Search Results : cara proyeksi trend harga

Jakarta, Strategydesk – Harga emas turun tipis pada perdagangan hari ini di Asia dan sedang menuju penurunan ketiga dalam empat minggu, dipicu oleh penguatan dollar dan solidnya data ekonomi AS yang mengikis peran safe haven.
Sempat rebound setelah harga terpuruk ke level terendah 4 ½, harga emas gagal mempertahnkan momentum penguatannya di tengah bayang-bayang penguatan dollar. Dollar kini diperdagangkan dekat level tertinggi empat tahun terhadap mata uang utama dunia lainnya, dan tertinggi selama tujuh tahun terhadap yen.
Penguatan dollar terjadi setelah data-data ekonomi AS menunjukkan solidnya pemulihan ekonomi AS, mendukung proyeksi kenaikan suku bunga the Fed. Data semalam memang menunjukkan adanya kenaikan pada klaim tunjangan pengangguran sebesar 290.00 minggu kemarin, dari 278.000 minggu sebelumnya. Namun angka tersebut masih berada dekat level terendah 14 tahun, menunjukkan bahwa sektor tenaga kerja masih sehat.
Selain dollar, faktor yang turut memperberat sentimen emas adalah rendahnya minat investasi. Hal ini tercermin dari terus keluarnya dana dari ETF. Cadangan di SPDR Gold Trust, reksadana berbasis emas terbesar dunia, kembali mengalami penurunan sebesar 0,3% menjadi 720,62 ton, penurunan dalam delapan hari berturut-turut.
Sementara dari sisi teknikal, harga emas terlihat masih sulit untuk bertahan di atas resistance penting di $1.180. Dengan demikian, secara keseluruhan trend masih bearish, dengan area support di kisaran $1.140 – $1.156. Sementara itu, hanya kenaikan di atas $1.180 yang mampu merubah trend jangka pendek emas menjadi bullish.

Rekomendasi
rekom

http://www.strategydesk.co.id/2014/11/emas-masih-sulit-bertahan-di-atas-1-180/

Tanggal February 21, 2013 / 4:06 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk

•     Emas adalah komoditas yang selalu menarik perhatian siapapun juga.  Menarik untuk dibicarakan, menarik untuk dibeli.
•     Karena kebutuhan untuk emas lebih kerena konsumsi, kebutuhan emas lebih di dorong oleh kondisi ekonomi Dunia dan (terutama) negara-negara utama konsumen emas.

Konsumsi emas terbesar dilakukan oleh  India dan China. Konsumsi emas dari kedua negara ini  dalam beberapa tahun terakhir ini melemah akibat menurunnya pertumbuhan ekonomi dari negara-negara tersebut.
•     Data dari Bank Dunia dan IMF menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2013 bakal lebih baik dari 2012.  Konsumsi dari emas diharapkan meningkat seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dunia.
•     Pertumbuhan ekonomi ini, membuat sebagian besar analis masih bullish terhadap harga emas.  Dari pantauan kami di Bloomberg, rata-rata harga konsensus untuk emas ada di level US$1822 dan akan tercapai pada 4Q2013.
•     Akan tetapi, untuk jangka pendek, harga emas terlihat terus menurun semenjak awal tahun.  Koreksi ini sepertinya disebabkan oleh berkurangnya demand akan emas dari produk ETF Emas.  Beberapa investor besar seperti Soros Fund Manageent dan Moore Capital bahkan dikabarkan mengurangi posisinya pada ETF berbasis emas.
•     Untuk trend jangka pendek, harga emas diperkirakan masih akan melakukan pengujian atas suport dari trend flat jangka menengah di kisaran US$1520 – US$1580 per troy ounces.  Posisi harga emas yang berada di kisaran suport jangka panjang ini membuat kami memberikan rekomendasi BELI untuk komoditas ini dengan potensi kenaikan hingga US$ 1750 – US$1810 untuk jangka panjang. Stoploss jika supor US$1500 gagal bertahan.

Emas : Daya tarik ‘kilauan’ yang tidak pernah pudar
Emas. Siapa yang tidak kenal komoditas
ini.  Wikipedia mendefinisikannya sebagai a dense, soft, shiny, malleable
and ductile metal. Logam yang padat,
lembut, mengkilat, mudah ditempa, dan ulet.  Wikipedia mungkin lupa bahwa warna kuning berkilau, serta nilainya yang selalu terasa ‘mahal’ pada jaman apapun juga, adalah daya tarik logam bagi ini bagi
semua orang. Terutama dalam millennium
ini, dimana harga emas, cenderung terus bergerak naik semenjak tahun 2000 silam. Harga emas yang di awal tahun 2000
hanya berada di level US$289 per troy ounce, pada tahun 2010 lalu sudah sempat mencapai level tertingi di US$1,921.27.  Banyak alasan yang telah
mendorong kenaikan harga emas tersebut. Mulia dari permintaan emas untuk dibuat perhisan, fungsinya sebagai safe heaven/asset class, lindung nilai terhadap inflasi, lindung nilai terhadap melemahnya mata uang, permintaan untuk investasi, supply yang terbatas, permintaan dari bank sentral, kebijakan Pemerintah China yang menyarankan warga negaranya untuk membeli emas.

Akan tetapi, harga emas tidak selamanya menguat. Sejak puncak harga emas yang terjadi pada tahun 2010 di US$1921.27 per troy ounce, harga emas terlihat selalu gagal dalam usahanya untuk kembali mendekati level psikologis US$2,000.  Sejak tahun 2010, harga emas terlihat hanya bergerak flat pada kisaran lebar US$1535—US$1790.  Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti krisis di Eropa dan perlambatan pertumbuhan dari China dan India yang merupakan konsumen terbesar dari Emas, serta masih banyak lagi faktor yang lain.

Di awal tahun 2013 ini, harga emas terihat masih cenderung merosot seiring dengan berkurangnya minat dari pelaku pasar terhadap ETF berbasis emas.  Dari Total of
Gold ETF, dapat kita lihat bahwa sejak awal tahun 2013 tidak terdapat lagi pembelian yang signifikan terhadap Gold ETF.  Berita terahir dari www.mineweb.com pada tanggal 15 Februari 2013 lalu menyebutkan bahkan Soros Fund Management dan Moore Capital telah melakukan penjualan atas ETF berbasis emas
pada jumlah yang signifikan selama 4Q2012.  Soros Fund Management adalah perusahaan yang dimiliki oleh
George Soros, sedangkan Moore Capital adalah perusahaan investasi milik milyarder Louis Moore Bacon.

Emas dalam Currency War
Currency war dikenal pula dengan nama persaingan devaluasi, yaitu kondisi suatu hubungan internasional dimana negara saling bersaing satu sama lain untuk merendahkan atau melemahkan nilai tukar mata uang mereka.  Pelemahan nilai tukar ini, tujuanya untuk menaikkan daya saing ekspor, sehingga ekonomi dari negara yang melakukan pelemahan mata uang, diharapkan bisa tumbuh. Currency war mulai didengungkan oleh menteri keuangan Brazil pada 27 September 2010. Isu ini kembali mencuat setelah Jepang dituding melakukan currency war untuk melemahkan mata uangnya. Untuk mengatasi deflasi, pemerintah baru Jepang Shinzo Abe menerapkan kebijakan stimulus secara agresif melalui BoJ. Hingga Januari 2013, Bank Sentral Jepang tersebut telah melakukan pembelian asset sebesar 101 triliun yen. Usaha pemerintah Jepang untuk mengatasi deflasi tersebut ternyata berdampak pada pelemahan yen, yang kemudian memicu protes negara lain karena kalah bersaing ekspor. Memanasnya isu currecy war ini kemudian dibawa dalam pertemuan G-20 minggu lalu. Dalam pertemuan tersebut Jepang akhirnya terbebas dari tudingan currency war terseut. Pada dasarnya, devaluasi mata uang yang tidak terkontrol dan terukur pada akhirnya bisa
memicu currency war.  Emas cenderung bergerak naik dengan adanya currency war ini. Rendahnya nilai tukar mata uang membuat investor melirik emas sebagai investasi alternatif. Ketika bank-bank sentral mendevaluasi mata uangnya dengan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendah, maka nilai tukar mata uang tersebut akan jatuh. Untuk itu, investor akan  mencari investasi alternatif, salah satunya emas.

Membaiknya prospek Pertumbuhan Ekonomi Dunia di tahun 2013 membuat harga emas masih bakal terus meningkat
Permintaan akan emas untuk perhiasan, sangat di tentukan oleh pertumbuhan ekonomi dunia, terutama dari dua negara  terbesar konsumen emas, yaitu China dan India.  Data dari Bank Dunia yang dipublikasikan oleh
Bank Dunia pada bulan Januari 2013 kemarin menunjukkan bahwa secara rata-rata ekonomi dunia masih bakal tumbuh 2,4 persen pada tahun 2013 dan 3,2 persen untuk tahun 2014. Data dari IMF yang dipublikasikan sebelumnya pada bulan Oktober 2012 juga menunjukkan bahwa ekonomi China dan India yang pada tahun 2012 hanya tumbuh 7,8 persen dan 4,9 persen, masing-masing masih akan tumbuh  8,2 persen dan 6,2 persen di tahun 2013. Artinya: pertumbuhan ekonomi Dunia untuk tahun 2013 dan 2014 diperkirakan masih akan terus membaik.  Dan, kondisi perekonomian dunia di tahun 2013, bakal lebih baik dibandingkan dengan 2012.
Membaiknya kondisi perekonomian dunia, dan terutama kedua negara konsumen emas terbesar ini, membuat konsensus analis yang kami pantau dari Bloomberg terlihat masih tetap bullish terhadap outlook harga emas di tahun 2013 ini.  Dari 26 analis yang dipantau oleh Bloomberg, rata-rata masih memprediksikan harga emas bakal berada di level US$1734 untuk 1Q2013, US$1774 untuk 2Q2013, US$1799 untuk 3Q2013 dan US$1822 untuk 4Q2014.  Rata-rata analis masih memprediksikan bahwa harga emas masih bisa mencapai lebih dari US$1800 untuk tahun 2013 ini.

Technically Speaking :
Saatnya mencari peluang ketika harga di kisaran suport

Setelah bergerak turun dari rekor tertinggi US$1921,17 per troy ounces yang tercatat pada tanggal 9 Juni 2011, trend jangka panjang untuk harga emas adalah sebuah trend mendatar (flat) pada sebuah kisaran yang lebar, diantara suport di 1535 dan resisten di 1790. Setidaknya, sudah tiga kali harga emas mencoba melakukan penembusan atas kisran suport dan resisten tersebut, tapi terlihat gagal untuk dilakukan.  Usaha penembusan resisten pernah dilakukan pada bulan November 2011, Februari 2012, dan Oktober 2012.  Disisi lain, suport di level 1535 telah menahan penurunan harga di bulan
September 2011, Desember 2011, dan Mei – Juni 2012.

Gambar di bawah ini juga menunjukkan trend jangka menengah dari komoditas ini berupa trend turun. Sejauh ini, suport dari trend jangka panjang di 1535 diperkirakan bakal menahan potensi koreksi lanjutan dari trend jangka menengah ini.

Untuk jangka pendek, pergerakan harga emas terlihat tengah mengalami perubahan trend, dari sebuah trend flat yang terjadi pada periode Desember 2012 – Februari
2013, menjadi trend turun yang cukup dahsyat.  Dengan
kisaran flat diantara suport 1635 dan resisten di 1695, penembusan atas suport di 1635 bakal membuka potensi koreksi menuju kisaran 1575 – 1585.  Pada hari Jumat, 15 Februari 2013 kemarin, level ini sudah hampir tercapai.  Kisaran suport tersebut diperkirakan bakal tercapai pada minggu ketiga di bulan Februari ini.

Rekomendasi Strategi :
Dalam sebuah trend flat, strategi yang bisa dilakukan oleh seorang trader adalah melakukan posisi beli ketika harga memasuki kisaran suport, dan melakukan posisi jual ketika harga memasuki kisaran resisten.  Dengan adanya trend jangka panjang dari emas yang merupakan trend flat, posisi beli bisa dilakukan ketika harga mencapai kisaran 1520 – 1580, yang merupakan kisaran suport, dan posisi jual bisa dilakukan ketika harga berada di kisaran 1750 – 1810, yang merupakan kisaran resisten.  Adanya potensi koreksi dari trend turun jangka pendek dari komoditas ini, memberikan pemodal kesempatan untuk melakukan akumulasi ketika harga berada dekat di kisaran suport, 1520 – 1580.

Pembatasan resiko :
Ketika melakukan pembasan arah pergerakan harga emas untuk trend jangka pendek, kita bisa melihat bahwa dalam sebuah trend harga yang flat, jika suport dar kisaran flat itu ditembus, maka potensi koreksi yang ada adalah sebesar lebar dari trend yang terjadi sebelumnya.  Trend flat kisaran 1635 – 1695, ketika suport di 1635 ditembus, berarti potensi koreksinya adalah sebesar US$60 jika dihitung dari suport 1635, atau 1635 – 60 = 1575. Jika anda melakukan posisi beli pada kisaran 1520 – 1580, posisi stoploss sebaiknya dilakukan jika suport psikologis 1500 gagal bertahan karena potensi koreksi penembusan atas suport ini, bisa mencapai kisaran US$1250 – US$1300.

 

 

Disclaimer :
Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami terbaik dan dapat diandalkan.  Website www.strategydesk.co.id dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agen penjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html

Tanggal June 04, 2012 / 9:05 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Dow Jones Industrial pada hari Jumat lalu, terkoreksi 2,2% setelah data-data tenaga kerja yang dibawah ekspektasi, telah menunjukkan bahwa kondisi perekonomian Amerika bukan dalam kondisi yang baik. Koreksi tersebut, telah membawa indeks DJI ke target jangka pendek kami di 12100-12250.  Koreksi tersebut, diperkirakan bakalan membawa IHSG bergerak turun, menuju kisaran suport 3700-3750.
Tekanan trend turun pada IHSG, sepertinya masih akan berlanjut. Akan tetapi, pemodal diharapkan untuk tetap rasional dan tidak terus panik, mengikuti kepanikan yang terjadi di pasar.
IHSG sepertinya masih akan bergerak turun. Tapi, kami lebih menyarankan anda untuk berkonsentrasi dalam melakukan akumulasi, terutama pada saham-saham big caps/blue chip berfundamental kuat, dengan P/E yang relatif rendah (yang sudah single digit).

Global Outlook
K
inerja bursa saham regional makin terpuruk awal perdagangan hari ini, dimana anjloknya bursa saham di AS pada penutupan akhir pekan lalu karena data ekonomi yang memperlihatkan perlambatan ekonomi AS.
Dalam laporan bulanannya Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan suramnya payroll selama bulan Mei yang hanya tumbuh 69 ribu, jauh dibawah ekspektasi 150 ribu dan juga data sebelumnya 77 ribu. Sementara itu, tingkat pengangguran bulan Mei juga naik menjadi 8,2% dari 8,1%. Sedangkan sektor manufaktur semalam Mei juga turun 53,5 dari ekspektasi 53,8 dan bulan sebelumnya 54,8. Dengan melihat kondisi ini bisa menimbulkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan kembali mengambil langkah-langkah strategis untuk mendongrak pertumbuhan ekonomi.
Data AS kesemuanya itu makin menambah suramnya berita buruk tentang perekonomian, dimana sebelumnya datang dari China dan Eropa. Permasalahan perlambatan ekonomi global kini menjadi fokus utama, kendati kekhawatiran akan memburuknya krisis di Eropa masih terus membayangi.
Sedangkan kabar dari tirai bambu diterpa sentimen negatif akan data manufaktur China yang menimbulkan kekhawatiran akan prospek permintaan. Data indeks manufaktur baik versi pemerintah ternyata lebih buruk dari prediksi. Indeks PMI manufaktur turun ke 50,4 di Mei dari 53,3 di April,menurut laporan China Federation of Logistics and Purchasing (CFLP) hari ini. Angka di atas 50 berarti pertumbuhan, di bawah itu menandakan kontraksi. Meski tumbuh, angka itu di bawah prediksi 51,5.
Kini investor akan disuguhkan padatnya serangkaian even penting yang terjadwal sepanjang pekan ini, rapat bulan Reserve Bank of Australia (RBA) besok, diperkirakan akan memangkas kembali suku bunga 25 basis poin menjadi 3,5%. Disamping itu, Australia juga akan merilis data tenaga kerja dan pertumbuhuan ekonomi pada kuartal pertama.
Di Eropa, muncul spekulasi bahwa European Central Bank (ECB) kemungkinan memangkas suku bunganya pada rapat minggu ini dalam rangka membantu ekonomi dan memitigasi krisis. Para ahli memandang situasi ekonomi yang memburuk di zona euro, dengan meningkatnya ketidakpastian di Yunani dan Spanyol, ECB bisa memangkas rate-nya yang saat ini masih di 1%. Pemangkasan sebesar 25 bps, bila benar-benar dilaksanakan, sama dengan memberi penghematan sebesar 15 euro per bulan pada setiap 100.000 euro. Hal ini memberi keuntungan secara langsung kepada sedikitnya 400.000 peserta KPR.

Review IHSG
A
ksi jual masih berlanjut, di penghujung perdagangan minggu lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun semakin dalam dan harus keluar dari area 3.800. Pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (1/6/2012), IHSG anjlok 33,058 poin (0,87%) ke level 3.799,766.
Sentimen negatif masih menyelimuti pasar, khususnya dari Eropa menyusul memburuknya krisis Utang di wilayah zona euro. Kekhawatiran tersebut telah merontokkan mayoritas bursa saham regional. Investor kembali lari dari asset beresiko dengan melepas saham-sahamnya.
Ada sembilan sektor yang memperberat kinerja IHSG pada hari itu. Pelemahan terbesar dialamai oleh sektor perdagangan dan industri dasar, di mana masing-masing turun sebesar 1,73% dan 165%. Sedangkan, satu-satunya sektor yang berhasil menguat yaitu barang konsumsi, yang naik sebesar 0,31%.
Saham-saham yang turun antara lain Astra Internasional (ASII), Indocement (INTP), Delta Jakarta (DLTA), dan Sumber Alfaria (AMRT).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Taisho (SQBI), Gudang Garam (GGRM), Indo Tambangraya (ITMG), dan Asuransi Ramayana (ASRM).

Ulasan Teknikal
IHSG

Level psikologi di 3.800 berhasil ditembus, dan IHSG kembali ditutup di bawah level tersebut. Kondisi tersebut masih memungkinkan IHSG untuk kembali bergerak bearish. Indikator RSI dan stochastic sudah memasuki area oversold, namun belum ada sinyal keduanya untuk melakukan reversal. Dengan ditembusmya level psikologi tersebut, maka target penurunan IHSG berikutnya akan berkisar di area 3.750 – 3.728. Sementara simyal positif hanya akan didapat jika IHSG mampu ditutup di atas resistance terdekatnya saat ini di 3.841, untuk proyeksi rebound menuju area 3.870 – 3.917. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.750 – 3.840.

R3    3,892
R2    3,867
R1    3,833
   
Pivot    3,808
   
S1    3,774
S2    3,748
S3    3,715

Stock Pick
JECC

Moving average 10 dan 5 menunjukkan trend JECC masih bullish. Pola bullish tersebut kemudian dipertegas dengan ditembusnya resistance di 2.225 dan harga berhasil ditutup di atas resistance tersebut. Dengan demikian kami melihat bahwa saat ini JECC akan berusaha untuk meraih taregt bullish selanjutnya di area 2.600 – 3.000.
Rekomendasi     : Buy, stop loss 2.200, target 2.500.
Support                : 2.225, 1.970
Resistance          : 2.550, 2650

GGRM

Bertahan di atas garis support dengan membentuk pola bullish harami bisa menjadi sinyal positif bagi GGRM. Sementara itu, indikator stochastic dan RSI masih terlihat bearish. Kami melihat bahwa jika GGRM mampu mempertahankan support-nya di 54.000 kemudian berhasil ditutup di atas resistance terdekatnya saat ini di 56.700, maka pola rebound tersebut akan menjadi valid. Adapun target rebound selanjutnya akan mengarah ke area area 58.500 – 60.450.
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss breakout 54.000, target 56.700
Support                : 54.000, 51.400
Resistance          : 56.700, 58.500

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

Tanggal January 27, 2012 / 9:20 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Setelah kemarin menguji resisten 3975-3985, IHSG hari ini dihadapkan dengan bursa regional yang kurang tenaga.  Koreksi 0,18% yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial sebenarnya belum merupakan signal yang bearish. Akan tetapi, bursa regional Asia yang hanya bergerak bervariasi pada kisaran sempit, IHSG sepertinya bakalan mengalami hal yang sama.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi di kisaran 3950-4000. Pasar sepertinya masih akan wait and see sambil menunggu perkembangan dari bursa regional. Jika terdapat signal negatif di bursa regional, kita sebaiknya waspada untuk munculnya trend turun pada bursa regional.

Global Outlook
B
ursa saham Asia cenderung kurang bertenaga hari ini karena koreksi yang dialami bursa saham di AS karena rendahnya data penjualan rumah dan klaim tunjangan pengangguran yang bertambah. Selain itu, laporan keuangan perusahaan AS yang beragam memicu investor menahan melakukan pembelian.
Kendati diawal perdagangan investor menyambut baik bahwa the Fed memperpanjang periode suku bunga rendah, sampai 2014. Proyeksi itu datang dalam pernyataan setelah berakhirnya rapat reguler. Dengan itu, berarti the Fed baru bisa menaikkan rate-nya secepatnya tahun itu, atau 18 bulan lebih lama dari yang the Fed proyeksikan tahun lalu. Menurutnya, pemulihan penuh ekonomi memerlukan waktu 3 tahun lagi.
Berbicara dalam jumpa pers, Ketua the Fed Ben Bernanke tidak terlalu antusias dengan perkembangan ekonomi AS, dengan memangkas proyeksi PDB AS tahun ini dan depan. Tidak hanya itu, ia membuka ruang untuk stimulus lanjutan. Ia mengatakan pihaknya mempertimbangkan pelonggaran lebih lanjut melalui pembelian obligasi, atau yang dikenal Quantitative Easing (QE).
Para analis melihat the Fed sangat jelas dengan rencananya memberlakukan suku bunga rendah untuk waktu yang lama.
Para analis melihat the Fed sangat jelas dengan rencananya memberlakukan suku bunga rendah untuk waktu yang lama. Prospek bunga rendah sampai 2014 tentu akan berdampak pada kinerja dollar. Efek rencana seperti ini bisa terasa paling tidak selama minggu ini. Tapi, masih ada faktor lain yang dapat mempengaruhi sentimen pasar, salah satunya Eropa, dalam hal ini Yunani. Masalah negosiasi utang yang belum tuntas masih membayangi pasar.
Setelah berminggu-minggu negosiasi, Kedua belah pihak kembali melakukan pembicaraan, yang diharapkan bisa tuntas minggu ini. Selama ini pasar berharap kesepakatan tercapai, tapi sentimen bisa berubah bila semua gagal.
Akhir pekan ini, data PDB AS jadi fokus dimana ekspektasi PDB Q4 tumbuh 3,0% dari 1,8%.

Review IHSG
B
ergerak labil, dan sempat bertahan lama di zona merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir terselematkan oleh aksi beli menjelang penutupan.
Di awal perdagangan, IHSG sempat mendapat sentimen positif dari pergerakan bursa Wall Street pada hari sebelumnya menyusul kebijakan The Fed yang tetap mempertahankan suku bunga rendahnya.
Namun, kenaikan IHSG tersebut surut oleh aksi profit taking, bahkan IHSG sempat lama berada di area negatif. Namun, aksi beli menjelang penutupan akhirnya membawa kembali IHSG ke zona hijau, dan ditutup pada level 3.983,434, atau naik 0,5%
Ada delapan sektor yang berhasil menopang kenaikan IHSG. Tiga sektor dengan kenaikan terbesar di antaranya: sektor infrastruktur yang naik 1,10%, sektor pertambangan naik 1,02%, dan sektor keuangan naik 0,74%. Sedangkan dua sektor yang memerah adalah sektor industri dasar dan perdagangan dengan penurunan masing-masing 0,32% dan 0,13%.
Saham-saham yang  naik antara lain: PT Garuda Indonesia (GIAA), PT Bank Permata Tbk (BNLI), dan PT Bentoel International Tbk (RMBA).
Sementara saham-saham yang turun di zona merah diantaranya: PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Indomobil Sukses Internasional (IMAS), dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN).

Ulasan Teknikal
IHSG

S
upport IHSG di 3.950 masih mampu dipertahankan, dan pembentukan pola bullish harami pada candlestick bisa menjadi indikasi reversal setelah support tersebut gagal ditembus. Moving average pun terlihat masih uptrend. Untuk itu, kami melihat adanya potensi IHSG untuk kembali melanjutkan kenaikannya menuju area resistance di 4.000 – 4.027.  Sementara itu, level support masih kami tepmatkan di area 3.950. Penembusan support tersebut akan membawa potensi koreksi lanjutan menuju area 3.900 – 3.875. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.960 – 4.027.

R3    4,027
R2    4,005
R1    3,994
   
Pivot    3,973
   
S1    3,962
S2    3,940
S3    3,929

Stock Pick
CFIN

S
ebuah pola ascending triangle terlihat pada pergerakan CFIN dalam lima bulan terakhir ini. Pola tersebut bisa menjadi indikasi reversal setelah harga turun tajam tajam dan membuat support di 375. Untuk jangka pendek, terlihat bahwa MA pun sudah mulai bergerak uptrend. Indikator stochastic yang berpeluang golden cross juga menunjukkan hal yang sama. Untuk itu, kami melihat bahwa saat ini CFIN akan kembali menguji resistance-nya di 500. Jika mampu diptembus, maka penguatan bisa berlanjut menuju area 580 (FR 161.8%) hingga area 650 (target triangle)
Rekomendasi    : Trading Buy, stop loss breakout 465, target 500.
Support               : 465, 450
Resistance         : 500, 580

JSMR

U
ntuk jangka menengah, garis trend, serta MA 55 masih menunjukkan potensi bullish bagi JSMR. Sementara untuk jangka pendek terlihat bahwa harga suda mulai bergerak bearish, ditunjukkan dengan MA 10 yang sudah downtrend. Namun begitu, penurunan JSMR sepertinya saat ini mulai terbatas. Terlihat dari indikator stochastic yang mlai oversold dan berpeluang golden cross. Sementara pola hammer yang terbentuk bisa menjadi indikasi reversal. Untuk itu, kami melihat adanya potensi rebound bagi JSMR, untuk kembali meraih area 4.300 – 4.400.
Rekomendasi     : Buy, stop loss break out 4.100, target 4.300 – 4.400
Support                : 4.100, 3.950
Resistance          : 4.300, 4.400

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/regional-tidak-bertenaga-ihsg-kembali-meredup.html

Tanggal January 02, 2012 / 9:18 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Berita dalam negeri, tidak ada yang jelek.  Secara teknikal IHSG juga bagus: sudah diatas resisten 3811, resisten dari triangle (atau orang juga bisa bilang itu wedge) dengan arah menuju 4000-4050. Indeks Nikkei pagi ini juga masih bergerak naik meski hanya tipis.  Semua ini menjadikan bekal bagi kita untuk bisa mengawali 2012 ini, minimal dengan market bergerak flat naik.
IHSG hari ini, diperkirakan akan bergerak flat naik pada kisaran 3805 – 3875.  Hanya penutupan dibawah 3800 – 3805 yang akan memberikan signal, bahwa kita akan mengawali minggu pertama di tahun 2012 ini dengan konsolidasi.
Untuk minggu pertama di bulan Januari ini, saham-saham Batubara dan Semen tetap menjadi pilihan utama kami, disamping tentu saja saham-saham big caps dan properti.

“Selamat tahun baru 2012, semoga ditahun ini, kinerja IHSG lebih baik dari tahun kemarin”

Global Outlook
T
ahun boleh berganti, tapi ada satu yang sama, yaitu ketidakpastian yang masih menyelimuti pasar global.
Krisis utang Eropa masih jauh dari berakhir, gejolak Timur Tengah kini bergeser ke Suriah dan Iran, yang kini mengancam aliran minyak dari Teluk bila sanksi diterapkan Barat.
2011 merupakan tahun yang suram bagi bursa saham di luar AS dengan saham dunia jatuh sekitar 8% dan emerging markets lebih buruk lagi. Minyak menjadi instrumen kinerja terbaik, dengan kenaikan sebesar 10% dan emas juga menjadi instrumen primadona, meski kejatuhan akhir tahun menggerus sedikit penguatannya.
Jadi bagaimana selanjutnya? Jawabannya tergantung dengan apakah yang akan diambil oleh para pemimpin Eropa, Asia dan Amerika  dan bagaimana persepsi pasar.
Saham global masih goyah, bank sentral masih menerapkan suku bunga rendah. Secara global, inflasi berpotensi menurun, tapi prospek harga minyak masih sulit diproyeksi mengingat gejolak di Timur Tengah.
Indikasi perbaikan ekonomi AS dan kemampuan China menjaga pertumbuhan ekonomi dalam rangka mencegah inflasi melonjak akan menjadi kunci bagi pasar tapi masalah krisis utang Eropa masih menjadi batu sandungan.
Di minggu awal tahun baru ini, pasar diperkirakan masih rentan dan investor tetap rapuh kepercayaannya. Salah satu hal yang sedang diwaspadai pasar adalah ancaman downgrade negara Eropa. Serangkaian data ekonomi AS yang positif, menimbulkan harapan data berikutnya juga menggembirakan. Salah satu yang dinanti adalah data payroll, diumumkan Jumat nanti.
Untuk hari ini, sebagian besar bursa di dunia masih ditutup, di antara buka adalah bursa Seoul dan Jakarta. Saham Korsel diperkirakan bergerak flat hari ini karena banyaknya investor yang enggan bertransaksi, menunggu data ekonomi AS.Dengan minimnya katalis, IHSG diperkirakan juga tak mampu banyak gerak.

Review IHSG
M
engakhiri perdagangannya di minggu lalu, yang juga merupakan penutupan akhir  tahun 2011, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan sebesar 13,220 poin (0,34%) menjadi 3.818,072. Sementara dalam perdagangan selama satu tahun IHSG tercatat naik sebesar 3,2%.
Pada perdagangan tahun 2011, pergerakan IHSG relatif flat. Pelaku pasar dicemaskan oleh krisis utang yang melanda kawasan zona euro. Belum lagi, ancaman resesi yang juga menghantui Negara adi daya AS. Sementara dari dalam negeri, IHSG justru mendapat dorongan positif, dengan dinaikannya peringkat kredit oleh Fitch Rating ke dalam “investment grade”.
Kembali ke perdagangan Jumat (30/12/11), beberapa sektor yang menopang kenaikan IHSG antara lain; sektor industri  dasar, yang naik sebesar 1,73%, kemudian disusul saham consumer goods  yang naik 0,90% dan manufaktur menguat 0,72%.
Sementara sektor yang menjadi pemberat kinerja indeks datang dari agrikultur yang anjlok 1,18% dan infrastruktur yang turun 0,29%.

Ulasan Teknikal
IHSG

M
ampu ditutup di atas resistance 3.811 (kini menjadi support) bisa menjadi sinyal positif bagi IHSG. Kondisi ini didukung pula oleh indikator stochastic yang mulai golden cross serta RSI yang bergerak uptrend. Moving average pun terlihat masih mendukung pola uptrend tersebut. Kami melihat bahwa saat ini IHSG akan mencoba meraih resistance di 3.875, yang akan memberikan konfirmasi bullish continuation menuju area 3.950 – 4.050. Sementara itu, penutupan kembali IHSG di bawah level 3.811 akan membuat pergerakan IHSG flat di area 3.750 – 3.830. untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.780 – 3.850.

R3    3851
R2    3839
R1    3830
   
Pivot    3818
   
S1    3809
S2    3797
S3    3789

ITMG

S
ecara trend ITMG masih dalam kondisi bearish. Namun sinyal reversal mulai terlihat setelah harga mampu mempertahankan support-nya di 34.950, dan bergerak di atas support  tersebut. Sementara itu, moving average 10 sudah bergerak di bawah harga, indikasi bahwa trend jan gka pendek mulai bergerak bullish. Kami melihat bahwa saat ini ITMG berpeluang untuk menguji resistance di 40.450, yang akan memberikan konfirmasi kenaikan lanjutan menuju area 43.800 – 45.000.
Rekomendasi     : Buy @38.000, stop loss breakout 37.00, target 40.000
Support                : 37.950, 37.000
Resistance          : 40.450, 42.000

TLKM

S
ecara keseluruhan trend TLKM masih bearish, hal ini terlihat dari garis trend serta MA yang terlihat downtrend. Indikator RSI dan stochastic  pun masih berada di area negatif, menunjukkan bahwa seller masih dominan. Kami melihat bahwa harga saat ini akan kembali menguji support-nya di 6.900. Penembusan support tersebut akan memberikan potensi penurunan lanjutan menuju area 6.600 – 6.200.
Rekomendasi     : Sell on strength
Support                : 6.900, 6.600
Resistance          : 7.200, 7.500

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/awal-tahun-ihsg-coba-menghijau.html

Tanggal December 14, 2011 / 4:59 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Menjelang perdagangan perdana “KAKAO FUTURES” di Bursa Berjangka Jakarta (JFX), volume perdagangan ICE Cocoa di bursa New York NYBOT mencatat rekor terbesar sepanjang masa, yakni 30.919 lot (12/12/2011) dan 20.909 lot (13/12/2011) dalam dua hari perdagangan terakhir. Perdagangan ‘raksasa’ tersebut sekaligus menjadi tonggak pembalikan arah (rebound) setelah mengalami koreksi tajam sebanyak 42% sejak rekor harga tertinggi ICE Cocoa $3700 pada April 2011 menjadi di bawah $2000 pada awal Desember 2011. Penurunan harga selama sebulan terakhir diprediksi bersifat sementara saja karena terjadi peralihan kontrak Kakao Futures bulan Desember ke Maret yang harus ditutup (offset) atau diselesaikan dengan cash settlement. Setelah masa transisi kontrak selesai biasanya harga komoditas kembali pada median nya atau harga rata-rata selama 1-2 tahun terakhir. Untuk memprediksi harga kita dapat melihat record volume perdagangan terbanyak atau menggunakan Technical Analysis dimana Target terdekat (3-6 bulan) berada pada harga $2800-$3000 dengan kecenderungan menguat.

Untung Cepat dan Mudah dari Trading Kakao
Jika Anda bertanya pada para investor “Bagaimana cara cepat dan mudah untuk mendapat keuntungan?” Sebagian besar mungkin akan menyarankan agar Anda berinvestasi pada saham, karena saat ini instrument investasi yang menawarkan peluang gain maksimal adalah bursa saham. Padahal, ada peluang investasi dalam perdagangan komoditi yang menawarkan potensi gain lebih menjanjikan dengan menggunakan fasilitas margin (leverage) yang jauh lebih fleksibel daripada perdagangan saham.
Hari ini, 15 Desember 2011 kita semua sudah dapat melakukan perdagangan berjangka kakao melalui Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (JFX). Sebagai produsen kakao terbesar ketiga dunia setelah Pantai Gading dan Ghana, penting bagi Indonesia untuk memiliki pasar kakao sendiri disamping Bursa New York (NYBOT) dan Bursa London (LIFFE) yang sudah lama berjalan. Sebab menilai dari ketersediaan lahan Indonesia, dalam lima tahun ke depan kita berpotensi untuk menyalip volume produksi kedua pemain raksasa tersebut.

Jadi bagaimana cara mendapat keuntungan dari perdagangan kakao? “buy low-sell high” itu prinsipnya para investor dan trader saham. Strategi yang sama dapat digunakan dalam perdagangan kakao, para investor mendapat untung/rugi (gain/loss) dari selisih harga jual dan beli komoditas kakao di Bursa Berjangka Jakarta. Lalu bagaimana jika harga kakao turun? Nah, disini letak kelebihan perdagangan berjangka (Futures Trading), metode “two way trade” yang dipakai para forex/ index trader berlaku juga pada “Kakao Futures”. Jika investor merasa harga akan turun maka dapat mengambil posisi “short”atau “open-sell” then “buy-close”. Posisi short-sell akan menjadi keuntungan apabila harga terbukti turun dan sebaliknya akan menjadi kerugian jika prediksi “bearish” ternyata salah dan harga malah kembali menguat.

Harga Cocoa ICE 2006-2011 Long Term Bullish
Secara historical, harga kakao di ICE (Intercontinental Exchange) sejak tahun 2006 hingga 2001 telah naik dari $1500 hingga puncaknya $3700 per ton atau 147 % di bulan April 2011. Apabila para trader mampu memprediksi trend dengan baik dan mengambil posisi beli/ jual pada waktu yang tepat maka pergerakkan harga tersebut bisa jadi sangat menguntungkan. Namun sebaliknya, mengambil posisi yang salah apabila menggunakan fasilitas margin (hutang) yang berlebihan akan mengakibatkan kerugian dalam jumlah besar.
Kenaikkan harga terbesar dalam periode lima tahun terakhir terjadi pada saat booming harga minyak di tahun 2008 dimana minyak mencatat rekor tertinggi di $140 per barrel. Pada bulan Juli 2008 harga kakao telah mencapai rekor $3200 sebelum turun kembali ke $2000 pada November 2008. Jika harga diantisipasi akan menurun, para trader dapat mengambil posisi jual atau “open-sell” ketika harga di atas “sell-high” dengan harapan dapat menutup posisi “buy-close” ketika harga turun “buy-low”.

Contoh Menghitung Profit/ Loss:
Beli 1 lot (5 ton) kakao di harga Rp. 20.000,-
Setelah membuka posisi beli maka ada kemungkinan harga naik/ turun:
Harga Naik:  Rp. 20.500,-
Profit: (20.500-20.000)*5000 = Rp. 2.500.000,-
Harga Turun: Rp. 19.500,-
Loss = (19.500-20.000)*5000 = Rp. 2.500.000,-

Kontrak Berjangka Awalnya Berfungsi untuk Hedging
Kontrak berjangka kakao (futures contract) adalah kontrak beli atau jual atas komoditi kakao untuk penyerahan di masa depan . Pada hakekatnya fungsi kontrak berjangka adalah sebagai lindung nilai atau ‘hedging’ apabila harga yang berlaku saat ini dirasa kurang menguntungkan oleh para produsen atau pedagang untuk melakukan transaksi jual atau beli secara fisik. Misalkan harga saat ini jatuh terlalu dalam dari rekor tertinggi $3700 pada bulan April lalu menjadi $2250 bulan Desember. Para petani merasa harga jualnya terlalu rendah, maka ia dapat membeli kontrak berjangka di futures market. Jika pada bulan Januari harga kakao mencapai $2350 maka petani tersebut mendapat keuntungan $100 dengan menjual kontrak berjangka yang dibeli pada harga $2250. Sementara di sisi fisik ia merugi $100 karena menjual sebulan lebih awal di harga yang rendah, namun kerugian ini tergantikan dengan keuntungan dari menjual
kontrak berjangka miliknya.
Sebaliknya, anggap saja harga kakao saat ini sedang melambung tinggi di $3500, maka para pedagang dan pengolah kakao dapat mengambil posisi jual (open-sell) di bursa berjangka dan membeli kembali (buy-close) apabila harga kakao turun kembali ke $3300, misalnya.

Leverage Your Profit/ Loss
Margin Trading adalah fasilitas pinjaman (hutang) yang diberikan pialang pada nasabahnya agar leluasa untuk bertransaksi dengan jumlah melebihi besarnya modal disetor. Pada umumnya pialang berjangka mensyaratkan collateral (jaminan) sangat minimal sekitar 5%-10% dari total transaksi yang dilakukan. Fasilitas pinjaman ini seringkali dianggap terlalu mudah sehingga banyak nasabah menggunakan hutang terlampau besar melebihi kemampuan finansialnya. Dalam posisi menang, margin trading dapat membuat anda merasa menjadi raja, namun ketika posisi kalah bukan saja berpotensi mengikis deposit anda, malah terkadang nasabah harus menanggung hutang.

Antisipasi Kerugian (Stop Loss)
Stop Loss atau Cut Loss adalah teknik yang lazim digunakan oleh para trader saham, forex/ index hingga pemain komoditi. Stop Loss adalah “jual-rugi sekarang” atau likudasi untuk mencegah posisi merugi menjadi semakin membesar. Besarnya Stop Loss berkisar antara 5% – 10% atau ditentukan oleh masing-masing individu tergantung daya tahan finansial apabila tidak ingin menahan portofilio-loss (floating-loss) terlalu lama.

Proyeksi Harga

 

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/menjelang-peluncuran-kakao-futures-di-bbj.html

Tanggal November 11, 2011 / 9:12 am. Oleh: Nizar Hilmy

Anda percaya bahwa krisis Italia bakal selesai dalam semalam? Keberhasilan Italia dalam menjual surat hutang berjangka waktu 1 tahun, telah membuat indeks Dow Jones Industrial (DJI) mengalami rebound 0,96%. Meskipun demikian, kenaikan tersebut terlihat lebih kami lihat sebagai resisten testing, dibandingkan dengan sebuah signal positif.

IHGS hari ini sepertinya bakal bergerak bervariasi pada kisaran 3748-3825. Jika IHSG bergerak naik, kami lebih menyarankan untuk profit taking atas posisi jangka pendek dengan strategi Sell On Strength. Jika suport di 3748 gagal bertahan, akumulasi atas posisi jangka menengah sebaiknya hanya dilakukan jika IHSG sudah mencapai kisaran 3525-3650.

Saham Asia berusaha bangkit hari ini setelah bertumbangan kemarin karena gejolak politik dan kenaikan yield obligasi Italia.
Pasar membaik setelah situasi politik di Italia membaik, di mana Perdana Menteri Silvio Berlusconi menarik tuntutannya untuk menggelar pemilu. Ditambah dengan turunnya yield obligasi karena spekuasli ECB sibuk memborong obligasi negara itu. Selain itu, para pemimpin Yunani sepakat menunjuk perdana menteri baru.
Selama berita baik datang dari Eropa, bursa regional akan perlahan-lahan pulih. Tapi diperlukan waktu untuk meraih kembali poin yang hilang kemarin. Investor masih enggan mendorong harga secara substansial bila masih ada ketidakpastian.

Review
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan penguatannya. Pada perdagangan kemarin, indeks domestik tersebut jatuh lebih dari 70 poin.
Aksi jual kembali marak di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusul keluarnya dana asing. Para investor juga masih khawatir masalah krisis utang Eropa yang hingga kini belum jelas penanganannya.
Di tengah situasi seperti itu, pelaku pasar memilih untuk mengamankan portofolionya dengan melakukan profit taking. Sepanjang perdagangan, IHSG tidak diberi kesempatan untuk masuk zona hijau.
Semua indeks sektoral BEI melemah. Penurunan terparah dialami oleh sektor industri dasar yang jatuh 3,09%. Disusul, sektor manufaktur yang tertekan 2,25%, juga sektor aneka industri yang melemah 2,20%.
Menutup perdagangan, Kamis (10/11/2011), IHSG melemah 73,482 poin (1,91%) ke level 3.783,881. Sementara Indeks LQ 45 turun 15,423 poin (2,24%) ke level 673,863.
Saham-saham yang turun cukup dalam antara lain Astra Internasional (ASII), Gudang Garam (GGRM), Indo Tambangraya (ITMG), dan Surya Toto (TOTO).
Sedangkan saham-saham yang berhasil naik diantaranya Dian Swastatika (DSSA), Central Omega (DKFT), Multibreeder (MBAI), dan Surya Citra (SCMA).

Ulasan Teknikal
Pola bearish engulfing yang terbentuk pada candlestick bisa menjadi sinyal negatif bagi IHSG. Namun begitu, IHSG masih mampu mempertahankan support-nya di area 3.780, dan bertahan di atas MA 10. Untuk itu, secara trend IHSG masih tetap bullish, dan masih berpeluang untuk kembali menguji resistance kuatnya di 3.875. Sementara trend bearish akan didapat jika IHSG kembali bergerak di bawah support 3.780 tersebut, untuk proyeksi bearish di area 3.700 – 3.680. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.750 – 3.800.

Rekomendasi

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-bakal-bervariasi.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha