Search Results : 10 mata uang asing tertinggi hari ini

Tanggal February 21, 2013 / 4:06 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk

•     Emas adalah komoditas yang selalu menarik perhatian siapapun juga.  Menarik untuk dibicarakan, menarik untuk dibeli.
•     Karena kebutuhan untuk emas lebih kerena konsumsi, kebutuhan emas lebih di dorong oleh kondisi ekonomi Dunia dan (terutama) negara-negara utama konsumen emas.

Konsumsi emas terbesar dilakukan oleh  India dan China. Konsumsi emas dari kedua negara ini  dalam beberapa tahun terakhir ini melemah akibat menurunnya pertumbuhan ekonomi dari negara-negara tersebut.
•     Data dari Bank Dunia dan IMF menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2013 bakal lebih baik dari 2012.  Konsumsi dari emas diharapkan meningkat seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dunia.
•     Pertumbuhan ekonomi ini, membuat sebagian besar analis masih bullish terhadap harga emas.  Dari pantauan kami di Bloomberg, rata-rata harga konsensus untuk emas ada di level US$1822 dan akan tercapai pada 4Q2013.
•     Akan tetapi, untuk jangka pendek, harga emas terlihat terus menurun semenjak awal tahun.  Koreksi ini sepertinya disebabkan oleh berkurangnya demand akan emas dari produk ETF Emas.  Beberapa investor besar seperti Soros Fund Manageent dan Moore Capital bahkan dikabarkan mengurangi posisinya pada ETF berbasis emas.
•     Untuk trend jangka pendek, harga emas diperkirakan masih akan melakukan pengujian atas suport dari trend flat jangka menengah di kisaran US$1520 – US$1580 per troy ounces.  Posisi harga emas yang berada di kisaran suport jangka panjang ini membuat kami memberikan rekomendasi BELI untuk komoditas ini dengan potensi kenaikan hingga US$ 1750 – US$1810 untuk jangka panjang. Stoploss jika supor US$1500 gagal bertahan.

Emas : Daya tarik ‘kilauan’ yang tidak pernah pudar
Emas. Siapa yang tidak kenal komoditas
ini.  Wikipedia mendefinisikannya sebagai a dense, soft, shiny, malleable
and ductile metal. Logam yang padat,
lembut, mengkilat, mudah ditempa, dan ulet.  Wikipedia mungkin lupa bahwa warna kuning berkilau, serta nilainya yang selalu terasa ‘mahal’ pada jaman apapun juga, adalah daya tarik logam bagi ini bagi
semua orang. Terutama dalam millennium
ini, dimana harga emas, cenderung terus bergerak naik semenjak tahun 2000 silam. Harga emas yang di awal tahun 2000
hanya berada di level US$289 per troy ounce, pada tahun 2010 lalu sudah sempat mencapai level tertingi di US$1,921.27.  Banyak alasan yang telah
mendorong kenaikan harga emas tersebut. Mulia dari permintaan emas untuk dibuat perhisan, fungsinya sebagai safe heaven/asset class, lindung nilai terhadap inflasi, lindung nilai terhadap melemahnya mata uang, permintaan untuk investasi, supply yang terbatas, permintaan dari bank sentral, kebijakan Pemerintah China yang menyarankan warga negaranya untuk membeli emas.

Akan tetapi, harga emas tidak selamanya menguat. Sejak puncak harga emas yang terjadi pada tahun 2010 di US$1921.27 per troy ounce, harga emas terlihat selalu gagal dalam usahanya untuk kembali mendekati level psikologis US$2,000.  Sejak tahun 2010, harga emas terlihat hanya bergerak flat pada kisaran lebar US$1535—US$1790.  Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti krisis di Eropa dan perlambatan pertumbuhan dari China dan India yang merupakan konsumen terbesar dari Emas, serta masih banyak lagi faktor yang lain.

Di awal tahun 2013 ini, harga emas terihat masih cenderung merosot seiring dengan berkurangnya minat dari pelaku pasar terhadap ETF berbasis emas.  Dari Total of
Gold ETF, dapat kita lihat bahwa sejak awal tahun 2013 tidak terdapat lagi pembelian yang signifikan terhadap Gold ETF.  Berita terahir dari www.mineweb.com pada tanggal 15 Februari 2013 lalu menyebutkan bahkan Soros Fund Management dan Moore Capital telah melakukan penjualan atas ETF berbasis emas
pada jumlah yang signifikan selama 4Q2012.  Soros Fund Management adalah perusahaan yang dimiliki oleh
George Soros, sedangkan Moore Capital adalah perusahaan investasi milik milyarder Louis Moore Bacon.

Emas dalam Currency War
Currency war dikenal pula dengan nama persaingan devaluasi, yaitu kondisi suatu hubungan internasional dimana negara saling bersaing satu sama lain untuk merendahkan atau melemahkan nilai tukar mata uang mereka.  Pelemahan nilai tukar ini, tujuanya untuk menaikkan daya saing ekspor, sehingga ekonomi dari negara yang melakukan pelemahan mata uang, diharapkan bisa tumbuh. Currency war mulai didengungkan oleh menteri keuangan Brazil pada 27 September 2010. Isu ini kembali mencuat setelah Jepang dituding melakukan currency war untuk melemahkan mata uangnya. Untuk mengatasi deflasi, pemerintah baru Jepang Shinzo Abe menerapkan kebijakan stimulus secara agresif melalui BoJ. Hingga Januari 2013, Bank Sentral Jepang tersebut telah melakukan pembelian asset sebesar 101 triliun yen. Usaha pemerintah Jepang untuk mengatasi deflasi tersebut ternyata berdampak pada pelemahan yen, yang kemudian memicu protes negara lain karena kalah bersaing ekspor. Memanasnya isu currecy war ini kemudian dibawa dalam pertemuan G-20 minggu lalu. Dalam pertemuan tersebut Jepang akhirnya terbebas dari tudingan currency war terseut. Pada dasarnya, devaluasi mata uang yang tidak terkontrol dan terukur pada akhirnya bisa
memicu currency war.  Emas cenderung bergerak naik dengan adanya currency war ini. Rendahnya nilai tukar mata uang membuat investor melirik emas sebagai investasi alternatif. Ketika bank-bank sentral mendevaluasi mata uangnya dengan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendah, maka nilai tukar mata uang tersebut akan jatuh. Untuk itu, investor akan  mencari investasi alternatif, salah satunya emas.

Membaiknya prospek Pertumbuhan Ekonomi Dunia di tahun 2013 membuat harga emas masih bakal terus meningkat
Permintaan akan emas untuk perhiasan, sangat di tentukan oleh pertumbuhan ekonomi dunia, terutama dari dua negara  terbesar konsumen emas, yaitu China dan India.  Data dari Bank Dunia yang dipublikasikan oleh
Bank Dunia pada bulan Januari 2013 kemarin menunjukkan bahwa secara rata-rata ekonomi dunia masih bakal tumbuh 2,4 persen pada tahun 2013 dan 3,2 persen untuk tahun 2014. Data dari IMF yang dipublikasikan sebelumnya pada bulan Oktober 2012 juga menunjukkan bahwa ekonomi China dan India yang pada tahun 2012 hanya tumbuh 7,8 persen dan 4,9 persen, masing-masing masih akan tumbuh  8,2 persen dan 6,2 persen di tahun 2013. Artinya: pertumbuhan ekonomi Dunia untuk tahun 2013 dan 2014 diperkirakan masih akan terus membaik.  Dan, kondisi perekonomian dunia di tahun 2013, bakal lebih baik dibandingkan dengan 2012.
Membaiknya kondisi perekonomian dunia, dan terutama kedua negara konsumen emas terbesar ini, membuat konsensus analis yang kami pantau dari Bloomberg terlihat masih tetap bullish terhadap outlook harga emas di tahun 2013 ini.  Dari 26 analis yang dipantau oleh Bloomberg, rata-rata masih memprediksikan harga emas bakal berada di level US$1734 untuk 1Q2013, US$1774 untuk 2Q2013, US$1799 untuk 3Q2013 dan US$1822 untuk 4Q2014.  Rata-rata analis masih memprediksikan bahwa harga emas masih bisa mencapai lebih dari US$1800 untuk tahun 2013 ini.

Technically Speaking :
Saatnya mencari peluang ketika harga di kisaran suport

Setelah bergerak turun dari rekor tertinggi US$1921,17 per troy ounces yang tercatat pada tanggal 9 Juni 2011, trend jangka panjang untuk harga emas adalah sebuah trend mendatar (flat) pada sebuah kisaran yang lebar, diantara suport di 1535 dan resisten di 1790. Setidaknya, sudah tiga kali harga emas mencoba melakukan penembusan atas kisran suport dan resisten tersebut, tapi terlihat gagal untuk dilakukan.  Usaha penembusan resisten pernah dilakukan pada bulan November 2011, Februari 2012, dan Oktober 2012.  Disisi lain, suport di level 1535 telah menahan penurunan harga di bulan
September 2011, Desember 2011, dan Mei – Juni 2012.

Gambar di bawah ini juga menunjukkan trend jangka menengah dari komoditas ini berupa trend turun. Sejauh ini, suport dari trend jangka panjang di 1535 diperkirakan bakal menahan potensi koreksi lanjutan dari trend jangka menengah ini.

Untuk jangka pendek, pergerakan harga emas terlihat tengah mengalami perubahan trend, dari sebuah trend flat yang terjadi pada periode Desember 2012 – Februari
2013, menjadi trend turun yang cukup dahsyat.  Dengan
kisaran flat diantara suport 1635 dan resisten di 1695, penembusan atas suport di 1635 bakal membuka potensi koreksi menuju kisaran 1575 – 1585.  Pada hari Jumat, 15 Februari 2013 kemarin, level ini sudah hampir tercapai.  Kisaran suport tersebut diperkirakan bakal tercapai pada minggu ketiga di bulan Februari ini.

Rekomendasi Strategi :
Dalam sebuah trend flat, strategi yang bisa dilakukan oleh seorang trader adalah melakukan posisi beli ketika harga memasuki kisaran suport, dan melakukan posisi jual ketika harga memasuki kisaran resisten.  Dengan adanya trend jangka panjang dari emas yang merupakan trend flat, posisi beli bisa dilakukan ketika harga mencapai kisaran 1520 – 1580, yang merupakan kisaran suport, dan posisi jual bisa dilakukan ketika harga berada di kisaran 1750 – 1810, yang merupakan kisaran resisten.  Adanya potensi koreksi dari trend turun jangka pendek dari komoditas ini, memberikan pemodal kesempatan untuk melakukan akumulasi ketika harga berada dekat di kisaran suport, 1520 – 1580.

Pembatasan resiko :
Ketika melakukan pembasan arah pergerakan harga emas untuk trend jangka pendek, kita bisa melihat bahwa dalam sebuah trend harga yang flat, jika suport dar kisaran flat itu ditembus, maka potensi koreksi yang ada adalah sebesar lebar dari trend yang terjadi sebelumnya.  Trend flat kisaran 1635 – 1695, ketika suport di 1635 ditembus, berarti potensi koreksinya adalah sebesar US$60 jika dihitung dari suport 1635, atau 1635 – 60 = 1575. Jika anda melakukan posisi beli pada kisaran 1520 – 1580, posisi stoploss sebaiknya dilakukan jika suport psikologis 1500 gagal bertahan karena potensi koreksi penembusan atas suport ini, bisa mencapai kisaran US$1250 – US$1300.

 

 

Disclaimer :
Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami terbaik dan dapat diandalkan.  Website www.strategydesk.co.id dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agen penjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html

Tanggal January 30, 2013 / 6:39 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – EUR/GBP semakin melaju, meraih level tertinggi dalam 13 bulan terakhir, didorong oleh minat beli yang tinggi atas euro dan pelemahan sterling.

Pamor mata uang tunggal Eropa itu meningkat setelah serangkaian data ekonomi yang mengindikaskan benua itu dalam jalur pemulihan dan indikasi stabilisasi perbankan Eropa menyusul pembayaran pinjaman murah ECB. Kondisi ini menambah optimisme kondisi terburuk krisis utang sudah lewat. Momentum positif euro ini membuat investor mengabaikan data buruk Spanyol hari ini, yang menunjukkan kontraksi ekonomi.

Investor, terutama dari Jepang, terus mengalirkan dana ke aset zona euro, mendorong mata uang itu. Menurut analis, inisiatif kebijakan di Eropa untuk menstabilkan ekonomi dan mengembalikan kepercayaan akhirnya membuahkan hasil, sembari menambahkan penguatan euro akan terlihat pada cross. Namun beberapa analis memperingatkan apresiasi euro bisa terhenti kecuali diiringi dengan data baru.

Sebaliknya, sentimen pasar terhadap mata uang Inggris tetap negatif, menyusul data yang menunjukkan negara itu terancam menuju triple dip recession. Data bulan ini menunjukkan ekonomi Inggris mengalami kontraksi di kuartal keempat. Kondisi ini dapat memaksa BOE untuk melanjutkan program Quantitative Easing (QE). Tekanan juga datang setelah muncul wacana referendum keanggotaan Inggris dalam Uni Eropa. Pernyataan anggota dewan BOE bahwa ekonomi Inggris bisa membaik tidak banyak berpengaruh pada mata uangnya.

Pada jam 17:45 WIB, EUR/GBP diperdagangkan di 0,8594, setelah berhasil menyentuh 0,8605, tertinggi sejak Desember 2011. Pair ini sedang menuju penguatan mingguan empat kali berturut-turut. Beberapa indikator menunjukkan kondisi jenuh beli, seperti RSI (14) yang berada 83, jauh di atas batas 70, dan Stochastc (14,3,3), yang berada di 96, di atas ambang batas 80. Namun harga belum menyentuh garis atas Bollinger Bands (14) yang berada di 0,8629. Selain itu, MACD (12,26,9) belum menunjukkan divergence.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/eurgbp-tembus-086.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/eurgbp-tembus-086.html

Tanggal January 28, 2013 / 3:52 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Belum terlihat adanya pergerakan seragam di pasar mata uang, meski di saat situasi mendukung dengan datangnya berita-berita positif yang menimbulkan optimisme pada prospek ekonomi global.
Mulai dari data sampai pembayaran kembali pinjaman ECB menimbulkan harapan tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu. Jumat lalu, bank Eropa membayar sebagian pinjaman dari ECB dalam program Long-Term Refinancing Operation (LTRO) 1 triliun euro. Jumlah yang terbayar cukup melegakan yaitu 132 miliar euro, lebih besar dari prediksi 100 miliar euro.
Pasar melihat pembayaran kembali pinjaman itu sebagai bentuk stabilisasi perbankan Eropa. Pasar juga melihat pembayaran ini sebagai bentuk pengetatan dan penyerapan likuiditas yang dilakukan oleh ECB. Hal ini berbeda dengan bank sentral lain seperti the Fed dan BOJ, yang justru menjalankan  kebijakan moneter longgar dengan meluncurkan stimulus yang menambah likuiditas di pasar.
Serangkaian data dan kinerja keuangan korporat dunia turut mengangkat optimisme mengenai prospek ekonomi global. Data ekonomi, termasuk indeks manufaktur, mengindikasikan adanya perbaikan kondisi.  Semua data itu menjadi bukti kondisi terburuk krisis sudah terlewati, dan ini mengangkat saham global. Namun pernyataannya, mengapa semua faktor itu tidak menimbulkan risk appetite yang menggerakkan mata uang berisiko dalam satu arah.
Sejak awal tahun, pasar mata uang terlihat bergerak variatif, dengan masing-masing punya faktor yang menggerakkannya. Sepertinya, pasar tidak lagi terpaku pada satu berita untuk dijadikan acuan.  pasar mempertimbangkan kondisi yang berlaku di suatu negara untuk menggerakan mata uang bersangkutan. Contohnya, perbaikan kondisi di Eropa memang memangkat euro, tapi tidak sterling karena pasar bearish terhadap Inggris, dengan ekonominya yang terancam resesi. Namun masih perlu dibuktikan apakah kondisi ini berlanjut atau hanya sementara.

EUR-USD
S
empat menyentuh $1,3470 di sesi Asia, tertinggi dalam 11 bulan terakhir, EUR-USD kini sedikit terkoreksi sampai pembukaaan sesi Eropa. Pasar kini bernyata seberapa jauh pair ini bisa menanjak. Dari sisi teknikal, level $1,35 menjadi target berikutnya dan bila tidak ada berita buruk, pair ini berpeluang besar ke sana. Dari sisi fundamental, pejabat ECB Luc Coene mengatakan level EUR tidaklah masalah dan belum perlu pelonggaran.

Rekomendasi harian :
Sell break pada EUR-USD di 1.3428 dengan target take profit 1.3375, dimana stop loss 1.3458. Sell 1.3489 dengan target take profit 1.3413, dimana stop loss 1.3519.

Buy 1.3367 dengan target take profit 1.3420, dimana stop loss 1.3336.


USD-JPY
M
elanjutkan tren penguatannya, USD-JPY berhasil menyentuh 91,25, atau tertinggi sejak Juni 2010. Penguatan ini tidak lepas dari ekspektasi BOJ bakal melonggarkan kebijakannya lagi. Tapi dalam jangka pendek, pasar kemungkinan akan menggunakan data ekonomi AS sebagai faktor penggerak, mulai durable goods orders malam nanti, rapat reguler the Fed pada Rabu dan payroll Jumat nanti. Kecuali data buruk dan ada pernyataan dovish dari the Fed, pair ini tetap bullish, kalaupun koreksi mungkin terbatas.

Rekomendasi harian :
Peluang USD-JPY melakukan sell break di 90.63 dengan target take profit 90.23-90.04, dimana stop loss 90.92. Sell 91.45 dengan target take profit 90.73, dimana stop loss bila penutupan di atas 91.22.

Buy 90.00 dengan target take profit 90.86, dimana stop loss 89.84.

GBP-USD
T
ekanan jual terus mendera GBP-USD yang hari jatuh ke low di $1,5716, terendah sejak Agustus 2012 dan menguji level psikologis $1,5700. Pasar masih bearish terhadap GBP setelah data PDB yang mengecewakan, kontraksi ekonomi menimbulkan spekulasi BOE harus turun tangan lagi dengan stimulusnya. Apalagi muncul  wacana soal referendum keanggotaan Inggris dalam Uni Eropa. Dengan masih bearish-nya pasar, pair ini terancam jatuh ke bawah $1,57.

Rekomendasi harian :
Penembusan 1.5717 pada GBP-USD menjadi sinyal sell break untuk kembali bearish dengan target take profit ke 1.5656, dimana stop loss bila kembali bergerak dan tutup di atas 1.5747. Sell 1.5808 dengan target take profi 1.5747, dimana stop loss 1.5839.

Buy 1.5656 dengan target take profit 1.5Buy break di 1.5747 setelah .5625.

USD-CHF
T
ertekan ke bawah 0,9300 akhir pekan lalu, USD-CHF menembus low 0,9222 namun mendapat dorongan beli dan berhasil ke 0,9280. Ada penguatan hari ini, meski masih terbatas. Dengan minimnya even penting dari Eropa, pair ini masih konsolidasi, dan pasar menggunakan menggunakan data durable goods sebagai acuan. Agar tetap kembali bullish pair ini harus menembus ke atas Moving Average 100 di 0,9306.

Rekomendasi harian :
Buy break pada USD-CHF berada di 0.9293 dengan target take profit 0.9323-0.9338, dimana stop loss 0.9277. Sedangkan 0.9247 jadi buy berikutnya bilamana ada penurunan lebih lanjut, dengan target take profit 0.9283-0.9293, dimana stop loss penutupan hari ini di bawah 0.9247.

Sell 0.9338 dengan target take profit 0.9297, dimana stop loss 0.9354.

AUD-USD
D
ata ekonomi China yang bagus dan kenaikan harga komoditas ternyata tidak membantu AUD-USD, yang kini jatuh ke bawah $1,04. Tekanan besar datang setelah data inflasi Australia yang menimbulkan ekspektasi RBA bakal pangkas rate lagi bulan depan. Selain itu, kejatuhan tajam ini datang setelah pair ini gagal menembus $1,06. Kondisi bearish akan berlanjut bila pair ini gagal ditutup di atas $1,04.

Rekomendasi harian :
Buy pada AUD-USD 1.0376 dengan target take profit 1.0437, dimana stop loss penutupan hari ini dibawah 1.0376. Buy break 1.0437 dengan target profit 1.0483, dimana stop loss penutupan di bawah 1.0437.

1.0483 jadi ruang melakukan sell pada AUD-USD dengan target take profit 1.0437, dimana stop loss 1.0498.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-28-januari-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-28-januari-2013.html

Tanggal October 23, 2012 / 10:11 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro rally atas dollar dan menyentuh level tertinggi dalam 5,5 bulan terakhir atas yen setelah hasil pemilu daerah Spanyol sesuai harapan.
Partai Rakyat, tempat bernaung Perdana Menteri Mariano Rajoy, berhasil meraih suara mayoritas di Galicia. Hasil ini menunjukkan Rajoy punya modal politik untuk mengajukan bailout. Namun Rajoy akan menghadapi tes selanjutnya pada 25 Nopember di mana giliran Catalonia yang akan menggelar pemilu. Untuk saat ini, pasar lega Spanyol tidak terpecah dan Rajoy bisa melanjutkan rencananya menstabilkan ekonomi.
Euro juga terangkat oleh pernyataan angota dewan ECB Joerg Asmussen yang menegaskan komitmen melakukan apapun untuk menjaga keutuhan euro. Euro, yang menguat 1,6% selama Oktober ini, ditopang oleh harapan Spanyol akan mengajukan bailout, yang dapat menjalankan program pembelian obligasi ECB.
Meski tetap bullish, euro terus kesulitan menembus $1,32, level yang belum pernah disentuhnya sejak Mei. Hal ini mencerminkan pasar menunggu Spanyol minta bailout sebelum mendorong euro lebih jauh. Menurut analis, belum adanya berita negatif dari Eropa bisa menjaga euro dari kejatuhan dalam untuk sementara waktu. Tapi Bila Spanyol mengajukan bailout dan ECB beli obligasi, euro berpeluang ke $1,34-35. Euro bisa menanjak lebih jauh pemilu presiden AS dan ancaman jurang fiskal mengalihkan perhatian pasar dari Eropa ke AS.
Euro diperdagangkan di $1,3050, naik 0,3%, dengan target selanjutnya ke $1,31. Bila tembus euro akan mencoba ke $1,3139, atau hi 17 Oktober. Namun tidak tertutup kemungkinan adanya koreksi, di saat pasar menunggu berita baru. Support terdekat ada di $1,3000. Terhadap yen, euro berhasil menembus 104,57, tertinggi sejak Mei, tapi kini terkoreksi ke 104,16.
Tapi mata uang itu babak belur kemarin setelah data yang menunjukkan ekspor Jepang anjlok, menambah tekanan ke BOJ untuk melonggarkan kebijakannya. Semakin kuat desakan agar BOJ meloonggarkan kebijakan moneter agar bisa melemahkan yen. BOJ diperkirakan akan menambah program pembelian obligasinya dan memangkas proyeksi ekonomi Jepang pada 30 Oktober nanti.
Dollar menyentuh 79,98 hari ini, tertinggi Mei, Namun kini terkoreksi dengan target terdekat 79,70. Sementara itu, arah dollar minggu ini akan bergantung pada data ekonomi AS dan hasil rapat reguler the Fed. The Fed menggelar rapat dengan mengumumkan hasilnya pada 24 Oktober. Ini merupakan rapat pertamanya sejak meluncurkan Quantitative Easing (QE) jilid tiga . Ini juga merupakan rapat terakhir menjelang pemilu presiden pada 6 Nopember nanti.
Pasar akan mencermati apakah ada perubahan prospek ekonomi AS. Bila ada pengakuan dari the Fed bahwa ekonomi dan lapangan kerja membaik di AS, itu bisa mengangkat pamor dollar. Data AS minggu ini antara lain durable goods orders yang akan diumumkan Kamis, dan angka PDB kuartal ketiga pada Jumat.

Rekomendasi
EUR-USD


USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/euro-rally-yen-tumbang.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/euro-rally-yen-tumbang.html

Tanggal September 19, 2012 / 9:57 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Yen menguat atas dollar hari ini meski ada spekulasi BOJ akan melonggarkan kebijakan moneternya hari ini. Sedangkan euro dan mata uang berisiko lainnya melanjutkan koreksi.
Eforia pasar, yang datang karena keputusan bank sentral, mulai sirna. Fokus pasar kembali beralih ke fundamental dan kondisi riil.  Belum ada berita positif baru yang dapat memberi dorongan lagi. Menurut analis, semua katalis positif sudah lewat dan terfaktorkan.  Oleh karena itu, pasar ingin melihat keputusan BOJ.
Pasar menunggu apa yang akan dilakukan BOJ setelah the Fed meluncurkan Quantitative Easing (QE) dan ECB mengumumkan rencana pembelian obligasi. Beberapa memperkirakan BOJ mengumumkan langkah baru untuk melemahkan yen yang terus terapresiasi. Mereka memandang BOJ semakin terdesak untuk bertindak setelah the Fed meluncurkan QE, yang sempat membawa yen ke level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir atas dollar.
Agar yen melemah substansial, BOJ harus memberi kejutan ke pasar. Tapi  sebagian lainnya melihat BOJ akan bertahan dan menunggu sampai Oktober. BOJ, yang akan mengumumkan keputusannya hari ini, punya kebiasaaan mengecewakan pasar.  Yen berada di 78,61 per dollar, menguat dari level penutupan New York 78,77. Resistance terdekat ada di level psikologis 79. Sedangkan support berada di 78,33. Yen juga menguat atas euro ke 102,51 dari 102,73.
Sementara itu euro melemah ke $1,3045, menjauhi level tertinggi dalam empat bulan terakhir $1,3173, yang digapai Senin. Mengingat euro telah rally 9% sejak akhir Juli, koreksi ini mencerminkan aksi ambil untung di saat pasar menunggu Spanyol mengajukan bailout, langkah yang dibutuhkan agar ECB mau membeli obligasi. Tanpa ada kejelasan dari Spanyol, euro akan melanjutkan koreksi ini, dengan target selanjutnya $1,30.
Aussie juga sedang dalam fase koreksi, setelah menyentuh level tertinggi sejak Maret. Koreksi ini dipicu oleh RBA Minute yang membuka peluangt pemangkasan suku bunga dan konflik China-Jepang yang berpotensi menganggu arus perdagangan. Aussie kini bertengger di $1,0424, dengan support di $1,0376.
Sterling juga terkoreksi, namun posisinya masih lebih baik dibanding euro atau aussie. Sterling masih mampu bertahan di kisaran $1,62. Namun tidak ada faktor fundamental spesifik yang menjaga posisinya itu. Suatu saat, tanpa adanya katalis baru, the cable juga akan koreksi. Pasar menantikan BOE Minutes hari ini, untuk mencari petunjuk soal prospek kebijakan, yang dapat digunakan untuk menggerakan sterling.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/pasar-tunggu-boj-yen-perkasa.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/pasar-tunggu-boj-yen-perkasa.html

Tanggal September 14, 2012 / 3:04 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Nikkei ditutup menguat 1,8% pada perdagangan kali ini, dimana indeks juga berhasil bertengger di 9.000 yang merupakan level tertingginya dalam tiga bulan terakhir. Penguatan indeks tidak lepas dari eforia pelaku pasar terhadap hasil rapat the Fed yang mengasilkan stimulus jilid ketiga (Quantitative Easing).

Kinerja sektor pertambagan menjadi penyumbang kenaikan dimana sektor tersebut memiliku korelasinya dengan kesehatan ekonomi global. Sektor tersebut hari ini berhasil melonjak 5,8%. Disamping itu kinerja sektor eksportir juga terdongrak berkat meningkatnya minat pelaku pasar terhadap asset berisiko.

Dengan meluncurnya QE ini membuat mata uang yen terus mencatat penguatan, dimana pasca keputusan the Fed tersebut membuat yen mencapai level penguatannya dalam tujuh bulan di 77,13 terhadap dollar.

Indeks Nikkei ditutup menguat 164,24 poin, atau 1,83%, ke posisi 9.159,39. Dalam sepekan ini indeks menguat 3,2%, merupakan kenaikan mingguan terbesar dalam empat pekan. Sedangkan untuk tahun ini indeks telah menguat 8,3%. Indeks Topix naik 1,7% ke posisi 756,88.

Saham Toyota Motor Corp naik 1,4%, sedangkan Canon Inc bertambah 3,6%. Hitachi Ltd melonjak 4,6% setelah perusahaan akan menaikan dividen semester pertamanya menjadi 5 yen dari sebelumnya 3 yen per saham.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-berhasil-berlabuh-di-9000.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-berhasil-berlabuh-di-9000.html

Tanggal September 14, 2012 / 3:04 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Nikkei ditutup menguat 1,8% pada perdagangan kali ini, dimana indeks juga berhasil bertengger di 9.000 yang merupakan level tertingginya dalam tiga bulan terakhir. Penguatan indeks tidak lepas dari eforia pelaku pasar terhadap hasil rapat the Fed yang mengasilkan stimulus jilid ketiga (Quantitative Easing).

Kinerja sektor pertambagan menjadi penyumbang kenaikan dimana sektor tersebut memiliku korelasinya dengan kesehatan ekonomi global. Sektor tersebut hari ini berhasil melonjak 5,8%. Disamping itu kinerja sektor eksportir juga terdongrak berkat meningkatnya minat pelaku pasar terhadap asset berisiko.

Dengan meluncurnya QE ini membuat mata uang yen terus mencatat penguatan, dimana pasca keputusan the Fed tersebut membuat yen mencapai level penguatannya dalam tujuh bulan di 77,13 terhadap dollar.

Indeks Nikkei ditutup menguat 164,24 poin, atau 1,83%, ke posisi 9.159,39. Dalam sepekan ini indeks menguat 3,2%, merupakan kenaikan mingguan terbesar dalam empat pekan. Sedangkan untuk tahun ini indeks telah menguat 8,3%. Indeks Topix naik 1,7% ke posisi 756,88.

Saham Toyota Motor Corp naik 1,4%, sedangkan Canon Inc bertambah 3,6%. Hitachi Ltd melonjak 4,6% setelah perusahaan akan menaikan dividen semester pertamanya menjadi 5 yen dari sebelumnya 3 yen per saham.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-berhasil-berlabuh-di-9000.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

Incoming search terms:

  • Buatlah skenario presentasi singkat untuk berbicara di depan 20 pekerja pabrik tentang rencana pemotongan upah lembur sebesar 10% sebagai upaya melakukan efisiensi setelah terjadi kenaikan tajam harga minyak dunia

Tanggal September 10, 2012 / 6:06 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – GBP/USD terkoreksi hari ini, di saat pasar rehat setelah rally akhir pekan lalu yang membawanya ke level tertinggi dalam empat bulan terakhir. Tapi ekspektasi stimulus the Fed masih menjaganya.

Dollar melemah atas mata uang utama dunia karena data ketenagakerjaan AS yang menunjukkan lapangan kerja hanya bertambah 96.000 selama Agustus, di bawah prediksi 125.000. Meski tingkat pengangguran turun 0,2% ke 8,1%, pasar tidak tergugah karena menganggap angka payroll di bawah 100 ribu rendah. Apalagi angka bulan sebelumnya direvisi turun menjadi 141.000 dari 163.000. Ini mengindikasikan kondisi lapangan kerja masih jauh dari harapan.

Data mengecewakan itu menambah ekspektasi the Fed mengimplementasikan Quantitative Easing (QE) jilid ketiga untuk membantu pemulihan ekonomi. The Fed akan menggelar rapat regulernya pada 12-13 September nanti, pasar mengantisipasi kemungkinan peluncuran kebijakan itu. Data itu juga datang sehari setelah ECB mengumumkan program pembelian obligasinya.

Sentimen terhadap sterling juga didukung oleh data manufaktur dan jasa Inggris yang lebih baik dari prediksi minggu lalu, mengindikasikan kinerja ekonomi Inggris  tidak seburuk yang ditakutkan. Selain itu, BOE mempertahankan suku bunga dan jumlah program pembelian asetnya. Pada jam 17:45 WIB, GBP/USD diperdagangkan di $1,5992, sedikit melemah dari level penutupan akhir pekan lalu $1,6000.

Secara teknikal, tren penguatan belum berubah tapi beberapa indikator mengindikasikan kondisi jenuh beli. Harga masih bergerak di atas Moving Average (25), mengindikasikan kondisi bullish. Tapi RSI (14) berada di 67, sedikit di bawah titik overbought 70. Stochastic (14,3,3) sudah berada di 92, di atas titik overbought 80. Apalagi harga sudah menyentuh garis atas Bollinger Bands (14) di $1,6004. Resistance berada di $1,6032, atau high 7 September. Sedangkan support di low tanggal itu $1,5920.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/gbpusd-koreksi-setelah-tembus-160.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/gbpusd-koreksi-setelah-tembus-160.html

Tanggal July 20, 2012 / 10:11 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro sedikit melemah terhadap dollar hari ini, dibayangi oleh kekhawatiran mengenai Spanyol dan kejatuhan tingkat bunga di kawasan zona euro.
Permintaan yang rendah dalam lelang kemarin mendorong yield obligasi Spanyol kembali ke atas 7%, meningkatkan keraguan apakah Madrid bisa menghindari bailout besar. Dalam lelang obligasi tenor tiga, lima dan tujuh tahun, Spanyol berhasil mengumpulkan 2,98 miliar euro, dekat target 3 miliar euro. Tapi yield ketiganya naik tajam, mencerminkan investor menuntut return lebih tinggi karena faktor risiko.
Pernyataan dari Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble juga tidak membantu. Ia mengatakan masalah keuangan Spanyol masih jauh dari akhir dan pemerintahnya yang bertanggung jawab menanggung bantuan Eropa untuk perbankannya. pernyatannya adalah persepsi akan risiko kebangkrutan di Spanyol bisa menimbulkan efek domino.
Selain kekhawatiran soal Spanyol, euro juga tertekan setelah bulan lalu ECB memangkas suku bunga simpanan, yang berperan sebagai floor untuk pasar uang zona euro, ke 0%. Pemangkasan suku bunga simpanan itu, yang membuat Euribor turut jatuh, menimbulkan isu euro digunakan sebagai alat carry trade, yang dapat menjadi faktor kejatuhan mata uang tunggal Eropa itu. Menurut trader di Bangkok, euro mulai dipandang cocok untuk itu dan semakin yang bergerak ke arah sana. Selain itu, fakta yield obligasi tenor dua tahun Jerman dan Belanda menjadi negatif, menambah spekulasi arus dana keluar dari zona euro.
Dalam perdagangan di Asia hari ini, euro berada di $1,2258, sedikit melemah dari level penutupan New York $1,2271. Euro masih bergerak konsolidatif, terjebak di antara level tertinggi seminggu terakhir $1,2317, yang dicatat Selasa lalu, dan level terendah dalam dua tahun terakhir $1,2162, yang dicapai minggu lalu. Selama tidak ada sentiment positif, euro terancam kembali ke level terendah sejak Juni 2010 itu.
Euro melemah 0,1% atas aussie ke A$1,1768, dekat rekor terendahnya A$1,1735.  Dollar juga tidak mampu menguat banyak atas euro atau mata uang lainnya karena data ekonomi AS yang kurang bagus semalam menambah ekspektasi the Fed harus meluncurkan stimulus moneter berbentuk Quantitative Easing (QE). Sterling sedikit terkoreksi hari ini setelah menyentuh level dalam sebulan terakhir kemarin. Data Public Sector Net Borrowing (PSNB) atau jumlah utang public, yang bisa bertambah bisa menekan the cable.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/masalah-spanyol-bayangi-euro.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/masalah-spanyol-bayangi-euro.html

Tanggal July 06, 2012 / 9:44 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Euro berjuang bangkit hari ini setelah terjungkal ke level terendah dalam lima minggu terakhir atas dollar pasca keputusan suku bunga ECB.
Euro juga jatuh tajam atas beberapa mata uang lainnya setelah ECB memangkas suku bunga acuan dan di luar dugaan menurunkan bunga simpanan, sebagia upaya mengatasi krisis.ECB memangkas rate-nya sebesar 25 bps menjadi 0,75%, sesuai prediksi. Ini pertama kalinya dalam sejarah ECB menetapkan rate di bawah 1%.
Tapi pasar terkejut dengan keputusannya menurunkan bunga simpanan menjadi nol persen. Para analis memandang pemangkasan itu juga berarti ke depan akan ada penurunan bunga acuan lanjutan. Apalagi Presiden ECB Mario Draghi menyampaikan pernyataan yang dovish, memberi tekanan ekstra ke euro. Draghi mengatakan ancaman terhadap pertumbuhan semakin terlihat, mengindikasikan pihaknya akan melanjutkan siklus pelonggaran pada semester kedua tahun ini.
Euro tumbang hingga ke $1,2364, terendah sejak 1 Juni lalu. Meski kini diperdagangkan di $1,2375, euro masih bearish, dengan target kejatuhan selanjutnya di $1,2350, kalau lanjut maka ke $1,2310. Sentimen negatif yang lama bisa membawa euro menguji low 1 Juni $1,2287. Namun, untuk saat ini, aksi jual euro akan rehat dulu menjelang data ketenagakerjaan AS.
Sterling melesat ke level tertinggi dalam 3,5 tahun terakhir atas euro setelah pasar melihat keputusan BOE menambah stimulus moneternya sesuai perkiraan. BOE menambah Quantitative Easing (QE) sebesar 50 miliar pound, tidak ada kejutan. Ini melegakan kalangan yang sempat mengantisipasi langlkah lebih agresif.
Sementara itu, Bank Sentral China (PBOC) secara mengejutkan memangkas suku bunganya sebesar 0,31% menjadi 6%. Ini merupakan kedua kali berturut-turut PBOC memangkas rate. Namun pasar justru curiga keputusan PBOC memangkas rate jangan-jangan untuk mengantisipasi data buruk.
Pasca keputusan bank sentral di atas, dollar melesat atas rivalnya. Dollar juga terangkat oleh data ADP Employment Change yang menunjukkan lapangan kerja sektor swasta bertambah sebanyak 176.000 bulan lalu, lebih baik dari prediksi 100.000. Data lain memperlihatkan aktivitas sektor jasa AS tetap tumbuh dan tunjangan pengangguran mengalami penurunan.
Fokus pasar kini tertuju ke data payroll, yang diperkirakan akan menunjukkan lapangan kerja tumbuh 95.000 selama Juni. Angka di bawah 100 ribu selalu dianggap buruk. Oleh karena itu, bila datanya lebih rendah dari prediksi dollar bisa terkoreksi. Kekecewaan pada data itu bisa menimbulkan ekspektasi the Fed harus melanjutkan program pembelian asetnya.

EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/euro-terjungkal-pasca-ecb-fokus-ke-payroll.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/euro-terjungkal-pasca-ecb-fokus-ke-payroll.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha