Search Results : bunga bank bulan ini 2013

Strategydesk – Bank Sentral Australia (RBA) hari ini mempertahankan masih suku bunganya, sembari mengatakan kebijakan itu masih tepat mengingat pertumbuhan masih di bawah normal meski terjadi peningkatan konsumsi.
Lewat rapatnya hari ini, RBA memutuskan suku bunga masih 2,50%, level yang sama selama 14 bulan berturut-turut.

RBADalam pernyataan resminya, Gubernur Glenn Stevens mengatakan pertumbuhan diperkirakan masih di bawah tren untuk beberapa kuartal ke depan. Oleh karena itu, kebijakan moneter yang diterapkan saat ini cocok untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

Menurut Stevens, pertumbuhan ekonomi global masih moderat, dengan China masih sesuai perkiraan meski melambat. Kondisi finansial global masih tetap akomodatif dan pasar masih melihat probabilitas rendah kenaikan suku bunga. Soal nilai tukar, ia mengakui dollar Australia terus melemah di tengah apresiasi dollar, namun masih masih di atas nilai fundamentalnya, terutama di tengah penurunan harga komoditas beberapa bulan terakhir.

Tapi RBA tidak menyebut kekhawatiran soal inflasi atau mengenai harga rumah di beberapa kota besar. Dewan juga mengatakan meski indikator ketenagakerjaan terus positif tahun ini, penyerapan tenaga kerja belum maksimal dan diperlukan waktu untuk mengurangi tingkat pengangguran secara konsisten.

Suku bunga rendah memang berhasil mendorong konsumsi dan pembangunan perumahan. Pembelanjaan rite, naik 1,2% selama September, kenaikan terbesar sejzak 2013. Tapi masih perlu dibuktikan untuk menutup dampak penurunan investasi sektor pertambangan, salah saru mesin pertumbuhan ekonomi Australia.

http://www.strategydesk.co.id/2014/11/14-bulan-rba-tahan-rate-di-250/

Federal Reserve pada minggu ini diperkirakan akan umumkan mengenai berakhirnya kebijakan program quantitative easing, dan dengan kondisi demikian maka tindakan antisipasi berupa kekhawatiran pasar akan mewaranai pergerakan pada minggu ini.

002Setelah lakukan pertemuan selama dua harinya, Fed pada hari Rabu minggu ini diperkirakan akan umumkan berakhirnya program pembelian surat hutangnya, yang didasari oleh kondisi ekonomi yang alami peningkatan. Dengan kondisi demikian maka para pelaku pasar akan melihat kedepan diwaktu yang sama dimana diperkirakan pada tahun depan Fed akan lakukan kenaikan tingkat suku bunganya dari rekor terendah.

Data ekonomi pada minggu ini juga akan menjadi cukup hangat untuk dibicarakan, dimana pada minggu ini, data durable goods akan dirilis, yaitu pada hari Selasa, kemudian data GDP kuartal ketiga rilis hari Kamis, dan data income dan spending serta data employment cost akan dirilis pada hari Jum’at. Data-data tersebut akan menjadi cukup penting karena akan menjadi acuan bagi Fed untuk lakukan normalisasi tingkat suku bunga.

Saham saat ini sebenarnya sudah mulai kembali untuk bergerak stabil, dimana saham telah alami pemulihan dari level harga terendahnya yang terbentuk pada 15 Oktober dengan membukukan performa pergerakan terbaiknya bagi SP 500 sejak januari 2013.

Laporan keuangan perusahaan telah berikan dukungan kenaikan yang cukup besar pada minggu lalu, dimana pada minggu lalu, SP 500 berhasil alami kenaikan sebesar 4,1 persen dan mencapai level harga 1.964, dimana level harga tersebut hanya berjarak kurang dari 45 poin dari level harga all-time high.

Pada minggu ini masih akan ada cukup banyak perusahaan-perusahaan raksasa Amerika yang dijadwalkan akan sampaikan laporan keuangannya, dimana akan ada sejumlah nama besar perusahaan-perusahaan minyak, seperti BP dan Exxon Mobile, perusahaan-perusahaan media sosial seperti Facebook dan Twitter, dan perusahaan farmasi seperti Merck dan Pfizer. Sejauh ini laporan keuangan perusahaan masih berikan pengaruh positip bagi saham.

Berdasarkan data Thomson Reuters, sebanyak 70 persen komponen SP 500 yang telah sampaikan laporan keuangannya berhasil sampaikan laporan earning diatas perkiraan, sedangkan 59 persennya berhasil lampaui perkiraan revenue. Sektor material, finansial, kesehatan, dan industrial rata-rata sampaikan laporan yang cukup baik dan hasilkan persentase kenaikan yang cukup besar, sedangkan sektor consumer discretionary dan utilities sampaikan laporan yang agak mengecewakan.

Hal-hal penting yang harus diperhatikan pada minggu ini:

Senin
Earnings: Merck, Amgen, Seagate Technology, Twitter, United Health Services, Buffalo Wild Wings, Healthsouth, Tenneco, Hartford Financial, T-Mobile US, XL Group, Cliffs Natural Resources, AvalonBay, PMC-Sierra

Selasa
FOMC meeting starts
Earnings: BP, Facebook, Pfizer, Gilead Sciences, Dupont, Anandarko, Electronic Arts, UBS, Novartis, Sanofi, Honda, Sirius XM Radio, Coach, AutoNation, Cummins, CIT, Corning, Consol Energy, Newfield Exploration, Noble Energy, TD Ameritrade, Starwood, Express Scripts, Panera Bread, Western Digital, Marriott, Vertex Pharma, US Steel, Luxottica, Owens-Illinois, Whirlpool
8:30 a.m.: Durable goods
9:00 a.m.: SP/Case-Shiller home prices
10:00 a.m.: Consumer confidence
10:00 a.m.: Housing vacancies
1:00 p.m.: $29 billion 2-year note auction

Rabu
Earnings: Deutsche Bank, Visa, Kraft Foods, Fiat Chrysler, Allstate, Statoil, Total, Range Resources, Murphy Oil, Suncor, Ralph Lauren, Nintendo, Phillips 66, Questar, Akamai, Hyatt, McGraw-Hill Financial, Wellpoint Health, Hershey, Hess, Praxair, Agnico Eagle Mines, RF Micro, Dreamworks Animation, F5 Networks, MetLife, Baidu, Flextronics, Williams Cos, Shutterfly, Southern Co, Automatic Data, Carlyle Group, Boaz Allen
7:00 a.m.: Mortgage applications
10:30 a.m.: EIA oil inventories
1:00 p.m.: $35 billion 5-year auction
2:00 p.m.: FOMC statement

Kamis
Earnings: Royal Dutch Shell, Samsung Electronics, ConocoPhillips, Kellogg, Mosaic, Microchip Tech, Expedia, Crown Castle, Eastman Chemical, Boston Beer, Newmont Mining, Mohawk, Tesoro, Groupon, LinkedIn, Teva, Altria, Starbucks, Johnson Controls, New York Times, Eni, Fortress Investments, Starz, GNC Holdings, LPL Financial, Old Dominion Freight Line, CME Group, Public Storage, Time Warner Cable
8:30 a.m.: Weekly jobless claims
830 a.m.: Q3 real GDP
9:00 a.m.: Fed Chair Janet Yellen makes welcoming remarkets at Fed conference in Washington, No QA
1:00 p.m.: $29 billion 7-year note auction

Jum’at
Halloween
Earnings: Exxon Mobil, Chevron, Sony, A-B InBev, AbbVie, Clorox, BNP Paribas, Madison Square Garden, Pinnacle West, Newell Rubbermaid, Rockwell Collins, NextEra Energy, Charter Communications, Legg Mason, CBOE Holdings, Weyerhaeuser, Teco Energy, Dominion
8:30 a.m.: Personal income and spending
8:30 a.m.: Employment cost index
9:45 a.m.: Chicago PMI
9:55 a.m.: Consumer sentiment

http://www.strategydesk.co.id/2014/10/weekly-outlook-pertemuan-fed-bulanan-fomc-akan-menjadi-perhatian-utama/

Tanggal April 05, 2013 / 2:52 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Data ekonomi AS yang mengecewakan akhir-akhir ini menimbulkan spekulasi data ketenagakerjaan tidak sesuai harapan.
Apalagi menyusul data ADP dan jobless claims, yang mengindikasikan pertumbuhan lapangan kerja melambat. Data ADP menunjukkan lapangan kerja swasta hanya bertambah 158.000, di bawah prediksi 200.000. Kenaikan initial jobless claims ke level tertinggi dalam sebulan juga menimbulkan pertanyaan mengenai pertumbuhan lapangan kerja.
Data payroll nanti malam diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 199.000 untuk Maret. Tapi, mengingat data ADP dibawah prediksi, ada kemungkinan payroll tidak sesuai harapan.  Indikator lapangan kerja merupakan faktor yang tidak hanya menunjukkan kesehatan ekonomi tapi mempengaruhi persepsi terkait prospek kebijakan moneter yang dijalankan oleh the Fed.
Hal ini mengingat Bank Sentral AS itu memberlakukan pembelian obligasi $85 miliar per bulan sampai tingkat pengangguran turun ke 6,5%. Pertumbuhan lapangan kerja diperkirakan melambat karena faktor pemotongan anggaran AS.

EUR-USD
B
erhasil rebound dari level terendah dalam 4 bulan terakhir, EUR-USD kini mencoba untuk bertahan di atas Moving Average 200 harinya di $1,2890. Data penjualan ritel zona euro dan factory orders Jerman, bila menambah bukti buruknya kondisi ekonomi, bisa menjatuhkan pair ini. Namun kejatuhan bisa ditekan bila data payroll AS nanti malam buruk dan memukul dollar. Meski demikian, dengan bayang-bayang prospek pemangkasan suku bunga, pair ini masih tetap bearish.

Rekomendasi harian :
Buy EUR-USD 1.2939 dengan target take profit 1.3031, dimana stop loss 1.2900. Buy 1.2863 dengan target take profit 1.2970, dimana stop loss 1.2840.

Sell 1.3039 dengan target take profit 1.2962, dimana stop loss 1.3077. Sell break 1.2832 dengan target take profit 1.2764, stop loss 1.2878.

 
USD-JPY
S
etelah menyentuh level tertinggi dalam 3,5 tahun, USD-JPY kehilangan lajunya kini berada di 96,28. Reli tajam yang dipicu oleh keputusan stimulus BOJ terlihat berhenti dulu sejenak. Namun, pair ini bisa terkoreksi bila data payroll AS buruk. Kondisi Itu bisa dijadikan momentum untuk profit taking. Namun, tren sepertinya belum berubah.

Rekomendasi harian :
Sell break 95.31 dengan target take 94.53, dimana stop loss 95.70. Sell 97.70 dengan target take profit 96.87, stop loss penutupan di atas 97.70.

Buy 94.34 dengan target take profit 95.21, dimana stop loss 94.08. Buy 96.09 dengan target take profit 97.26, stop loss 95.70.
 

GBP-USD
GBP-USD berupaya mempertahankan rebound kemarin, dengan bertengger di $1,5212. Rebound datang setelah BOE ternyata tidak menambah stimulus moneternya. Namun, pair ini masih sulit lepas dari tren lama di tengah prediksi suatu saat stimulus harus dilanjutkan.  Ada data indeks harga rumah Halifax dan pidato anggota BOE Dale. Bila berhasil ditutup diatas $1,5260, pair ini akan mencoba ke $1,5280. Bearish continuation akan terjadi bila ditutup di bawah $1,52.

Rekomendasi harian :
Buy bila ada penembusan 1.5258 dengan target take profit 1.5334, dimana stop loss 1.5212. Buy 1.5075 dengan target take profit 1.5181, dimana stop loss 1.5038.

Sell 1.5350 dengan target take profit 1.5273, dimana stop loss 1.5380. Sell bila ada penembusan di 1.5136 dengan take profit 1.5075, stop loss bila penutupan diatas 1.5136.

USD-CHF
U
SD-CHF rebound, kini berada di 0,9425, setelah menyentuh high di 0,9430. Rebound ini terjadi setelah data cadangan devisa Swiss bertambah $8,3 miliar menjadi $438,3 miliar.  Pergerakan pair ini selanjutnya kemungkinan dipengaruhi oleh data Eropa dan AS. Pair ini akan jatuh lagi bila data payroll buruk.

Rekomendasi harian :
Buy 0.9353 dengan target take profit 0.9445, dimana stop loss 0.9338. Buy break 0.9460 dengan target take profit 0.9514, dimana stop loss 0.9429.

Sell 0.9520 dengan target take profit 0.9460, dimana stop loss 0.9552. Sell break 0.9399 dengan target take profit 0.9353, stop loss 0.9429.

AUD-USD
M
eski serangkaian data ekonomi Australia minggu cukup bagus, AUD-USD justru terkoreksi. Pair ini mengalami koreksi setelah gagal lagi menembus level psikologis $1,05. Data payroll menjadi penentu apakah pair ini melanjutkan koreksinya, atau bisa mencoba lagi bergerak ke level psikologis itu.  Moving Average 200 hari di $1,0387 masih menjadi support terdekat.

Rekomendasi harian :
Penembusan 1.0437 jadi sinyal buy break dengan target take profit 1.0498, hold posisi bila ada penembusan dan penutupan diatas 1.0500.

Sell break 1.0376 dengan target take profit 1.0330, dimana stop loss kembali diatas 1.0400.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-05-april-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-05-april-2013.html

Tanggal April 04, 2013 / 12:38 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – BOJ hari ini mengumumkan kebijakan moneter agresif untuk mengentaskan deflasi, dengan mengatakan akan terus melaksanakan Quantitative Easing (QE) sampat target inflasi 2% tercapai dalam dua tahun.

Bank Sentral Jepang itu mengakhiri rapat dua harinya, pertama di bawah Gubernur baru Haruhiko Kuroda, dengan keputusan menerapkan kebijakan baru, yaitu Kebijakan Moneter Kuantitatif dan  Kualitatif. BOJ memutuskan perubahan radikal dalam kerangka kebijakannya, yaitu menjalankan kebijakan moneter berdasarkan jumlah uang sirkulasi bukan lagi suku bunga. “BOJ akan melaksanakan operasi pasar uang hingga jumlah uang bertambah sekitar 60-70 triliun per tahun, katanya.

Dewan juga menghasilkan keputusan menggabungkan pembelian asetnya, baik obligasi (JGB), Exchange Traded Fund (ETF) dan Real Estate Investment Trust (REIT),  dan mensuspensi aturan pembatasan jumlah pembelian. BOJ juga mengatakan akan menaikkan dua kali lipat pembelian obligasi pemerintah jangka panjang, dengan target semua tenor, termasuk yang 40 tahun. Dalam aturan sebelumnya, BOJ tidak boleh membeli aset melebihi jumlah uang kertas beredar dan pembelian obligasi hanya dibatasi sampai tenor 3 tahun.

Melalui kebijakan baru untuk mencapai target inflasi dalam 2 tahun, BOJ mempercepat pembelian aset tak terbatas (open ended) dan kemungkinan membeli obligasi pemerintah sekitar 7 triliun yen per bulan. Saham reli dan yen melemah setelah pengumuman BOJ itu. Memimpin dengan gaya baru, Kuroda bertugas menjaga kredibilitas BOJ dan ekspektasi pasar. Kuroda akan menggelar jumpa pers siang nanti dan rapat selanjutnya akan dilaksanakan pada 26 April. 

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/boj-umumkan-kebijakan-agresif.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/boj-umumkan-kebijakan-agresif.html

Tanggal March 26, 2013 / 3:53 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Pergerakan pasar mata uang berubah dengan cepat, fluktuasi datang ketika munculnya wacana menjadikan kasus Siprus sebagai model pengentasan krisis.
Melalui kesepakatan dengan Uni Eropa, pemerintah Siprus bersedia melikuidasi salah satu banknya, Laiki Bank, dan mengalihkan asetnya ke Bank of Cyprus. Simpanan di bawah 100.000 euro aman, tapi di atas itu akan harus menanggung sebagian dana rekapitalisasi Bank of Cyprus.  Dengan ini, berarti dana bailout sebagai ditanggung oleh nasabah kaya. Masalahnya, Ketua Eurogroup Jeroen Dijsselbloem melihat skema bailout Siprus itu bisa digunakan sebagai model untuk mengatasi krisis perbankan di masa mendatang.
Namun, kemudian Dijsselbloem meralat pernyataannya dengan mengatakan kasus Siprus unik dan memberikan tantangan yang berbeda. Meski demikian, pernyataan ini membuktikan ketakutan pasar, yaitu efek domino dari kasus Siprus, skema itu menjadi preseden untuk negara zona euro lain. Seperti yang pernah telah disebutkan sebelumnya, bahwa meski masalah Siprus memang berhasil ditemukan solusinya.  Tapi masalah belumlah tuntas, mungkin pelaksanaannya bisa menemui kendala. Selain itu, krisis Eropa masih jauh dari akhir, masalah akan selalu datang silih berganti.
Beralih ke AS, di mana ekonominya menunjukkan pemulihan, kontras dengan Eropa. Serangkaian data ekonomi akan diumumkan hari ini, antara lain durable goods orders, sentimen konsumen,  penjualan rumah baru dan indeks manufaktur Richmond. Apakah data-data ini menunjukkan perbaikan kondisi, atau perlunya stimulus moneter?

EUR-USD
S
etelah tergelincir sampai level terendah dalam 4 bulan di $1,2829, EUR-USD mencoba bangkit, namun daya lajunya belum mampu mengeluarkannya dari level $1,28. Moving Average 200 hari di $1,2875 kemungkinan menjadi penentu apakah pair ini bisa menembus kembali level $1,2900. Namun, tekanan bearish bisa membawanya ke bawah $1,2800. Posisi pair ini sudah menembus 50% retracement penguatan Juli 2012-Februari 2013 di $1,2861. Buka tidak mungkin bergerak menuju 61,8% di $1,2671.

Rekomendasi harian :
Dengan mempertimbangkan penutupan EUR-USD semalam di 1.2847, menjadi sinyal bahwa penurunan hari ini masih bisa berlanjut. Peluang buy 1.2786 dengan melakukan take profit 1.2878, dimana stop loss 1.2756. Buy break dilakukan di 1.2939 dengan melakukan aksi take profit 1.3005, dimana stop loss 1.2908. Buy 1.2664 dengan target take profit 1.2786, dimana stop loss bila penutupan di bawah 1.2664.

Sell 1.2908 dengan melakukan take profit 1.2817, dimana stop loss tembus 1.2939.

USD-JPY
U
SD-JPY berhasil menguat berkat pernyataan dari Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda yang mengatakan pihaknya akan menambah pembelian aset. Pernyataan ini menjaga ekspektasi BOJ akan segera meluncurkan stimulus moneter lagi. Namun USD-JPY belum  mampu menguat signifikan, masih dalam fase konsolidasi menjelang rapat reguler BOJ 3-4 April nanti. Tapi pair ini tetap bullish selama bertahan di atas 92.

Rekomendasi harian :
Buy USD-JPY di 93.35 dengan target take profit 94.53, dimana stop loss 92.96. Buy break 94.53 dengan target take profit 95.31, dimana stop loss 94.26.

Sell 95.56 dengan target take profit 94.81, dimana stop loss penutupan di atas 95.31.

GBP-USD
A
da sedikit rebound yang membawanya ke $1,5207, GBP-USD tergerus lajunya di tengah minimnya katalis baru. Pair ini masih mencoba bangkit setelah jatuh ke level terendah dalam 2,5 tahun pertengahan bulan ini. Namun, lajunya tersendat karena spekulasi BOE harus melanjutkan stimulusnya. Level $1,52 masih menjadi resistance, kegagal ditutup di sana, membuka potensi bearish. 

Rekomendasi harian :
Buy break 1.5258 pada GBP-USD dengan target take profit 1.5350, dimana stop loss 1.5228. Buy 1.5086 dengan target take profit 1.5197, dimana stop loss penutupan harian di bawah 1.5075.

Sell 1.5380 dengan target take profit 1.5304, dimana stop loss 1.5395. Sell break 1.5136 dengan target take profit 1.5075, dimana stop loss 1.5167.

USD-CHF
D
engan berhasil menyentuh 0,9500, USD-CHF menjaga momentum bullish-nya. Namun level itu masih menjadi resistance. Data ekonomi AS kemungkinan bisa menjadi faktor penggerak. Pair ini bisa melanjutkan momentum bullish kalau ditutup di atas resistance itu, tentu dengan bantuan data ekonomi AS.

Rekomendasi harian :
Sell 0.9491 dengan target take profit 0.9414, dimana stop loss 0.9522. Sell break 0.9399 dengan target take profit 0.9353, dimana stop loss 0.9429.

Buy 0.9355 dengan target take profit 0.9414, dimana stop loss 0.9323.

AUD-USD
A
UD-USD terus melanjutkan penguatannya dan menyentuh level tertinggi dalam dua bulan terakhir  di $1,0480. Pair ini terus menanjak seiring berkurangnya ekspektasi akan pemangkasan suku bunga RBA. Target selanjutnya adalah level $1,0500.
 
Rekomendasi harian :
Sell 1.0476 untuk AUD-USD dengan target take profit 1.0422, dimana stop loss bila penutupan di atas 1.0500. Sell 1.0513 dengan target take profit 1.0441, dimana stop loss 1.0528.

Buy 1.0406 dengan target take profit 1.0460, dimana stop loss 1.0376.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-forex-sesi-eropa-as-26-maret-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-forex-sesi-eropa-as-26-maret-2013.html

Tanggal February 21, 2013 / 4:06 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk

•     Emas adalah komoditas yang selalu menarik perhatian siapapun juga.  Menarik untuk dibicarakan, menarik untuk dibeli.
•     Karena kebutuhan untuk emas lebih kerena konsumsi, kebutuhan emas lebih di dorong oleh kondisi ekonomi Dunia dan (terutama) negara-negara utama konsumen emas.

Konsumsi emas terbesar dilakukan oleh  India dan China. Konsumsi emas dari kedua negara ini  dalam beberapa tahun terakhir ini melemah akibat menurunnya pertumbuhan ekonomi dari negara-negara tersebut.
•     Data dari Bank Dunia dan IMF menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2013 bakal lebih baik dari 2012.  Konsumsi dari emas diharapkan meningkat seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dunia.
•     Pertumbuhan ekonomi ini, membuat sebagian besar analis masih bullish terhadap harga emas.  Dari pantauan kami di Bloomberg, rata-rata harga konsensus untuk emas ada di level US$1822 dan akan tercapai pada 4Q2013.
•     Akan tetapi, untuk jangka pendek, harga emas terlihat terus menurun semenjak awal tahun.  Koreksi ini sepertinya disebabkan oleh berkurangnya demand akan emas dari produk ETF Emas.  Beberapa investor besar seperti Soros Fund Manageent dan Moore Capital bahkan dikabarkan mengurangi posisinya pada ETF berbasis emas.
•     Untuk trend jangka pendek, harga emas diperkirakan masih akan melakukan pengujian atas suport dari trend flat jangka menengah di kisaran US$1520 – US$1580 per troy ounces.  Posisi harga emas yang berada di kisaran suport jangka panjang ini membuat kami memberikan rekomendasi BELI untuk komoditas ini dengan potensi kenaikan hingga US$ 1750 – US$1810 untuk jangka panjang. Stoploss jika supor US$1500 gagal bertahan.

Emas : Daya tarik ‘kilauan’ yang tidak pernah pudar
Emas. Siapa yang tidak kenal komoditas
ini.  Wikipedia mendefinisikannya sebagai a dense, soft, shiny, malleable
and ductile metal. Logam yang padat,
lembut, mengkilat, mudah ditempa, dan ulet.  Wikipedia mungkin lupa bahwa warna kuning berkilau, serta nilainya yang selalu terasa ‘mahal’ pada jaman apapun juga, adalah daya tarik logam bagi ini bagi
semua orang. Terutama dalam millennium
ini, dimana harga emas, cenderung terus bergerak naik semenjak tahun 2000 silam. Harga emas yang di awal tahun 2000
hanya berada di level US$289 per troy ounce, pada tahun 2010 lalu sudah sempat mencapai level tertingi di US$1,921.27.  Banyak alasan yang telah
mendorong kenaikan harga emas tersebut. Mulia dari permintaan emas untuk dibuat perhisan, fungsinya sebagai safe heaven/asset class, lindung nilai terhadap inflasi, lindung nilai terhadap melemahnya mata uang, permintaan untuk investasi, supply yang terbatas, permintaan dari bank sentral, kebijakan Pemerintah China yang menyarankan warga negaranya untuk membeli emas.

Akan tetapi, harga emas tidak selamanya menguat. Sejak puncak harga emas yang terjadi pada tahun 2010 di US$1921.27 per troy ounce, harga emas terlihat selalu gagal dalam usahanya untuk kembali mendekati level psikologis US$2,000.  Sejak tahun 2010, harga emas terlihat hanya bergerak flat pada kisaran lebar US$1535—US$1790.  Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti krisis di Eropa dan perlambatan pertumbuhan dari China dan India yang merupakan konsumen terbesar dari Emas, serta masih banyak lagi faktor yang lain.

Di awal tahun 2013 ini, harga emas terihat masih cenderung merosot seiring dengan berkurangnya minat dari pelaku pasar terhadap ETF berbasis emas.  Dari Total of
Gold ETF, dapat kita lihat bahwa sejak awal tahun 2013 tidak terdapat lagi pembelian yang signifikan terhadap Gold ETF.  Berita terahir dari www.mineweb.com pada tanggal 15 Februari 2013 lalu menyebutkan bahkan Soros Fund Management dan Moore Capital telah melakukan penjualan atas ETF berbasis emas
pada jumlah yang signifikan selama 4Q2012.  Soros Fund Management adalah perusahaan yang dimiliki oleh
George Soros, sedangkan Moore Capital adalah perusahaan investasi milik milyarder Louis Moore Bacon.

Emas dalam Currency War
Currency war dikenal pula dengan nama persaingan devaluasi, yaitu kondisi suatu hubungan internasional dimana negara saling bersaing satu sama lain untuk merendahkan atau melemahkan nilai tukar mata uang mereka.  Pelemahan nilai tukar ini, tujuanya untuk menaikkan daya saing ekspor, sehingga ekonomi dari negara yang melakukan pelemahan mata uang, diharapkan bisa tumbuh. Currency war mulai didengungkan oleh menteri keuangan Brazil pada 27 September 2010. Isu ini kembali mencuat setelah Jepang dituding melakukan currency war untuk melemahkan mata uangnya. Untuk mengatasi deflasi, pemerintah baru Jepang Shinzo Abe menerapkan kebijakan stimulus secara agresif melalui BoJ. Hingga Januari 2013, Bank Sentral Jepang tersebut telah melakukan pembelian asset sebesar 101 triliun yen. Usaha pemerintah Jepang untuk mengatasi deflasi tersebut ternyata berdampak pada pelemahan yen, yang kemudian memicu protes negara lain karena kalah bersaing ekspor. Memanasnya isu currecy war ini kemudian dibawa dalam pertemuan G-20 minggu lalu. Dalam pertemuan tersebut Jepang akhirnya terbebas dari tudingan currency war terseut. Pada dasarnya, devaluasi mata uang yang tidak terkontrol dan terukur pada akhirnya bisa
memicu currency war.  Emas cenderung bergerak naik dengan adanya currency war ini. Rendahnya nilai tukar mata uang membuat investor melirik emas sebagai investasi alternatif. Ketika bank-bank sentral mendevaluasi mata uangnya dengan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendah, maka nilai tukar mata uang tersebut akan jatuh. Untuk itu, investor akan  mencari investasi alternatif, salah satunya emas.

Membaiknya prospek Pertumbuhan Ekonomi Dunia di tahun 2013 membuat harga emas masih bakal terus meningkat
Permintaan akan emas untuk perhiasan, sangat di tentukan oleh pertumbuhan ekonomi dunia, terutama dari dua negara  terbesar konsumen emas, yaitu China dan India.  Data dari Bank Dunia yang dipublikasikan oleh
Bank Dunia pada bulan Januari 2013 kemarin menunjukkan bahwa secara rata-rata ekonomi dunia masih bakal tumbuh 2,4 persen pada tahun 2013 dan 3,2 persen untuk tahun 2014. Data dari IMF yang dipublikasikan sebelumnya pada bulan Oktober 2012 juga menunjukkan bahwa ekonomi China dan India yang pada tahun 2012 hanya tumbuh 7,8 persen dan 4,9 persen, masing-masing masih akan tumbuh  8,2 persen dan 6,2 persen di tahun 2013. Artinya: pertumbuhan ekonomi Dunia untuk tahun 2013 dan 2014 diperkirakan masih akan terus membaik.  Dan, kondisi perekonomian dunia di tahun 2013, bakal lebih baik dibandingkan dengan 2012.
Membaiknya kondisi perekonomian dunia, dan terutama kedua negara konsumen emas terbesar ini, membuat konsensus analis yang kami pantau dari Bloomberg terlihat masih tetap bullish terhadap outlook harga emas di tahun 2013 ini.  Dari 26 analis yang dipantau oleh Bloomberg, rata-rata masih memprediksikan harga emas bakal berada di level US$1734 untuk 1Q2013, US$1774 untuk 2Q2013, US$1799 untuk 3Q2013 dan US$1822 untuk 4Q2014.  Rata-rata analis masih memprediksikan bahwa harga emas masih bisa mencapai lebih dari US$1800 untuk tahun 2013 ini.

Technically Speaking :
Saatnya mencari peluang ketika harga di kisaran suport

Setelah bergerak turun dari rekor tertinggi US$1921,17 per troy ounces yang tercatat pada tanggal 9 Juni 2011, trend jangka panjang untuk harga emas adalah sebuah trend mendatar (flat) pada sebuah kisaran yang lebar, diantara suport di 1535 dan resisten di 1790. Setidaknya, sudah tiga kali harga emas mencoba melakukan penembusan atas kisran suport dan resisten tersebut, tapi terlihat gagal untuk dilakukan.  Usaha penembusan resisten pernah dilakukan pada bulan November 2011, Februari 2012, dan Oktober 2012.  Disisi lain, suport di level 1535 telah menahan penurunan harga di bulan
September 2011, Desember 2011, dan Mei – Juni 2012.

Gambar di bawah ini juga menunjukkan trend jangka menengah dari komoditas ini berupa trend turun. Sejauh ini, suport dari trend jangka panjang di 1535 diperkirakan bakal menahan potensi koreksi lanjutan dari trend jangka menengah ini.

Untuk jangka pendek, pergerakan harga emas terlihat tengah mengalami perubahan trend, dari sebuah trend flat yang terjadi pada periode Desember 2012 – Februari
2013, menjadi trend turun yang cukup dahsyat.  Dengan
kisaran flat diantara suport 1635 dan resisten di 1695, penembusan atas suport di 1635 bakal membuka potensi koreksi menuju kisaran 1575 – 1585.  Pada hari Jumat, 15 Februari 2013 kemarin, level ini sudah hampir tercapai.  Kisaran suport tersebut diperkirakan bakal tercapai pada minggu ketiga di bulan Februari ini.

Rekomendasi Strategi :
Dalam sebuah trend flat, strategi yang bisa dilakukan oleh seorang trader adalah melakukan posisi beli ketika harga memasuki kisaran suport, dan melakukan posisi jual ketika harga memasuki kisaran resisten.  Dengan adanya trend jangka panjang dari emas yang merupakan trend flat, posisi beli bisa dilakukan ketika harga mencapai kisaran 1520 – 1580, yang merupakan kisaran suport, dan posisi jual bisa dilakukan ketika harga berada di kisaran 1750 – 1810, yang merupakan kisaran resisten.  Adanya potensi koreksi dari trend turun jangka pendek dari komoditas ini, memberikan pemodal kesempatan untuk melakukan akumulasi ketika harga berada dekat di kisaran suport, 1520 – 1580.

Pembatasan resiko :
Ketika melakukan pembasan arah pergerakan harga emas untuk trend jangka pendek, kita bisa melihat bahwa dalam sebuah trend harga yang flat, jika suport dar kisaran flat itu ditembus, maka potensi koreksi yang ada adalah sebesar lebar dari trend yang terjadi sebelumnya.  Trend flat kisaran 1635 – 1695, ketika suport di 1635 ditembus, berarti potensi koreksinya adalah sebesar US$60 jika dihitung dari suport 1635, atau 1635 – 60 = 1575. Jika anda melakukan posisi beli pada kisaran 1520 – 1580, posisi stoploss sebaiknya dilakukan jika suport psikologis 1500 gagal bertahan karena potensi koreksi penembusan atas suport ini, bisa mencapai kisaran US$1250 – US$1300.

 

 

Disclaimer :
Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami terbaik dan dapat diandalkan.  Website www.strategydesk.co.id dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agen penjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html

Tanggal January 11, 2013 / 11:42 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk – Emas mencetak penguatan terbesar harian untuk pertama kalinya di tahun ini. Logam mulia tersebut meroket hingga 1% pada penutupan perdagangan kemarin, terdorong sinyal bahwa European Central Bank tidak akan memangkas suku bunganya dalam waktu dekat ini.
Hasil rapat regular kemarin, ECB tetap mempertahankan suku bungan di 0,75%, sesuai dengan perkiraan. Namun yang mendorong sentimen adalah pernyataan Presiden ECB, Mario Draghi, yang mengatakan keputusan itu diambil secara bulat, tanpa adanya pembahasan mengenai pemangkasan suku bunga. Hal ini menandakan bahwa para anggota dewan belum melihat perlunya pelonggaran.
Pernyataan Draghi tersebut sekaligus mengisyaratkan bahwa ruang untuk kebijakan akomodatif masih terbuka, yang selama ini menjadi faktor pendorong kenaikan emas.
Draghi juga mengatakan pertumbuhan ekonomi zona euro akan pulih secara bertahap tahun ini, sembari memperingatkan risiko dan ketidakpastian masih membayangi prospek ke depan. Menurutnya, ekonomi zona euro belum sehat meski ada perkembangan signifikan dalam memperbaiki sistem finansial.
Faktor lain yang mendorong kenaikan emas adalah naiknya mata uang euro terhadap dollar serta melambungnya harga minyak dunia. Data ekspor China yang mengalami kenaikan menuju level tertinggi tujuh bulannya, juga turut mendongkrak sentimen.
Sementara itu, dalam perdagangannya hari ini di Asia, emas sedikit mengalami koreksi, namun masih mampu bertahan di atas support $1.664 – $1.665, yang sebelumnya menjadi resistance kuatnya. Trend jangka pendek emas yang sebelumnya flat, kini menjadi bullish seiring dengan penembusan resistance $1.664 tersebut.
Kami masih melihat ruang penguatan untuk menguji resistance di $1.679. Penembusan resistance tersebut akan membuka potensi penguatan lanjutan menuju area $1.683 – $1.687. Sedangkan sinyal negatif akan didapat jika harga bergerak kembali dibawah support $1.664.

Rekomendasi

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/emas-terangkat-oleh-pernyataan-draghi.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/emas-terangkat-oleh-pernyataan-draghi.html

Tanggal December 28, 2012 / 11:00 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatannya. Pada penutupan perdagangan Kamis (27/12/2012), IHSG menguat 6,767 poin (0,16%) ke level 4.281,861.
Aksi bargain hunting terhadap saham-saham perkebunan berhasil meng-counter koreksi dari saham-saham konsumer dan banking. Selain itu, trend positif dari beberapa bursa Asia juga turut mendorong laju indeks. Setelah dua hari mengalami net sell, posisi investor asing kini mencatatkan net buy sebesar Rp 105,05 miliar di seluruh pasar.
Sebanyak enam sektor menghijau, dimana sektor perkebunan memimpin penguatan, dengan kenaikan sebesar 2,84. Sementara sektor properti menjadi salah satu pemberat indeks, yang melemah sebesar 0,79.
Saham-saham yang naik diantaranya Sarana Menara (TOWR), Mandom (TCID), Astra Agro (AALI), dan Chandra Asri (TPIA).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Gudang Garam (GGRM), Adira Finance (ADMF), Sorini Agro (SOBI), dan Indocement (INTP).

IHSG Outlook
Hari ini adalah hari terakhir perdagangan di tahun 2012 ini untuk Bursa Efek Indonesia.  Dengan IHSG kemarin yang berhasil ditutup menembus resisten di 4276 dan indeks Dow Jones Industrial yang hanya turun tipis 0,14 persen, IHSG hari ini sepertinya masih bisa bergerak dalam teritori positif.  Harapan kami, IHSG masih bisa ditutup di wilayah atas dari kisaran 4225 – 4350 yang merupakan kisaran pergerakan IHSG hari ini.  Akan tetapi, masih adanya beberapa hal yang mengganjal, sepertinya harus membuat kita tetap realistis.
Perundingan yang membahas kebijakan fiskal Amerika, masih berlanjut hingga hari Minggu.  Artinya: meski pergerakan harga di negara mereka masih bisa memberikan respon pada perdagangan di hari Senin, perdagangan di BEI akan berakhir masih dengan tanda tanya besar mengenai permasalahan ini.  Selain itu, adanya kenaikan TDL per 1 Januari 2012 juga membuat kita sebaiknya tetap waspada, karena berita ini, telah membuat saham-saham perbankan mengalami tekanan jual yang cukup besar dalam dua-tiga hari terakhir.  BMRI bahkan kemarin sore mengalami tekanan jual yang cukup besar yang menyebabkan saham ini menembus suport pentingnya, penembusan suport yang membuka potensi koreksi hingga 5 persen atau lebih.
Window dressing telah berjalan dalam beberapa hari terakhir, terlihat hanya berlangsung pada counter-counter tertentu.  Adanya berita kenaikan TDL, bahkan membuat beberapa saham (terutama saham-saham sektor properti) yang pada hari Rabu sempat memberikan signal positif, kemarin kembali memberikan signal negatif.  Kondisi ini membuat kami menyarankan anda untuk tidak melakukan positioning secara agresif menjelang liburan panjang ini. 
Kami masih percaya bahwa IHSG di tahun 2013 bakal mencapai level 5000.  Akan tetapi, ketidakpastian yang ada untuk jangka pendek, sebaiknya tetap membuat anda berhati-hati.

Global Outlook
Saham Asia bergerak positif hari ini, namun terhambat oleh kekhawatiran para politisi AS akan kehabisan waktu mencegah jurang fiskal.
Indeks MSCI Asia Pasifik menguat 0,3% ke 128,88 hari ini, didukung oleh saham  Jepang yang naik 0,7% berkat data inflasi yang memperkuat ekspektasi BOJ akan meluncurkan stimulus bulan depan. Indeks Hang Seng dibuka menanjak 0,38% terkena efek isu stimulus moneter Jepang. Saham Eropa berakhir flat semalam dan Wall Street jatuh untuk empat sesi berturut-turut.
Prospek BOJ akan mengerahkan stimulus agresif masih menopang indeks Nikkei dan melemahkan yen. Namun pergerakan saham regional tertahan oleh lesunya aktivitas perdagangan menjelang akhir tahun dan ketidakpastian prospek anggaran AS. Selain itu, beberapa indeks sudah mencapai level yang cukup tinggi dan menemui resistance yang kuat. Indeks Nikkei menyentuh level tertingginya dalam 21 bulan dan indeks Hang Seng sudah berada di level tertinggi dalam 17 bulan.
Kompromi penuh sulit dicapai akhir tahun, tapi saham tidak akan jatuh tajam karena mungkin ada kesepakatan parsial. Presiden Obama akan mengadakan pertemuan malam nanti dengan empat pemimpin Kongres, sebagai upaya terakhir mematahkan kebuntuhan sebelum tenggat waktu akhir tahun. Bila tidak ada deal, maka kenaikan pajak dan pemotongan anggaran otomatis akan berlaku di Januari 2013, menjadikan tahun baru suram di AS.

IHSG Tchnical
IHSG kembali menunjukkan sinyal positif dengan bertahannya di area resistance 4.275. Indikator stochastic juga sudah menunjukkan bullish crossover. Namun, IHSG masih tertahan di area resistance 4.295. Dengan begitu, trend IHSG masih flat-naik. Penutupan IHSG di atas 4.295 akan mengakhir pola flat tersebut, yang bisa membawa potensi kenaikan menuju area 4.330  -  4.340. Sementara sinyal negatif akan muncul jika IHSG ditutup dibawah level 4.264. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.260 – 4.300.

R3    4,319
R2    4,304
R1    4,293
   
Pivot    4,279
   
S1    4,268
S2    4,253
S3    4,242

Stock Picks
LSIP
LSIP telah mengakhiri trend bearish jangka pendeknya dengan penembusan resistance di 2.150. Ternd bullish jangka pendek kemudian dikonfirmasi dengan pergerakan MA 10 yang uptrend. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan sinyal positif. Untuk itu, kami masih melihat potensi kenaikan LSIP untuk meraih resistance di 2.400 – 2.450.
Rekomendasi : Buy (best price entry@2.200), stop loss breakout 2.150, target 2.400
Support     : 2.150, 2.075
Resistance     : 2.325, 2.400

TBIG
Harga kembali bergerak di atas MA 10, pertanda trend jangka pendek kembali bullish, dimana sebelumnya sempat terkoreksi dan menemukan support barunya di 5.250. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan sinyal uptrend. Untuk itu, kami melihat potensi penguatan lanjutan bagi TBIG untuk kembali menguji resistance di 6.150.
Rekomendasi : Trading buy, stop loss breakout 5.550, target 6.00.
Support     : 5.550, 5.250
Resistance     : 5.800, 6.100

Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/resistance-4276-ditembus-kenaikan-ihsg-bisa-berlanjut.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/resistance-4276-ditembus-kenaikan-ihsg-bisa-berlanjut.html

Tanggal November 09, 2012 / 9:06 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Awan mendung sepertinya masih menyelimuti bursa lokal, mengingat kondisi eksternal yang masih belum kondusif, tercermin dari kejatuhan bursa saham dunia.
Pasca pemilu AS, fokus pasar keuangan global  tertuju ke Isu jurang fiskal. Ancaman kenaikan pajak dan pemotongan anggaran AS, yang bisa membawa ekonomi resesi, rupanya menakutkan investor. Hal itu terlihat dari penurunan indeks-indeks penting dunia yang cukup tajam. Ditambah lagi dengan berita buruk yang datang terkait ekonomi Eropa.
Kemarin, IHSG berhasil mengurangi kejatuhannya menjelang akhir sesi. Sempat anjlok 1% ke hingga ke 4291, IHSG akhirnya berhasil ditutup di 4.327. Level 4.300 masih menjadi support yang kuat. Tapi kali ini, di tengah absennya  katalis baru, investor sulit menemukan alasan untuk membeli atau mendorong harga.
Karena vakumnya sentimen baru dari dalam negeri, faktor eksternal menjadi barometer utama. Alhasil, IHSG kemungkinan akan terseret arus global lagi dan dalam perdagangan hari ini, menjadi pengujian apakah IHSG masih mampu bertahan di level support kuat itu. Kegagalan bertahan di sana, menjadi indikasi bearish, IHSG akan berlanjut menuju support-support berikutnya. 

Global Outlook
S
aham Asia melanjutkan kejatuhannya hari ini, masih ditekan oleh isu jurang fiskal AS, yang berpotensi menjerumuskan ekonomi ke dalam resesi.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,5%, setelah tumbang 1,3% kemarin, terbesar dalam dua bulan terakhir. Indeks Nikkei turun 0,9% dan indeks Hang Seng melorot 0,5%. Pergerakan ini menyusul ambruknya Wall Street, dengan indeks Dow Jones  tergelincir 0,94%.
Pasar global khawatir dengan jurang fiskal, atau kenaikan pajak dan pemotongan anggaran yang berlaku secara otomatis pada Januari 2013, bila pemerintah AS dan Kongres tidak mencapai kesepakatan soal pos-pos yang harus dipangkas.
Bila ekonomi AS, yang akhir-akhir ini melawan tren di belahan dunia lain dengan menunjukkan pemulihan moderat, ternyata kembali didera resesi, akan memberi efek domino ke dunia, terutama negara-negara yang ekonominya masih rapuh.
Di seberang Atlantik, pasar juga melihat kondisi belum membaik. Presiden ECB Mario Draghi mengatakan ekonomi zona euro berisiko semakin tertekan. Sembari menantikan perkembangan soal jurang fiskal, pasar mencermati data ekonomi China. Data seperti penjualan ritel dan produksi industrial, bila lebih baik dari prediksi, mungkin bisa mengurangi kejatuhan indeks di Asia. Data inflasi China sudah diumumkan, melambat ke 1,7% dari 1,9% di Oktober.

Review IHSG
M
engekor pergerakan bursa Asia, Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi sebesar 22,5 poin (0,5%0  ke level 4.327,87 pada penutupan perdagangan Kamis (8/11/2012).
Isu fiscal cliff (jurang fiskal) menjadi sentimen utama pasar pada hari itu. Isu tersebut sebelumnya telah membuat indeks Dow Jones rontok lebuh dari 2% .
Sentimen negatif lainnya adalah pernyataan Presiden ECB Mario Draghi yang mengatakan pihaknya memperkirakan ekonomi zona euro tetap lemah dalam jangka pendek dan krisis mulai mempengaruhi Jerman. Selain itu, pasar juga menunggu proses suksesi kepemimpinan di China pada Kongres Partai Komunis pekan ini.
Maraknya sentimen negatif tersebut membuat rontok mayoritas bursa Asia, yang kemudian menular pada domestik. Sentimen negatif tersebut telah berhasil merontokkan sembilan indeks sektor di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Hanya satu sektor saja yang berhasil menguat, yaitu, sektor aneka industri yang naik 0,53%.
Saham-saham yang naik diantaranya Multi Prima (LPIN), Pudjiadi (PNSE), Akasha Wira (ADES), dan Bank Mayapada (MAYA).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Indo Tambangraya (ITMG), Mayora (MYOR), United Tractor (UNTR), dan Goodyear (GDYR).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
eski melemah, IHSG justru menunjukkan sinyal positif setelah harga bertahan di atas support 4.300. Terlihat dengan terbentuknya pola hammer di candlestick serta stochastic yang golden cross. Kami melihat bahwa IHSG akan kembali menguji area resistance di 4.350 – 4.366 untuk kali ini. Jika resistance ditembus, maka hal tersebut akan mengkonfirmasi kenaikan menuju area 4.400 – 4.500. Sedangkan sinyal negatif akan kembali didadapt jika IHSG kembali bergerak di bawah support 4.300. Untuk hari ini, IHGS diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.300 – 4.366.

R3    4,377
R2    4,353
R1    4,340
   
Pivot    4,316
   
S1    4,303
S2    4,279
S3    4,266

Stock Pick
LPCK

B
ertahan di atas support 3.525 dan membentuk pola piercing line bisa menjadi siyal reversal bagi LPCK. Kondisi ini kemudian diperkuat oleh indikator stochastic yang berpeluang golden cross di area oversold. Untuk itu, kami melihat bahwa pergerakan LPCK selanjutkan akan menguji resistance terdekatnya di 3.700, penembusan resistance tersebut akan mengkonfirmasi kenaikan lanjutan menuju resistance berikutnya di 3.925 – 3.975.
Rekomendasi     : Buy, stop loss 3.525, target 3.700. Add buy if breakout 3.700, stop loss 3.600, target 3.900.
Support                : 3.525, 3.400
Resistance          : 3.700, 3.925

TLKM

M
A 10 dan 55 masih downtrend, namun beberapa indikator mulai menunjukkan sinyal rebound. Antara lain candlestick yang membentuk pola belt holt serta indikator stochastic yang oversold dan berpeluang golden cross. Selain itu, harga kini mulai mendekati level support-nya di 9.250. Untuk itu, jika support tersebut kembali bertahan, TLKM mempunyai potensi rebound ke area 9.450 – 9.550.
ReKomendasi     : SpecBuy, stop loss breakout 9.250, target 9.500.
Support                : 9.250, 9.150
Resistance          : 9.450, 9.550

Rekomendasi

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/awan-mendung-selimuti-bursa-lokal.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/awan-mendung-selimuti-bursa-lokal.html

Tanggal September 28, 2012 / 8:41 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Sentimen positif dari pengumuman rencana reformasi ekonomi Spanyol, telah membuat indeks Dow Jones Industrial naik 0,54 persen. Kenaikan ini membuat indeks dari bursa di kawasan Asia terlihat masih cenderung menguat di pagi hari ini.
Sentimen positif yang ada, diperkirakan bakal membuat IHSG melanjutkan signal positif yang kemarin muncul, menjadi trend naik. IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak flat-naik, pada kisaran 4205-4272. Selain dari regional, aksi window dressing juga bisa menjadi penyebab IHSG bergerak naik.
Salah satu point yang kami sampaikan dalam acara Market Outlook bulan Oktober semalam, adalah bahwa IHSG bakal berada dalam trend naik, hingga akhir tahun. Target IHSG kami untuk tahun ini di 4400-4800, hingga hari ini masih belum tersentuh. Harapan kami, kondisi ekonomi yang lebih kondusif pasca QE3, dan paket stimulus lain yang terus digelontorkan di seluruh dunia, bakal terus mendorong naik harga saham di pasar ekuitas.
Konsumsi dalam negeri, perbankan, properti dan infrastruktur tetap akan menjadi pendorong utama. Disamping itu, saham-saham komoditas juga masih akan bergerak naik, mengikuti rebound yang terjadi pada saham komoditas, sejalan dengan membaiknya kondisi ekonomi dunia.

Global Outlook
S
aham Asia bergerak positif hari ini, namun masih tipis, setelah Spanyol mengumumkan RAPBN 2013 dan reformasi ekonomi, yang dianggap sebagai indikasi persiapan mengajukan bantuan finansial. 
Wall Street, euro dan komoditas menguat sedangkan dollar jatuh setelah Spanyol mengumumkan waktu detil untuk reformasi ekonomi, dan rencana anggaran 2013 yang berfokus pada pemotongan belanja bukannya kenaikan pajak. Pasar keuangan menyambut baik rencana anggaran itu yang karena lebih mementingkan penghematan pengeluaran dari pada kenaikan pendapatan. Selain itu, rancangan tersebut dipandang sebagai pertanda Spanyol semakin dekat dengan bailout.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,2% setelah rally kemarin karena penguatan saham China yang dipicu oleh isu stimulus. Indeks Nikkei naik 0,4% setelah menyentuh level terendah dalam dua minggu terakhir kemarin. Tapi indeks Hang Seng dibuka melemah 0,1%. Wall Street juga menanjak, dengan indeks Dow Jones naik 0,5%.
Namun, penguatan tersendat karena data ekonomi AS yang buruk. PDB AS kuartal kedua ternyata di revisi turun menjadi 1,3% dari sebelumnya 1,7%. Durable goods orders anjlok 13,2% di Agustus, lebih besar dari prediksi 5,0%, setelah tumbuh 3,3% di Juli.
Pergerakan saham juga masih terbatas karena meski pengumuman Spanyol memberi efek positif, masih ada rintangan yang menjadi persoalan. Faktor yang penting bagi pasar adalah Spanyol mengajukan bailout, karena inilah yang ditunggu. Selama belum jelas ke sana, penguatan yang dicatat hari ini tidak akan banyak dan berlangsung lama.
Fokus hari ini, pemerintah Spanyol akan mengumumkan hasil stress test dan estimasi final kebutuhan rekapitalisasi perbankan, yang merupakan syarat dari bantuan finansial 100 miliar euro yang diterimanya beberapa bulan lalu. Jumlah rekapitalisasi itu diperkirakan sekitar 60 miliar euro.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali parkir di area 4.200. Pada penutupan perdagangan, Kamis (27/9/2012), IHSG menguat 44,861 poin (1,07%) ke level 4.225,024.
Sentimen positif dari China berhasil menepis kegalauan pasar akibat mencuatnya kembali krisis utang Eropa menyusul aksi protes di Spanyol menolak program pengetatan anggaran.
Sentimen positif tersebut disulut oleh aksi Bank Sentral China (PBOC) yang melakukan langkah untuk merangsang likuiditas yang belakangan ini diterpa perlambatan ekonomi.
Bank sentral China menyuntikkan total 365 miliar yuan ke pasar uang minggu ini sebagai bagian upaya menjaga arus likuiditas tanpa memicu inflasi. Penyuntikan ini juga ditujukan untuk mencegah potensi kelangkaan likuiditas di bank komersial.
Langkah PBOC tersebut kemudian direspon positif oleh mayoritas bursa regional, dimana bursa domestik pun turut terdongkrak.
Seluruh indeks seektoral kompak menghijau, dimana sektor barang konsumsi memimpin penguatan dengan kenaikannya sebesar 1,36%.
Saham-saham yang naik diantaranya Unilever (UNVR), Garda Tujuh (GBTO), Mayora (MYOR), dan Astra Agro (AALI).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Jasa Prima (KARW), Gudang Garam (GGRM), Surya Toto (TOTO), dan Indocement (INTP).

Ulasan Teknikal
IHSG

P
ola bullish engulfing yang terbentuk di candlestick bisa menjadi indikasi reversal setelah IHSG mengalami koreksi di perdagangan sebelumnya. Indeks pun berhasil menutup gap yang terjadi di kisaran 4.170 – 4.185, kemudian ditutup di atas level tersebut. Indikator stochastic memang masih bearish, namun kini mulai berpeluang bullish cross over. Untuk itu, kami masih melihat adanya potensi penguatan bagi IHSG untuk menguji resistance di 4.250. Penembusan resistance tersebut akan mengakhiri trend jangka pendek yang saat ini terbentuk, untuk fokus pada kenaikan berikutnya di area 4.273 – 4.310. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.190 – 4.270.

R3    4,304
R2    4,270
R1    4,247
   
Pivot    4,213
   
S1    4,191
S2    4,157
S3    4,134

Stock Pick
ELSA

M
A 10 dan 55 sudah golden cross, indikasi trend mulai berbalik bullish. Dukungan bullish juga terlihat dari candlestick yang membentuk white marubozu, demikian pula dengan indikator stochastic dan RSI. Untuk itu, kami melihat bahwa ELSA berpeluang kembali melanjutkan rebound-nya untuk meraih target FR 50% di area 180 – 184 (FR 61.8%).
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss 172, target 180
Support                : 172, 168
Resistance          : 180, 184

GTBO

T
ertahan pada FR 50% dan membentuk pola piercing line di candlestick, bisa menjadi simyal reversal bagi GTBO. Stochastic pun kini sudah oversold dan hampir membentuk pola golden cross. Untuk itu, kami melihat adanya potensi rebound lanjutan bagi GTBO untuk meraih area resistance-nya di 4.950 – 5.500.
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss, 4.075, target 4.900
Support                : 4.075, 3.700
Resistance          : 4.950, 5.500

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/sentimen-positif-global-dukung-sinyal-naik-ihsg.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/sentimen-positif-global-dukung-sinyal-naik-ihsg.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha