Search Results : berapa tingkat inflasi

Strategydesk – Kondisi ekonomi global beragam tahun ini, diwarnai dengan pesatnya pemulihan ekonomi AS yang berhasil menutupi perlambatan di Eropa, Jepang dan China. Selanjutnya, bagaimana prospek ekonomi di 2015?

Fundamental positif diperkirakan masih menyertai momentum perbaikan ekonomi global di 2015. Menurut proyeksi dari IHS, pertumbuhan global akan naik menjadi 3% dari estimasi 2,7% untuk tahun ini. Seperti dikutip oleh CNBC, berikut 10 prediksi ekonomi dari IHS

US Economy1.    Ekonomi AS masih unggul
Ekonomi terbesar dunia ini akan terus mengungguli negara maju lainnya, didukung oleh permintaan domestik, terutama pembelanjaan konsumen. Faktor yang mendukung pembelanjaan konsumen, yang merupakan 70% aktivitas ekonomi, masih positif, termasuk pertumbuhan lapangan kerja dan harga energi rendah. IHS memprediksikan ekonomi akan tumbuh antara 2,5% dan 3,0% tahun depan.

2.    Eropa masih memprihatinkan
Ekonomi Eropa masih berjuang dengan rendahnya lapangan kerja. Tapi kombinasi penurunan harga minyak, depresiasi euro dan perbaikan fiskal, dan kebijakan moneter akomodatif mungkin bisa membantu pertumbuhan. Menurut IHS, ekonomi blok mata uang itu akan tumbuh 1,4% di 2015, perkembangan dari 0,8% tahun ini.

3.    Jepang pulih dari resesi
Setelah resesi keempat dalam enam tahun, ekonomi Jepang akan bangkit di 2015, meski hanya sekitar 1%. Menurut IHS, pelonggaran dari BOJ dan stimulus pemerintah, ditambah dengan harga energi rendah akan membawa pertumbuhan kembali positif.

4.    China masih melambat
Pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal kemungkinan belum cukup untuk mencegah pertumbuhan semakin melambat, dengan perkiraan HIS bisa menuju ke 6,5% tahun depan. Meski masih jauh di atas rata-rata negara dunia, tingkat pertumbuhan itu dianggap rendah dalam standar Beijing.

5.    Ekonomi Emerging Markets Variatif
Sebagian besar negara berkembang akan membaik di 2014, berkat harga minyak yang rndah, likuiditas global dan pertumbuhan di AS. Emerging market di Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah dan Afrika Utara. Namun khusus Rusia, ekonominya menderita karena sanksi, penurunan harga minyak dan arus modal keluar.

 

6.    Harga komoditas masih merosot
Minyak sudah anjlok 40% sejak musim panas lalu di tengah merosotnya permintaan dan berlimpahkan pasokan. Menurut HIS, China masih menjadi kunci permintaan, maksudnya bila ekonominya semakin melambat berarti harga terancam semakin turun. Lembaga itu memperkirakan harga komoditas akan turun 10% tahun depan.

7.    Ancaman disinflasi
Tekanan disinflasi lebih terlihat di negara maju, sebagai akibat penurunan harga komoditas dan perlambatan ekonomi. Keculi di negara berkembang, seperti Rusia, yang nilai tukarnya anjlok, menyebabkan inflasi.

8.    The Fed yang pertama menaikkan suku bunga
The Fed, Bank of England (BOE) dan Bank of Canada (BOC) merupakan negara maju yang menaikkan suku bunganya di 2015. Tapi the Fed lebih dulu, dengan kemungkinan menaikkannya pada Juni.  Kemudian diikuti oleh BOE di Agustus dan BOE pada Oktober. Sebaliknya, ECB dan BOJ, PBOC justru melakukan pelonggaran lanjutan, melalui pemangkasan suku bunga atau menyediakan likuiditas melalui pembelian aset.

9.    Dollar masih raja
Dollar masih melanjutkan dominasinya yang didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi dan kenaikan suku bunga. Selain itu, antisipasi akan kemungkinan stimulus tambahan dari ECB dan BOE, berarti euro dan yen akan terus depresiasi di 2015. Menurut HIS, nilai tukar euro akan jatuh ke $1,15-1,20 pada musim gugur 2015, dengan dollar/yen diperdagangkan di kisaran 120-125.

10.    Berkurangnya risiko penurunan (downside risk)
Pemulihan ekonomi global selama ini terganggung oleh banyak kutukan, termasuk besarnya utang di sektor publik maupun swasta, yang memaksa banyak pemerintah dan perusahaan deleveraging. Tapi di beberapa negara masalah ini tidak lagi menghambat pertumbuhan, terutama di AS dan Inggris, tercermin dari angka PDB-nya.

http://www.strategydesk.co.id/2014/12/10-prediksi-ekonomi-2015-apa-saja/

Jakarta, Strategydesk – Emas sedang menuju penguatan terbaiknya dalam 10 bulan setelah rebound harga minyak mengangkat pamor emas sebagai lindung nilai inflasi. Meski begitu, investor masih waspada menjelang data ketenagakerjaan AS.
Hari ini di Asia, harga emas masih diperdagangkan pada kisaran sempit setelah semalam mengalami koreksi 0,3%. Di minggu ini, emas telah mengalami kenaikan sekitar 3%, kenaikan terbesar sejak Februari.
Pelaku pasar akan mencermati data nonfarm Payroll AS yang akan dirilis malam nanti. Data tersebut akan mengukur sejauh mana kekuatan ekonomi AS serta prospek kebijakan the Fed. Data tersebut diperkirakan adanya penambahan tenaga kerja baru 230.000 di bulan lalu dan tingkat pengangguran tetap bertahan di 5,8%.
Jika data tersebut lebih baik dari perkiraan, maka bisa memunculkan spekulasi kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan. Kenaikan suku bunga akan menguragi daya tarik emas sebagai investasi alternatif. Namun jika ternyata data tersebut lebih buruk dari perkiraan, maka pamor safe haven emas bisa kembali terangkat. Dalam beberapa bulan terakhir, solidnya data-data ekonomi AS dan penguatan dollar telah menekan harga.
Sementara dari sisi teknikal, belum terlihat adanya perubahan trend secara signikan. Harga masih bergerak di atas MA 10, indikasi trend jangka pendek masih bullish. Namun begitu, perlu diwaspadai bahwa indikator stochastic sudah overbought, menunjukkan penguatan mulai terbatas. Harga juga gagal bertahan di atas resistance  $1215. Hal ini membuka potensi koreksi lanjutan untuk menguji kembali area support di $1.185 – $1.192. Trend bullish jangka pendek berakhir jika kemudian support tersebut ditembus.

Rekomendasi
rekom

http://www.strategydesk.co.id/2014/12/jelang-payroll-emas-koreksi-tipis/

Strategydesk – Bank Sentral Australia (RBA) hari ini mempertahankan masih suku bunganya, sembari mengatakan kebijakan itu masih tepat mengingat pertumbuhan masih di bawah normal meski terjadi peningkatan konsumsi.
Lewat rapatnya hari ini, RBA memutuskan suku bunga masih 2,50%, level yang sama selama 14 bulan berturut-turut.

RBADalam pernyataan resminya, Gubernur Glenn Stevens mengatakan pertumbuhan diperkirakan masih di bawah tren untuk beberapa kuartal ke depan. Oleh karena itu, kebijakan moneter yang diterapkan saat ini cocok untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

Menurut Stevens, pertumbuhan ekonomi global masih moderat, dengan China masih sesuai perkiraan meski melambat. Kondisi finansial global masih tetap akomodatif dan pasar masih melihat probabilitas rendah kenaikan suku bunga. Soal nilai tukar, ia mengakui dollar Australia terus melemah di tengah apresiasi dollar, namun masih masih di atas nilai fundamentalnya, terutama di tengah penurunan harga komoditas beberapa bulan terakhir.

Tapi RBA tidak menyebut kekhawatiran soal inflasi atau mengenai harga rumah di beberapa kota besar. Dewan juga mengatakan meski indikator ketenagakerjaan terus positif tahun ini, penyerapan tenaga kerja belum maksimal dan diperlukan waktu untuk mengurangi tingkat pengangguran secara konsisten.

Suku bunga rendah memang berhasil mendorong konsumsi dan pembangunan perumahan. Pembelanjaan rite, naik 1,2% selama September, kenaikan terbesar sejzak 2013. Tapi masih perlu dibuktikan untuk menutup dampak penurunan investasi sektor pertambangan, salah saru mesin pertumbuhan ekonomi Australia.

http://www.strategydesk.co.id/2014/11/14-bulan-rba-tahan-rate-di-250/

Tanggal April 16, 2013 / 4:15 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Strategydesk – Rentetan peristiwa yang terjadi selama dua hari terjadi memicu aksi jual panik di pasar keuangan dunia, yang mempengaruhi pergerakan sebagian mata uang.
Dimulai dari data ekonomi China, yang menunjukkan perlambatan, menambah keraguan akan tingkat pemulihan ekonomi global. Data ini menyusul data ekonomi AS, dimana juga buruk. Kemudian aksi jual komoditas, di mana emas mencapai level terendahnya dalam dua tahun terakhir.
Sentimen pasar semakin jatuh menyusul ledakan bom di Boston. Kepolisian setempat menyebut ledakan itu menewaskan dua orang dan melukai 23 lainnya. Penyebab ledakan itu belum jelas, tapi memicu kekhawatiran itu tindakan terorisme, inilah faktor yang menambah aksi jual panik.
Seiring dengan mulai tenangnya pasar, ada sedikit pergerakan naik di beberapa mata uang. Namun, sentiment pasar masih bearish, jadi masih rentan akan gejolak lanjutan. Bila 1-2 hari ke depan absen berita buruk, pasar minimal bisa stabil, atau paling tidak berkurang kejatuhannya. Namun beberapa mata uang masih dihinggapi sentiment bearish, terkait dengan kondisi fundamental terkait.

 

EUR-USD

Berhasil menyentuh high di $1,3083, EUR-USD melorot lagi, terlihat masih bearish. Pair ini masih bergerak di kisaran $1,30. Data sentimen investor Jerman menjadi penentu apakah bisa pair ini bertahan di kisaran itu. Selain itu, Presiden ECB Mario Draghi akan berpidato malam nanti. Posisi pair ini ada di 23,6% retracement  penguatan 4-11 April di $1,3043. Bila gagal bertahan di $1,30, akan mencoba menuju ke 38,2% di $1,2987.

Rekomendasi harian :

Peluang buy EUR-USD di 1.3031 dengan target take profit 1.3122, dimana stop loss 1.3005. Peluang buy berikutnya 1.2970 dengan target take profit 1.3061, dimana stop loss bila penutupan harian dibawah 1.3000. Buy break 1.3122 dengan target take profit 1.3199, dimana stop loss 1.3092.

Sell bila di 1.3214 dengan target take profit 1.3122, dimana stop loss 1.3244. Sell break 1.2939 dengan target take profit 1.2878, dimana stop loss 1.2970.

USD-JPY
Pasca mengalami kejatuhan tajam karena aksi jual panik, USd-JPY berhasil menanjak kembali. Namun rebound ini rentan menjelang pertemuan G-20, di mana bisa menjadi forum untuk mengkritik Jepang atas kebijakannya. Bila ternyata Jepang lolos dari kritik, tren penguatan bisa berlanjut, untuk target jangka pendek di 98-99.

Rekomendasi harian :
Peluang buy USD-JPY di 96.87 dengan target take profit 97.65, dimana stop loss 96.60. Peluang buy kembali 96.48 dengan target take profit 97.35, dimana stop loss 96.09.

Peluang untuk sell 98.04 dengan target take profit 97.26, dimana stop loss bila penembusan 98.43. Gagal tembus 98.88 bisa dilakukan aksi sell dengan kisaran bawahnya 98.63, dimana take profit 97.94, stop loss penutupan harian diatas 98.88.

GBP-USD
GBP-USD masih stabil hari ini menyusul data inflasi Inggris yang menunjukan stabilitas harga. mengindikasikan pasar masih ragu mengangkatnya ke atas, tapi juga belum ada alasan baru untuk menjatuhkannya lagi. Pair ini bertengger di $1,5296, berusaha kembali ke $1,5300. Pair ini sedang berada di 23,6% retracement 10 Maret-7 April di $1,5272, bila ditutup di bawah itu akan mencoba ke  38,2% di $1,5183.

Rekomendasi harian :
GBP-USD ada peluang buy di 1.5258 dengan target take profit 1.5350, dimana stop loss 1.5230. Buy break 1.5380 dengan target take profit 1.5456, dimana stop loss penutupan harian dibawah 1.5380.

Sell break 1.5212 dengan target take profit 1.5136, dimana stop loss 1.5243. Sell 1.5365 dengan target take profit 1.5289, dimana stop loss bila ada penembusan 1.5380-nya.

USD-CHF
Berhasil kembali ke atas 0,9300, USD-CHF melanjutkan rebound-nya dari level terendah dalam 2 bulan. Namun, rebound ini masih rentan, terlihat dari kegagalannya mempertahankan high 0,9327. Belum ada faktor yang cukup kuat untuk mengangkatnya. Target terdekat adalah level 0,9340.

Rekomendasi harian :
Peluang buy di USD-CHF 0.9248 dengan target take profit 0.9307, dimana stop loss 0.9224. Buy 0.9216 dengan target take profit 0.9277, dimana stop loss 0.9185.

Sell 0.9338 dengan target take profit 0.9285, dimana stop loss 0.9361.Sell 0.9384 dengan target take profit 0.9338, dimana stop loss 0.9414.

AUD-USD
Berusaha bangkit dari kejatuhan dalam, AUD-USD menyentuh high di $1,0378, tapi sayang melorot lagi di sesi Eropa ke $1,0352. Ada beberapa faktor yang membenamkannya, satu-satunya RBA Minutes yang buka peluang pangkas rate. Penting bagi pair ini untuk bisa ditutup di atas Moving Average 200 hari $1,0394 untuk bisa melanjutkan rebound-nya.

Rekomendasi harian :
Peluang buy 1.0299 dengan target take profit 1.0376, dimana stop loss penutupan dibawah 1.0284. Buy break 1.0376 dengan target take profit 1.0437, dimana stop loss 1.0345.

Sell 1.0437 dengan target take profit 1.0376, dimana stop loss penutupan diatas 1.0437.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-16-april-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-16-april-2013.html

Tanggal March 21, 2013 / 11:26 am. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – The Fed memutuskan untuk terus menyuntikkan likuiditas ke ekonomi dan mempertahankan suku bunga rendahnya meski di tengah tanda-tanda adanya perbaikan ekonomi.

Keputusan the Fed mempertahankan kebijakannya mengindikasikan pandangan ekonomi masih membutuhkan bantuan meski ada perbaikan. Dalam pernyatannya, the Fed mengatakan ekonomi kembali tumbuh moderat dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan pajak belum menganggu pembelanjaan konsumen, dan bursa saham terus mencetak  rekor. Selain itu, the Fed mengakui pasar perumahan menggeliat kembali dan pertumbuhan lapangan kerja ternyata cukup pesat.

Pada dasarnya Komite Kebijakan mengakui kondisi ekonomi yang lebih baik. Sebagian besar anggota melihat Quantitative Easing (QE), atau program pembelian obligasinya, berhasil menurunkan bunga dan menyediakan bantuan penting dalam pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.  Namun, mereka juga sepakat alat moneter itu tidak bisa secara sendirian menyelesaikan masalah ekonomi yang mungkin timbul akibat pengetatan fiskal atau gejolak finansial global.

Ketua Ben Bernanke juga  mengatakan ia belum melihat perubahan berarti dalam kondisi lapangan kerja, dan menyebutkan kebijakan fiskal yang ketat menjadi salah satu alasan kenapa pihak begitu agresif. Bernanke pun mengatakan pihaknya bisa saja mengurangi pembelian obligasi tapi itu hanya terjadi kalau kondisi lapangan kerja semakin membaik di bulan-bulan mendatang.

Dalam pernyatannya, the Fed menegaskan tetap menerapkan suku bunga hampir nol persen dan melakukan pembelian obligasi $85 miliar per bulan sampai tingkat pengangguran turun ke 6,5% selama inflasi tidak melebihi 2,5% dalam rentang 1-2 tahun. The Fed sudah memberlakukan rate 0 sejak 2008 dan membeli lebih dari $2,5 triliun obligasi untuk mendorong konsumsi, investasi dan lapangan kerja.

Dalam kesempatan itu, the Fed juga mengumumkan proyeksi ekonomi terbarunya. The Fed kini memproyeksikan ekonomi AS tumbuh 2,3-2,8% tahun ini, turun dari prediksi sebelumnya yang 2,3-3,0%. The Fed juga memproyeksikan tingkat pengangguran tidak akan turun ke 6,5% sampai 2015.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/the-fed-tahan-stimulus-rate.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/the-fed-tahan-stimulus-rate.html

Tanggal March 21, 2013 / 11:26 am. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – The Fed memutuskan untuk terus menyuntikkan likuiditas ke ekonomi dan mempertahankan suku bunga rendahnya meski di tengah tanda-tanda adanya perbaikan ekonomi.

Keputusan the Fed mempertahankan kebijakannya mengindikasikan pandangan ekonomi masih membutuhkan bantuan meski ada perbaikan. Dalam pernyatannya, the Fed mengatakan ekonomi kembali tumbuh moderat dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan pajak belum menganggu pembelanjaan konsumen, dan bursa saham terus mencetak  rekor. Selain itu, the Fed mengakui pasar perumahan menggeliat kembali dan pertumbuhan lapangan kerja ternyata cukup pesat.

Pada dasarnya Komite Kebijakan mengakui kondisi ekonomi yang lebih baik. Sebagian besar anggota melihat Quantitative Easing (QE), atau program pembelian obligasinya, berhasil menurunkan bunga dan menyediakan bantuan penting dalam pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.  Namun, mereka juga sepakat alat moneter itu tidak bisa secara sendirian menyelesaikan masalah ekonomi yang mungkin timbul akibat pengetatan fiskal atau gejolak finansial global.

Ketua Ben Bernanke juga  mengatakan ia belum melihat perubahan berarti dalam kondisi lapangan kerja, dan menyebutkan kebijakan fiskal yang ketat menjadi salah satu alasan kenapa pihak begitu agresif. Bernanke pun mengatakan pihaknya bisa saja mengurangi pembelian obligasi tapi itu hanya terjadi kalau kondisi lapangan kerja semakin membaik di bulan-bulan mendatang.

Dalam pernyatannya, the Fed menegaskan tetap menerapkan suku bunga hampir nol persen dan melakukan pembelian obligasi $85 miliar per bulan sampai tingkat pengangguran turun ke 6,5% selama inflasi tidak melebihi 2,5% dalam rentang 1-2 tahun. The Fed sudah memberlakukan rate 0 sejak 2008 dan membeli lebih dari $2,5 triliun obligasi untuk mendorong konsumsi, investasi dan lapangan kerja.

Dalam kesempatan itu, the Fed juga mengumumkan proyeksi ekonomi terbarunya. The Fed kini memproyeksikan ekonomi AS tumbuh 2,3-2,8% tahun ini, turun dari prediksi sebelumnya yang 2,3-3,0%. The Fed juga memproyeksikan tingkat pengangguran tidak akan turun ke 6,5% sampai 2015.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/the-fed-tahan-stimulus-rate.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/the-fed-tahan-stimulus-rate.html

Tanggal October 12, 2012 / 2:57 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Masalah Yunani, Spanyol dan kemajuan yang lambat zona euro menuju reformasi utang sebagai tema utama pada pertemuan IMF Jumat ini.
Dana Moneter Internasional merekomendasikan bahwa beberapa negara anggota yang terbebani utang dapat mengambil waktu sedikit lebih banyak untuk mengurangi defisit anggaran mereka, dengan alasan bahwa terlalu cepat bergerak dapat menjadi kontra-produktif karena perekonomian masih sakit.
Untuk data AS, Producer Price Index (PPI),  nilai perubahan harga barang jadi dan jasa di tingkat produsen, diperkirakan 0,8% sekarang dari 1,7% pada September. Sementara pada PPI Core (tanpa sektor makanan dan energi), akan tetap 0,2% sama seperti pada laporan terakhir.
Prelim University of Michigan (UoM) Consumer Sentiment, Survei untuk menilai kondisi keuangan saat ini dan masa depan 77,9 dihitung sekarang dari 78,3 pada September. The Prelim UoM Inflation Expectations diperkirakan 3,3% sama dengan laporan terakhir.
Jeffrey Lacker, Presiden Federal Reserve Bank of Richmond dijadwalkan menyampaikan pidato di Charlottesville.

EUR-USD
U
ntuk data Eropa, Industrial Production, mengukur perubahan produksi output pabrik, sektor tambang, dan utilitas, diperkirakan -0,5% sekarang dari 0,5% pada laporan bulan lalu.
Setelah menyentuh level area 38% fibonacci chart daily kemarin (1.2820), euro kembali tembus ke area 1.2900an pada penutupan perdagangan kemarin (1.2929).
Efek jangka menengah dari pelemahan USD akibat QE3 sepertinya masih mendominasi pergerakan euro. Closing pekan ini dapat dijadikan suatu proyeksi sempit arah euro di pekan depan…….apabila closing hari ini di atas area 1.2960 diperkirakan penguatan euro akan testing ke area 1.3131 kembali di pekan depan.
Sebaliknya apabila closing weekly di bawah area 1.2888 kemungkinan sideways bearish untuk kembali testing ke area 1.2777 akan terus dicoba.

Rekomendasi :
Buy                 : 1.2888, 1.2828    Sell             : 1.2990, 1.3020
TP                  : 1.3003                   TP               : 1.2910
Stoploss       : 1.2790                   Stoploss    : 1.3075

Resisten       : 1.2978, 1.3028
Support         : 1.2848, 1.2770
Range           : 1.2888 – 1.3010

 
GBP DAILY
U
ntuk data Inggris, The Conference Board (CB) Leading Index diperkirakan akan tetap 0,1% seperti pada laporan terakhir.
Sepertinya pound sulit untuk menembus area 1.5970, dan area 1.5959 merupakan level 38% fibonacci chart weekly, juga merupakan area strong support yang apabila ada closing daily di bawah area tersebut maka pergerakan rally untuk testing ke area 1.5838 (50% fibonacci chart weekly) dapat tercapai.
Sebaliknya apabila closing pekan ini di atas area 1.6060 maka testing penguatan pound ke area 1.6210.

Rekomendasi :

Buy                 : 1.6006, 1.5959    Sell             : 1.6040, 1.6090
TP                  : 1.6111                    TP               : 1.5965
Stoploss       : 1.5909                   Stoploss    : 1.6130

Resisten       : 1.6071, 1.6096
Support         : 1.6001, 1.5957
Range           : 1.5960 – 1.6090

 
AUD-USD
A
pakah pergerakan antisipatif akan dilakukan pasar untuk menghadapi putusan lanjutan RBA mengenai kebijakan suku bunga? Apabila pasar mendapatkan konfirmasi awal mengenai isu cut rate di bulan depan kemungkinan aussie kembali ke area 1.0400an akan dilakukan pasar.
Fokus RBA tetap pada suku bunga dan data ekspor mereka bukan pada QE, berbeda dengan bank sentral di Eropa, AS ataupun China.
Dan low beberapa hari lalu di area 1.0147 mensinyalkan bahwa pelemahan aussie membutuhkan pondasi untuk mencapai target 1.0100 dalam long terms-nya.
Dan apabila pekan ini closing di bawah area 1.0222 maka kelanjutan untuk testing break area 1.0135 akan terus dicoba di pekan depan, sebaliknya apabila closing pekan ini di area 1.0313 kemungkinan merupakan awal pergerakan antisipatif terhadap isu cut rate di atas.

Rekomendasi :
Buy                 : 1.0202, 1.0165    Sell             : 1.0270, 1.0313
TP                  : 1.0313                   TP                : 1.0155
Stoploss       : 1.0111                    Stoploss    : 1.0373

Resisten       : 1.0300, 1.0338
Support         : 1.0216, 1.0170
Range           : 1.0175 – 1.0313

 
USD-CHF
P
ergerakan franc berkorelasi dengan pergerakan euro, sebagai penunjang dari alternate likuiditas zona euro maka pergerakan franc sangat berpengaruh pada pergerakan euro.
Maka dari itu terlihat secara teknikal franc sulit untuk closing di atas area 0.9444 yang merupakan area konsolidasi dalam kelanjutan pelemahan franc, apabila pekan ini closing di atas area tersebut maka pelemahan franc akan testing ke area 0.9505, sebaliknya apabila closing di bawah area 0.9320 franc akan sideways untuk menguat ke testing area 0.9242.

Rekomendasi :
Buy                  : 0.9323, 0.9292    Sell             : 0.9404, 0.9444
TP                   : 0.9444                   TP               : 0.9323
Stoploss        : 0.9242                   Stoploss    : 0.9494

Resisten        : 0.9395, 0.9449
Support          : 0.9315, 0.9284
Range            : 0.9292 – 0.9404

 
USD-JPY
B
oJ akan bertemu dengan Bernanke dan ECB hari ini untuk membahas ekonomi global, pihak BoJ tidak bisa mengatakan dengan pasti apakah ekonomi menyusut..
Pemerintah akan bekerja sama dengan BOJ untuk mengalahkan deflasi,  tagihan defisit obligasi segera.
Harus waspada terhadap perlambatan di luar Jepang, pasar bergerak karena mereka melakukan  tekanan pada ekonomi Jepang dengan cara menguatkan Yen.
Pemerintah akan terus meminta BOJ untuk mengejar pelonggaran moneter yang kuat, mencapai target inflasi 1%.
PM Noda telah berjanji untuk menarik Jepang keluar dari deflasi dalam setahun, BOJ memiliki peran penting untuk bermain dalam mencapai hal ini.

Rekomendasi :
Buy                  : 78.20, 78.00        Sell             : 78.60, 78.78
TP                    : 78.78                    TP               : 78.00
Stoploss         : 77.77                    Stoploss    : 78.98

Resisten        : 78.65, 78.93
Support          : 78.01, 77.65
Range            : 78.00 – 78.78                                                                       

                                               

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-12-oktober-2012.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-12-oktober-2012.html

Tanggal October 03, 2012 / 3:25 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – ECB sudah mencanangkan program pembelian obligasi, dengan syarat Spanyol harus mengajukan bailout dulu. Tapi hingga saat ini, Spanyol belum melakukan juga, bahkan membantah berencana memintanya dalam waktu dekat.

Sekarang timbul pertanyaan, apa lagi yang harus dilakukan ECB? Bila Presidennya Mario Draghi berharap bisa santai dalam jumpa pers bulanan besok, ia salah. Terlalu banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai program pembelian obligasi ECB yang baru diumumkannya, disebut Outright Monetary Transactions (OMT).

Draghi membuat pasar bertanya apakah syarat ketat yang tertera dalam program OMT. Bulan lalu ia mengatakan terserah pemerintah, Uni Eropa dan IMF memutuskan bentuk dari persyaratan itu. Situasi di Spanyol menjadi salah satu perhatian. Pasar menganggap Spanyol sebagai kandidat OMT, dan Draghi akan diminta untuk menjelaskan kemungkinan tersebut. Pasar juga akan mencermati seberapa agresif ECB dalam mengimplementasikan OMT.

Draghi diperkirakan akan tetap bicara dovish di tengah pertumbuhan rendah dan tekanan inflasi, dan kemungkinan membuka opsi pelonggaran lebih lanjut. Para ekonom memperingatkan proyeksi ECB akan kontraksi rendah 0,4% tahun ini terlalu optimis, menyusul serangkaian data buruk di zona euro. Sedangkan inflasi terus menanjak. Data resmi kemarin menunjukkan harga produsen naik 2,7% di Agustus dari tahun lalu, lebih tinggi dari Juli yang 1,6%.

Selain itu, kenaikan inflasi juga memperumit kebijakan ECB di tengah bertambahnya bukti ekonomi zona euro kontraksi di tiap kuartal tahun ini. Dengan kondisi ini, ECB diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya di 0,75%. Suku bunga sudah rendah dan pemangkasan tidak akan banyak bermanfaat. ECB kemungkinan juga tidak akan menurunkan bunga simpanan, atau tingkat yang diberlakukan untuk menyerap likuiditas dari 0%. Memberikan bunga negatif memang dianggap sebagai opsi untuk merangsang perkreditan di zona euro.  Namun bank komersial tentu tidak ingin melakukannya karena mana ada nasabah yang mau bunga negatif.

Kenaikan Inflasi dan rencana pembelian obligasi membuat banyak kalangan ragu ECB akan memangkas suku bunganya bulan ini. Tapi ia bisa saja membuka peluang untuk melonggarkan kebijakan secepatnya di rapat bulan depan. Spekulasi menyebutkan salah satu bentuk pelonggaran yang diambil di masa mendatang adalah menambah program pinjaman murah tenor tiga tahun, atau yang dikenal dengan Long Term Refinancing Operation (LTRO). Draghi juga diisukan mengubah Giro Wajib Minimum (GWM).

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/bagaimana-lagi-draghi.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/bagaimana-lagi-draghi.html

Tanggal August 31, 2012 / 10:06 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dollar menguat atas rivalnya yang membuat euro bergerak dekat level terendah dalam seminggu terakhir di saat pasar menantikan sembari cemas apakah the Fed akan mengindikasikan kemungkinan stimulus moneter. 
Fokus tertuju ke pertemuan tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming pada akhir pekan, di mana Bernanke akan berpidato dan diharapkan memberi sinyal soal prospek kebijakan. Bernanke akan berpidato dengan tema “Kebijakan Moneter sejak Krisis” pada jam 21:00 WIB. Sempat muncul ekspektasi Bernanke akan memberi sinyal peluang meluncurkan stimulus moneter agresif yang berbentuk Quantitative Easing (QE) pada rapatnya 12-13 September nanti.
Tapi optimisme pasar surut akhir-akhir ini karena beberapa data ekonomi AS tidak buruk. Meski belum menunjukkan kondisi yang cerah, sebagian data memperlihatkan adanya perbaikan. Data semalam menunjukkan pembelanjaan konsumen AS naik 0,4% selama Juli, kenaikan terbesar dalam lima bulan terakhir, dan tunjangan pengangguran stabil minggu lalu. Beberapa data hari sebelumnya cukup positif.
Pertemuan itu datang menjelang rapat reguler the Fed 12-13 September nanti, dan pasar masih bertanya-tanya apakah bank sentral AS itu akan meluncurkan stimulus, kalaupun iya, masih perlu dipastikan apakah itu berbentuk Quantitative Easing (QE) atau lainnya. Presiden the Fed distrik Atlanta Dennis Lockhart, anggota FOMC yang punya hak voting, kemarin mengatakan rapat berikutnya kemungkinan akan penuh debat di antara pejabatnya.
Indeks dollar berhasil menyentuh 81,76, sebelum bertengger di  81,61 hari ini. Penguatan dollar mencerminkan pasar ragu Bernanke mau mengumumkan kebijakan agresif. Sebelum pidato Bernanke, pasar akan disuguhi beberapa data ekonomi AS, antara lain sentimen konsumen versi Univ. of Michigan, indeks PMI Chicago, dan factory orders.
Kalau misalnya nanti Bernanke tidak mengumumkan sesuatu yang baru, pasar masih bisa berharap pada ECB akan mengambil langkah untuk meredam yield. Ekspektasi itu tercermin dari lelang obligasi Italia yang sukses kemarin, dengan menjual tenor 10 tahun dengan yield di bawah 6%.
Sayangnya, hal itu tidak mengangkat euro, yang jatuh sampai ke $1,2486, sebelum bertengger di $1,2509 hari ini. Support terdekat ada di $1,2462, dan resistance di $1,2574. Di Eropa, data terjadwal antara lain penjualan ritel Jerman, ditambah dengan inflasi dan tingkat penganguran zona euro.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/pasar-harap-harap-cemas-jelang-bernanke.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/pasar-harap-harap-cemas-jelang-bernanke.html

Tanggal August 29, 2012 / 3:06 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Untuk data AS, Prelim Gross Domestic Product (GDP), kemungkinan naik dari 0,2% sampai dengan 1,7% dari kuartal terakhir. Sementara pada Prelim GDP Price Index tidak ada perubahan tetap 1,6%.
Pending Home Sales, naik dari -1.4% pada bulan Juli sampai dengan 1,1% sekarang.
Crude Oil Inventories, 5.4M sama dengan laporan bulan lalu.
Beige Book yang diterbitkan 8 kali per tahun, 2 minggu sebelum Federal Open Market Committee (FOMC) meeting.
Euro kembali kuat di pasar Asia pada hari Rabu, yang telah tersapu oleh gelombang tinggi dari short-covering, sementara Aussie terus tertekan  dalam sebulan ini di tengah kekhawatiran terus-menerus tentang pertumbuhan China.
Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi terlalu sibuk untuk mempersiapkan pertemuan Jackson hole Jumat esok dan pasar berharap ia bisa mengumumkan kebijakan rencana lama yang ditunggu-tunggu dalam mengatasi krisis utang pada pertemuan ECB 6 September.
“Short Covering adalah katalis utama di balik pergerakan harga euro menargetkan $ 1,28 dan EURJPY menargetkan 101,63 ¥,” tulis analis di BNP Paribas.
Yang kedua juga datang dari Italia dan Spanyol pasar melihat biaya pinjaman mereka jatuh pada lelang obligasi pada hari Selasa lalu, sebuah tanda yang menggembirakan dan lebih menantang terutama untuk sesi lelang di Milan Esok.
Tapi apapun berita yang keluar di zona euro belum dapat membuat ‘risk appetite’ pasar berubah dalam asumsi jangka panjang untuk menentukan ekspektasi jangka panjangnya.

EUR-USD
G
erman Prelim Consumer Price Index (CPI) perubahan harga konsumen barang dan jasa, kemungkinan turun dari 0,2% dari 0,4% pada bulan Juli.
Antisipasi atau memang dampak stimulus dan pelemahan USD akan menjadi konfirmasi reversal jangka panjang untuk euro?
Secara teknikal sinyal untuk tren bullish ada di area 1.2727 dan konfirmasi ada di area 1.3100, secara fundamental zona euro sedang mempersiapkan instrumen untuk kembali mendorong laju ekonomi kawasan tersebut dan lepas dari krisis utang.
Jackson Hole dan ECB meeting 6 september dapat menjadi acuan dalam pergerakan euro dan sangat ditunggu oleh pasar.

Rekomendasi :
Buy            : 1.2494, 1.2460    Sell            : 1.2610, 1.2666
TP              : 1.2600                  TP              : 1.2444
Stoploss   : 1.2400                  Stoploss   : 1.2700

Resisten   : 1.2603, 1.2643
Support     : 1.2491, 1.2422
Range       : 1.2465 – 1.2615

GBP-USD
N
ationwide House Price Index (HPI), harga jual rumah berdasar pada hipotek Nationwide, diperkirakan naik dari -0,7% hingga 0,2% saat ini.
Apakah high di pekan lalu (1.5910) dapat dijadikan sinyal dalam penentuan reversal pergerakan pound?
Ya…..apabila ada closing weekly di atas area tersebut maka ekspektasi pergerakan bullish akan menargetkan sampai ke area 1.6161, dan sifatnya masih rentan akan isu negatif kawasan dan terms-nya masih sangat sempit.
Sebaliknya apabila dalam 2 pekan ini ada closing di bawah 1.5656 maka tekanan bearish masih mendominasi pergerakan pound.

Rekomendasi :
Buy            : 1.5757, 1.5730    Sell            : 1.5840, 1.5870
TP              : 1.5888                  TP              : 1.5690
Stoploss   : 1.5690                  Stoploss   : 1.5910

Resisten    : 1.5848, 1.5883
Support      : 1.5764, 1.5716
Range         : 1.5690 – 1.5850
 

AUD-USD
U
ntuk data Australia, Construction Work Done, indikator penting di sektor industri konstruksi yang mengukur semua inflasi nilai yang disesuaikan dengan proyek konstruksi yang telah selesai, diperkirakan turun dari 5,5% pada kuartal terakhir menjadi 1,1% saat ini.
‘A confluence of factors’ telah bersekongkol untuk menjatuhkan Aussie lebih rendah dalam beberapa hari terakhir termasuk perlambatan di China, yang merupakan pasar ekspor tunggal dan terbesar Australia, dan kekhawatiran tentang ekspektasi jangka panjang dari booming investasi negara pertambangan tersebut.
Secara teknikal area 1.0222 sangat krusial untuk pergerakan Aussie, tekanan bearish akan terus berlanjut apabila ada closing daily di area tersebut.
Sinyal pelemahan tersebut ada di area 1.0350, apabila minggu ini closing di bawah area tersebut maka target berikutnya ke area 1.0222 itu.
Secara umum memang pergerakan Hangseng dan isu fundamental ekonomi China masih mendominasi pergerakan Aussie……dan segala analisa sifatnya masih sangat sempit dalam ekspektasinya.

Rekomendasi :
Buy            : 1.0313, 1.0285    Sell            : 1.0380, 1.0410
TP              : 1.0424                  TP              : 1.0300
Stoploss   : 1.0260                  Stoploss   : 1.0475

Resisten   : 1.0385, 1.0407
Support     : 1.0340, 1.0318
Range        : 1.0280 – 1.0414 
 

USD-CHF
U
ntuk data Swiss, KOF Economic Barometer,  indeks komposit yang didasarkan pada 12 indikator keuangan, cenderung meningkat dari 1,43 poin pada bulan Juli menjadi 1,52 sekarang.
Situasi yang hampir sama berimbas pada pihak otoritas keuangan Swiss, seluruh perkembangan mengenai krisis di Eropa sangat berpengaruh pada pergerakan franc, karena franc menjadi salah satu penopang likuiditas dari euro.
Dan komitmen SNB dalam mempertahankan nilai franc terus dipegang dalam menjaga rally-nya.
Dan closing pekan ini dapat menjadi titik balik konfirmasi pelemahan franc dan melanjutkan korelasi pergerakannya dengan euro.

Rekomendasi :
Buy            : 0.9550, 0.9515    Sell            : 0.9595, 0.9630
TP              : 0.9616                  TP              : 0.9494
Stoploss   : 0.9470                  Stoploss   : 0.9688

Resisten   : 0.9611, 0.9666
Support     : 0.9524, 0.9494
Range        : 0.9515 – 0.9610
 

USD-JPY
U
ntuk data Jepang, Retail Sales, total nilai penjualan di tingkat ritel, turun dari 0,2% dari terakhir kali dihitung.
Pergerakan antisipatif atau memang Yen sangat sulit untuk lepas dari status ‘safe haven’ sebagai suatu alternatif resiko dari pergerakan mata uang utama lainnya.
Harga psikologis Yen sangat sulit untuk bertahan di atas area 79.00 sebelum ‘risk appetite’ pasar berubah terhadap krisis di Eropa dan “tanggapan” The Fed terhadap krisis tersebut serta konfirmasi akan stimulus yang akan disampaikan Bernanke pada pertemuan Jackson Hole Jumat pekan ini.

Rekomendasi :
Buy                : 78.30, 78.10     Sell            : 78.66, 78.90
TP                  : 79.78                 TP              : 78.10
Stoploss       : 77.77                 Stoploss   : 79.20

Resisten       : 78.70, 78.89
Support         : 78.38, 78.24
Range           : 78.08 – 78.90                                                                                 

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-29-agustus-2012.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-29-agustus-2012.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha