untuk memulihkan rupiah. Di tengah lesunya ekonomi RI dan permintaan dollar yang tinggi di dalam negeri, sulit bagi rupiah untuk lepas dari tekanan. Pemulihan rupiah jangka panjang bergantung pada upaya pemerintah memperbaiki kondisi ekonomi, termasuk mengurangi defisit transaksi berjalan, menjalankan proyek infrastrukturnya dan meningkatkan investasi.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berakhir flat di Rp13.348 per dollar, setelah bergerak dalam range Rp13.333-13.373. Untuk besok, rupiah diperkirakan masih bergerak dalam kisaran Rp13.300-13.400 per dollar.

http://www.strategydesk.co.id/2015/06/rupiah-masih-merana-jelang-rdg-bi/

Strategydesk – USD/CAD berkonsolidasi di kisaran $1,2100 menjelang data ketenagakerjaan AS dan Kanada, yang dapat memberi gambaran mengenai prospek kebijakan moneter kedua negara.

LoonieUSD/CAD berhasil rebound berkat data klaim pengangguran yang mengesankan. Initial jobless claims memang naik 3000 minggu lalu menjadi 265.000, tapi secara rata-rata empat minggu berada di level terendah dalam 15 tahun. Ini menimbulkan ekspektasi positif mengenai data payroll nanti malam. Menurut konsesus, payroll tumbuh 230.000 selama April, membaik dari bulan sebelumnya yang hanya 126.000. Sedangkan tingkat pengangguran turun 0,1% ke 5,4%.

Data payroll berhubungan erat dengan prospek kebijakan moneter the Fed. Dalam berbagai kesempatan, the Fed mengisyaratkan data lapangan kerja sebagai salah satu pertimbangan dalam menetapkan arah kebijakan. Bila angka payroll di bawah prediksi atau bahkan 200 ribu, maka bisa mengurangi kemungkinan ada kenaikan suku bunga Juni nanti.

Kanada juga akan mengumumkan data ketenagakerjaan malam ini, namun diproyeksikan memburuk. Lapangan kerja selama April berkurang 5000, setelah tumbuh 28.700 bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran diperkirakan naik 0,1% ke 6,9%. Dollar Kanada, atau loonie, sempat menguat berkat kenaikan harga minyak dan koreksi dollar. Turunnya harga minyak selama Juli 2014-Maret 2015 berdampak pada performa loonie, yang jatuh ke level terendah dalam enam tahun Maret lalu.

USD/CAD diperdagangkan di $1,2110 hari ini, setelah menguat 0,3% kemarin. Pola hammer yang terbentuk pada Rabu dan kemudian dilanjutkan dengan rebound kemarin mengkonfirmasi peluang reversal. Kemudan pair ini sudah menembus MA 10, namun masih jauh di bawah MA 25. Stochatic (14,3,3) bagian slow naik dari 31 ke 35. Resistance terdekat ada di 23,6% retracement dari kejatuhan 18 Maret-6 Mei di 1,2150, bila ditembus akan mencoba ke 38,2% di 1,2280. Ke bawah, ada support di 1,1951 tapi bila ditembus, target selanjutnya di 1,1900.

http://www.strategydesk.co.id/2015/05/usdcad-konsolidasi-jelang-data-ketenagakerjaan/

Strategydesk – Meski mengakui perlambatan yang terjadi di awal tahun ini, the Fed optimis ekonomi bisa membaik dan tetap tumbuh moderat, tetap menjaga opsi penyesuaian kebijakan bila diperlukan.

F“Meski pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja rendah selama kuartal pertama, komite tetap yakin, dengan akomodasi kebijakan yang tepat, aktivitas ekonomi tetap tumbuh moderat, dengan indikator tenaga kerja terus mendekati level yang sesuai dengan mandate kami,” katanya dalam pernyataan resmi.

Para pejabat melihat perlambatan terjadi akibat faktor musiman, yaitu cuaca dingin ekstrim dan menegaskan keyakinan pertumbuhan akan membaik. Tapi the Fed juga melihat untuk pertama kalinya “impor non energi” menekan inflasi tetap di bawah target, mengacu pada dampak apresiasi dollar. Oleh karena itu, the Fed ingin yakin dulu bahwa inflasi bisa mendekati target sebelum menaikkan suku bunga.

Sebelum pengumuman the Fed, data menunjukkan PDB hanya tumbuh 0,2% selama kuartal pertama, lebih rendah dari prediksi 1% dan yang terendah dalam setahun. Rendahnya pertumbuhan ini disebut terjadi akibat cuaca dingin ekstrim. Tapi rendahnya ekspor dan investasi bisnis juga turut berperan.

Sebagian pengamat berpandangan optimisme the Fed mengenai prospek ekonomi itu sebagai pertanda prospek kenaikan rate masih ada. David Jones, ekonom yang sudah menulis beberapa buku, mengatakan kenaikan rate tidak akan terjadi Sampai September. “Saya rasa the Fed meyakini perlambatan hanya sementara dan pertumbuhan akan kembali pesat, maka itu saya memperkirakan kenaikan pada September,” katanya.

Sedangkan Paul Ashworth, ekonom dari Capital Economics, mengatakan pernyataan itu memang jelas the Fed memperkirakan ekonomi membaik, tapi sampai itu terjadi, yang membutuhkan waktu beberapa bulan, mereka tidak terburu-buru menaikkan suku bunga.

 

http://www.strategydesk.co.id/2015/04/optimis-kondisi-membaik-the-fed-tetap-jaga-opsi-kebijakan/

Strategydesk – Rupiah tumbang hari ini mengikuti pelemahan mata uang Asia lainnya dan akibat permintaan dollar yang meningkat.

Rupiah 3Mata uang Asia seperti yuan China dan baht Thailand tertekan, berdampak pada performa rupiah. Selain itu, jatuhnya rupiah juga terjadi karena tingginya permintaan dollar untuk pembayaran luar negeri yang jatuh tempo akhir bulan. Penguatan dollar atas mata uang regional ini juga terjadi menjelang rapat reguler the Fed.

Rapat FOMC besok dan lusa menjadi kunci untuk melihat apa yang akan disampaikan the Fed terkait rencana kenaikan rate, hal yang dapat mempengaruhi pergerakan dollar. Pernyataan resminya juga akan memberi pandangan terbaru bagaimana the Fed melihat kondisi ekonomi terkini di AS. Selain itu, pasar juga menantikan data PDB AS kuartal pertama yang keluar Rabu.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 37 poin ke Rp12.987 per dollar, dengan sempat menyentuh Rp13.000. Untuk besok, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp12.950-13.050 per dollar.

http://www.strategydesk.co.id/2015/04/rupiah-jatuh-dekati-lagi-rp13-000/

Strategydesk – Bank Sentral Australia (RBA) hari ini mempertahankan masih suku bunganya, sembari mengatakan kebijakan itu masih tepat mengingat pertumbuhan masih di bawah normal meski terjadi peningkatan konsumsi.
Lewat rapatnya hari ini, RBA memutuskan suku bunga masih 2,50%, level yang sama selama 14 bulan berturut-turut.

RBADalam pernyataan resminya, Gubernur Glenn Stevens mengatakan pertumbuhan diperkirakan masih di bawah tren untuk beberapa kuartal ke depan. Oleh karena itu, kebijakan moneter yang diterapkan saat ini cocok untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

Menurut Stevens, pertumbuhan ekonomi global masih moderat, dengan China masih sesuai perkiraan meski melambat. Kondisi finansial global masih tetap akomodatif dan pasar masih melihat probabilitas rendah kenaikan suku bunga. Soal nilai tukar, ia mengakui dollar Australia terus melemah di tengah apresiasi dollar, namun masih masih di atas nilai fundamentalnya, terutama di tengah penurunan harga komoditas beberapa bulan terakhir.

Tapi RBA tidak menyebut kekhawatiran soal inflasi atau mengenai harga rumah di beberapa kota besar. Dewan juga mengatakan meski indikator ketenagakerjaan terus positif tahun ini, penyerapan tenaga kerja belum maksimal dan diperlukan waktu untuk mengurangi tingkat pengangguran secara konsisten.

Suku bunga rendah memang berhasil mendorong konsumsi dan pembangunan perumahan. Pembelanjaan rite, naik 1,2% selama September, kenaikan terbesar sejzak 2013. Tapi masih perlu dibuktikan untuk menutup dampak penurunan investasi sektor pertambangan, salah saru mesin pertumbuhan ekonomi Australia.

http://www.strategydesk.co.id/2014/11/14-bulan-rba-tahan-rate-di-250/

Strategydesk – BOJ di luar dugaan mengumumkan tambahan stimulus, meningkatkan pembelian asetnya untuk pertama kali dalam 1,5 tahun, langkah yang diambil di saat inflasi terus di bawah target.

Japan‘s central bank sinks key interest rate to 0.1 per centBOJ mengatakan akan menambah pembelian obligasi menjadi 80 triliun yen per tahun, dari sebelumnya 60-70 triliun yen. BOJ menambah pembelian obligasi pemerintah sebesar 30 triliun yen, memperpanjang kepemilikan JGB menjadi 10 tahun. Selain itu, pembelian Exchange Traded Fund (ETF) dan Real Estate Investment Trusts (REIT) naik tiga kali lipat.

Dalam pernyataannya, BOJ mengatakan akan menerapkan kebijakan longgar yang tak terbatas, memberi sinyal kesiapan menambah lagi stimulus bila diperlukan. Meski mempertahankan pandangan bahwa ekonomi masih dalam jalur pemulihan, BOJ memperlihatkan kekhawatiran soal kelesuan ekonomi dampak membahayakan upayanya mengatasi deflasi.

Keputusan ini, yang diambil lewat hasil voting 5 banding 4, merupakan gebrakan terbaru BOJ yang sepertinya dilakukan untuk menyelamatkan ekonomi. Memang, dengan kondisi ekonomi Jepang yang masih memprihatinkan, akibat dampak kenaikan pajak penjualan, banyak kalangan menduga BOJ harus mengeluarkan stimulus lagi. Tapi tidak ada yang menyangka bakal secepat ini.

Pengumuman ini mengejutkan pasar, Gubernur Haruhiko Kuroda tidak memberi sinyal akan melakukan sesuasu menjelang rapat, hanya menyampaikan keraguan akan prospek ekonomi dan inflasi. Dari 13 ekonom yang disurvei WSJ, hanya 2 yang memperkirakan akan keputusan baru.

Mengambil keputusan yang kontras dengan the Fed, yang baru saja menyelesaikan program pembelian obligasinya, bisa memberi implikasi luas untuk pasar, seperti menguntungkan eksportir Jepang yang mendapat manfaat dari depresiasi yen akibat keputusan itu. Merespon tambahan stimulus itu, indeks Nikkei reli 4,8% dan yen melemah ke 111 per dollar.

http://www.strategydesk.co.id/2014/10/boj-tambah-stimulus/

Jakarta, Strategydesk – Sembari mencerna pernyataan the Fed, pasar mata uang menunggu data penting yang juga dapat memberi gambaran mengenai prospek kebijakan moneter, yaitu PDB.  JPY 30-10-14

Angka pertumbuhan kuartal ketiga ini dapat menambah laju dollar, bila lebih baik dari prediksi, tapi dollar sepertinya juga tidak akan terlalu tertekan kalaupun angkanya di bawah prediksi.

Menurut proyeksi, PDB AS selama periode Juli-September tumbuh 3% dari tahun lalu. Ini berarti perlambatan dari angka tahunan 4,6% yang dicatat pada kuartal sebelumnya. Namun, selama angkanya tidak lebih rendah dari rata-rata pasca krisis yang 2,2%, kemungkinan tidak akan memberi tekanan besar ke dollar.

Terutama dengan optimisme the Fed mengenai prospek ekonomi yang baru saja mengakhiri program pembelian obligasinya. The Fed menyampaikan pandangan positif soal penciptaan lapangan kerja, dengan mengatakan utilisasi sumber daya manusia menunjukkan peningkatan.

Selain PDB, data AS lainnya yang terjadwal malam nanti adalah initial jobless claims, yang bila menunjukkan penurunan besar, mendukung laju dollar.  Kalaupun dollar mengalami tekanan yang menghapus penguatan kemarin, dalam jangka menengah dan panjang, selama performa ekonomi dan kebijakan moneter AS masih unggul dari lainnya, tren dollar belum berubah.

Di Eropa, data terjadwal adalah ketenagakerjaan dan inflasi Jerman. Tingkat pengangguran diperkirakan stabil di 6,7% dan inflasi naik menjadi 0,9% selama Oktober. Tapi kedua data itu kemungkinan tidak akan mengubah prospek kebijakan ECB, alhasil takkan berpengaruh ke euro.

EUR-USD
Melemah 0,2% ke $1,2590, EUR-USD melanjutkan kejatuhan tajam kemarin, mencerminkan masih adanya dampak the Fed. Kejatuhan ini semakin mendekatkan pair ini ke support $1,2570. Penutupan di bawah itu menjadi bearish continuation dengan target $1,2500.

Rekomendasi harian
Posisi sell pada EUR-USD 1.2675 dengan target take profit 1.2598, dimana stop loss 1.2705. Sell berikutnya 1.2726 dengan target take profit 1.2661, dimana stop loss 1.2756.

Sedangkan buy 1.2573 dengan target take profit 1.2627, dimana stop loss 1.2543. Sementara 1.2519 dengan target take profit 1.2573, dimana stop loss 1.2489.

USD-JPY
Melanjutkan penguatan, USD-JPY berada di 109,17 setelah reli 0,5% kemarin. Penguatan ini mendekatkannya ke resistance 109,40. Penutupan di atas itu menjadi bullish continuation dengan target berikutnya di 110.

Rekomendasi harian
Peluang pada USD-JPY buy 108.40 dengan target take profit 108.98, dimana stop loss 108.10. Buy selanjutnya 107.90 dengan target take profit 108.38, dimana stop loss 107.60.

Sell 109.38 dengan target take profit 108.81, dimana stop loss 108.68. Sell 109.87 dengan target take profit 109.38, dimana stop loss 110.17.

GBP-USD
Pair ini sudah menembus support $1,6000 karena melemah 0,2% setelah anjlok hampir 1% kemarin. Penutupan di bawah level itu, pair ini semakin dekat dengan $1,5930, dan tidak tertutup kemungkinan lanjut ke $1,5900.

Rekomendasi harian
GBP-USD memiliki ruang sell 1.6022 dengan target take profit 1.5930, dimana stop loss 1.6062. Selanjutnya 1.6083 jadi area sell berikutnya dengan target take profit 1.6016, dimana stop loss 1.6123.

Buy 1.5915 dengan target take profit 1.5976, dimana stop loss 1.5875. Buy 1.5857 dengan target take profit 1.5909, dimana stop loss 1.5817.

USD-CHF
Menanjak 0,3% ke 0,9580, USD-CHF melanjutkan reli sebelumnya, ketika mendulang kenaikan 0,8%. Bullish continuation terbentuk bila ditutup di atas 0,9600, dengan target selanjutnya 0,9640. Kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah 0,9430.

Rekomendasi harian
Untuk USD-CHF sell 0.9598 dengan target take profit 0.9545, dimana stop loss 0.9628. Sell 0.9644 dimana stop loss 0.9601, dengan target profit 0.9674.

Posisi buy 0.9491 dengan target take profit 0.9575, dimana stop loss 0.9461. Buy 0.9453 dengan target take profit 0.9506, dimana stop loss 0.9423.

AUD-USD
Tekanan belum lepas dari AUD-USD, yang melemah 0,3% ke $0,8770 setelah jatuh dari high $0,8913 kemarin. Penutupan di bawah $0,8730 menjadi bearish continuation dengan target $0,8670.

Rekomendasi harian
0.8721 menjadi area buy pada AUD-USD dengan target take profit 0.8763, dimana stop loss 0.8691. 0.8669 jadi area buy dengan target take profit 0.8713, dimana stop loss 0.8639.

Area sell-nya 0.8805 dengan target take profit 0.8742, dimana stop loss 0.8835. 0.8850 jadi sell berikutnya dengan target take profit 0.8805, dimana stop loss 0.8880.

http://www.strategydesk.co.id/2014/10/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-30-oktober-2014/

Tanggal February 08, 2013 / 11:41 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk – Emas masih belum bisa keluar dari tekanan akibat kekhawatiran krisis utang Eropa yang kembali mencuat setelah pernyataan Presiden ECB, Mario Draghi.
Dalam jumpa  pers kemarin, Draghi menyatakan bahwa apresiasi mata uang euro bisa mengancam terhadap pemulihan ekonomi di kawasan zona euro. Dia juga mengatakan bahwa nilai tukar penting untuk pertumbuhan dan stabilitas harga.
Pasar menangkap kesan bahwa ECB khawatir dengan penguatan euro dan dampaknya terhadap ekonomi. Komentar orang nomor satu ECB tersebut sontak membuat mata uang terkoreksi hingga mendekati 1%.
Penurunan mata uang euro ini kemudian berimbas pada emas. Ditengah kekhawatiran pasar mengenai ancaman resesi, investor kembali melirik dollar sebagai safe haven, yang pergerakannya cenderung berlawanan dengan emas.
Dari sisi teknikal, belum ada perubahan trend yang signifikan buat emas. Pergerakan harga masih terlihat flat, dengan kisaran support di $1.657, dan area resistance di $1.684 – $1.696. Level-level tersebut akan menjadi level penting bagi untuk menentukan arah selanjutnya.
Jika support yang ditembus. emas berpotensi turun menuju area $1.650 – 1.640. Sebaliknya jika resistance yang ditembus, maka trend bullish ini bisa berlanjut, dengan potensi kenaikan menuju level psikologi di $1.7000.

Rekomendasi

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/emas-meredup-setelah-komentar-draghi.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/emas-meredup-setelah-komentar-draghi.html

Tanggal November 16, 2012 / 2:47 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Nikkei sepanjang pekan ini berhasil menorehkan hasil positif, dimana hari ini berhasil bertengger di atas 9.000. Pasar merespon positif atas seruan Ketua Partai Demokratik Liberal (LDP) Shinzo Abe, yang diperkirakan akan menjadi perdana menteri setelah pemilu digelar Desember nanti, terus mendesak BOJ untuk melonggarkan kebijakan dengan menerapkan stimulus moneter tak terbatas.

Yen juga melemah atas dollar setelah Perdana Menteri Yoshihiko Noda mengatakan siap untuk membubarkan majelis rendah hari ini untuk pemilu 16 Desember nanti. Yen berada di 81,12 per dollar, setelah kemarin anjlok sampai 81,44, terendah sejak 22 April.

Saham eksportir yang mengalami tekanan sebelumnya karena dampak dari ‘fiscal cliff’ AS, serta berlarut-larutnya krisis utang zona euro ditambah penurunan permintaan di China. Seiring melemahnya kinerja saham ekspor kembali terangkat, termasuk Nissan Motor Co, Canon Inc, Niko Corp dan Mazda Motor Co menguat lebih dari 5%.

Indeks Nikkei ditutup menguat 194,44 poin, atau 2,20%, ke posisi 9.024,16, kenaikan harian terbesar dalam dua bulan terakhir. Indeks pekan ini telah naik 3%, dibantu dengan kenaikan dua hari sebelumnya 4,2%. Untuk tahun ini, indeks telah menguat 6,7%.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-melonjak-22.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-melonjak-22.html

Tanggal November 13, 2012 / 3:59 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – Minyak masih jatuh sampai hari ini, dihantam oleh penguatan dollar dan ketidakpastian bailout untuk Yunani. Namun gejolak di Timur Tengah menjaga harga dari pelemahan lebih dalam.

Dollar menguat atas semua rival utama kecuali yen di tengah absennya berita positif baru. Belum ada perkembangan baru terkait jurang fiskal. Kekhawatiran soal jurang fiskal AS mendorong permintaan akan dollar dan membuat Indeksnya menembus level 81, tertinggi dalam dua bulan terakhir. Permintaan akan safe haven dollar terus mengalir karena pasar takut dengan dampak pemotongan anggaran dan kenaikan pajak senilai $600 miliar terhadap ekonomi global.

Dollar juga menguat atas euro setelah laporan para menteri keuangan zona euro masih menunda pemberian bailout untuk Yunani. Ketua Eurogroup Jean-Claude Juncker mengatakan keputusan pemberian angsuran bailout sebesar 31,5 miliar euro untuk Yunani tidak akan datang sebelum 20 Nopember, ketika mereka bertemu lagi.  Padahal Yunani, yang harus membayar utang jatuh tempo sebesar 5 miliar euro pada 16 Nopember, berharap bisa menutupinya  dari bailout itu.

Namun harga minyak berhasil dijaga oleh berita Israel membalas serangan artileri Suriah dan laporan kilang minyak Brent Buzzard masih ditutup menyusul masalah teknis. Pada jam 15:31 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Desember anjlok 79 sen ke $84,78 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama turun 35 sen jadi $108,72 per barel.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/dollar-yunani-hantam-minyak.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/dollar-yunani-hantam-minyak.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha