Search Results : 20 negara dengan pdb terbesar 2012

Tanggal February 22, 2013 / 5:28 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – 2012 tentu bukanlah tahun yang baik bagi ekonomi Eropa, dan sepertinya di awal 2013 kondisinya juga belum banyak berubah.

2012 merupakan tahun pertama sejak 1995, di mana  PDB zona euro tidak mengalami pertumbuhan di setiap kuartalnya. Selama 2012, PDB berakhir kontraksi 0,5%. Jadi selama tahun ini, ekonomi zona euro dirundung resesi.  Data ekonomi terakhir juga tidak menggembirakan, seperti indeks PMI yang menunjukkan aktivitas manufaktur dan jasa zona euro merosot. Data ini mengindikasikan ekonomi bakal kontraksi lagi di kuartal pertama 2013.

Jerman dan Perancis, dua ekonomi terbesar Eropa, mengalami kontraksi di kuartal terakhir 2012, dan ternyata perkembangan berjalan lebih lambat dari perkiraan. Ekonomi Jerman kontraksi 0,6% di periode itu, performa terburuk sejak 2009 ketika dunia dilanda krisis finansial. Ekspor, mesin pertumbuhan Jerman, ternyata lebih rendah dari impor.Sedangkan Perancis kontraksi 0,3%, meski lebih kecil dari Jerman, tetap menimbulkan kecemasan.

Selain ekonomi, ada masalah lain di zona euro yang juga mencemaskan, yaitu politik. Di Spanyol misalnya, Perdana Menteri Mariano Rajoy dituduh menerima dana gelap dan didesak untuk mundur. Di Italia, mantan perdana menteri Silvio Berlusconi menjadi favorit dalam polling menjelang pemilu. Ketidakpastian politik di kedua negara menimbulkan kekhawatiran mengenai keberlangsungan upaya pengentasan krisis.

Dalam pidatonya di hadapan Parlemen, Presiden ECB Mario Draghi mengatakan ekonomi kemungkinan  tetap lemah di awal tahun tapi bisa pulih secara bertahap seiring berjalannya tahun. Pernyataan itu menyebabkan pasar keuangan bergolak. ECB berjanji melakukan apapun untuk menyelamatkan euro. Meski pesimis dengan kondisi di awal tahun, Draghi optimis zona euro bisa keluar dari resesi pertengahan 2013.

Ekspektasi mengenai titik balik ekonomi zona euro didasarkan pada fakta ketakutan euro bakal pecah tidak sebesar tahun lalu. Titik balik diperkirakan datang dari anggota terbesar blok itu Jerman, yang diikuti oleh Perancis. Menurut prediksi ECB, ekonomi zona euro bisa menggeliat kembali menuju pertengahan tahun. Meski terlalu dini untuk menyimpulkan, Jerman diperkirakan bisa tumbuh lagi di kuartal pertama, sebagian karena peningkatan order pabrik di Desember lalu.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/ekonomi-eropa-di-2013-kapan-titik-balik.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ekonomi-eropa-di-2013-kapan-titik-balik.html

Tanggal November 09, 2012 / 3:13 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – Yen adalah mata uang bergelar safe haven, aset yang pilih atau diburu ketika terjadi gejolak di pasar keuangan. Ketika berita negatif datang, aksi hindar risiko (risk aversion) menyerang pasar, di saat seperti inilah yen menguat, biasanya dengan dollar.

Sebagian faktor yang membuat dollar menjadi safe haven adalah perannya sebagai mata uang cadangan devisa dan standar pembayaran internasional. Sedangkan yen berstatus safe haven dengan karakteristik yang berbeda. Bukan fungsi, atau surplus perdagangan, yen menjadi safe haven karena posisi Jepang sebagai negara surplus investasi internasional. Ini berarti investor Jepang memiliki lebih banyak aset luar negeri dari pada investor asing memiliki aset Jepang.

Memang, rasio utang terhadap PDB Jepang hampir 230%, terbesar di dunia. Namun negara matahari terbit itu tetap menjadi kreditor terbesar dunia. Tahun lalu, Jepang mencatat surplus investasi internasional sebesar lebih dari $3 triliun. China adalah kreditor terbesar kedua dunia, dengan $2,2 triliun dan Jerman menduduki tempat ketiga dengan surplus $1,2 triliun.

Sebagai catatan, pada 2010, PDB per kapitanya lebih tinggi dari Jerman, Inggris, Perancis dan Italia. Meski ekonomi China lebih besar dari Jepang, karena populasinya lebih padat (1,3 miliar banding 128 juta), PDB per capita China yang $5.414 hanya 12%-nya Jepang yang $45.920.  Bagaimana menjelaskan anomali ini?

Hal ini karena 95% utang nasional Jepang dipegang oleh orang Jepang sendiri. Sekitar 20% surat utang dipegang oleh Japan Post Bank, Bank of Japan dan entitas pemerintah lainnya. Japan Post Bank adalah penyimpan tabungan domestik terbesar di dunia, dan mengembalikan hasil bunganya ke konsumen Jepang.

Sekitar 60% dipegang oleh bank, perusahaan asuransi, dan dana pensiun dalam negeri.  Sisanya dimiliki oleh investor individu lokal. Hanya sekitar 5% yang dibeli oleh asing, sebagian besar bank sentral. Jadi, utang pemerintah Jepang adalah uang rakyat. Mereka saling memiliki, dan secara kolektif menikmati manfaatnya. Karena  sebagian besar surat utang pemerintah Jepang dimiliki domestik, yen tidak rentan dengan aksi jual asing.

Satu hal lagi soal utang Jepang, yaitu negara itu selalu memberi bunga yang rendah. Yield obligasi Jepang tenor 10 tahun hanyalah 0,8%, sedangkan yang 5 tahun hanya 0,2%. Bandingkan dengan AS, di mana tenor 10 tahunnya memberi kupon 1,62%, dan 5 tahunnya 0,75%.  Pemerintah Jepang lalu meminjamkan uang hasil utangannya itu ke pemerintah lain, termasuk AS. Dengan ini, pemerintah Jepang bisa mendapat selisih (spread) yang menguntungkan.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/ini-sebabnya-yen-bisa-jadi-safe-haven.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ini-sebabnya-yen-bisa-jadi-safe-haven.html

Tanggal October 09, 2012 / 4:24 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – IMF menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi global untuk kedua kalinya sejak April sembari memperingatkan AS dan Eropa bahwa kegagalan memperbaiki ekonomi bisa menjerumuskan dunia.

Dalam laporannya bertajuk World Economic Outlook, yang dipublikasikan menjelang pertemuan per semester di Tokyo minggu ini, IMF mengatakan pertumbuhan global masih terlalu rendah untuk menekan pengangguran dan sejauh ini hanya bank sentral yang sudah membuat gebrakan berarti. “Isu utama adalah apakah ekonomi global hanya mengalami turbulensi dalam pemulihannya yang lambat dan terjal, atau perlambatan saat ini bisa berlangsung lebih lama. Semua itu tergantung pada kemampuan pemimpin Eropa dan AS bertindak proaktif menghadapi tantangan ekonomi,” katanya.

Untuk 2012, IMF kini memperkirakan pertumbuhan global hanya 3,3%, turun dari estimasi Juli yang 3,5%. Angka terbaru itu merupakan yang terendah sejak 2009. Untuk tahun depan, pertumbuhan diproyeksikan 3,6%, juga lebih rendah dari perhitungan sebelumnya yang 3,9%. IMF melihat faktor familiar masih menganggu ekonomi negara maju, yaitu konsolidasi fiskal dan sistem finansial yang masih lemah, masalah sama yang menjangkiti dunia sejak krisis 2008.

IMF mengatakan kondisi finansial masih rentan karena memperbaiki masalah zona euro akan makan waktu yang lama. Oleh karena itu IMF berharap Eropa tetap berkomitmen mengentaskan krisis, dengan juga mengupayakan kesatuan fiskal dan perbankan. Untuk AS, IMF mengimbau prioritas utama adalah menghindari jurang fiskal, yaitu kenaikan pajak dan pemotongan anggaran, yang dalam kondisi ekstrim dapat mencapai 4% PDB. AS juga disarankan untuk menaikkan batas pinjaman dan menyepakati cara-cara untuk mengurangi defisit.

IMF juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi China dan India, motor penggerak Asia. Lembaga itu memproyeksikan ekonomi China itu tumbuh 7,8% tahun ini, turun dari proyeksi Juli yang 8%. Tahun depan, ekonomi terbesar kedua dunia itu diprediksikan tumbuh 8,2%, turun dari 8,5%. Untuk India, IMF memotong perkiraan PDB-nya tahun ini menjadi 4,9% dari 6,2%.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/imf-turunkan-prediksi-pdb-global.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/imf-turunkan-prediksi-pdb-global.html

Tanggal October 03, 2012 / 11:22 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Bank Pembangunan Asia (ADB) memangkas proyeksi pertumbuhan sebagian besar negara Asia, di tengah lesunya permintaan global yang mengguncang kemampuan ekspor raksasa China dan India.

Setelah menikmati pertumbuhan pesat selama bertahun-tahun, kini Asia menghadapi prospek suram dan harus melakukan penyesuaian dengan mengurangi ketergantungan pada ekspor. Oleh karena itu, lembaga berbasis di Manila itu mengatakan Asia harus mendiversifikasi mesin pertumbuhan dan memanfaatkan perkembangan industri jasanya, seperti di India dan Filipina, untuk menopang pertumbuhan di tengah merosotnya permintaan eksternal.

Krisis utang Eropa dan ancaman jurang fiskal AS merupakan risiko terbesar prospek pertumbuhan Asia. Negara dengan ekonomi terbukanya rentan dengan efek domino. Risiko peralihan arus modal ke Asia juga perlu diwaspadai, meski pasar modal kawasan itu belum menunjukkan volatilitas eksesif. Meski demikian, sebagian besar negara di Asia masih punya ruang untuk memanfaatkan kebijakan fiskal dabn moneter agar bisa melindungi pertumbuhan, dengan inflasi diperkirakan lebih rendah tahun ini dan depan.

“Asia harus bersiap menghadapi periode pertumbuhan moderat setelah menikmati perkembangan pesat,” kata ADB dalam laporan terbarunya. Negara berkembang Asia (developing Asia), yang terdiri dari 45 negara di Asia Tengah, Timur, Selatan dan Tenggara, serta Pasifik, diperkirakan tumbuh 6,1% tahun ini dan 6,7% tahun depan. Angka itu lebih rendah dari estimasi April yang 6,9% dan 7,3%. Tahun lalu, pertumbuhan kawasan itu mencapai 7,2%.

China, yang juga sedang mengalami perlambatan, diperkirakan tumbuh 7,7% tahun ini dan 8,1% tahun depan, di bawah proyeksi yang dibuat April lalu 8,5% dan 8,7%. Proyeksi pertumbuhan India juga direvisi turun, menjadi 5,6% untuk 2012 dan 6,7% di 2013, dari 7,0% dan 7,5%, di saat berkutat dengan inflasi tinggi, defisit anggaran dan konsumsi rendah.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/adb-pangkas-proyeksi-pdb-asia.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/adb-pangkas-proyeksi-pdb-asia.html

Tanggal September 27, 2012 / 10:15 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro bergerak dekat level terendah dalam dua minggu terakhir hari ini, setelah mengalami kejatuhan untuk tiga hari berturut-turut menyusul gejolak di Eropa karena aksi menolak program penghematan.
Ratusan ribu pekerja Di Yunani absen sebagai bagian setelah dua serikat kerja terbesar menggelar aksi mogok menentang rencana pemotongan baru. Aksi tersebut menjadi rusuh setelah pemrotes bentrok dengan polisi. Aksi protes juga  kembali tersulut di Spanyol, menjelang rencana penghematan baru dalam RAPBN 2013. 
Selain karena rasa frustasi akan krisis ekonomi, aksi protes itu merupakan bentuk penolakan publik atas program penghematan yang dijalankan pemerintah. Aksi protes berubah rusuh di Athena dan Madrid itu juga mencerminkan tantangan yang dihadapi negara zona euro membebaskan diri dari krisis utang.  Tingkat pengangguran di kedua negara di atas 20%.
Ketidakpastian bailout Spanyol dan Yunani juga mengguncang pasar. Spanyol hingga saat ini belum jelas apakah mau minta bailout. Ini penting karena tanpa itu, ECB tidak akan mau beli obligasinya. Ketidakpastian ini memicu aksi jual obligasi Spanyol dan Italia. Yield obligasi Spanyol naik ke atas 6% untuk pertama kalinya sejak awal September.
Di Yunani, para kreditor internasional berselisih pendapat mengenai cara menyelesaikan krisis utang Yunani. Uni Eropa ingin memberi Yunani waktu untuk mencapai target bailout, mungkin sampai pemilu Jerman di 2013. Tapi IMF maunya Eropa menghasilkan solusi komprehensif segera. Situasi ini juga memberi tekanan ke pasar.
Namun pasar belum mau terlalu bearish terhadap euro dengan harapan Spanyol sewaktu-waktu bisa minta bailout. Perdana Menteri Mariano Rajoy mengatakan bila yield terlalu tinggi hingga waktu yang lama negaranya pasti minat bailout. Rajoy akan mengumumkan RAPBN 2013 hari ini, yang diperkirakan akan menetapkan rencana pemotongan anggaran, kenaikan pajak dan reformasi struktural yang dapat menghasilkan 39 miliar euro.
Faktor lain yang dapat mempengaruhi pergerakan euro adalah lelang obligasi Italia dan data sentimen konsumen. Euro kini diperdagangkan di $1,2877, dekat level terendah dalam dua minggu terakhir $1,2833 yang dicatat kemarin. Level itu juga merupakan 50% Fibonacci retracement dari penguatan 5-17 September dan menjadi support terdekat. Bila tembus akan bergerak ke 61,8%-nya di $1,2755. Sedangkan resistance ada di $1,2913. Terhadap yen, euro akhirnya ke bawah 100 di 99,88.
Even penting lainnya terjadwal adalah data durable goods oders dan PDB AS kuartal kedua. Data yang buruk bisa semakin mengurangi minat terhadap risiko. Mengenai mata uang lain, sterling masih bergerak di kisaran $1,61-1,62. Selama Data final PDB kuartal kedua Inggris tidak mengalami revisi turun, the cable akan tetap mantap di kisaran itu. Support terdekat di $1,6113 dan resistance di $1,6235.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/euro-tertekan-jelang-rapbn-spanyol-lelang-italia.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/euro-tertekan-jelang-rapbn-spanyol-lelang-italia.html

Tanggal August 14, 2012 / 3:18 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Minyak melanjutkan penguatannya hari ini karena isu geopolitik di Timur Tengah dan data PDB Jerman yang lebih baik dari prediksi.

Minyak masih diangkat oleh ketegangan terkait program nuklir Iran. Spekulasi soal serangan militer Israel ke Iran semakin mencuat setelah surat kabar Haaretz mengutip beberapa pejabat yang meyakini waktu semakin dekat menuju keputusan. Berita itu menyusul pernyataan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu bahwa  sebagian besar ancaman keamanan negara itu tidak sebanding dengan prospek Iran mendapatkan senjata nuklir.

Minyak juga naik setelah data memperlihatkan kinerja ekonomi Jerman yang lebih baik dari prediksi, meski melambat. PDB Jerman selama kuartal kedua tumbu 0,3% per kuartal dan 1,0% per tahun, lebih baik dari prediksi 0,2% dan 0,9%. Data ini sedikit mengurangi kecemasan mengenai ancaman resesi di ekonomi terbesar dunia itu, sekaligus menjaga harapan stimulus.

Faktor lain yang mendorong harga kemungkinan berkurangnya produksi di Laut Utara karena penutupan kilang. Output dari 12 fasilitas produksi akan turun sekitar 17% pada September karena kilang Buzzard ditutup untuk perawatan. Kilang Buzzard adalah kilang terbesar Inggris dan berhenti produksi sampai pertengahan Oktober.

Pada jam 15:00 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman September menguat 63 sen ke $93.36 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama naik 54 sen jadi $114,14 per barel. Pasar kini menantikan data PDB zona euro, kontraksi 0,2% selama kuartal kedua. Selain itu, ada data penjualan ritel dan inflasi AS.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/minyak-lanjutkan-gain-berkat-iran-data.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/minyak-lanjutkan-gain-berkat-iran-data.html

Tanggal August 13, 2012 / 10:03 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Pasar mata uang belum banyak bergerak hari ini, terhambat oleh datangnya  kekhawatiran mengenai prospek ekonomi global di saat harapan stimulus mulai pudar, meski masih ada.
Kekhawatiran itu datang setelah data perdagangan China yang memperlihatkan rendahnya pertumbuhan ekspor dan impor, mencerminkan efek krisis dari Eropa. Data lain memperlihatkan pertumbuhan kredit juga mengecewakan di China. Data hari ini menunjukkan ekonomi Jepang tumbuh 0,3% selama kuartal kedua dari kuartal sebelumnya, di bawah prediksi 0,6%. Secara tahunan, PDB tumbuh 1,4%, dibawah prediksi 2,3%.
Selama dua minggu sebelumnya, mata uang berisiko bergerak positif karena ekspektasi ECB akan membeli obligasi Italia dan Spanyol untuk menekan yield-nya. Selain itu, muncul juga harapan the Fed akan melanjutkan stimulus moneternya. Tapi para pejabat mengindikasikan langkah seperti itu belum bisa dilakukan sebelum September.
Euro menjadi salah satu mata uang yang diuntungkan oleh ekspektasi itu. Euro berada di $1,2287, tidak jauh dari level penutupan New York akhir pekan lalu. Kalau gagal lagi menembus $1,23, apalagi sampai jatuh ke bawah $1,2250, euro terancam menuju level psikoliogis $1,2200. Terhadap yen, euro berada di 96,20, masih kesulitan menembus lagi level 97.
Juga didorong oleh harapan stimulus, aussie berhasil menyentuh level tertinggi dalam 4,5 bulan terakhir minggu lalu. Kini aussie bertengger di $1,0561, dekat dengan level penutupan sebelumnya.  Aussie mampu bertahan karena faktor rate, yang di 3,5%, terbesar di antara negara maju. Aussie menemukan resistance kuat di kisaran $1,06. Namun, mata uang ini akan berkonsolidasi selama mampu bertahan di atas $1,04.
Sterling stabil di $1,5677, belum mampu menembus lagi $1,57, yang merupakan resesitance yang kuat.  Selama enam sesi terakhir sterling bergerak di kisaran $1,55-$1,56. Kalau gagal bertahan di $1,55, the cable terancam jatuh ke $1,5456, atau low 25 Juli. Dollar berhasil sedikit menguat atas yen, ke 78,32 dari 78,24. Penguatan ini datang menyusul data PDB Jepang yang buruk.
Ketidakpastian kapan otoritas mengambil langkah untuk memitigasi krisis utang dan perlambatan ekonomi global menyelimuti pasar keuangan. Tanpa berita baru, pasar akan mengevaluasi penguatan harga yang sudah diraih. Apalagi bila pasar melihat data ekonomi yang buruk.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD


USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/minim-katalis-pasar-belum-banyak-gerak.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/minim-katalis-pasar-belum-banyak-gerak.html

Tanggal July 25, 2012 / 9:36 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro semakin tenggelam di level terendah dalam dua tahun terakhir atas dollar, tertekan oleh data Jerman yang buruk dan mencuatnya masalah Yunani.
Aktivitas manufaktur Jerman, ekonomi terbesar Eropa, mengalami kontraksi ke level terendah dalam tiga tahun terakhir. Indeks PMI manufaktur turun ke 43,3 di Juli dari 45 di Juni. Aktivitas jasanya juga kontraksi. Di Perancis, Sektor manufakturnya turun ke level terendah sejak 2009. Semua data itu datang sehari setelah Moody’s merevisi outlook Jerman, Belanda dan Luksemburg, sembari memperingatkan ketiga negara itu akan terpaksa menambah bantuan untuk negara bermasalah seperti Spanyol dan Italia.
Masalah keuangan Yunani memberi tekanan tambahan ke euro. Dalam evaluasi troika (ECB, Uni Eropa, IMF), disimpulkan Yunani gagal mencapai target pengurangan defisit, yang bisa menyebabkan gagal mendapat kucuran bailout. Bahkan pejabat Eropa menyebutkan Yunani kemungkinan masih belum bisa membayar utangnya dan restrukturisasi harus dilakukan lagi.
Semua itu terjadi di saat pasar masih cemas dengan Spanyol. Risiko Spanyol membutuhkan bantuan finansial untuk untuk membantu daerahnya dan perbankannya, menimbulkan kecemasan akan penyebaran ke negara lain. Yield obligasi Spanyol tenor 10 tahun naik ke 7,6%, semakin jauh di atas level psikologis 7%, situasi yang menambah beban biaya pemerintah Spanyol.
Dengan mencuatnya masalah Yunani, melengkapi buruknya kondisi di Eropa, yang masih menjadi faktor negatif di pasar.  Menurut analis, ada kekhawatiran negara kuat sudah tidak punya lagi keinginan atau kemampuan negara bermasalah. Euro jatuh sampai ke $1,2040, terendah sejak Juni 2010. Para analis melihat euro terancam jatuh ke bawah $1,20. Bila tembus level itu, kejatuhan bisa berlanjut ke $1,876, terendah sejak Maret 2006. Jerman akan mengumumkan data sentiment investor hari ini. Indeks iklim bisnis Ifo, baromenter kesehatan ekonomi Jerman, diperkirakan turun ke 104,5 di Juli dari 105,3 di Juni.
Mengenai mata uang lain, dollar menguat meski indeks manufaktur Richmond turun ke level terendah sejak akhir 2010. Tapi penguatan dollar atas euro tergerus setelah Wall Street Journal menyebutkan para pejabat the Fed semakin dekat meluncurkan langkah baru untuk membantu ekonomi. Dollar hanya bisa melemah bila muncul wacana Quantitative Easing (QE) dari the Fed.
Di saat pasar menekan euro, sterling mampu bertahan di $1,5505. Namun posisinya bisa goyah bila data PDB Inggris yang diumumkan hari ini menunjukkan kontraksi lebih dalam. PDB kuartal kedua diperkirakan kontraksi 0,3%. Kontraksi ekonomi dapat memaksa BOE melonggarkan kebijakan moneternya.


Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/data-yunani-lengkapi-derita-euro.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/data-yunani-lengkapi-derita-euro.html

Tanggal July 23, 2012 / 3:31 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Minyak jatuh tajam hari ini karena kekhawatiran mengenai krisis di Eropa dan perlambatan ekonomi China, yang dapat mengurangi permintaan energi.

Dua pemerintah daerah Spanyol, Valencia dan Murcia, mempertimbangkan untuk mengajukan bantuan finansial ke pusat untuk membayar kreditor dan utang.  Situasi ini dapat menambah beban keuangan Madrid, yang di saat yang sama memprediksikan resesi akan berlanjut sampai tahun depan.

Di saat berita Spanyol belum reda, pasar mendapatkan berita dari majalah Jerman Der Spiegel bahwa IMF kemungkinan tidak akan ambil bagian dalam bailout tanbahan untuk Yunani. Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras mengatakan kini negaranya dalam Depresi Besar seperti AS pada 1930an.

Prospek ekonomi global bertambah suram oleh laporan bahwa penasihat bank sentral China memprediksikan ekonomi terbesar kedua dunia itu akan semakin melambat di kuartal ketiga. Di periode itu PDB diperkirakan hanya tumbuh 7,4%,  menurut Song Gouing, anggota akademis PBOC.

Menurut analis, di saat krisis Eropa memburuk, masalah perlambatan China semakin mencuat. Dengan melihat faktor pasokan yang kini tergolong berlebih, analis memperkirakan kalaupun terjadi kenaikan harga, akan terbatas. Pada jam 15:17 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman September anjlok $2,67 ke $89,16 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama merosot $2,99 jadi $103,84 per barel.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/isu-eropa-china-hantam-minyak.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/isu-eropa-china-hantam-minyak.html

Tanggal July 13, 2012 / 8:01 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kekhawatiran bahwa bursa Amerika bakal terkoreksi dalam akibat banyaknya berita-berita negatif yang bermunculan, ternyata tidak terjadi.  Koreksi 0,25% yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial semalam, sentimennya lebih cenderung positif. 
Sentimen positif ini, membuat IHSG hari ini cenderung bergerak flat naik pada kisaran 3960-4025.  Penembusan atas suport atau resisten tersebut akan menjadi penentu arah pergerakan trend jangka menengah untuk IHSG.

Global Outlook
Para investor menantikan hasil rilisan data PDB China yang dijadwalkan rilis pukul 09.00 pagi ini.
Investor ragu mengambil posisi menjelang laporan tersebut yang diperkirakan akan menunjukkan ekonomi terbesar kedua dunia itu mencatat pertumbuhan terendahnya dalam tiga tahun terakhir. Prediksi adanya perlambatan 7,7% dari 8,1%.
Sejak awal perdagangan bursa saham Asia kali ini sempat mengalami recovery pasca kejatuhan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menepis kejatuhan yang dialami bursa saham AS semalam untuk keenam sesi berturut-turut.
Bayang-bayang kekhawatiran akan lemahnya pertumbuhan ekonomi global dan krisis utang Eropa membuat beberapa bank sentral melakukan pelonggaran melalui pemangkasan suku bunga. Tapi upaya pelonggaran moneter beberapa bank sentral gagal mengembalikan semangat pasar, yang lebih terfokus dengan isu perlambatan ekonomi global, para analis memperkirakan kelanjutan penurunan menjelang musim laporan keuangan. Pasar takut banyak perusahaan yang akan merevisi turun proyeksi laba dan pendapatannya.
Kabar tidak mengenakkan datang dari Eropa, dimana lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service kembali memangkas obligasi pemerintah Italia dua tingkat, yaitu dari “A3” menjadi “Baa2”. Moody juga memberikan outlook negatif untuk obligasi Italia tersebut.

Review IHSG
S
etelah mengalami kenaikan pada dua sesi perdagangan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi. Pada penutupan perdagangan Kamis (12/7/2012), IHSG ditutup merosot 35,013 poin (0,88%) ke level 3.984,120.
Suramnya prospek ekonomi global menyusul lemahnya data-data ekonomi di berbagai negara menjadi pemicu utama aksi profit taking tersebut. Sentimen negatif lainnya datang dari AS setelah tidak adanya sinyal The Fed untuk melakukan kebijakan quantitative easing (QE) pada FOMC minutes.
Hampir seluruh sektor saham mengalami penurunan, kecuali sektor infrastruktur, yang naik 0,06%.
Saham-saham yang turun antara lain Indo Tambangraya (ITMG), Gudang Garam (GGRM), Bukit Asam (PTBA), dan Mayora (MYOR).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Taisho (SQBI), Sarana Menara (TOWR), Mitra Adiperkasa (MAPI), dan Surya Citra (SCMA).

Ulasan Teknikal
IHSG

Tr
end jangka pendek IHSG mulai bearish seiiring dengan ditembus-nya support trend-line, yang juga merupakan level psikologi di 4.000. IHSG bahkan ditutup dibawah support tersebut dengan membentuk pola long black candlestick. Pola tersebut mengindikasikan adanya bearish continuation, terlebih indikator stochastic pun masih bearish crossover. Support selanjutnya IHSG di 3.950 akan diuji. Jika ditutup di bawah support tersebut, IHSG berpeluang melemah lebih jauh ke area 3.850 – 3.800. Sementara itu, sinyal positif hanya akan didapat jika IHSG kembali bergerak di atas resistance 4.000 – 4.010. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.950 – 4.010.

R3    4,060
R2    4,037
R1    4,011
   
Pivot    3,987
   
S1    3,961
S2    3,937
S3    3,911

Stock Pick
BBCA

M
ulai bergerak bullish untuk trend jangka pendek, namun penguatan BBCA masih tertahan di area resistance 7.500. Indikator stochastic sudah golden cross, sementara RSI mulai masuk area positif. Kondisi tersebut memungkinkan BBCA untuk kembali melanjutkan kenaikannya untuk menguji resistance tersebut. Jika ditembus, maka akan mengkonfirmasi trend bullish jangka menengah untuk meraih target berikutnya di area 7.750– 8.000.
Rekomendasi     : Buy break 7.500, stop loss 7.300, target 7.750 – 7.900
Support                : 7.300, 7.150
Resistance          : 7.500, 7.750

BBRI

G
agal menembus resistance 6.800 dan membentuk bearish engulfing pada candlestick bisa menjadi sinyal reversal bagi BBRI. Indikator RSI pun sudah overbought, sementara stochastic dead cross. Pola bearish juga terlihat dari harga yang mulai bergerak di bawah MA 10. Dengan begitu, trend jangka pendek BBRI kini mulai bergerak bearish. Konfirmasi penurunan selanjutnya akan ditentukan dengan ditembusnya support di 6.500. Jika ditembus, penurunan bisa berlanjut menuju area 6.350 – 6.150.
Rekomendasi     : Sell breakout 6.500
Support                : 6.500, 6.350
Resistance          : 6.800, 7.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/data-ekonomi-global-masih-bebani-ihsg.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/data-ekonomi-global-masih-bebani-ihsg.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha