Search Results : dampak kenaikan dollar

Strategydesk – Bank Sentral Australia (RBA) hari ini mempertahankan masih suku bunganya, sembari mengatakan kebijakan itu masih tepat mengingat pertumbuhan masih di bawah normal meski terjadi peningkatan konsumsi.
Lewat rapatnya hari ini, RBA memutuskan suku bunga masih 2,50%, level yang sama selama 14 bulan berturut-turut.

RBADalam pernyataan resminya, Gubernur Glenn Stevens mengatakan pertumbuhan diperkirakan masih di bawah tren untuk beberapa kuartal ke depan. Oleh karena itu, kebijakan moneter yang diterapkan saat ini cocok untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

Menurut Stevens, pertumbuhan ekonomi global masih moderat, dengan China masih sesuai perkiraan meski melambat. Kondisi finansial global masih tetap akomodatif dan pasar masih melihat probabilitas rendah kenaikan suku bunga. Soal nilai tukar, ia mengakui dollar Australia terus melemah di tengah apresiasi dollar, namun masih masih di atas nilai fundamentalnya, terutama di tengah penurunan harga komoditas beberapa bulan terakhir.

Tapi RBA tidak menyebut kekhawatiran soal inflasi atau mengenai harga rumah di beberapa kota besar. Dewan juga mengatakan meski indikator ketenagakerjaan terus positif tahun ini, penyerapan tenaga kerja belum maksimal dan diperlukan waktu untuk mengurangi tingkat pengangguran secara konsisten.

Suku bunga rendah memang berhasil mendorong konsumsi dan pembangunan perumahan. Pembelanjaan rite, naik 1,2% selama September, kenaikan terbesar sejzak 2013. Tapi masih perlu dibuktikan untuk menutup dampak penurunan investasi sektor pertambangan, salah saru mesin pertumbuhan ekonomi Australia.

http://www.strategydesk.co.id/2014/11/14-bulan-rba-tahan-rate-di-250/

Strategydesk – BOJ di luar dugaan mengumumkan tambahan stimulus, meningkatkan pembelian asetnya untuk pertama kali dalam 1,5 tahun, langkah yang diambil di saat inflasi terus di bawah target.

Japan‘s central bank sinks key interest rate to 0.1 per centBOJ mengatakan akan menambah pembelian obligasi menjadi 80 triliun yen per tahun, dari sebelumnya 60-70 triliun yen. BOJ menambah pembelian obligasi pemerintah sebesar 30 triliun yen, memperpanjang kepemilikan JGB menjadi 10 tahun. Selain itu, pembelian Exchange Traded Fund (ETF) dan Real Estate Investment Trusts (REIT) naik tiga kali lipat.

Dalam pernyataannya, BOJ mengatakan akan menerapkan kebijakan longgar yang tak terbatas, memberi sinyal kesiapan menambah lagi stimulus bila diperlukan. Meski mempertahankan pandangan bahwa ekonomi masih dalam jalur pemulihan, BOJ memperlihatkan kekhawatiran soal kelesuan ekonomi dampak membahayakan upayanya mengatasi deflasi.

Keputusan ini, yang diambil lewat hasil voting 5 banding 4, merupakan gebrakan terbaru BOJ yang sepertinya dilakukan untuk menyelamatkan ekonomi. Memang, dengan kondisi ekonomi Jepang yang masih memprihatinkan, akibat dampak kenaikan pajak penjualan, banyak kalangan menduga BOJ harus mengeluarkan stimulus lagi. Tapi tidak ada yang menyangka bakal secepat ini.

Pengumuman ini mengejutkan pasar, Gubernur Haruhiko Kuroda tidak memberi sinyal akan melakukan sesuasu menjelang rapat, hanya menyampaikan keraguan akan prospek ekonomi dan inflasi. Dari 13 ekonom yang disurvei WSJ, hanya 2 yang memperkirakan akan keputusan baru.

Mengambil keputusan yang kontras dengan the Fed, yang baru saja menyelesaikan program pembelian obligasinya, bisa memberi implikasi luas untuk pasar, seperti menguntungkan eksportir Jepang yang mendapat manfaat dari depresiasi yen akibat keputusan itu. Merespon tambahan stimulus itu, indeks Nikkei reli 4,8% dan yen melemah ke 111 per dollar.

http://www.strategydesk.co.id/2014/10/boj-tambah-stimulus/

Jakarta, Strategydesk – Sembari mencerna pernyataan the Fed, pasar mata uang menunggu data penting yang juga dapat memberi gambaran mengenai prospek kebijakan moneter, yaitu PDB.  JPY 30-10-14

Angka pertumbuhan kuartal ketiga ini dapat menambah laju dollar, bila lebih baik dari prediksi, tapi dollar sepertinya juga tidak akan terlalu tertekan kalaupun angkanya di bawah prediksi.

Menurut proyeksi, PDB AS selama periode Juli-September tumbuh 3% dari tahun lalu. Ini berarti perlambatan dari angka tahunan 4,6% yang dicatat pada kuartal sebelumnya. Namun, selama angkanya tidak lebih rendah dari rata-rata pasca krisis yang 2,2%, kemungkinan tidak akan memberi tekanan besar ke dollar.

Terutama dengan optimisme the Fed mengenai prospek ekonomi yang baru saja mengakhiri program pembelian obligasinya. The Fed menyampaikan pandangan positif soal penciptaan lapangan kerja, dengan mengatakan utilisasi sumber daya manusia menunjukkan peningkatan.

Selain PDB, data AS lainnya yang terjadwal malam nanti adalah initial jobless claims, yang bila menunjukkan penurunan besar, mendukung laju dollar.  Kalaupun dollar mengalami tekanan yang menghapus penguatan kemarin, dalam jangka menengah dan panjang, selama performa ekonomi dan kebijakan moneter AS masih unggul dari lainnya, tren dollar belum berubah.

Di Eropa, data terjadwal adalah ketenagakerjaan dan inflasi Jerman. Tingkat pengangguran diperkirakan stabil di 6,7% dan inflasi naik menjadi 0,9% selama Oktober. Tapi kedua data itu kemungkinan tidak akan mengubah prospek kebijakan ECB, alhasil takkan berpengaruh ke euro.

EUR-USD
Melemah 0,2% ke $1,2590, EUR-USD melanjutkan kejatuhan tajam kemarin, mencerminkan masih adanya dampak the Fed. Kejatuhan ini semakin mendekatkan pair ini ke support $1,2570. Penutupan di bawah itu menjadi bearish continuation dengan target $1,2500.

Rekomendasi harian
Posisi sell pada EUR-USD 1.2675 dengan target take profit 1.2598, dimana stop loss 1.2705. Sell berikutnya 1.2726 dengan target take profit 1.2661, dimana stop loss 1.2756.

Sedangkan buy 1.2573 dengan target take profit 1.2627, dimana stop loss 1.2543. Sementara 1.2519 dengan target take profit 1.2573, dimana stop loss 1.2489.

USD-JPY
Melanjutkan penguatan, USD-JPY berada di 109,17 setelah reli 0,5% kemarin. Penguatan ini mendekatkannya ke resistance 109,40. Penutupan di atas itu menjadi bullish continuation dengan target berikutnya di 110.

Rekomendasi harian
Peluang pada USD-JPY buy 108.40 dengan target take profit 108.98, dimana stop loss 108.10. Buy selanjutnya 107.90 dengan target take profit 108.38, dimana stop loss 107.60.

Sell 109.38 dengan target take profit 108.81, dimana stop loss 108.68. Sell 109.87 dengan target take profit 109.38, dimana stop loss 110.17.

GBP-USD
Pair ini sudah menembus support $1,6000 karena melemah 0,2% setelah anjlok hampir 1% kemarin. Penutupan di bawah level itu, pair ini semakin dekat dengan $1,5930, dan tidak tertutup kemungkinan lanjut ke $1,5900.

Rekomendasi harian
GBP-USD memiliki ruang sell 1.6022 dengan target take profit 1.5930, dimana stop loss 1.6062. Selanjutnya 1.6083 jadi area sell berikutnya dengan target take profit 1.6016, dimana stop loss 1.6123.

Buy 1.5915 dengan target take profit 1.5976, dimana stop loss 1.5875. Buy 1.5857 dengan target take profit 1.5909, dimana stop loss 1.5817.

USD-CHF
Menanjak 0,3% ke 0,9580, USD-CHF melanjutkan reli sebelumnya, ketika mendulang kenaikan 0,8%. Bullish continuation terbentuk bila ditutup di atas 0,9600, dengan target selanjutnya 0,9640. Kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah 0,9430.

Rekomendasi harian
Untuk USD-CHF sell 0.9598 dengan target take profit 0.9545, dimana stop loss 0.9628. Sell 0.9644 dimana stop loss 0.9601, dengan target profit 0.9674.

Posisi buy 0.9491 dengan target take profit 0.9575, dimana stop loss 0.9461. Buy 0.9453 dengan target take profit 0.9506, dimana stop loss 0.9423.

AUD-USD
Tekanan belum lepas dari AUD-USD, yang melemah 0,3% ke $0,8770 setelah jatuh dari high $0,8913 kemarin. Penutupan di bawah $0,8730 menjadi bearish continuation dengan target $0,8670.

Rekomendasi harian
0.8721 menjadi area buy pada AUD-USD dengan target take profit 0.8763, dimana stop loss 0.8691. 0.8669 jadi area buy dengan target take profit 0.8713, dimana stop loss 0.8639.

Area sell-nya 0.8805 dengan target take profit 0.8742, dimana stop loss 0.8835. 0.8850 jadi sell berikutnya dengan target take profit 0.8805, dimana stop loss 0.8880.

http://www.strategydesk.co.id/2014/10/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-30-oktober-2014/

Tanggal February 08, 2013 / 11:41 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk – Emas masih belum bisa keluar dari tekanan akibat kekhawatiran krisis utang Eropa yang kembali mencuat setelah pernyataan Presiden ECB, Mario Draghi.
Dalam jumpa  pers kemarin, Draghi menyatakan bahwa apresiasi mata uang euro bisa mengancam terhadap pemulihan ekonomi di kawasan zona euro. Dia juga mengatakan bahwa nilai tukar penting untuk pertumbuhan dan stabilitas harga.
Pasar menangkap kesan bahwa ECB khawatir dengan penguatan euro dan dampaknya terhadap ekonomi. Komentar orang nomor satu ECB tersebut sontak membuat mata uang terkoreksi hingga mendekati 1%.
Penurunan mata uang euro ini kemudian berimbas pada emas. Ditengah kekhawatiran pasar mengenai ancaman resesi, investor kembali melirik dollar sebagai safe haven, yang pergerakannya cenderung berlawanan dengan emas.
Dari sisi teknikal, belum ada perubahan trend yang signifikan buat emas. Pergerakan harga masih terlihat flat, dengan kisaran support di $1.657, dan area resistance di $1.684 – $1.696. Level-level tersebut akan menjadi level penting bagi untuk menentukan arah selanjutnya.
Jika support yang ditembus. emas berpotensi turun menuju area $1.650 – 1.640. Sebaliknya jika resistance yang ditembus, maka trend bullish ini bisa berlanjut, dengan potensi kenaikan menuju level psikologi di $1.7000.

Rekomendasi

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/emas-meredup-setelah-komentar-draghi.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/emas-meredup-setelah-komentar-draghi.html

Tanggal November 16, 2012 / 2:47 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Nikkei sepanjang pekan ini berhasil menorehkan hasil positif, dimana hari ini berhasil bertengger di atas 9.000. Pasar merespon positif atas seruan Ketua Partai Demokratik Liberal (LDP) Shinzo Abe, yang diperkirakan akan menjadi perdana menteri setelah pemilu digelar Desember nanti, terus mendesak BOJ untuk melonggarkan kebijakan dengan menerapkan stimulus moneter tak terbatas.

Yen juga melemah atas dollar setelah Perdana Menteri Yoshihiko Noda mengatakan siap untuk membubarkan majelis rendah hari ini untuk pemilu 16 Desember nanti. Yen berada di 81,12 per dollar, setelah kemarin anjlok sampai 81,44, terendah sejak 22 April.

Saham eksportir yang mengalami tekanan sebelumnya karena dampak dari ‘fiscal cliff’ AS, serta berlarut-larutnya krisis utang zona euro ditambah penurunan permintaan di China. Seiring melemahnya kinerja saham ekspor kembali terangkat, termasuk Nissan Motor Co, Canon Inc, Niko Corp dan Mazda Motor Co menguat lebih dari 5%.

Indeks Nikkei ditutup menguat 194,44 poin, atau 2,20%, ke posisi 9.024,16, kenaikan harian terbesar dalam dua bulan terakhir. Indeks pekan ini telah naik 3%, dibantu dengan kenaikan dua hari sebelumnya 4,2%. Untuk tahun ini, indeks telah menguat 6,7%.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-melonjak-22.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-melonjak-22.html

Tanggal November 13, 2012 / 3:59 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – Minyak masih jatuh sampai hari ini, dihantam oleh penguatan dollar dan ketidakpastian bailout untuk Yunani. Namun gejolak di Timur Tengah menjaga harga dari pelemahan lebih dalam.

Dollar menguat atas semua rival utama kecuali yen di tengah absennya berita positif baru. Belum ada perkembangan baru terkait jurang fiskal. Kekhawatiran soal jurang fiskal AS mendorong permintaan akan dollar dan membuat Indeksnya menembus level 81, tertinggi dalam dua bulan terakhir. Permintaan akan safe haven dollar terus mengalir karena pasar takut dengan dampak pemotongan anggaran dan kenaikan pajak senilai $600 miliar terhadap ekonomi global.

Dollar juga menguat atas euro setelah laporan para menteri keuangan zona euro masih menunda pemberian bailout untuk Yunani. Ketua Eurogroup Jean-Claude Juncker mengatakan keputusan pemberian angsuran bailout sebesar 31,5 miliar euro untuk Yunani tidak akan datang sebelum 20 Nopember, ketika mereka bertemu lagi.  Padahal Yunani, yang harus membayar utang jatuh tempo sebesar 5 miliar euro pada 16 Nopember, berharap bisa menutupinya  dari bailout itu.

Namun harga minyak berhasil dijaga oleh berita Israel membalas serangan artileri Suriah dan laporan kilang minyak Brent Buzzard masih ditutup menyusul masalah teknis. Pada jam 15:31 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Desember anjlok 79 sen ke $84,78 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama turun 35 sen jadi $108,72 per barel.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/dollar-yunani-hantam-minyak.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/dollar-yunani-hantam-minyak.html

Tanggal November 09, 2012 / 3:01 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Nikkei tertekan hingga penutupan terendah dalam empat pekan hari ini, dimana saham ekspor jadi penggerak utama kejatuhan indeks menyusul kegalauan investor atas ancaman krisis fiskal AS. Masalah krisis fiskal AS yang jadi perhatian khusus membuat ekonomi terbesar dunia tersebut ke jurang resesi, ditambah lagi ketidakpastian atas bailout Yunani yang dapat mencuatkan kembali kekhawatiran akan zona euro.

Sektor ekspor siap menghadapi penurunan permintaan dampak dari perlambatan global. Disamping itu, pelemahan dollar terhadap yen makin memberatkan sektor tersebut. Saham produsen mesin kontruksi Komatsu Ltd, produsen kamera dan printer Canon Inc, produsen kamera Nikon Corp dan otomotif Suzuki Motor Corp, masing turun antara 0,8% dan 2,0%.

Indeks Nikkei ditutup turun 79,55, atau 0,9%, ke posisi 8.757,60, ini merupakan turun dalam lima sesi perdagangan. Dalam pekan ini indeks telah jatuh 3,2%. Tapi kenaikan ditorehkan indeks sepanjang tahun ini sebesar 3,6%.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/kondisi-fiskal-as-seret-nikkei-ke-zona-merah.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/kondisi-fiskal-as-seret-nikkei-ke-zona-merah.html

Tanggal November 07, 2012 / 10:15 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro terkoreksi lagi hari ini atas dollar menjelang voting parlemen Yunani untuk mengesahkan legislasi penghematan baru, setelah sempat berhasil rebound.
Pemerintah Yunani mengajukan proposal penghematan baru senilai 13,5 miliar euro yang dituntut oleh kreditor internasional. Persetujuan penghematan baru dalam APBN 2013 krusial untuk mendapatkan bailout 31,5 miliar euro dari IMF dan Uni Eropa yang ditahan sejak musim panas lalu. Tanpa dana itu, Yunani akan kehabisan dana pada 16 Nopember nanti dan semakin terancam keluar dari zona euro.
Tapi beberapa anggota koalisi tidak setuju dan ingin voting menolaknya. Di jalan, demonstran menggelar aksi protes menentang penghematan baru itu yang diambil dari gaji PNS dan tunjangan sosial lainnya. Di antaranya memperpanjang masa kerja 2 tahun sampai 67 tahun dan memotong tunjangan pensiun sebesar 15%.
Euro diperdagangkan di $1,2788, koreksi dari $1,2813. Support terdekat di $1,2736, atau 38,2% retracement penguatan Juli-September (chart weekly). Kalau tembus, akan mencoba ke 50%-nya di $1,2603.  Euro sempat jatuh ke $1,2761 atau terendah dalam dua bulan terakhir. Setelah menyentuh $1,3169, euro terus melandai.
Tidak ada faktor positif, outlook euro masih bearish. Dorongan dari rencana pembelian obligasi ECB sudah hilang, ini menekan euro. Tidak ada perkembangan berarti dari Spanyol, yang juga belum minta bailout. Kini ada masalah Yunani. Jadi bila voting gagal, euro akan jatuh. Kalaupun voting lolos, penguatan euro tidak akan lama.
Dollar menguat lagi atas rivalnya setelah sempat terkoreksi menyusul penguatan saham. Pasar sempat khawatir karena ketatnya persaingan, bisa terulangnya kasus pemilu 2000, di mana saat itu pemenangnya, antara George W. Bush dan Al Gore, harus ditentukan lewat Mahkamah Agung. Tapi masih sulit memperkirakan siapa yang menang pilpres ini dan bagaimana dampaknya terhadap pasar keuangan global.
Dengan Republik masih pegang kendali Kongres, kemenangan Obama dianggap bisa memperbesar kemungkinan jurang fiskal. Bila tidak ada kesepakatan, pemotongan anggaran dan kenaikan pajak otomatis senilai $600 miliar akan terjadi tahun depan. Bagi pasar mata uang, fokus utama jangka pendek adalah jurang fiskal. Tapi Romney dikenal anti QE dan tidak suka kebijakan Ben Bernanke. Sepertinya, pasar sendiri belum yakin mana yang bagus buat ekonomi, Obama atau Romney.
Indeks dollar kini stabil di 80,60, terus konsolidasi di level 80an selama tiga sesi terakhir. Dollar melemah tajam atas yen ke 79,88. Tapi level itu sudah dekat dengan 61,8% retracement penguatan 30 Oktober-5 Nopember. Support terdekat ada di 79,68, sedangkan resistance ada di 80,47. Terhadap franc, dollar stabil di 0,9430. Setelah tiga sesi terakhir, greenback bergerak di kisaran 0,9400-0,9460. 

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/euro-dibayangi-voting-yunani.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/euro-dibayangi-voting-yunani.html

Tanggal November 02, 2012 / 7:56 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk
Nikkei
     I
ndeks Nikkei merangkak naik menyusul optomisme pelaku pasar atas data manufaktur China yang lebih baik dari prediksi. Dengan membaiknya data China ini memberi gambaran dan sekaligus membuat pasar ekspor Jepang ke China cerah, khususnya produsen pembuatan mesin dan pengapalan. Meski beberapa kinerja keuangan seperti Panasonic, Sony dan Sharp catat kinerja keuangan yang buruk. Indeks Nikkei ditutup naik 18,58 poin, atau 0,21%, ke posisi 8.946,87.
     Indeks Nikkei berpeluang kembali bertengger di area 9.000 hari ini menyusul data ekonomi AS yang lebih baik dari prediksi berhasil angkat sentmen. Selain itu, pelemahan yen terhadap dollar di atas 80 diperkirakan memberi sokongan bagi saham-saham ekspor. Data ADP melonjak diharapkan bisa jadi gambaran bagus bagi data ketenagakerjaan AS.

Rekomendasi

Kospi
      I
ndeks Kospi kembali mengalami pelemahan kemarin menyusul kecemasan investor terhadap suramnya sektor ekspor karena pengaruh dari penguatan won. Sedangkan pasar juga bereaksi dari jatuhnya saham otomotif khususnya Hyundai Motor Co yang dikabarkan akan me-recall salah satu produknya di AS. Indeks Kospi ditutup turun 13,62 poin, atau 0,71%, ke posisi 1.898,44.
     Indeks Kospi merekuh kenaikan hari ini mengikuti irama bursa AS yang semalam mengalami lonjakan tajam. Membaiknya data ekonomi AS jadi penggerak utama Wall Street dan ini berdampak terhadap sentimen di Korsel. Tapi kenaikan bisa terbatasi jelang data payroll nanti malam.

Rekomendasi

Hang Seng
       I
ndeks Hang Seng berhasil bertengger di level tertingginya tahun ini, dimana pembelian secara agresif dilakukan investor mengikuti kenaikan bursa saham China. Kenaikan saham Shanghai tidak lepas laporan China Securities Journal bahwa 6 kota di China akan melakukan pelonggaran melalui kemudahan pemberian kredit untuk kepemilikan properti, dengan begitu bisa menjadi sumber pemasukan kota. Indeks Hang Seng ditutup naik 180,05 poin, atau 0,83%, ke posisi 21.821,87.
      Bursa saham AS yang melonjak semalam jadi pendorong indeks Hang Seng untuk mencetak level tertinggi baru tahun ini. Indeks yang mengalami kenaikan tajam beberapa hari terakhir jika dibandingkan dengan bursa utama Asia lainnya, dikhawatirkan setelah pencapaian level tersebut akan adanya aksi ambil untung, bersamaan dengan wait and see jelang data AS.

Rekomendasi

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/regional-melejit-payroll-fokus-selanjutnya.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/regional-melejit-payroll-fokus-selanjutnya.html

Tanggal October 31, 2012 / 10:42 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro rebound atas dollar setelah Italia berhasil mengumpulkan banyak dana dalam lelang obligasi dengan yield yang lebih rendah. Tapi laju euro tetap terbatas di tengah ketidakjelasan bailout Yunani dan Spanyol.
Sentimen pasar membaik setelah permintaan solid dalam lelang Italia, yang menjual obligasi tenor lima dan sepuluh tahun dan yieldnya turun tajam. Roma mencapai target maksimum dalam penjualan itu, di mana menjual 3 miliar euro  obligasi tenor 10 tahun dengan yield 4,92%, terendah sejak Mei 2011, dan 4 miliar euro obligasi tenor 5 tahun dengan yield 3,80%.
Hasil lelang ini menunjukkan kekhawatiran investor sedang surut. Hasil ini juga menunjukkan bahwa kenaikan yield sebelumnya didorong oleh faktor eksternal dan terkait ketidakpastian di Yunani dan Spanyol. Politik domestik tidak banyak berdampak. Memang ada ketegangan antara Perdana Menteri Mario Monti dan kelompok oposisi yang dipimpin mantan PM Silvio Berlusconi soal kebijakan ekonomi.
Euro juga menguat berkat data PDB Spanyol,  yang menunjukkan hanya kontraksi 0,3% di kuartal ketiga, lebih rendah dari prediksi 0,4%. Data ketenagakerjaan Jerman, yang memperlihatkan pertumbuhan 20.000 di Oktober, juga mengangkat sentimen. Spanyol mengumumkan defisitnya berkurang selama September.
Yunani butuh kesepakatan komprehensif atas program penghematan baru untuk mendapat kucuran dana berikutnya sebelum kehabisan uang pada pertengahan Nopember. Sedangkan Spanyol sampai saat ini belum mengajukan bailout. Selama ini, ada spekulasi bailout Spanyol akan terjadi pada Nopember, bila sampai pertengahan bulan itu, belum jelas juga, euro akan kehilangan pijakan.
Tapi perdagangan kemarin lebih sepi karena ditutupnya bursa AS akibat Badai Sandy yang menerjang New York. Perdagangan kemungkinan akan dibuka kembali malam nanti.  Menteri Keuangan zona euro akan mengadakan konferensi pers hari ini untuk membahas perkembangan negosiasi bailout Yunani, namun tidak aka nada keputusan baru.
Euro diperdagangkan di $1,2963, menguji kembali level $1,30, yang menjadi resistance, sedangkan support minor ada di $1,2880. Selama sebulan terakhir, euro bergerak di $1,28-$,3165. Para analis melihat support kuat di Moving Average 200 hari ini $1,2830. Kegagalan bertahan di level itu, membuka jalan menuju perubahan tren.
Terhadap yen, euro bertengger di 103,08, bangkit dari level terendah dalam seminggu terakhir 102,13 kemarin, bertahan di atas Moving Average 200 harinya 102,00. Pelemahan kemarin membawanya ke 50% retracement dari penguatan 10-23 Oktober. Support ada di 102,33 dan resistance di 103,60, sebelum menuju 104.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/lelang-italia-angkat-euro.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/lelang-italia-angkat-euro.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha