Search Results : 10 data kebijakan moneter dan fiskal

Strategydesk – Beberapa jam setelah Bank Sentral China (PBOC) mengeluarkan stimulus moneter untuk mengembalikan stabilitas pasar, investor sudah menunggu langkah lebih agresif dari otoritas.

PBOC“PBOC terlihat lambat dan hanya reaktif. Pelonggaran kebijakan lebih hanya mengikuti bukannya pre-emptif terhadap gejolak ekonomi dan pasar,” kata Vishnu Varathan, ekonom senior dari Mizuho Bank dikutip oleh CNBC. Menurutnya, langkah yang parsial ini, dan absennya stimulus terkoordinasi dari fiskal membuat pasar belum sepenuhnya lega.

PBOC memangkas suku bunga pinjaman dan simpanan sebesar 25 bps menjadi 4,6% dan 1,75%. Mereka juga memotong Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 50 bps menjadi 18% pada bank besar, dalam langkah yang diharapkan mengalirkan likuiditas baru hingga 750 miliar yuan ke pasar keuangan. Pengumuman ini datang menyusul kejatuhan bursa saham domestik, di mana indeks Shanghai anjlok 16% selama dua hari.

Wall Street, yang sempat bereaksi positif pada pengumumkan itu, gagal mempertahankan penguatan dan berakhir negatif. Indeks Dow Jones ditutup melemah 1,3% setelah reli 3%, reversal terbesar sejak 2008. ”Kami akan mengetahui lebih banyak ke depan, tapi sepertinya di jam terakhir perdagangan AS, pasar mengevaluasi dan memutuskan kebijakan itu belum cukup,” kata Emma Lawson, analis senior dari National Australia Bank.

Yu song, ekonom dari Goldman Sachs, mengatakan meski stimulus moneter terbaru dibutuhkan ekonomi dan pasar, ia sepakat itu belumlah cukup. Menurutnya, seharusnya pemangkasan tambahan 100 bps dalam GWM pada akhir tahun, yang dilakukan dua kali. Waktu bergantung pada data dan kondisi pasar.

Ekonom dari ANZ Liu Li-Gang juga meyakini pemotongan GWM lanjutan bakal dilakukan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. ”Dalam rangka mencegah deflasi dan menjaga pertumbuhan di kisaran 7%, China kemungkinan harus melonggarkan kebijakan lagi, termasuk memangkas GWM sebesar 50 bps,” katanya.

http://www.strategydesk.co.id/2015/08/pasar-belum-puas-dengan-stimulus-pboc/

Strategydesk – Aktivitas manufaktur China merosot ke level terendah dalam 6,5 tahun bulan ini, menurut hasil survei terbaru. Laporan ini menambah kekhawatiran mengenai prospek ekonomi terbesar kedua dunia itu.

China manufacturingIndeks PMI manufaktur hasil survei Caixin Media turun ke 47,1 di Agustus dari 47,8 di Juli. Angka terbaru itu lebih rendah dari proyeksi 48,2 dan yang terendah sejak 2009. Angka di atas 50 menandakan pertumbuhan, di bawah itu berarti kontraksi. Ekonom utama dari lembaga itu He Fan mengatakan indeks Agusus semakin turun dari Juli, mengindikasikan ekonomi masih terus melambat.

Namun, ia menjamin struktur ekonomi masih terjaga dan belum melihat adanya risiko sistemik. Untuk mewujudkan target pertumbuhan tahun ini, ia mengimbau pemerintah agar menyesuaikan kebijakan fiskal dan moneter dalam rangka memastikan stabilitas makroekonomi dan mempercepat reformasi struktural. Semua itu penting, menurutnya, untuk mengembalikan kepercayaan pasar.

Data ini memicu menambah kejatuhan saham dan komoditas. Investor beralih ke emas dan obligasi, khawatir perlambatan ekonomi China berdampak pada pertumbuhan global di saat ada prospek kenaikan suku bunga AS. Pasar keuangan dunia sudah terguncang karena devaluasi yuan minggu lalu, data ini menambah keraguan mengenai prospek ke depan, baik pada China maupun dunia.

Dengan prospek ekonomi China yang mulai suram, beberapa kalangan mengatakan sebaiknya hati-hati dan ragu ada perubahan kondisi dalam waktu dekat. Ekonomi China semakin kehilangan daya dorongnya, membuat beberapa ekonom memperingatkan pemerintah akan kesulitan mencapai target pertumbuhan 7% tahun ini bila tidak mengeluarkan tambahan stimulus.

http://www.strategydesk.co.id/2015/08/manufaktur-china-terendah-65-tahun/

Strategydesk – Rupiah berhasil mencatat penguatan hari ini didukung oleh lelang Surat Utang Negara (SUN) yang kembali mendapat animo besar dari investor. Namun, tren rupiah tetap sama karena belum ada perubahan fundamental.

Rupiah 2Dalam lelang hari ini, pemerintah menjual obligasi hingga Rp15 triliun, di atas target Rp10 triliun. SUN dengan tenor 11 tahun dijual dengan imbal hasil rata-rata 8,118%. Sedangkan surat utang jangka pendek, yaitu tenor 3 bulan, ber-yield rata-rata 6,202%. Total penawaran atau bid mencapai Rp26,42 triliun, lebih rendah dari lelang sebelumnya pada 23 Juni yang mencapai Rp40 triliun.

Pemerintah RI telah melelang obligasi rupiah konvensional dan sukuk dengan total nilai Rp181,135 triliun selama kuartal pertama dan kedua. Sejauh ini, hasil lelang obligasi RI cukup memuaskan dan masalah Yunani belum mempengaruhi permintaan. Untuk lelang di kuartal ketiga, pemerintah mentargetkan Rp63 triliun.

Namun efek lelang SUN biasanya tidak lama, karena pasar masih terfokus dengan isu yang lebih mengkhawatirkan. Masalah Yunani masih membayangi sentimen pasar. Meski belum ada kejadian mengguncangkan lagi selain hasil referendum, pasar diliputi ketidakpastian, yang biasa memicu permintaan safe haven. Dalam kondisi risk aversion, mata uang seperti rupiah biasanya menjadi korban. Apalagi kondisi fundamental ekonomi RI belum menunjukkan perkembangan berarti. Dengan ruang kebijakan moneter yang sudah sangat sempit, kebijakan fiskal menjadi andalan untuk bisa mengubah keadaan. Pasar menunggu realisasi program pembangunan infrastruktur.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 0,13% ke Rp13.330 per dollar, dengan sempat menyentuh Rp13.281 dan melemah sampai Rp13.332. Untuk besok, rupiah diperkirakan masih bergerak dalam rentang Rp13.300-13.400.

http://www.strategydesk.co.id/2015/07/berkat-sun-rupiah-berhasil-rebound/

Strategydesk – Rupiah berakhir melemah tipis hari ini namun belum terlepas dari jeratan bearish di tengah tingginya permintaan valas dan sentimen negative terhadap ekonomi RI.

Rupiah 3BI melaporkan hari ini cadangan devisai berkurang $100 juta menjadi $100,8 miliar pada akhir Mei untuk menjaga nilai tukar rupiah. Namun jumlah terakhir masih dianggap sehat, cukup untuk membiayai impor selama 7,1 bulan impor. Selain itu, BI menganggap jumlah itu masih mampu mendukung ketahanan RI dari guncangan eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi.

Soal rupiah, Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah mengatakan selain karena sentimen global, rupiah juga melemah akibat meningkatnya kebutuhan valas untuk membayar utang. Ia memperkirakan pelemahan masih berlanjut kalau data ekonomi AS terus membaik, yang dapat mendukung prospek kenaikan suku bunga. Data ketenagakerjaan AS yang bagus tentunya bisa mendukung prospek itu.

Di sisi lain, belum ada perkembangan berarti dalam perekonomian dalam negeri. Dari sisi kebijakan moneter, BI tak punya banyak ruang menyesuaikan suku bunga. Dipangkas bisa menambah tekanan ke rupiah, dan bila dinaikkan tidak akan membantu pertumbuhan.

Alhasil, pemerintah harus mengandalkan kebijakan fiskalnya untuk mengubah tren rupiah. Pemulihan rupiah jangka panjang bergantung pada upaya pemerintah memperbaiki kondisi ekonomi, termasuk mengurangi defisit transaksi berjalan, menjalankan proyek infrastrukturnya dan meningkatkan investasi.

Menurut data bloomberg, rupiah melemah 9 poin ke Rp13.290 per dollar setelah sempat menyentuh Rp13.272 dan jatuh sampai Rp13.312. Untuk Senin, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp13.200-13.300 per dollar.

http://www.strategydesk.co.id/2015/06/rupiah-stabil-masih-bearish/

Strategydesk – Rupiah mencatat kejatuhan terbesar dalam beberapa bulan terakhir meski di saat dollar masih melemah karena data ekonomi AS.

Dollar 3Padahal, dollar tertekan akibat data buruk, jatuh ke level terendah dalam dua bulan atas major currencies. Data dari ADP Employment Change semalam menunjukkan lapangan kerja swasta hanya tumbuh 169.000 selama April, di bawah prediksi 200.000 dan bulan lalu yang 175.000. Data ini menimbulkan kekhawatiran angka payroll Jumat nanti juga akan di bawah prediksi.

Data lapangan kerja berhubungan erat dengan prospek kebijakan moneter the Fed. Dalam berbagai kesempatan, the Fed mengisyaratkan data lapangan kerja sebagai salah satu pertimbangan dalam menetapkan arah kebijakan. Bila angka payroll di bawah prediksi atau angka 200 ribu, maka bisa mengurangi kemungkinan ada kenaikan suku bunga Juni nanti.

Masalahnya, rupiah masih dirundung sentimen negatif akibat kinerja ekonomi RI yang mengecewakan.  Angka PDB yang di bawah 5% menimbulkan pesimisme terhadap kinerja pemerintahan Jokowi. Kondisi ini mempersulit upaya rupiah untuk bisa bangkit dari tekanan.

Awal tahun, rupiah jatuh lebih disebabkan oleh faktor eksternal, yaitu apresiasi dollar. Kini, rupiah merana karena kondisi internal yang memprihatinkan.  Dengan latar belakang seperti itu, diperlukan waktu agar rupiah bisa pulih. Pasar sepertinya ingin melihat dulu perbaikan secara fundamental, yang dapat mengembalikan kepercayaan. Pasar ingin melihat pemerintah mengeluarkan kebijakan, baik fiskal maupun moneter, untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mendorong pertumbuhan.

Alhasil, rupiah diperkirakan masih tertekan untuk sementara waktu. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 0,87% ke Rp13.148 per dollar, terendah dalam dua bulan. Untuk besok, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp13.100-13.200 per dollar.

http://www.strategydesk.co.id/2015/05/dollar-anjlok-rupiah-malah-makin-jeblok/

Strategydesk – Pemerintah RI menghadapi tugas yang rumit dalam upayanya menjaga stabilitas, reformasi dan pertumbuhan di tengah prospek kenaikan suku bunga AS, menurut Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.

Bambang-Brodjonegoro“Apapun yang terjadi dengan kebijakan moneter AS, kami di Indonesia harus siap,” katanya dalam wawancara dengan CNBC di sela-sela acara Credit Suisse Asian Investement di Hong Kong. “Oleh karena itu, prioritas kami adalah melakukan pembenahan untuk memperkuat ekonomi,” tambahnya.

Rupiah jatuh ke level terendah sejak krisis moneter 1998 dalam beberapa minggu terakhir, menjadikannya mata uang performa terburuk tahun ini. “Tentu saja kami memperhatikan nilai tukar rupiah. BI akan melakukan perannya lewat kebijakan moneter, sedangkan kami melalui kebijakan fiskal, seperti mengurangi defisit transaksi berjalan, yang kami anggap penyebab utama depresiasi (rupiah),” ujarnya.

Beberapa kebijakan fiskal yang diluncurkan adalah pajak anti dumping untuk mengurangi impor dan potongan pajak untuk eksportir. “Bila anda melihat struktur neraca perdagangan kini, baik ekspor maupun impor melambat, terutama impor. Tapi yang kami ingin cegah adalah perlambatan ekonomi,” katanya.

Menkeu mengatakan masalah arus modal juga tak kalah pentingnya. Indonesia sangat bergantung pada investasi asing, ia memaparkan sekitar 40% utang nasional RI didapat dari asing. Kami mewaspadai kemungkinan arus modal keluar mendadak, ketika the Fed menaikkan suku bunga. ”Maka itu kami berusaha menjaga stabilitas makroekonomi, memperkuat fundamental, dalam rangka mengendalikan gejolak yang datang dari kenaikan rate (the Fed),” jelasnys.  Tapi, ia menegaskan bahwa pihaknya juga mengejar pertumbuhan, terutama ini tahun pertama pemerintahan baru.

http://www.strategydesk.co.id/2015/03/menkeu-stabilitas-kunci-pertumbuhan-indonesia/

Tanggal April 12, 2013 / 4:02 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Setelah awal kuat di tahun ini, ekonomi AS terindikasi mulai kehilangan momentum pemulihannya, bentuk efek pemotongan anggaran AS.
Serangkaian data ekonomi AS, termasuk payroll, menunjukkan angka yang mengecewakan. Meski pertumbuhan lapangan kerja melambat tajam bulan lalu, terlalu dini untuk mengatakan ini dapat menjadi tren. Sektor perumahan terlihat mulai menggeliat lagi, ini bisa menjaga ekonomi melambat tajam.
Ekonomi AS di kuartal pertama tahun ini mungkin bsia mencatat pertumbuhan yang lumayan, tapi bagaimana setelah pemotongan anggaran berjalan beberapa bulan, apakah mungkin momentum bisa berlanjut? Pemotongan angggaran, yang berlaku sejak Maret lalu, tentu bisa berdampak pada pembelanjaan konsumen. Makanya, data penjualan ritel AS malam nanti, bisa dijadikan gambaran bagaimana kondisi pembelanjaan. Selanjutnya ada data sentimen konsumen hasil survei Univ. of Michigan.
Di tengah tumpulnya kebijakan fiskal AS karena penghematan untuk mengurangi defisit dan utang, kebijakan moneter menjadi andalan. 

EUR-USD
M
emasuki sesi perdagangan Eropa, EUR-USD terkoreksi, kesulitan mempertahankan penguatan yang diraih kemarin, koreksi ini memangkas penguatan mingguannya. Selain data produksi industrial, ada pertemuan menteri keuangan zona euro. Dalam grafik mingguan, euro berhasil menembus 38,2% retracement kejatuhan 27 Januari-31 Maret di $1,3103. Untuk bisa meraih 50% di $1,3122, euro harus bisa ditutup di $1,3184. 

Rekomendasi harian :
P
eluang Sell EUR-USD di 1.3092 dengan target take profit 1.3005, dimana stop loss penutupan diatas 1.3126. Peluang berikutnya sell break 1.3005 dengan target take profit 1.2947, dimana stop loss 1.3031.

Sedangkan peluang buy 1.2939 dengan target take profit 1.3012, dimana stop loss penutupan dibawah 1.2939. Buy break 1.3153 dengan target take profit 1.3214, dimana stop loss 1.3122.

USD-JPY
L
evel psikologis 100 sepertinya masih menjadi hambatan yang sulit ditembus. USD-JPY telah menguat 7% sejak BOJ mengumumkan stimulus baru, namun kini terjebak di kisaran 99. Secara bulanan, pair ini sudah naik selama tujuh bulan terakhir.  Kuncinya ada di data penjualan ritel AS nanti malam, angka positif bisa memuluskan pair ini menuju level psikologis itu. Keberhasilan menembus 100, akan membuka peluang menuju 101,50.

Rekomendasi harian :
P
eluang Sell pada USD-JPY di 99.80 dengan target take profit 98.88, dimana stop loss bila ada penembusan 100.00. Peluang Hold sell dari 99.80, dengan sell break di 98.80 yang mana take profit 98.43, stop loss 99.11.

Buy 98.24 dengan target take profit 99.22, dimana stop loss bila penutupan diatas 98.43. Buy break 100.00 dengan target take profit 100.68, dimana stop loss 99.60.

GBP-USD
S
empat menyentuh level $1,5400 dua sesi terakhir,  GBP-USD kini berkonsolidasi di $1,5370. Level $1,54 sepertinya masih cukup sulit untuk bisa ditembus. Dengan minimnya even dari Inggris, andalan datang dari data ekonomi AS. Pair ini sedang berusaha meraih penguatan mingguan kedua. Dalam grafik mingguan, posisi pair ini sedang berupaya menembus 38,2% retracement kejatuhan 30 Desember 2012-10 Maret 2013 di $1,5411.

Rekomendasi harian :
Untuk GBP-USD dapat dilakukan sell break 1.5380 dengan target take profit 1.5304, dimana stop loss penembusan 1.5410-nya. Sell break lanjutan bila ada penembusan 1.5319 dengan target take profit 1.5258, dimana stop loss 1.5350.

Buy 1.5237 dengan target take profit 1.5319, dimana stop loss 1.5197. Buy break 1.5441 dengan target take profit 1.5502, dimana stop loss 1.5410.

USD-CHF
U
SD-CHF menyentuh high di 0,9324 dalam perdagangan di Eropa. Namun pergerakan masih stagnan setelah menyentuh level terendah sejak 25 Februari di 0,9277. Data penjualan ritel AS dapat mempengaruhi pergerakannya pair ini. Pair ini diperkirakan tetap bearish selama masih berada di bawah 0,9360 dan bearish continuation akan terjadi bila jatuh ke bawah 0,9277.

Rekomendasi harian :
Peluang buy di USD-CHF 0.9277 dengan target take profit 0.9353, dimana stop loss 0.9246. Buy 0.9216 dengan target take profit 0.9277, dimana stop loss 0.9185.

Sell 0.9368 dengan target take profit 0.9315, dimana stop loss 0.9384.Sell 0.9399 dengan target take profit 0.9338, dimana stop loss 0.9414.

AUD-USD
A
UD-USD mencatat pergerakan mengesankan selama minggu ini, dengan bangkit dari level terendah dalam tiga minggu terakhir di $1,0354 sampai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir $1,0581. Reli ini datang berkat data ketenagakerjaan dan berkurangnya kemungkinan  RBA memangkas rate. Namun kini lajunya sedang terhenti, bila gagal ditutup di atas high kemarin, sulit bagi pair ini menyentuh $1,0600.

Rekomendasi harian :
Peluang sell untuk AUD-USD di 1.0559 dengan target take profit 1.0506, dimana stop loss penutupan harian diatas 1.0559. Sell 1.0620 dengan target take profit 1.0559, dimana stop loss 1.0651.

Buy 1.0471 dengan target take profit 1.0528, dimana stop loss 1.0452. Buy 1.0437 dengan target take profit 1.0513, dimana stop loss 1.0406.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-12-april-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-12-april-2013.html

Tanggal February 27, 2013 / 5:24 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – Minyak naik hari ini seiring penguatan bursa regional yang mendapat dorongan dari pernyataan Ketua the Fed Ben Bernanke soal stimulus moneter.

Dalam testimoni di hadapan Kongres, Bernanke mengatakan pihaknya akan terus memberlakukan stimulus moneternya sampai lapangan kerja membaik signifikan.  Bernanke juga optimis kebijakan suku bunga rendahnya tidak akan memicu inflasi atau penggelembungan aset. Ia juga coba meyakinkan para anggota legislatif bahwa pihaknya bisa menghentikan stimulus secara mulus.

Saham dan komoditas bertumbangan kemarin karena ketidakpastian politik di Italia. Tanpa ada koalisi terbentuk, maka tidak ada pemerintahan.  Kalaupun terbentuk, koalisi akan rentan gejolak dan ditakutkan mengganggu konsolidasi fiskal yang sudah dijalankan. Kebuntuan politik berpotensi menghambat reformasi yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan dan mengurangi utang Italia yang mencapai 2 triliun euro.

Minyak juga mendapat dorongan dari data American Petroleum Institute (API) yang menunjukkan cadangan hanya naik 900.000 barel, lebih rendah dari prediksi 2,4 juta barel. Pasar kini menunggu data cadangan versi Energy Information Administration (EIA). Pada jam 17:07 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Maret naik 30 sen ke $92,93 per barel. 

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/pernyataan-bernanke-angkat-minyak.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/pernyataan-bernanke-angkat-minyak.html

Tanggal December 28, 2012 / 11:00 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatannya. Pada penutupan perdagangan Kamis (27/12/2012), IHSG menguat 6,767 poin (0,16%) ke level 4.281,861.
Aksi bargain hunting terhadap saham-saham perkebunan berhasil meng-counter koreksi dari saham-saham konsumer dan banking. Selain itu, trend positif dari beberapa bursa Asia juga turut mendorong laju indeks. Setelah dua hari mengalami net sell, posisi investor asing kini mencatatkan net buy sebesar Rp 105,05 miliar di seluruh pasar.
Sebanyak enam sektor menghijau, dimana sektor perkebunan memimpin penguatan, dengan kenaikan sebesar 2,84. Sementara sektor properti menjadi salah satu pemberat indeks, yang melemah sebesar 0,79.
Saham-saham yang naik diantaranya Sarana Menara (TOWR), Mandom (TCID), Astra Agro (AALI), dan Chandra Asri (TPIA).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Gudang Garam (GGRM), Adira Finance (ADMF), Sorini Agro (SOBI), dan Indocement (INTP).

IHSG Outlook
Hari ini adalah hari terakhir perdagangan di tahun 2012 ini untuk Bursa Efek Indonesia.  Dengan IHSG kemarin yang berhasil ditutup menembus resisten di 4276 dan indeks Dow Jones Industrial yang hanya turun tipis 0,14 persen, IHSG hari ini sepertinya masih bisa bergerak dalam teritori positif.  Harapan kami, IHSG masih bisa ditutup di wilayah atas dari kisaran 4225 – 4350 yang merupakan kisaran pergerakan IHSG hari ini.  Akan tetapi, masih adanya beberapa hal yang mengganjal, sepertinya harus membuat kita tetap realistis.
Perundingan yang membahas kebijakan fiskal Amerika, masih berlanjut hingga hari Minggu.  Artinya: meski pergerakan harga di negara mereka masih bisa memberikan respon pada perdagangan di hari Senin, perdagangan di BEI akan berakhir masih dengan tanda tanya besar mengenai permasalahan ini.  Selain itu, adanya kenaikan TDL per 1 Januari 2012 juga membuat kita sebaiknya tetap waspada, karena berita ini, telah membuat saham-saham perbankan mengalami tekanan jual yang cukup besar dalam dua-tiga hari terakhir.  BMRI bahkan kemarin sore mengalami tekanan jual yang cukup besar yang menyebabkan saham ini menembus suport pentingnya, penembusan suport yang membuka potensi koreksi hingga 5 persen atau lebih.
Window dressing telah berjalan dalam beberapa hari terakhir, terlihat hanya berlangsung pada counter-counter tertentu.  Adanya berita kenaikan TDL, bahkan membuat beberapa saham (terutama saham-saham sektor properti) yang pada hari Rabu sempat memberikan signal positif, kemarin kembali memberikan signal negatif.  Kondisi ini membuat kami menyarankan anda untuk tidak melakukan positioning secara agresif menjelang liburan panjang ini. 
Kami masih percaya bahwa IHSG di tahun 2013 bakal mencapai level 5000.  Akan tetapi, ketidakpastian yang ada untuk jangka pendek, sebaiknya tetap membuat anda berhati-hati.

Global Outlook
Saham Asia bergerak positif hari ini, namun terhambat oleh kekhawatiran para politisi AS akan kehabisan waktu mencegah jurang fiskal.
Indeks MSCI Asia Pasifik menguat 0,3% ke 128,88 hari ini, didukung oleh saham  Jepang yang naik 0,7% berkat data inflasi yang memperkuat ekspektasi BOJ akan meluncurkan stimulus bulan depan. Indeks Hang Seng dibuka menanjak 0,38% terkena efek isu stimulus moneter Jepang. Saham Eropa berakhir flat semalam dan Wall Street jatuh untuk empat sesi berturut-turut.
Prospek BOJ akan mengerahkan stimulus agresif masih menopang indeks Nikkei dan melemahkan yen. Namun pergerakan saham regional tertahan oleh lesunya aktivitas perdagangan menjelang akhir tahun dan ketidakpastian prospek anggaran AS. Selain itu, beberapa indeks sudah mencapai level yang cukup tinggi dan menemui resistance yang kuat. Indeks Nikkei menyentuh level tertingginya dalam 21 bulan dan indeks Hang Seng sudah berada di level tertinggi dalam 17 bulan.
Kompromi penuh sulit dicapai akhir tahun, tapi saham tidak akan jatuh tajam karena mungkin ada kesepakatan parsial. Presiden Obama akan mengadakan pertemuan malam nanti dengan empat pemimpin Kongres, sebagai upaya terakhir mematahkan kebuntuhan sebelum tenggat waktu akhir tahun. Bila tidak ada deal, maka kenaikan pajak dan pemotongan anggaran otomatis akan berlaku di Januari 2013, menjadikan tahun baru suram di AS.

IHSG Tchnical
IHSG kembali menunjukkan sinyal positif dengan bertahannya di area resistance 4.275. Indikator stochastic juga sudah menunjukkan bullish crossover. Namun, IHSG masih tertahan di area resistance 4.295. Dengan begitu, trend IHSG masih flat-naik. Penutupan IHSG di atas 4.295 akan mengakhir pola flat tersebut, yang bisa membawa potensi kenaikan menuju area 4.330  -  4.340. Sementara sinyal negatif akan muncul jika IHSG ditutup dibawah level 4.264. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.260 – 4.300.

R3    4,319
R2    4,304
R1    4,293
   
Pivot    4,279
   
S1    4,268
S2    4,253
S3    4,242

Stock Picks
LSIP
LSIP telah mengakhiri trend bearish jangka pendeknya dengan penembusan resistance di 2.150. Ternd bullish jangka pendek kemudian dikonfirmasi dengan pergerakan MA 10 yang uptrend. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan sinyal positif. Untuk itu, kami masih melihat potensi kenaikan LSIP untuk meraih resistance di 2.400 – 2.450.
Rekomendasi : Buy (best price entry@2.200), stop loss breakout 2.150, target 2.400
Support     : 2.150, 2.075
Resistance     : 2.325, 2.400

TBIG
Harga kembali bergerak di atas MA 10, pertanda trend jangka pendek kembali bullish, dimana sebelumnya sempat terkoreksi dan menemukan support barunya di 5.250. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan sinyal uptrend. Untuk itu, kami melihat potensi penguatan lanjutan bagi TBIG untuk kembali menguji resistance di 6.150.
Rekomendasi : Trading buy, stop loss breakout 5.550, target 6.00.
Support     : 5.550, 5.250
Resistance     : 5.800, 6.100

Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/resistance-4276-ditembus-kenaikan-ihsg-bisa-berlanjut.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/resistance-4276-ditembus-kenaikan-ihsg-bisa-berlanjut.html

Tanggal December 28, 2012 / 11:10 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk – Kejatuhan yen masih berlanjut, hingga ke level terendah dalam 28 bulan terakhir menyusul serangkaian data Jepang yang memperkuat ekspektasi BOJ harus mengerahkan stimulus agresif.
Data hari ini menunjukkan inflasi Jepang turun 0,2% selama Nopember, sesuai prediksi. Sedangkan inflasi inti turun 0,5%. Produksi industrial merosot 1,7% di bulan yang sama, lebih besar dari prediksi 0,5%. Secara tahunan, output anjlok 5,8%, di atas prediksi 4,6%. Data itu mengindikasikan harga memperlihatkan kondisi yang terus negatif dan aktivitas industri semakin lesu.
Semua data itu menjadi bukti tambahan bahwa ekonomi Jepang masih terjerat dalam deflasi berkepanjangan. Data itu juga memperkuat ekspektasi BOJ harus mengambil tindakan dan mengabulkan tuntutan pemerintah baru untuk mengeluarkan kebijakan moneter longgar dan upaya lainnya untuk menyelamatkan ekonomi Jepang.
Perdana Menteri Shinzo Abe berikrar untuk melemahkan yen dan mengupayakan stimulus agresif untuk mengentaskan deflasi. Salah satu penasihat Abe kemarin mengatakan BOJ perlu menetapkan target inflasi yang lebih tinggi, dan pemerintah perlu membuat BOJ lebih bertanggung jawab pada tujuan kebijakannya. Desakan pelonggaran juga datang dari Menteri Keuangan Jepang yang baru, Taro Aso, dengan mengatakan  BOJ agar lebih giat lagi dalam mengentaskan deflasi, karena efeknya menggerogoti sektor korporat dan berpotensi membahayakan keuangan pemerintah. 
Yen kini berada di 86,41 per dollar, setelah menyentuh 86,63, terendah sejak Agustus 2010. Di tengah semakin kuatnya isu stimulus, tekanan jual atas yen masih besar. Target selanjutnya adalah level 87,10, bila tembus akan mencoba ke 87,40. Sedangkan support ada di 85,90. Menurut analis, untuk jangka menengah, target psikologis adalah level 90. Agar bisa mencapai ke sana, diperlukan perubahan kebijakan, tapi inilah  momentum terbaiknya.
Yen sudah melemah hampir 12% atas dololar selama tahun ini, terbesar sejak 2005. Ini adalah hari perdagangan terakhir Jepang di 2012, dan pasar dijadwalkan kembali dibuka pada 4 Januari 2013. Terhadap euro, yen berada di 114,38 per euro, setelah menyentuh 114,53, terendah dalam 17 bulan terakhir. Target selanjutnya adalah 114,80 dan 115,00, dengan support terdekat di 114,00.
Fokus pasar masih tertuju ke Washington, menjelang pembicaraan akhir pekan untuk mencegah jurang fiskal. Presiden Obama akan mengadakan pertemuan malam nanti dengan empat pemimpin Kongres, sebagai upaya terakhir mematahkan kebuntuhan sebelum tenggat waktu akhir tahun. Para pemimpin Republik di Kongres mengatakan kepada anggota agar kembali ke Washington Minggu jika harus digelar voting.

Rekomendasi
EUR

JPY

GBP

CHF

AUD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/terus-terpuruk-yen-tumbang-ke-86.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/terus-terpuruk-yen-tumbang-ke-86.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha