Search Results : apa yang sedang di hadapi oleh negara jerman

Tanggal November 05, 2012 / 3:32 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – Kandidat Presiden dari Partai Republik Mitt Romney mempromosikan dirinya sebagai sosok yang mampu membangkitkan ekonomi Amerika. Sedangkan sang petahana Barack Obama memposisikan dirinya sebagai yang sudah terbukti dan teruji.

Ekonomi selalu menjadi isu penting dalam setiap pemilu, terutama saat ini, ketika 23 juta orang masih menganggur, bekerja paruh waktu atau berhenti mencari kerja. Baik Obama maupun Romney berjanji akan menciptakan lapangan kerja, namun masing-masing berbeda caranya. Tingkat pengangguran berada di 7,9%, menurut data terbaru. Tidak ada presiden incumbent sejak Franklin Roosevelt (1933-1945), yang menghadapi pemilu dengan tingkat pengangguran setinggi itu. Ini menjadi senjata untuk Romney, dengan mengkritik Obama gagal memenuhi janjinya menciptakan lapangan kerja.

Di sisi lain, Presiden Obama menjabat di saat ekonomi AS babak belur. Bulan terburuk resesi adalah Januari 2009, ketika 818.000 orang kehilangan pekerjaan. Selama tiga bulan berikutnya, 2,2 juta orang menganggur.  Pemangkasan tenaga kerja berlangsung sampai Februari 2010. Saat itu, 4,3 juta lapangan kerja hilang. Lapangan kerja mulai stabil memasuki Maret 2010. Setelah 32 bulan sejak itu, 4,9 juta lapangan kerja tercipta.

Isu yang berkaitan dengan ekonomi adalah pajak dan tunjangan kesehatan (healthcare). Romney dan Obama berjanji akan merevisi aturan pajak, tapi juga berbeda cara dan tujuannya. Romney berjanji menciptakan 12 juta lapangan kerja dengan mengurangi pajak baik untuk orang kaya maupun kelas menengah. Ia yakin pemotongan pajak bagi orang kaya bisa menciptakan lapangan kerja. Sedangkan Obama ingin menaikkan pajak untuk orang berpenghasilan di atas $250.000 per tahun. Ia ingin mengembalikan aturan era Bill Clinton, yang memang dikenal berhasil  mengurangi pengangguran dan men-surpluskan anggaran pemerintah.

Mengenai  tunjangan kesehatan, Romney berikrar bila terpilih akan menghapus Obamacare karena dianggapnya bencana bagi ekonomi, bikin anggaran jebol, dan terlalu banyak campur tangan pemerintah. Memang, pemerintah menghabiskan $2,5 triliun untuk program kesehatan selama 2009, saat Obama pertama kali memimpin. Biaya kesehatan bertambah menjadi $3,0 triliun untuk tahun ini, atau sama dengan PDB Jerman.

Tapi Obamacare sendiri hampir mirip dengan Romneycare, program kesehatan terjangkau dan tersubsidi yang ditandatangani oleh Romney ketika menjabat sebagai Gubernur Massachusetts. Romneycare masih berjalan di negara bagian itu.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/ekonomi-krusial-dalam-pemilu-as.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ekonomi-krusial-dalam-pemilu-as.html

Tanggal September 27, 2012 / 10:15 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro bergerak dekat level terendah dalam dua minggu terakhir hari ini, setelah mengalami kejatuhan untuk tiga hari berturut-turut menyusul gejolak di Eropa karena aksi menolak program penghematan.
Ratusan ribu pekerja Di Yunani absen sebagai bagian setelah dua serikat kerja terbesar menggelar aksi mogok menentang rencana pemotongan baru. Aksi tersebut menjadi rusuh setelah pemrotes bentrok dengan polisi. Aksi protes juga  kembali tersulut di Spanyol, menjelang rencana penghematan baru dalam RAPBN 2013. 
Selain karena rasa frustasi akan krisis ekonomi, aksi protes itu merupakan bentuk penolakan publik atas program penghematan yang dijalankan pemerintah. Aksi protes berubah rusuh di Athena dan Madrid itu juga mencerminkan tantangan yang dihadapi negara zona euro membebaskan diri dari krisis utang.  Tingkat pengangguran di kedua negara di atas 20%.
Ketidakpastian bailout Spanyol dan Yunani juga mengguncang pasar. Spanyol hingga saat ini belum jelas apakah mau minta bailout. Ini penting karena tanpa itu, ECB tidak akan mau beli obligasinya. Ketidakpastian ini memicu aksi jual obligasi Spanyol dan Italia. Yield obligasi Spanyol naik ke atas 6% untuk pertama kalinya sejak awal September.
Di Yunani, para kreditor internasional berselisih pendapat mengenai cara menyelesaikan krisis utang Yunani. Uni Eropa ingin memberi Yunani waktu untuk mencapai target bailout, mungkin sampai pemilu Jerman di 2013. Tapi IMF maunya Eropa menghasilkan solusi komprehensif segera. Situasi ini juga memberi tekanan ke pasar.
Namun pasar belum mau terlalu bearish terhadap euro dengan harapan Spanyol sewaktu-waktu bisa minta bailout. Perdana Menteri Mariano Rajoy mengatakan bila yield terlalu tinggi hingga waktu yang lama negaranya pasti minat bailout. Rajoy akan mengumumkan RAPBN 2013 hari ini, yang diperkirakan akan menetapkan rencana pemotongan anggaran, kenaikan pajak dan reformasi struktural yang dapat menghasilkan 39 miliar euro.
Faktor lain yang dapat mempengaruhi pergerakan euro adalah lelang obligasi Italia dan data sentimen konsumen. Euro kini diperdagangkan di $1,2877, dekat level terendah dalam dua minggu terakhir $1,2833 yang dicatat kemarin. Level itu juga merupakan 50% Fibonacci retracement dari penguatan 5-17 September dan menjadi support terdekat. Bila tembus akan bergerak ke 61,8%-nya di $1,2755. Sedangkan resistance ada di $1,2913. Terhadap yen, euro akhirnya ke bawah 100 di 99,88.
Even penting lainnya terjadwal adalah data durable goods oders dan PDB AS kuartal kedua. Data yang buruk bisa semakin mengurangi minat terhadap risiko. Mengenai mata uang lain, sterling masih bergerak di kisaran $1,61-1,62. Selama Data final PDB kuartal kedua Inggris tidak mengalami revisi turun, the cable akan tetap mantap di kisaran itu. Support terdekat di $1,6113 dan resistance di $1,6235.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/euro-tertekan-jelang-rapbn-spanyol-lelang-italia.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/euro-tertekan-jelang-rapbn-spanyol-lelang-italia.html

Tanggal May 25, 2012 / 8:50 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Setidaknya sudah tiga hari terakhir, indeks dari bursa regional dan juga IHSG, terlihat hanya bergerak mendatar, menyikapi semua berita negatif yang ada. Kondisi ini telah memancing pemodal yang tidak sabar untuk melakukan bottom fishing (melakukan pembelian spekulatif dengan berharap bahwa market telah mencapai level terendahnya) seperti apa yang terjadi kemarin sore karena posisi harga saham sebenarnya sudah terkoreksi cukup banyak dalam 2 minggu terakhir.
Meski naik 0,27%, posisi penutupan dari indeks Dow Jones Industrial semalam sebenarnya belum memberikan signal positif karena belum mampu ditutup diatas resisten pertama. Akan tetapi, jika IHSG mampu menembus resisten pertama 3992 hari ini, maka itu akan menjadi signal positif yang menandakan peluang untuk terjadinya rebound terbatas ke kisaran 4050-4125 untuk pekan depan.
Jika terdapat penembusan resisten pada IHSG, posisi SpecBuy sebaiknya berfokus pada saham-saham komoditas, (terutama AALI, ITMG, UNTR, PTBA, BUMI, INCO, ANTM)  yang telah terkoreksi cukup dalam dalam beberapa waktu terakhir.

Global Outlook
B
ursa saham regional coba bergerak positif diawal pembukaan perdagangan akhir pekan ini menyusul penguatan bursa saham di AS yang memburu saham-saham yang bervaluasi rendah setelah mengalami kejatuhan. Tapi dengan pelemahan data ekonomi global dan permasalahan Eropa dapat membatasi penguatan.
Penguatan yang ditorehkan bursa saham AS tidak lepas dari pernyataan Perdana Menteri Italia Mario Monti yang menyatakan agar Athena tetap berada di zona euro. Pernyataan ini disampaikan Monti karena mayoritas pemimpin Uni Eropa mendukung penerbitan obligasi bersama.
Kendati pernyataan Monti berhasil meredakan situasi Eropa karena Yunani untuk sementara waktu. Tapi Kerisauan investor terhadap Yunani yang akan keluar dari zona euro masih membayangi sampai ditemukannya solusi yang kongkrit. Hal ini dikarenakan mampu tidaknya Yunani menjalankan penghematan serta mematuhi persyaratan bailout. Dan juga kesepakatan negara-negara zona euro dalam mengatasi permasalahan tersebut.
Belum terselesainya masalah Eropa, keresahan investor terus bertambah karena perlambatan ekonomi global. Masalah perlambatan ini dipicu aktivitas manufaktur China merosot lagi bulan ini karena anjloknya permintaan ekspor, menambah bukti perlambatan ekonomi, yang dapat semakin mengharuskan pemerintah untuk bertindak. Indeks PMI manufaktur versi HSBC, salah satu indikator industri China, turun ke 48,7 di Mei, menurut perhitungan awal, dari 49,3 di April. Dengan ini, berarti sudah tujuh bulan berturut-turut indeks tersebut berada di bawah 50, atau kondisi kontraksi, mencerminkan masa sulit yang dihadapi industri China di tengah krisis di Eropa.
Sedangkan Indeks PMI manufaktur Jerman dan zona euro semakin kontraksi bulan lalu. Indeks PMI manufaktur Jerman turun ke 45,9 di Mei dari 46,7 di April. Sedangkan zona euro turun ke 45 dari 46,9. Sentimen bisnis Jerman merosot ke 106,9 di Mei dari 109,9 di April. Semua data itu datang di saat pasar sedang khawatir Yunani keluar dari zona euro dan efek dominonya.

Review IHSG
D
iwarnai dengan perdagangan yang fluktuatif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berlabuh di zona hijau. Pada penutupan perdagangan Kamis (24/5/2012), IHSG naik tipis 3,295 poin (0,08%) ke level 3.984,873.
Sentimen negatif dari Eropa masih menyelimuti pasar, sempat mengalami kenaikan di awal-awal perdagangan, kenaikan IHSG akhirnya terpangkas oleh sentimen tersebut.
IHSG bahkan sempat lama berada di zona merah, sebelum akhirnya aksi beli di penghujung perdagangan mengereknya ke zona hijau.
Ada enam sektor yang menguat, dimotori oleh sektor perkebunan yang menguat sebesar 1,67%. Sementara empat sektor lainnya masih betah di zona merah.
Saham-saham yang naik diantaranya Astra Agro (AALI), Sarana Menara (TOWR), Gudang Garam (GGRM), dan Bukit Asam (PTBA).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Dian Swastatika (DSSA), Telkom (TLKM), United Tractor (UNTR), dan Unilever (UNVR).

Ulasan Teknikal
IHSG

Sempat mengalami penurunan, namun IHSG mampu mepertahankan support-nya di 3.950. Pola-pola reversal mulai terlihat dimana low saat ini lebih tinggi dari low sebelimnya, yang mengindikasikan adanya potensi uptrend. Selain itu, IHSG kembali mampu ditutup di atas level gap di 3.958. Kondisi tersebut makin memperkuat pola reversal IHSG, yang kemudian didukung pula oleh indikator stochastic yang golden cros di area oversold. Secara teknikal, kami melihat rebound IHSG akan berlanjut, minimal menguji resistance MA 10 di 4.024. Sementara penutupan kembali IHSG dibawah 3.950 akan membuat pola reversal tersebut menjadi gagal, dan IHSG berpeluang menlanjutkan penurunannya menuju area 3.900 – 3.850. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.950 – 4.024.

R3    4,029
R2    4,011
R1    3,998
   
Pivot    3,980
   
S1    3,967
S2    3,949
S3    3,936

Stock Pick
BBKP

MA 10 dan 55 terlihat dead cross, menunjukkan bahwa trend BBKP sedang bergerak bearish. Kondisi bearish juga terlihat dari indikator RSI dan stochastic yang masih di teritori negatif, dan belum menunjukkan sinyal reversal. Namun candlestick yang membentuk pola white body menunjukkan potensi rebound, meski kemungkinan akan terbatas di area 680 – 700.
Rekomendasi     : Sell on strength
Support                : 630, 580
Resistance          : 680, 700

SSIA

Garis trend serta MA menunjukkan bahwa trend SSIA masih bullish. Pola bullish continuation sepertinya akan terjadi setelah SSIA menemukan support barunya di 960. Harga kini telah bergerak di atas support tersebut, sementara pola white opening marubozu bisa mendukung potensi penguatan, namun harga masih tertahan di area resistance 1.060. Penembusan kembali resistance tersebut akan membuka potensi penguatan menuju area 1.230.
Rekomendasi     : Buy, stop loss 950, target 1.200
Support                : 1.020, 960
Resistance          : 1.120, 1.230

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/sinyal-positif-ihsg-bila-break-resisten-3992.html

Tanggal March 02, 2012 / 9:58 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro sedikit melemah kemarin, terjebak dalam range sempit, pasca operasi likuiditas ECB dan serangkaian berita yang tidak menggugah pasar.
Bahkan sebagian berita tersebut justru cenderung bearish untuk euro. Mulai dari data ekonomi sampai hasil pertemuan Uni Eropa. Tingkat pengangguran di zona euro melonjak ke level tertinggi dalam 15 tahun terakhir dan inflasi di luar dugaan naik. Tingkat pengangguran naik ke 10,7% di Januari dari 10,6% di Desember, menjadikan jumlah pengangguran 17 juta orang. Sedangkan inflasi mencapai 2,7% di Februari, di atas target ECB yang 2%.
Kedua data yang mengecewakan itu mencerminkan tantangan yang dihadapi ECB dalam upayanya menstabilkan pasar keuangan dan ekonomi dengan likuiditas berlimpah dan bunga rendah, dilakukan saat harga energi tinggi.  Gabungan perlambatan pertumbuhan, pengangguran tinggi dan kenaikan inflasi, atau yang disebut stagflasi, adalah mimpi buruk bank sentral. Beberapa negara zona euro menghadapi satu atau lebih kuartal kontraksi.
Pertemuan Uni Eropa juga tidak memberi pengaruh berarti ke euro. Para pemimpin Eropa tidak membahas pelonggaran target defisit, meski ada berita Spanyol mengimbau adanya dispensasi dan Belanda tidak mampu mencapai target. Mereka memutuskan untuk menunda pengucuran bailout ke Yunani. Mereka mengatakan negara itu tidak akan dapat dana sampai kreditor swasta memberi persetujuan akhir soal pemotongan utang minggu depan. 
Masih soal Yunani, sebuah komite memutuskan penukaran utang Yunani tidak akan memicu pembayaran Credit Default Swaps (CDS). International Swaps and Derivatives Association (ISDA) memutuskan bahwa legislasi Athena soal langkah kolektif, yang memaksa kreditor swasta menerima kerugian, bukanlah termasuk credit event. Dengan kata lain, kerugian kreditor tidak akan di-cover oleh CDS. Tapi keputusan ini belum final.
Euro masih terjebak dalam kisaran $1,33. Hasil penukaran utang Yunani baru terlihat minggu depan. Semua bergantung pada kesepakatan penukaran obligasi (bond swap) Yunani. Sehari setelah ECB menyuntikkan dana 530 miliar euro ke 800 bank, pelaku pasar masih enggan menggerakan euro ke atas atau ke bawah. Tanpa ada berita, baik atau buruk, euro akan terjebak dalam range terbatas. Salah satu data terjadwal Eropa adalah penjualan ritel Jerman. 
Mengenai mata uang lain, sterling berhasil rally di tengah berkurangnya kekhawatiran mengenai ekonomi Inggris. Data indeks PMI manufaktur masih di atas 50, yang dianggap indikasi ekonomi belum akan terjerumus ke resesi. Sedangkan Aussie berhasil memantapkan posisi di tengah tingginya harga minyak.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/euro-galau-yunani-kembali-jadi-fokus.html

Tanggal February 27, 2012 / 10:10 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro berusaha mempertahankan penguatannya dan menguji level $1,35 berkat data ekonomi dan surutnya kekhawatiran soal krisis utang dan menjelang program likuiditas ECB. 
Euro berhasil menggapai level tertinggi dalam 2,5 bulan terakhir  dalam rally yang bisa bertahan dalam waktu dekat, didorong oleh optimisme soal ekonomi dan menjelang operasi pasar dari ECB. Akhir pekan lalu, euro berhasil rally terhadap dollar berkat laporan yang menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi.
Euro berhasil menembus $1,3435, atau 50% retracement kejatuhan dari akhir Oktober sampai pertengahan Januari. Pelaku pasar mengatakan rally euro punya momentum bagus setelah menembus $1,33 dan melewati batas options di $1,34 Jumat lalu. Padahal pergerakan euro sempat tersendat di pertengahan minggu lalu karena pasar mencerna bailout kedua Yunani.
Tapi penguatan euro lebih didorong oleh data dari Jerman dan AS, yang berhasil mengalihkan perhatian pasar dari masalah Yunani. Data seperti sentimen bisnis Jerman dan sentimen konsumen AS menjadi pelipur lara di tengah keraguan efektivitas bailout Yunani. Euro juga terangkat setelah Gubernur bank sentral China mengatakan pihaknya  bersedia turut menambah sumber daya IMF.
Meski masalah Yunani belumlah tuntas pasca bailout, masih ada faktor-faktor yang dapat dijadikan untuk mengangkat euro. Faktor yang bisa mendorong euro minggu adalah operasi pasar ECB, atau yang disebut dengan Long Term Refinancing Operation (LTOR), di mana bank bisa mendapat pinjaman murah tenor tegia tahun. Menurut estimasi, LTRO, yang dilaksanakan Rabun anti, akan mendapat permintaan antara 500 miliar dan 1 triliun euro. Dana itu kemungkinan akan digunakan untuk membeli surat utang negara zona euro. Paling tidak, dana itu bisa mengurangi kemungkinan crash di sistem perbankan.
Euro, yang sedang menguji level $1,35, diperkirakan bisa melanjutkan rally-nya minggu ini. Para analis menyebut perbaikan di pasar swap euro, yang mulai menunjukkan kondisi pembiayaan di Eropa setelah sempat paceklik di Desember. Berkurangnya  spread antara LIBOR euro dan dollar, mencerminkan berkurangnya permintaan mata uang AS itu. Euro kemungkinan menghadapi resistance di $1,3550. Keberhasilan menembus level itu, bisa membawanya ke $1,36-$1,37.
Sementara itu, yen jatuh ke level terendah dalam tujuh bulan terakhir hari ini. Yen, yang terus dalam tekanan sejak BOJ menambah stimulus moneternya, anjlok ke level yang belum pernah dipijaknya sejak Juli. Dollar mencapai hingga 81,60 yen, naik dari 81 akhir pekan lalu. Ada prediksi yen bisa semakin jatuh ke 85 per dollar dalam jangka menengah. Tapi dalam jangka pendek, mata uang Jepang itu menghadapi resistance 82.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/euro-uji-135-yen-anjlok-lagi.html

Tanggal February 20, 2012 / 2:41 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Tren sentimen risiko tetap mengendalikan pergerakan Dolar AS, pasar menyoroti pertemuan para menteri keuangan zona euro hari Senin ini. Para pelaku pasar mencari kesempatan dalam kesepakatan akhir tentang bailout kedua Yunani, Uni Eropa / IMF melepaskan €130 B    pendanaan untuk mencegah default dari tranche besar utang jatuh tempo pada 20 Maret.
Perjanjian itu harus memenuhi dua unsur: Athena harus meniadakan ketentuan swap yang terikat dengan kreditur dari pihak swasta – dan skema untuk meringankan beban utang dengan membatalkan sebanyak 70 persen dari utang dan kekhawatiran pejabat Uni Eropa mengenai pelaksanaan langkah-langkah penghematan baru.
Memang para pelaku pasar FX melihat segala upaya dalam tiga tahun terakhir upaya krisis utang tersebut telah lebih jauh dapt mengendalikan risk appetite terhadap USD dan menjadikannya safe havens……dan hal itu tidak mungkin berstatus “abadi”. Dalam skema besar, kegagalan bailout Yunani telah menjadi suatu “selingan”, mengaburkan penilaian investor dari lanskap ekonomi global secara keseluruhan. Memang, sebagaimana kita bahas sebelumnya, bahkan standar dalam penanganan krisis di Yunani tidak harus menjadi “earth-shatteringly negative scenario”  Uni Eropa yang mempertimbangkan kecukupan modal bank dalam penyaluran kredit harus sesuai dengan ketentuan “the ECB’s 3-year LTRO” yang ditetapkan pada bulan Desember. Tergantung pada spesifikasi kesepakatan itu, para pelaku dapat menganalisa dalam penetapan sentimen negatif bagi negara-negara bermasalah lain seperti Italia dan Spanyol. Namun, jika para pejabat Uni Eropa terus mengajukan tawaran yang baik, maka optimisme awal akan terbentuk dan sekilas hal tersebut terbukti.

EUR-USD
E
uro menguat ke posisi tertinggi 1,3196 jumat kemarin di tengah harapan bahwa Uni Eropa akan merilis paket bailout kedua untuk Yunani pada pertemuan hari Senin ini, sementara Bank Sentral Eropa berharap untuk swap Yunani menjadi bagian dari rencana restrukturisasi hutang. Dan negara lain seperti Portugal siap menjadi sorotan lanjutan bagi uni Eropa karena kawasan ini sepertinya siap tergelincir ke dalam resesi. Namun, Presiden Bundesbank Jens Weidmann membantah langkah itu melanggar mandat bank sentral, dan dengan sentimen resiko yang terus memburuk dalam beberapa minggu berikutnya menjadikan para  pembuat kebijakan Eropa bertemu untuk berjuang mencari titik temu. Di luar pertemuan Uni Eropa minggu ini, ada kekhawatiran bahwa para pejabat Jerman mungkin melunak pada dukungan mereka terhadap bailout €130B karena majelis rendah parlemen dijadwalkan untuk memilih paket pada tanggal 27 Februari dan euro tetap siap untuk menghadapi tambahan headwinds jangka pendek karena krisis utang terus membebani prospek fundamental untuk area euro. Seperti EUR / USD meluas rebound dari 1,3079, optimisme seputar pertemuan Uni Eropa dapat memicu menjalankan lain di SMA 100-Hari (1,3314), tetapi kami akan mempertahankan target bahwa euro akan turun kembali menuju fibonacci retracement 23,6% dari tertingginya di tahun 2009 ke level  terendah di tahun 2010 sekitar 1,2630-50 karena krisis utang negara-negara anggota uni Eropa masih jauh dari yang diharapkan.

Rekomendasi :                                                      
Buy             : 1.3190, 1.3156    Sell             : 1.3225, 1.3265
TP              : 1.3262                   TP                : 1.3131
Stoploss  : 1.3100                    Stoploss    : 1.3333

Resisten Level  : 1.3237, 1.3274                    
Support Level    : 1.3152, 1.3111                    
Range Area        : 1.3131 – 1.3252

 
USD-JPY
Bank of Japan terpaksa menyuntikkan Yen lebih ke dalam sistem pasar FX senilai  ¥ 1 T($ 128 miliar), ada sedikit alasan untuk mencari bukti penurunan Yen (meskipun firming dari kompleks mata uang komoditas akan mendikte pergeseran ke hasil yang lebih tinggi). Bank of Japan atau Departemen Keuangan tidak akan masuk ke pasar dengan berpura-pura dari melemahnya USDJPY, melainkan upaya lebih lanjut yang didasarkan pada gagasan deflasi dan pertumbuhan secara eksplisit. Kebijakan yang digunakan untuk melawan [deflasi dan pertumbuhan rendah] tidak bekerja dengan baik, setiap upaya ke depan menghasilkan hal yang baru dan unik, serta di luar dumping sejumlah besar likuiditas masuk ke sistem “pejabat keuangan Jepang masih harus belajar dari kesalahan mereka sejak dua puluh tahun terakhir,  jadi trend akan terus berlanjut, seperti suntikan likuiditas ke dalam sistem.

Rekomendasi :
Buy             : 79.50, 79.20        Sell             : 80.10, 80.80
TP              : 80.10                     TP               : 79.40
Stoploss   : 79.00                     Stoploss    : 81.81

Resisten Level  : 80.08, 80.60
Support Level    : 78.98, 78.46
Range Area        : 79.20 – 80.08

GBP-USD
P
elaku pasar akan melihat soal BoE minute pada Rabu besok, di luar prospek inflasi bank sentral dan keputusan mereka untuk meningkatkan program pembelian aset, kemungkinan bahwa pembuat kebijakan akan menjelaskan prospek pertumbuhan ekonomi masa depan melalui kebijakan moneter. Untuk tujuan ini, mengingat retorika terbaru dari para pejabat, dan lebih penting dari Gubernur Mervyn King, kemungkinan bahwa respon BoE yang sangat dovish akan mulai mereda. Pandangan ini datang pada terms yang sangat menarik mengingat tingkat suku bunga di seluruh dunia terus memburuk, dengan beban resiko mendasar yang berasal dari Eropa. British Pound kemungkinan terus memantau performa dari Euro, mengingat paralel dari situasi utang di Inggris dan situasi utang negara-negara pinggiran di zona Euro (ini terjadi setelah rating Inggris yang berstatus AAA- itu dalam keadaan siaga minggu ini). Dengan tragedi Yunani, hasil dari swap obligasi kemungkinan besar akan mendikte kinerja Sterling selama minggu ini.

Rekomendasi :                                                        
Buy             : 1.5792, 1.5757    Sell             : 1.5898, 1.5920
TP              : 1.5888                   TP               : 1.5757
Stoploss   : 1.5700                   Stoploss    : 1.6000

Resisten Level  : 1.5898, 1.5940
Support Level    : 1.5826, 1.5792
Range Area       : 1.5757 – 1.5920

 
USD-CHF
L
evel 38% fibonacci chart daily di area 0.9255 sampai 0.9288 menjadi strong resisten yang sulit ditembus franc untuk closing di area tersebut dan krusial untuk dicermati dan apa yang diharapkan oleh SNB dalam program dipatoknya franc atas euro sebentar lagi akan diuji oleh pasar serta ketahanan franc untuk medium term dan memasuki long term kuartal terus dipantau pergerakannya sehingga korelasi safe havens tidak bergeser kembali ke franc dan menjadikan nilai franc kembali ke area 0.88, dan level 50% fibonacci chart daily (0.9070) menjadi sinyal penguatan dari franc.

Rekomendasi :
Buy             : 0.9111, 0.9090        Sell             : 0.9202, 0.9255
TP              : 0.9222                       TP               : 0.9111
Stoploss   : 0.9000                       Stoploss    : 0.9333

Resisten Level  : 0.9207, 0.9230
Support Level    : 0.9134, 0.9111
Range Area        : 0.9090 – 0.9222

AUD-USD
M
eskipun RBA mengejutkan pasar dengan tetap menjaga suku bunga acuan sebesar 4,25%, bank sentral dapat terus menyerang nada dovish untuk kebijakan moneter sebagai peredam prospek untuk pertumbuhan dan inflasi. Memang, Deputi Gubernur Philip Lowe terus bernada hati-hati, sementara Asisten Gubernur Guy Debelle memperingatkan bahwa “ketidakpastian kemungkinan akan bertahan selama beberapa waktu ke depan ‘mengingat gejolak yang sedang berlangsung dalam sistem keuangan dunia. RBA dapat melihat ruang lingkup untuk memudahkan kebijakan moneter lebih lanjut, dan Gubernur Glenn Stevens mungkin terdengar semakin dovish minggu ini saat ia dijadwalkan untuk memberikan kesaksian di depan Komite Ekonomi DPR pada Kamis pukul 22.30 GMT.

Rekomendasi :
Buy             : 1.0710, 1.0670    Sell             : 1.0795, 1.818
TP              : 1.0818                   TP               : 1.0696
Stoploss   : 1.0600                   Stoploss    : 1.0930

Resisten Level  : 1.0840, 1.0888
Support Level    : 1.0730, 1.0666
Range Area        : 1.0686 – 1.0828

 

 

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-20-februari-2012.html

Tanggal December 13, 2011 / 9:43 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro tersungkur ke level terendah dalam dua bulan terakhir hari ini, sedangkan mata uang komoditas juga mengalami kejatuhan besar karena ketakutan ancaman downgrade missal Negara zona euro secepatnya minggu ini.
Ketegangan di pasar dimulai setelah lembaga rating kemarin memperingatkan pertemuan Uni Eropa minggu lalu, yang dianggap banyak kalangan sebagai kesempatan terakhir menyelamatkan euro, masih belum cukup untuk mengurangi kekhawatiran soal krisis utang.
Saham bertumbangan setelah dua lembaga rating besar mengkritik hasil yang dicapai para pemimpin Eropa minggu lalu. Fitch Ratings mengatakan kesepakatan untuk menyatukan kebijakan fiskal tidak akan member banyak perubahan. Zona euro akan menghadapi kontraksi ekonomi signifikan karena masih dijerat krisis utang selama setahun lagi atau lebih.
Moody’s Investor Service mengatakan pertemuan itu tidak banyak menghasilkan terobosan. Menurutnya, Eropa masih dalam tahap kritis dan hasil pertemuan belum mampu mengatasi masalah, yaitu membengkaknya utang beserta biayanya (yield).
Sedangkan lembaga rating lainnya, Standard Poor’s, menganggap upaya Eropa belum cukup, dengan mengatakan waktu semakin menipis bagi zona euro untuk menyelesaikan masalah utangnya dan mungkin membutuhkan gejolak agar bisa bergerak lebih cepat lagi.
Pelaku pasar khawatir lembaga itu akan segera memangkas rating Negara zona euro. Minggu lalu sebelum pertemuan, SP menempatkan 15 negara zona euro dalam evaluasi kemungkian downgrade. SP menyebut kurangnya niat politik di antara negara Eropa sebagai bagian alasan krisis dan penurunan rating. 
Bila dalam waktu dekat ada penurunan rating, maka semakin mahal biaya pinjaman untuk negara Eropa. Bila rating seperti Jerman dan Perancis diturunkan dari AAA, peringkat dana talangan (EFSF) juga bisa terancam. Hal ini juga mempersulit upaya pengentasan krisis.
Euro jatuh hingga 1,6% ke $1,3164, terendah dalam 2,5 bulan terakhir. Aussie juga menderita kejatuhan tajam, ke $1,0056. Anjloknya euro dan meningkatnya risk aversion mengangkat indeks dollar hingga 1% ke level tertinggi bulan ini. Dollar juga menguat terhadap yen ke 78,00.
Situasi ini, yang terjadi di tengah menyusutnya likuiditas karena menjelang akhir tahun, tidaklah bagus buat penjualan obligasi Italia dan Spanyol besok dan lusa. Untuk hari ini, pasar akan mencermati data indeks sentimen investor hasil survei ZEW dan data penjualan ritel AS. The Fed mengadakan rapat terakhirnya untuk tahun ini, namun diperkirakan tidak akan mengumumkan keputusan apapun.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/isu-rating-kembali-hantam-euro.html

Tanggal October 10, 2011 / 4:24 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Anggota dewan ECB Erkii Liikanen menekankan pentingnya rekapitalisasi bank untuk menghadapi krisis utang yang dianggapnya krisis terburuk sejak Perang Dunia II.

“Bank harus bermodal cukup karena nasib bank dan negara amatlah erat,” katanya dalam wawancara dengan TV Finlandia YLE. Ia juga memperingatkan bila tidak dikendalikan, krisis utang Eropa bisa memicu krisis kredit baru. “Bila tidak diatasi, krisis bermula lagi melalui bank, dan  masalah menyebar ke semua negara maju, AS, Jepang, dan Eropa.”

Pernyataan Liikanen datang sehari setelah pemimpin Jerman dan Perancis berjanji untuk mengumumkan langkah komprehensif untuk mengatasi krisis utang Eropa, merekapitalisasi perbankan, dan integrasi ekonomi zona euro pada akhir bulan ini.

Liikanen, yang juga menjabat sebagai Gubernur Bank Sentral Finlandia, menambahkan meski kapitalisasi bank tugas utama pemegang saham, pemerintah perlu turun tangan pada bank yang bermasalah dan perlu restrukturisasi. Ia melihat kini perbankan Eropa kesulitan mendapatkan dana dari pasar. “Terutama dana jangka panjang, dan ini menjadi masalah untuk investasi jangka panjang,” katanya.

Liikanen berpandangan bank Eropa bermodal lebih baik dibandingkan saat krisis global 2008, tapi juga mengatakan pasar sekarang menuntut lebih karena buruknya kondisi fiskal negara.

Sementara itu, Dexia, Bank Perancis-Belgia yang sedang kembang kempis menyepakati rencana penyelamatan oleh pemerintah Belgia, Perancis dan Luksemburg. Bank yang menjadi korban pertama krisis utang itu menerima opsi nasionalisasi unit Belgia oleh pemerintahnya dengan nilai 4 miliar euro dan jaminan sebesar 90 miliar euro atas pembiayaannya untuk 10 tahun ke depan.

Langkah ketiga negara itu dapat menambah tekanan ke pemerintah lain di kawasan untuk memperkuat sektor perbankannya.

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

Tanggal September 30, 2011 / 11:04 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Parlemen Jerman atau Bundestag, akhirnya setuju menambah daya dan wewenang dana talangan Eropa (European Finansial Stability Facility), memberi kelegaan ke banyak pihak, terutama Kanselir Angela Merkel.

Langkah itu disetujui melalui hasil voting yang menunjukkan 523 anggota menyetujui, melawan 85 yang menentang, dengan tiga abstain. Ini merupakan kemenangan bagi Merkel yang memang membutuhkan suara mayoritas untuk menggolkannya.

Tapi dibalik itu, ada perpecahan di politik Jerman. Merkel berjuang keras membujuk sekutunya dan mempertahankan koalisinya. Satu hal yang berbahaya bagi zona euro adalah voting ini hanyalah satu dari banyak tantangan sebelum para pemimpin Eropa, termasuk Merkel, mengatakan dengan yakin mereka punya senjata untuk mengatasi krisis utang.

Hasil voting ini memang signifikan. Jerman adalah ekonomi terbesar Eropa, yang membuatnya kreditor terbesar. Legislasi ini merupakan langkah oenting untuk menambah dan memperluas EFSF. Voting itu menyetujui penambahan kapasitas dana EFSF dari 250 miliar euro menjadi 440 miliar euro. Dari dana itu, kontribusi Jerman naik menjadi 211 miliar euro dari 120 miliar euro. Parlemen juga setuju untuk memberi EFSF wewenang tambahan, seperti membeli obligasi negara terlilit utang dan tidak langsung mem-bailout bank bermasalah.

Krisis yang sedang berkecamuk telah mempengaruhi solidaritas Jerman terhadap tetangga Eropanya. Pandangan populer publik Jerman terhadap negara pengutang seperti Yunani, Portugal dan Irlandia adalah mereka ceroboh dan malas. Perlu diketahui, sekitar 66% penduduk Jerman menolak bailout, menurut hasil polling terbaru.

Tapi Merkel berjuang untuk menghapus persepsi itu, yang muncul dalam tubuh koalisinya, Christian Democrats (CDU/CSU) and liberal Free Democrats (FDP).Meski kubu oposisi Social Democrat (SPD) dan the Greens mendukung proposalnya, para pengamat mengatakan otoritas politik Merkel akan terancam bila lebih dari 19 anggota koalisi menolaknya. Pada akhirnya, hanya 15 anggota yang menentangnya.

Tapi perjuangan belum berakhir. Dana itu perlu mendapat persetujuan semua parlemen di 17 negara zona euro dan Jerman adalah negara ke 11 yang menyetujui perubahan EFSF. Masih ada negara yang vokal terhadap bailout, seperti Slovakia, di mana parlemenya akan mengadakan voting pada 17 Oktober nanti.

Bahkan tantangan lebih banyak lagi setelah melewati voting itu. Banyak kalangan yang meragukan dana EFSF cukup untuk mencegah masalah Yunani menyebar ke pasar obligasi Spanyol dan Italia. Bahkan, para pemimpin menghadapi rintangan ketika mereka ingin menambah dana EFSF menjadi 2 triliun euro untuk melindungi sistem finansial bila Yunani default.

Merkel mungkin bernapas lega setelah voting semalam, tapi tantangan ke depan, secara politik dan ekonomi, masihlah menumpuk.

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/masih-banyak-pr-untuk-merkel.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha