Search Results : apa itu kuartal ketiga 2013

Tanggal January 21, 2013 / 3:48 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Melaksanakan pelonggaran moneter bukanlah hal yang baru bagi Jepang, tapi pasar baru terlihat begitu antusias soal hal itu akhir-akhir ini.
Oktober 2010, BOJ menerapkan kebijakan longgar dengan meluncurkan Program Pembelian Aset, yang dimulai dengan jumlah 35 triliun yen. Pada April 2012, jumlah program itu mencapai 70 triliun yen dan sampai Desember 2012, angkanya sudah mencapai 101 triliun yen. Ini berarti program pembelian terus bertambah bahkan sebelum Shinzo Abe mencanangkan perlunya stimulus moneter agresif. Berhasil menduduki posisi perdana menteri, Abe semakin gencar menyerukan rencana agresif untuk mengeluarkan Jepang dari deflasi. Ia juga ingin BOJ menuruti kemauannya menaikkan target inflasi dari 1 ke 2%.
Muncul spekulasi, BOJ akan menerapkan pembelian obligasi sampai target inflasi terbaru dicapai. Kini yang dinantikan pasar bukan lagi apakah BOJ akan meluncurkan stimulus, tapi berapa besar jumlah stimulus yang akan diluncurkannya. Spekulasi menyebutkan angka 10 triliun yen. Tapi mengingat jumlah sebesar itu sudah sering dilakukan, BOJ perlu mengumumkan angka yang lebih berani agar yen bisa melemah lagi.
Di Eropa, para menteri keuangan benua itu akan menggelar pertemuan untuk membahas kondisi krisis terkini dan penyaluran dana talangan. Di AS, para politisi masih berkutat dengan masalah batas utang, tapi datang berita Partai Republik mempertimbangkan menaikkan batas utang, tapi hanya untuk tiga bulan saja sampai rancangan anggaran rampung.

EUR-USD
G
agal bertahan di $1,34, EUR-USD terkoreksi lagi, kedua kalinya pair itu gagal bertahan di level psikologis tersebut selama minggu lalu. Ini menandakan level tersebut sebagai resistance kuat. Sejak menyentuh bottom di $1,26 Nopember lalu, pair ini terus menguat dan peak-nya di minggu lalu. Belum ada berita buruk, pair ini kemungkinan konsolidasi sembari menunggu katalis baru yang dapat mengangkatnya. Tapi kondisi bearish akan semakin kuat bila menembus ke bawah Moving Average 25 hari di $1,3220.

Rekomendasi harian :
E
UR-USD sell break di 1.3275 dengan target take profit 1.3230, dimana stop loss bila kembali lagi ke 1.3306. Sell 1.3397 dengan target take profit 1.3336, dimana stop loss 1.3428

Buy EUR-USD 1.3214-1.3230 dengan target take profit 1.3291, dimana stop loss bila penutupan hari ini di bawah 1.3184.

USD-JPY
M
enyentuh level tertinggi dalam 31 bulan terakhir, USD-JPY terkoreksi menjelang hasil rapat reguler BOJ. Sebenarnya belum ada berita buruk, tapi pasar mengantisipasi hasil rapat reguler BOJ sembari menyesuaikan posisi pair ini. Pair ini telah menguat 16% sejak Nopember sampai ke 90,25. Support terdekat ada di 89,00.  

Rekomendasi harian :
B
uy USD-JPY di 89.45 dengan target take profit 90.04, dimana stop loss bila penutupan harian di bawah 89.06. Buy 88.62 dengan target take profit 89.16, dimana stop loss 88.28.

Sell break 89.06 dengan target take profit 88.67, dimana stop loss 89.26. Sell 90.33 dengan target take profit 89.84, dimana stop loss 90.63.

GBP-USD
T
erjungkal ke level terendah dalam dua bulan terakhir, GBP-USD mencoba bangkit hari ini. Dengan absennya even penting dari Inggris, pergerakan lebih karena faktor teknikal. Pair ini berada di $1,5890 setelah jatuh sampai ke $1,5840 akhir pekan lalu. Data buruk dari Inggris menjadi faktor yang menekan pair ini minggu lalu. Pair ini sedang berusaha menembus kembali Moving Average 200 $1,5904. Bila ditutup di atas itu, rebound mungkin bisa berlanjut.

Rekomendasi harian :
U
ntuk GBP-USD buy di 1.5825-1.5840 dengan target take profit 1.5930, dimana stop loss tembus 1.5808-nya.

Sell break di 1.5808 dengan target take profit 1.5747, dimana stop loss bila penutupan hari ini di atas 1.5808. Sebaliknya hold sell bilamana penutupan hari ini di bawah 1.5808.

USD-CHF
D
alam perdagangan Jumat lalu, pair ini berhasil menyentuh level tertinggi dalam dua bulan terakhir di 0.9387. Kini terkoreksi dan Moving Average 100 di 0,9316 menjadi penentu apakah koreksi berlanjut atau harga kembali naik. Franc tetap menguat padahal data industrial production Swiss menunjukkan turun 0,7% di kuartal ketiga, di bawah prediksi naik 2,0%.

Rekomendasi harian :
Buy USD-CHF 0.9292 dengan target take profit 0.9369, dimana stop loss 0.9277.

Sell di 0.9377-0.9384 dengan target take profit 0.9308-0.9316, dimana stop loss 0.9407.

AUD-USD
S
elama tiga minggu terakhir, AUD-USD mengalami volatilitas yang tinggi, mulai  dari low di $1,0340 sampai ke peak-nya Januari di $1,0598. Setelah gagal bertahan di $1,06, pair ini terkoreksi dan kegagalan memanfaatkan momentum data PDB China dan penguatan saham AS memperdalam koreksinya. Bila pair ini di tutup di bawah Moving average 25 hari di $1,0489, akan menkonfirmasi bearish jangka pendeknya.  

Rekomendasi harian :
Buy break AUD-USD di 1.0523 dengan target take profit 1.0559-1.0567, dimana stop loss bila penutupan hari ini di bawah 1.0498. Buy 1.0452 dengan target take profit 1.0513, dimana stop loss 1.0437.

Sell break di 1.0490 dengan target take profit 1.0452-1.0460, dimana stop loss 1.0513. Sell 1.0574 dengan take profit 1.0529, dimana stop loss 1.0590.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-21-januari-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-21-januari-2013.html

Tanggal October 19, 2012 / 2:51 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Nikkei ditutup hari ini berhasil bertengger di atas 9.000, sekaligus mengukukuhkan kenaikan mingguan terbesar hampir setahun terakhir. Ekspektasi Bank Sentral Jepang (BOJ) yang akan melakukan pelonggaran berhasil menopang sentimen dan memicu perburuan asset berisiko.

Selain itu, pelemahan yen memberi andil penguatan terhadap saham-saham berbasis ekspor Jepang di tengah buramnya ekspektasi laba perusahaan kuartal ketiga. Serangkaian laporan mengutip sumber mengatakan BOJ mempertimbangkan bertindak lagi dalam rapat regulernya pada 30 Oktober, mendorong pelaku pasar untuk menjual yen. Salah satunya dari Wall Street Journal (WSJ) yang menyebutkan BOJ diperkirakan mulai mempertimbangkan pelonggaran kebijakan lebih lanjut dalam rapat selanjutnya. Dengan melonggarkan kebijakan, BOJ ingin berperan bersama pemerintah mencegah resesi. Dalam rapat nanti, BOJ diperkirakan menambah program pembelian asetnya sebesar 5-10 triliun yen. Dalam rapat itu, BOJ juga diperkirakan merevisi turun proyeksi ekonomi dan inflasi untuk tahun fiskal 2012-2013. Berita ini langsung mengangkat dollar dan euro atas mata uang Jepang itu.

Indeks Nikkei ditutup naik 19,82 poin, atau 0,22%, ke posisi 9.002,68, dimana indeks pekan ini menguat 5,5%. Indeks Topix ditutup naik 0,3% ke posisi 754,39.

Saham NEC Corp kembali rebound 10,5% setelah sehari sebelumnya tersungkur 4,6%. Fanuc Ltd menguat 3,9%. Komatsu naik 2,8% dan Daikin Industries JLtd juga naik 4,2%.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-berhasil-tutup-di-atas-9000.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-berhasil-tutup-di-atas-9000.html

Tanggal October 01, 2012 / 11:35 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Sentimen bisnis Jepang memburuk selama kuartal ketiga tahun ini setelah sempat membaik di dua kuartal sebelumnya, hasil survei menunjukkan hari ini.

Perusahaan manufaktur besar Jepang semakin pesimis dengan prospek bisnis di tengah perlambatan China dan krisis Eropa yang menggerus permintaan ekspor. Hasil survei yang dilakukan BOJ menunjukkan indeks Tankan untuk manufaktur besar turun ke -3 di September dari -1 di Agustus. Meski lebih baik dari prediksi -5, angka ini mengindikasikan prospek yang suram. Angka negatif berarti jumlah yang pesimis lebih banyak dari yang optimis. Indeks prospek bisnis untuk kuartal keempat turun ke -3, menunjukkan manufaktur besar tidak yakin ada perbaikan kondisi ke depan.

Hasil survei itu memperkuat pandangan BOJ dan banyak analis bahwa pertumbuhan ekonomi akan terus lesu sampai tahun fiskal berjalan berakhir pada Maret 2013. Laporan itu menyusul data minggu lalu yang menunjukkan penurunan produksi industrial untuk kedua bulan berturut-turut di Agustus. Output industri saat itu turun ke level terendah dalam 15 bulan terakhir. Di bulan yang sama, ekspor merosot untuk tiga kalinya berturut-turut.

Bahkan beberapa lembaga, seperti JPMorgan Securities dan Credit Suisse Group AG, mengatakan ekonomi Jepang kemungkinan kontraksi di kuartal ketiga. “Ekonomi Jepang kemungkinan kontraksi di kuartal ketiga dan keempat,” kata chief economist Citigroup Global Markets Japan, Kiichi Murashima. Menurutnya, ekspor adalah alasan utama kontraksi ekonomi. Data menunjukkan ekspor terus merosot di kuartal ketiga. Selama Agustus saja, ekspor ke Uni Eropa anjlok 22,9% dan  ke China turun 9,9%.

Krisis diplomatik Jepang dan China karena sengketa pulau menambah suram prospek bisnis.  Krisis itu telah mengganggu perdagangan senilai $340 miliar di antara dua raksasa Asia itu. Perusahaan otomotif Toyota, Nissan dan Suzuki menghentikan kegiatan produksi karena aksi protes yang dipicu perebutan pulau di Laut China Timur.

BOJ diperkirakan akan memperlajari hasil survei itu dalam rapatnya minggu ini. Banyak kalangan tidak yakin BOJ akan mengubah kebijakan minggu ini, tapi meperkirakan adanya gebrakan paling tidak sekali lagi di akhir tahun. Bulan lalu, BOJ menambah program pembelian asetnya sebesar 10 triliun yen menjadi 80 triliun yen.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/sentimen-bisnis-jepang-memburuk.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/sentimen-bisnis-jepang-memburuk.html

Tanggal June 21, 2012 / 8:46 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Pelaku pasar mungkin saja mengharapkan adanya stimulus yang lebih agresif (semacam Quantitative Easing/QE) yang pernah dilakukan oleh The Fed. Akan tetapi, ketika The Fed ternyata  mengumumkan bahwa tidak ada stimulus agresif, hanya memperpanjang Operation Twist, ternyata indeks Dow Jones Industrial tidak terkoreksi dalam, hanya 0,12%. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar tidak langsung bereaksi negatif, hanya mengambil langkah wait and see.
Ini adalah sebuah sentimen positif bagi IHSG yang kemarin berhasil menembus resisten 3909, dan membuka potensi kenaikan ke 4050-4232. IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak flat naik pada kisaran 3909-3975. Hanya penutupan dibawah 3909 signal bearish.

Global Outlook
H
asil yang tidak sesuai dengan harapan pasar membuat bursa saham di AS pada penutupan semalam ditutup turun. Pelaku pasar mungkin saja mengharapkan adanya stimulus yang lebih agresif (semacam Quantitative Easing/QE) yang pernah dilakukan oleh The Fed. Akan tetapi, ketika The Fed ternyata  mengumumkan bahwa tidak ada stimulus agresif, hanya memperpanjang Operation Twist hingga akhir tahun ini.
Dalam rapat semalam, Federal Reserve masih mempertahankan kebijakan suku bunga rendah 0,25%. Sebagaimana kita ketahui, Operation Twist ini berakhir bulan ini. The Fed juga menambahkan $267 miliar untuk program bonds swap jangka pendek dengan jangka panjang hingga akhir tahun. Sentimen yang bisa negatif timbul setelah the Fed tidak menyinggung Quantitative Easing jilid 3 (QE3). Pada waktu yang bersamaan, proyeksi ekonomi AS tahun ini diturunkan menjadi 1,9% – 2,4% dari 2,4% – 2,9%, oleh otoritas bank sentral AS. Untuk tahun 2013 proyeksi juga diturunkan dari 2,7% – 3,1% menjadi 2,2% – 2,8%.
Menurunnya sektor tenaga kerja jadi beban yang mesti dipikul AS agar bisa pulih ekonominya. Diharapkan hingga kuartal ketiga nanti tepatnya bulan Agustus akan memperlihatkan seberapa besar dampak ekonomi AS. Bernanke menegaskan apabila sektor tenaga kerja tidak kunjung membaik tidak menutup akan adalah langkah lanjutan.
Dengan adanya sinyal pelemahan ekonomi AS ini membuat harga komoditas khususnya minyak dan emas yang turun drastis. Harga minyak jatuh ke $81/barel dan emas berada di bawah $1600/ounce. Dengan begitu kinerja saham-saham yang terkait dengan kejatuhan dua komoditas tersebut akan terbebani.
Fokus selanjutnya data manufaktur China versi HSBC yang terjadwal pagi ini. Di sore dan malamnya, data manufaktur Jerman dan zona euro. Inggris juga akan merilis data penjualan ritel yang diperkirakan akan membaik. Malamnya, AS akan merilis data mingguan tunjangan klaim penangguran (jobless claim) yang diperkirakan menurun. Disamping itu, penjualan rumah bekas AS dan sentimen bisnis Philadelphia tidak luput jadi perhatian.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil parkir di area 3,900. Pada penutupan perdagangan Rabu (20/06/2012) IHSG, melesat 63,081 poin (1.63%) ke level 3,943.897. 
Spekulasi akan adanya stimulus moneter dari The Fed membuat lantai bursa menjadi bergairah. Spekulasi tersebut telah membuat mayoritas bursa regional menghijau.
Kenaikan IHSG ini dimotori oleh aksi borong saham-saham di sektor pertambangan, dimana sektor tersebut melesat tajam dengan kenaikan sebesar 3.83%.
Ditengah maraknya aksi beli investor lokal, asing justru melakukan penjualan. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 72,589 miliar di seluruh pasar.
Saham-saham top gainers meliputi Gudang Garam (GGRM), Bukit Asam (PTBA), Indo Tambangraya (ITMG), dan Astra Agro (AALI).  Sementara saham-saham top losers antara lain Century Textille (CNTX), Asuransi Ramayana (ASRM), Indo Kordsa (BRAM), dan Sona Topa (SONA).

Ulasan Teknikal
IHSG


Resistance di 3.909 telah berhasil ditembus, dan kini IHSG ditutup jauh di atas resistance tersebut (kini menjadi support). Penembusan resistance tersebut sekaligus mengkonfirmasi pola bullish jangka menengah IHSG untuk menuju target psikologinya di 4.000. Namun sebelum level psikologi diraih, IHSG harus terlebih dahulu melewati resistance terdekatnya di 3.960. Sedangkan trend bearish akan kembali terbentuk jika IHSG kembali ditutup di bawah 3.909, dengan target bearish selanjutya di area 3.850 – 3.800. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.909 – 4.000.

R3    4,021
R2    3,982
R1    3,963
   
Pivot    3,925
   
S1    3,906
S2    3,867
S3    3,848

Stock Pick
BKSL

H
arga mulai bergerak di atas MA 10, indikasi bahwa trend jangka pendek BKSL mulai berbalik bullish. Dukungan bullish juga terlihat dari indikator RSI yang membentuk bullish divergence, serta stochastic yang golden cross. Selain itu, harga juga mampu ditutup di atas resistance pertamanya di 225. Untuk itu, kami melihat bahwa BKSL akan kembali melanjutkan kenaikannya untuk menguji resistance berikutnya di area 250 – 275.
Rekomendasi     : Buy, stop loss, 210, target 250 – 275
Support                : 215, 200
Resistance          : 250, 275

TOTL

M
A 10 sudah menunjukkan uptrend, indikasi bahwa trend jangka pendek TOTL mulai bergerak bullish. sementara itu, indikator RSI juga mulai beranjak naik ke area positif, sementara stochastic golden cross di area oversold. Kedua indikator turut mendukung pola bullish tersebut. Namun, kenaikan TOTL sepertinya masih akan tertahan di area MA 55 di 520. Perlu diwaspadai bahwa jika resistance tersebut gagal ditembus, maka pergerakan TOTL saat ini seperti sedang membentuk pola right shoulder pada formasi head and shoulder.
Rekomendasi     : Sell on strenght @520
Support                : 465, 455
Resistance          : 520, 560

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-flat-naik-di-3909-3975-pasca-fomc.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha