Search Results : angka pengangguran di negara maju tahun 2012

Tanggal October 09, 2012 / 4:24 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – IMF menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi global untuk kedua kalinya sejak April sembari memperingatkan AS dan Eropa bahwa kegagalan memperbaiki ekonomi bisa menjerumuskan dunia.

Dalam laporannya bertajuk World Economic Outlook, yang dipublikasikan menjelang pertemuan per semester di Tokyo minggu ini, IMF mengatakan pertumbuhan global masih terlalu rendah untuk menekan pengangguran dan sejauh ini hanya bank sentral yang sudah membuat gebrakan berarti. “Isu utama adalah apakah ekonomi global hanya mengalami turbulensi dalam pemulihannya yang lambat dan terjal, atau perlambatan saat ini bisa berlangsung lebih lama. Semua itu tergantung pada kemampuan pemimpin Eropa dan AS bertindak proaktif menghadapi tantangan ekonomi,” katanya.

Untuk 2012, IMF kini memperkirakan pertumbuhan global hanya 3,3%, turun dari estimasi Juli yang 3,5%. Angka terbaru itu merupakan yang terendah sejak 2009. Untuk tahun depan, pertumbuhan diproyeksikan 3,6%, juga lebih rendah dari perhitungan sebelumnya yang 3,9%. IMF melihat faktor familiar masih menganggu ekonomi negara maju, yaitu konsolidasi fiskal dan sistem finansial yang masih lemah, masalah sama yang menjangkiti dunia sejak krisis 2008.

IMF mengatakan kondisi finansial masih rentan karena memperbaiki masalah zona euro akan makan waktu yang lama. Oleh karena itu IMF berharap Eropa tetap berkomitmen mengentaskan krisis, dengan juga mengupayakan kesatuan fiskal dan perbankan. Untuk AS, IMF mengimbau prioritas utama adalah menghindari jurang fiskal, yaitu kenaikan pajak dan pemotongan anggaran, yang dalam kondisi ekstrim dapat mencapai 4% PDB. AS juga disarankan untuk menaikkan batas pinjaman dan menyepakati cara-cara untuk mengurangi defisit.

IMF juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi China dan India, motor penggerak Asia. Lembaga itu memproyeksikan ekonomi China itu tumbuh 7,8% tahun ini, turun dari proyeksi Juli yang 8%. Tahun depan, ekonomi terbesar kedua dunia itu diprediksikan tumbuh 8,2%, turun dari 8,5%. Untuk India, IMF memotong perkiraan PDB-nya tahun ini menjadi 4,9% dari 6,2%.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/imf-turunkan-prediksi-pdb-global.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/imf-turunkan-prediksi-pdb-global.html

Tanggal July 11, 2012 / 1:33 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Tingkat pengangguran di negara maju akan tetap tinggi sampai akhir tahun depan, dengan sekitar 48 juta orang tidak bekerja.

Itulah prediksi dari yang tercantum dalam laporan Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD). Dalam laporan itu disebutkan tingkat penganguran diproyeksikan tetap tinggi di 7,7% pada kuartal keempat 2013, dekat dengan tingkat Mei 2012 7,9%. Hal ini mengindikasikan bahwa sampai tahun depan, tingkat pengangguran tidak banyak berubah.

“Agar bisa menurunkan tingkat pengangguran ke level pra-krisis, sekitar 14 juta lapangan kerja harus diciptakan di kawasan OECD,” katanya sembari menambahkan 48 juta orang menganggur di 34 negara anggotanya. “Di zona euro, tingkat pengangguran naik selama Mei mencapai rekornya di 11,1%,” tambahnya.

Di Juni, tingkat pengangguran AS tetap di 8,2%, di Kanada hanya turun 0,1% ke 72,%. Di antara negara OECD,  tingkat pengangguran tertinggi berada di Spanyol dengan mencapai 24,6%. Tingkat pengangguran dua digit juga dialami di Estonia, Perancis, Yunani, Hongaria, Irlandia, Italia, Portugal dan Slovakia.

Oleh karena itu OECD mengimbau negara harus mengatasi krisis lapangan kerja dengan kebijakan makroekonomi yang tepat, termasuk langkah cepat menstabilkan sistem perbankan Eropa. Selain itu, OECD juga menyarankan perlunya stimulus fiskal bila pemerintah masih bisa menyediakan ruang.

Menurut Sekretaris Jenderal Angel Gurria, memburuknya prospek ekonomi membahayakan lapangan kerja. “Penting agar pemerintah menggunakan segala cara yang tersedia untuk membantu pencari kerja, terutama kaum muda, dengan mengapus hambatan penciptaan lapangan erka dan berinvestasi pada pendidikan dan keahlian mereka,” ujarnya.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/oecd-perkiraan-pengangguran-tinggi-sampai-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/oecd-perkiraan-pengangguran-tinggi-sampai-2013.html

Tanggal March 28, 2012 / 11:37 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Krisis utang masih jauh dari usai meski pasar keuangan mulai tenang tahun ini, kondisi perbankan Eropa masih lemah, utang masih membengkak dan target fiskal masih sulit dijangkau.

Hal itu disampaikan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) kemarin. Di saat zopna euro memasuki resesi kedua dalam tiga tahun terakhir, lembaga itu mengatakan blok tersebut perlu perombakan ekonomi yang ambisius dan tidak ada runga untuk terlena.

“Kepercayaan pasar di zona euro masih rentan, prospek pertumbuhan tidak pasti dan amat tergantung dengan resolusi krisis utang,” kata wadah cendikiawan (think tank) yang berbasis di Paris, Perancis itu dalam laporannya mengenai kondisi zona euro. Tapi berbeda dengan proyeksi IMF dan Komisi Eropa, OECD melihat pertumbuhan 0,2% di zona euro pada 2012, bukannya kontraksi.

Meski ekonom internasional berbeda pendapat mengenai seberapa besar krisis tahun ini, sebagian besar sepakat kepercayaan bisnis yang rendah dan penghematan anggaran menggerus daya beli konsumen Eropa dan menambah pengangguran. Dalam situasi seperti ini, Asia dan AS harus mengemban tugas menjaga pertumbuhan dunia.

OECD, yang menaungi negara maju dalam mencapai pertumbuhan, memperingatkan target defisit perlu dijalankan secara seimbang dengan apa yang realistis dan logis secara politis, atau Uni Eropa bisa kehilangan kredibilitas. “Zona euro perlu menyiapkan rencana anggaran yang lebih kredibel dan detil. Krisis memang telah memperkuat determinasi para pemimpin Eropa untuk memberlakukan penghematan, tapi resesi tahun ini di negara Eropa mempersulit mereka untuk menerapkan sanksi ke negara anggota bila gagal mencapai target.

Oleh karena itu, OECD berharap para pemimpin Eropa dapat mengesankan pasar keuangan dengan skala dana talangannya. “Ketika berhadapan dengan pasar, anda harus melebihi ekspektasi,” kata Sekretaris Jenderal OECD Angel Guria. Ia menyarankan Eropa perlu membentuk induk perisai (mother of all firewall), yang cukup kuat, luas, dalam dan besar.

Para menteri keuangan zona euro akan bertemu pada 30-31 Maret nanti untuk membahas penggabungan dana talangan EFSF dan ESM. Meski OECD menyarakankan dana bailout sebaiknya mencapai 1 triliun euro, para menteri keuangan kemungkinan hanya menyetujui 700 miliar euro dalam pertemuan itu di Copenhagen.

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/oecd-krisis-utang-masih-jauh-dari-akhir.html

Tanggal December 02, 2011 / 11:10 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memangkas tajam proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dan memperingatkan 2012 akan menjadi penentu apakah ekonomi masih tumbuh lambat atau kembali terjerumus ke resesi.

Dalam laporannya, Prospek dan Situasi Ekonomi Dunia 2012, para ekonom PBB memperkirakan pertumbuhan amat rendah, memperingatkan negara maju diambang spiral ekonomi lesu karena empat faktor, yaitu masalah utang pemerintah, sektor perbankan yang rapuh, permintaan agregat lemah dan kelumpuhan kebijakan.

Dalam Laporan yang dibuat oleh Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial, PBB kini memperkirakan, maksimal, ekonomi global akan tumbuh 2,6% di 2012 dan 3,2% pada 2013, melambat dari 4,0% di 2010. Dalam proyeksi sebelumnya, ekonomi diperkirakan tumbuh 3,6% tahun ini.

Tapi, angka itu bisa dibilang masih skenario terbaik, karena PBB memperingatkan proyeksi ini dibuat dengan asumsi krisis utang Eropa terkendali, masalah ekonomi AS tidak memburuk dan negara maju tidak melakukan pengetatan lebih lanjut. “Kegagalan pemerintah, terutama di Eropa dan AS, dalam mengatasi krisis lapangan kerja dan mencegah krisis utang dan gejolak sektor keuangan memburuk, merupakan ancaman besar bagi ekonomi global pada 2012-2013,” sebut laporan itu.

PBB juga menyebutkan perlambatan ekonomi negara maju akan berimbas ke negara berkembang. Meski mengakui ekonomi negara berkembang semakin kuat, mereka masih rentan dengan gejolak yang terjadi di negara maju.

Laporan itu juga menyebutkan pertumbuhan zona euro terus melambat sejak awal 2011 dan merosotnya kepercayaan, seperti yang ditunjukan oleh beragam indikator sentimen ekonomi, mengindikasikan berlanjutnya perlambatan ke depan, bahkan hingga stagnasi pada akhir 2011 dan awal 2012.

Oleh karena itu, PBB mengimbau negara maju agar tidak memberlakukan pengetatan fiskal prematur mengingat masih rentannya pemulihan ekonomi dan tingginya tingkat pengangguran. Imbauan ini tentunya bertolak belakang dengan IMF yang merekomendasikan pengetatan fiskal dalam rangka mengurangi utang dan memulihkan ekonomi.

PBB menyarankan agar memperkuat dana talangan Eropa (EFSF), yang dapat membantu ekonomi bermasalah. Disebutkan dalam laporan itu bila dana tersebut bisa mengurangi biaya pinjaman atau yield, hal itu bisa meringankan beban pemerintah yang sedang dalam masalah kauangan.

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/pbb-lihat-prospek-ekonomi-dunia-suram.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha