Search Results : alasan harga saham unilever naik

Tanggal January 31, 2012 / 9:15 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Koreksi tipis 0,05% pada indeks Dow Jones Industrial (DJI) sentimennya adalah positif. Sentimen positif ini, diperkirakan akan membawa IHSG untuk bergerak flat-naik, menguji resisten di level 3950. Kisaran IHSG diperkirakan berada pada level 3890-3950. Trend turun IHSG hanya berubah menjadi flat jika IHSG mampu ditutup diatas resisten 3950.
Koreksi yang terjadi, telah membuat harga saham menjadi menarik untuk dibeli, terutama pada saham UNVR, SMGR, dan GGRM.  Meskipun demikian, pelaku pasar sebaiknya cukup sabar untuk menunggu ketika harga memasuki suport yang kuat, atau ketika harga sudah terlihat akan reversal.

Global Outlook
B
ursa saham di AS yang semalam diawal perdagangan sempat mengalami kejatuhan yang tajam, berhasil memangkas kejatuhannya. Kondisi ini memperlihatkan kinerja saham-saham AS cukup baik kendati situasi eksternal yaitu Eropa masih belum lepas dari cengkraman krisis utang.
Sedangkan kini pergerakan bursa Asia dan juga mata uang euro perlahan-lahan mulai berjuang karena tersandung masalah restrukturisasi utang Yunani dan keprihatinan bahwa Portugal kemungkinan memerlukan bailout keduanya.
Pasar semakin optimis kedua belah pihak akan mencapai kesepakatan. Optimisme itu datang menyusul laporan mengenai perkembangan pembicaraan, termasuk pernyataan dari Menteri Keuangan Yunani Evangelos Venizelos bahwa Yunani selangkah lagi dari kesepakatan penghapusan utang 100 miliar euro. Sebenarnya, kesepakatan hampir tercapai minggu lalu, tapi terganjal soal yield.
Para pemimpin Eropa bertemu di Brussels kemarin telah  memfinalisasi perjanjian membentuk mekanismie bailout permanen dan mencanangkan integrasi fiskal sembari mencari cara untuk menyelamatkan ekonomi.
Sementara itu, pergerakan bursa regional termasuk indeks Nikkei selama dua pekan kedepan akan dipengaruhi sejumlah laporan keuangan ditambah lagi fluktuasi yen. Sedangkan di Korsel, data industrial output yang dibawah ekspektasi membuat rebound indeks Kospi kali ini tertahan. Sama halnya dengan Kospi, pergerakan Hang Seng terjebak dalam range yang sempit dan rawan adanya aksi ambil untung lanjutan karena kecewaan investor setelah pemerintah China tidak memangkas Giro Wajib Minimum (GWM) seperti yang diperkirakan.
Data consumer confidence AS jadi fokus, dimana prediksi menunjukkan kenaikan di Januari sebesar 68 dari 64,5.

Review IHSG
M
engawali perdagangannya di minggu ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok sebesar 71,250 poin (1,79%) ke level 3.915,160. Sementara Indeks LQ 45 ditutup melemah 15,653 poin (2,23%) ke level 686,969.
Aksi profit taking menjadi pemicu koreksi besar yang terjadi kemarin. Munculnya sentimen negatif dari global dan regional menjadi alasan investor untuk melakukan profit taking tersebut.
Sebanyak sembilan sektor menggiring IHSG masuk zona merah. Dipimpin sektor industri dasar yang melemah 2,94%. Diikuti, sektor manufaktur yang anlok 2,62%, juga sektor konsumer yang tumbang 2,49%. Satu-satunya, sektor yang masih mampu naik tipis 0,04%, yaitu sektor perdagangan.
Saham-saham yang mengalami penurunan antara lain Astra Internasional (ASII), Gudang Garam (GGRM), Indo Tambangraya (ITMG), dan Unilever (UNVR).
Sementara saham-saham yang berhasil naik diantaranya Surya Toto (TOTO), Elang Mahkota (EMTK), Bank Mayapada (MAYA), dan Nipress (NIPS).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
embentuk pola long black candlestick dengan kondisi indikator stochastic yang dead cross masih menunjukkan potensi seller yang kuat. Selain itu, support di 3.950 telah berhasil ditembus, dan IHSG kini telah berada di bawah MA 10, artinya trend jangka pendek IHSG mulai bearish. Kami melihat bahwa IHSG saat ini akan kembali menguji support di 3.894. Jika ditembus, maka koreksi IHSG bisa berlanjut menuju area 3.875 – 3.850. Sementara itu, kenaikan kembali IHGS di atas level 3.950 akan membuat IHSG tetap berada pada alur bullish-nya, untuk taregt di 4.000 – 4.030. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.875 – 3.950.

R3    4,058
R2    4,022
R1    3,969
   
Pivot    3,933
   
S1    3,879
S2    3,843
S3    3,789

Stock Pick
EXCL

P
ergerakan EXCL saat ini masih bearish, terlihat dari garis trend serta moving average yang masih downtrend. Indikator stochastic serta RSI pun masih terlihat negatif, meski saat ini mulai mendekati area oversold. Untuk itu, kami masih melihat adanya potensi penurunan EXCL untuk meraih level support-nya di 4.275 -  4.150.
Rekomendasi     : Buy on weakness @4.275, stop loss breakout 4.150, target 4.600
Support                : 4.350, 4.150
Resistance          : 4.675, 4.875

INTP

M
oving average 10 telah bergerak di bawah harga, menunjukkan bahwa trend jangka pendek INTP sudah bergerak bearish. Pola bearish INTP juga terlihat dari indikator RSI yang berada di area negatif. Namun begitu, kondisi indikator stochastic yang mulai oversold, membuka peluang rebound. Selain itu, harga saat ini masih tertahan di area FR 50% di 16.800 dan support MA 55 di 16.500. Jika harga masih tertahan pada level support tersebut, IHGS masih mempunyai potensi rebound ke area 17.300 – 18.000.
Rekomendasi     : Buy, stop loss breakout 16.500 , target 17.300
Support                : 16.500, 16.000
Resistance          : 17.300, 18.000

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-rebound-uji-resisten-3950.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha